1 / 16

Otoritas Jasa Keuangan (UU. No. 21 Tahun 2011 Ttg OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (UU. No. 21 Tahun 2011 Ttg OJK). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) What it is What is it’s vision and mission Can the financial system be better than with no OJK Can OJK make the financial system stronger and more sound. Do OJK cover all the financial institutions

mira
Download Presentation

Otoritas Jasa Keuangan (UU. No. 21 Tahun 2011 Ttg OJK)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Otoritas Jasa Keuangan(UU. No. 21 Tahun 2011 Ttg OJK)

  2. OtoritasJasaKeuangan (OJK) • What it is • What is it’s vision and mission • Can the financial system be better than with no OJK • Can OJK make the financial system stronger and more sound. • Do OJK cover all the financial institutions • Can OJK handle the current issues • Financial inclusion • The non bankable

  3. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Adalah lembaga yg independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pihak lain, kecuali utk hal-hal yg secara tegas diatur dalam UU No. 21/11/2011 OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yg terintegrasi thd keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

  4. OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap: • Kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan • Kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal • Kegiatan jasa keuangan di sektor perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya.

  5. OJK memiliki kewenangan dalam: • Mengatur dan mengawasi kelembagaan bank • Mengatur dan mengawasi kesehatan bank • Mengatur dan mengawasi aspek kehati-hatian bank • Manajemen risiko • KYC • Pencegahan, pembiayaan teroris dan kejahatan perbankan • Pemeriksaan bank

  6. Kewenangan OJK dalam mengatur dan mengawasi kesehatan bank meliputi: • likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, kualitas aset, rasio kecukupan modal minimum, BMPK, LDR/FDR, pencadangan. • Laporan bank meng. Kesehatan dan kinerja • SID (sisteminformasikredit) • Pengujian kredit • Standar akuntansi bank

  7. Pengawasan Bank Bankoleh BI/OJK • Pendirian BUS  UU. No. 40/95 Ttg PT • Penetapan pemilik BUS  F&P test • Penetapan pengurus BUS  F&P test • Pemeriksaan berkala dan/atau Khusus • Pengawasan umum/khusus/intensif • Ceace and desist decision • Pencabutan izin usaha

  8. Mengawasi dan Membina Bank-Bank • Pemilik • Visi dan Misi • Sumber Keuangan • Reputasi dibidang Keuangan • Integritas • Komisaris • Integritas • Kompetensi • Reputasi di bidang Keuangan

  9. Direksi • Visi dan Misi • Kompetensi • Integritas • Reputasi di bidang Keuangan • Pengalaman Kerja Dewan Pengawas Syariah • Kompetensi • Rekomendasi MUI • Kesediaan waktu

  10. Karyawan (competent employees) • Knowledge • Technical skill • Communication • Sertifikasi Lembaga/Badan Usaha (LKS) • Visi dan Misi • Culture • Corporate • risk • RBB • IT • Sound CAMELs & R/M

  11. Kewajiban BUS/UUS hrs menyampaikan a.l. : 1. Rencana Bisnis Bank (RBB) 2. Laporan keuangan setiap bulan 3. Laporan keuangan tahunan 4. Laporan likuiditas mingguan 5. Laporan pihak terkait 6. Laporan ttg GCG 7. Laporan komplaien 8. Laporan tingkat kesehatan 9. Mengisi SID (sistem informasi kredit) 10. Mengumumkan laporan publikasi

  12. Bank Umum Syariah • Komisaris Independent : > 50% • Komite Audit • Komite Pemantau Risiko • Komite Remurasi dan Nominasi • Pemeriksaan Eksternal • Kantor Akuntan Publik • Pemeriksaan BI/OJK • Pemeriksaan PPATK • Pemeriksaan Internal • Dewan Pengawas Syariah • Penerapan GCG & R/M

  13. Pemerisaan OJK/BI • Pemeriksaan umum (general fin. audit) min. 1x setahun  risk based audit • Pemeriksaan khusus (special audit)  ada problem ttt • Fit and Proper (investigation)  krn ada kasus Pengawasan atas penerapan prinsip syariah dilakukan oleh Bank Indonesia dan Dewan Pengawas Syariah Catatan: UU No. 21/2008 Ttg Bank Syariah menetapkan adanya Komite Perbankan Syariah, yang berfungsi untuk mendevelop produk bank syariah sesuai dengan prinsip syariah dan mengembangkan industri bank syariah

  14. Perkembangan Perbankan Syariah selama 3 tahun terakhir: 2009 2010 2011 5-2012 • Assets : 66,09 T 97,52 T 145,47 T 147,54 T • Pemby : 46,89 T 68,18 T 102,66 T 122,84 T • DTG : 52,27 T 76,04 T 115,42 T 115,21 T • FDR : 89,71% 89,66% 88,94% 106,62% • BOPO : 84,39% 80,54% 78,41% 76,24% • NPF : 4,01% 3,02% 2,52% 2,93% • ROA : 1,48% 1,67% 1,79% 1,99% • HR : 15.443 20.264 27.660 28.388 • Growth: 100,00 147,56 149,17 101,42

  15. Kasus kasus yang terjadi dan melibatkan: Komisaris - BUS dan BUK Direksi - BUS dan BUK Karyawan - L/C Bank BNI - Pencairandeposito - Penarikantabungan Penyebaba.l.: - pengendalian intern  lemah - SOP tidakberjalansbgmanamustinya - lemahdalamrotasi, mutasidanpromosi

  16. The Weaknesses of The Financial System • Lack of coordination among the Authority • No single vision of the financial system • No roadmap/blueprint • No minimum standard level of supervision • Lack of law enforcement • Unequal of level playing field • Oftenly blame each other • Lack of trust Apakah OJK mampumengatasihalini…? Kita harapkanmampu

More Related