1 / 10

DINAMIKA MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN

DINAMIKA MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN. Pengertian Suksesi (Sere). Suksesi merupakan proses yang terjadi secara terus menerus yang ditandai oleh perubahan vegetasi, tanah dan iklim. Spurr (1964).

maylin
Download Presentation

DINAMIKA MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DINAMIKA MASYARAKAT TUMBUH-TUMBUHAN

  2. Pengertian Suksesi (Sere) Suksesi merupakan proses yang terjadi secara terus menerus yang ditandai oleh perubahan vegetasi, tanah dan iklim. Spurr (1964) • Oosting (1956) : perubahan bertahap tersebut terjadi karena habitat masyarakat tumbuhan tersebut mengalami modifikasi oleh kekuatan alam dan aktifitas organisme. • Perubahan masyarakat tumbuhan dimulai dari tingkat pioner sederhana sampai pada tingkat klimaks. • Tumbuhan pioner merubah habitat sendiri sehingga cocok untuk jenis baru, keadaan ini berlangsung terus hingga tingkat klimaks tercapai. • Perubahan terjadi melalui proses: komunitas pertama merubah keadaan tanah dan iklim mikro yang memungkinkan masuknya jenis kedua yang dominan dan mengalahkan jenis pertama dan memungkinkan masuknya jenis ketiga demikian seterusnya sampai tingkat klimaks tercapai. • Jadi selama suksesi terjadi sederetan perubahan komunitas biotik (tumbuhan, hewan, dan komunitas mikroba) secara bertahap yang terjadi pada suatu areal dalam periode waktu tertentu.

  3. Komunitas klimaks adalah komunitas yang berada dalam keadaan keseimbangan dinamis dengan lingkungannya. • Jenis klimaks adalah jenis yang berhasil beradaptasi dengan habitatnya sehingga menjadi dominan. B. Faktor Penyebab Suksesi • Faktor Iklim (kekeringan/kebakaran, radiasi yang kuat, fluktuasi kondisi iklim yang tidak konsisten) • Faktor Topografi/Edafis (Erosi, Sedimentasi) • Faktor Biotik (penebangan, perladangan, penggembalaan, hama penyakit, dll.) C. Tipe Suksesi • Hidrosere (Suksesi di habitat basah) • Halosere (Suksesi pada habitat air asin) • Xerosere (Suksesi di habitat kering) • Psammosere (Suksesi di habitat pasir) • Lithosere (Suksesi pada permukaan batuan) • Serule (Miniatur suksesi mikroorganisme jamur dan bakteri pada pohon mati, kulit pohon, dll)

  4. D. Tahap Suksesi Shukla dan Chandel (1982) tahap suksesi : 1. Nudasi : terbukanya penutup tanah. 2. Migrasi : sampainya biji pada habitat terbuka tersebut. 3. Ecesis : proses perkecambahan, pertumbuhan dan menetapnya tumbuhan baru. 4. Agregasi : tersebar dan berkelompoknya tumbuhan. 5. Evolusi : terbentuknya koloni, asosiasi dan interaksi tumbuhan. 6. Invasi : biji yang dihasilkan bersifat adaptif dan agresif. 7. Reaksi : terjadinya perubahan habitat melalui perubahan iklim mikro. 8. Stabilitas : terbentuknya jenis dominan. 9. Klimaks : jenis dominan mempunyai keseimbangan dengan lingkungan, habitat relatif konstan.

  5. E. Macam Suksesi 1. Suksesi primer (prisere) : Perkembangan vegetasi dari habitat tak bervegetasi hingga mencapai klimaks 2. Suksesi sekunder : Suksesi yang terjadi jika klimaks atau suksesi normal terganggu F. Tipe Suksesi berdasarkan kesuburan lingkungan : 1. Suksesi oligotropik : suksesi yang terjadi pada lingkungan miskin hara (tidak subur) 2. Suksesi mesotropik : suksesi yang terjadi pada lingkungan dengan kesuburan sedang 3. Suksesi eutropik : suksesi yang terjadi pada lingkungan yang subur

  6. Macam perubahan fungsi ekosistem selama suksesi : 1. Perubahan energi 2. Perubahan biogeokimia : siklus geokimia, siklus biogeokimia Tiga sifat utama perubahan ekosistem : 1. Perubahan jangka panjang dalam lingkungan fisik 2. Perubahan genetik dari organisme sebagai hasil seleksi alam 3. Perubahan tipe, jumlah dan kelompok penguasaan organisme pada habitat akibat perubahan lingkungan fisik mikro G. Faham Klimaks • Faham Monoklimaks : pada suatu iklim hanya ada satu macam klimaks. Iklim sebagai faktor yang paling berpengaruh, disamping faktor yang lain atau profaktor-profaktor seperti tanah, biotis dan fisiografi.

  7. Profaktor menyebabkan terbentuknya proklimaks-proklimaks sbb: • Subklimaks : perkembangan suksesi berhenti di bawah klimaks sebagai akibat faktor bukan iklim misal faktor geografi seperti Pulau Krakatau • Proklimaks/Posklimaks : pembentukan klimaks yang menyimpang dari tipe yang sewajarnya suksesi menjadi lebih baik (basah) (posklimaks), sedangkan menyimpang menjadi lebih jelek (kering) (proklimaks) • Disklimaks : klimaks yang terhenti karena gangguan sekunder sehingga tidak dapat kembali ke klimaks semula misalnya terhenti pada tingkat semak belukar atau alang-alang • 2. Faham Polyklimaks :tidak hanya iklim yang dapat menyebabkan terjadinya klimaks. • Ada beberapa macam klimaks : Klimaks iklim, Klimaks edafis, • Klimaks kebakaran 3. Teori informasi : pada tahap klimaks komunitas mempunyai informasi yang maksimum dan entrophy yang minimum. Entrophy adalah jumlah energi yang tidak terpakai dalam suatu sistem ekologi.

  8. Bagan suksesi primer (prisere) dan suksesi sekunder (subsere) Prisere Vegetasi Klimaks Vegetasi Perdu Pohon Vegetasi Semak Belukar Vegetasi Rumput, Herba, Semak Kecil Vegetasi Cryptogamae Tanah Terbuka Gangguan Subsere Vegetasi terganggu

  9. Bagan Suksesi Faham Monoklimaks : KLIMAKS HUTAN HUJAN TANAH RENDAH Hutan Neonauclea-Ficus Hutan Ficus-Macaranga Vegetasi Rumput Neyraudia-Saccharum Vegetasi Cryptogamae Hutan Payau Bruguiera-Xylocarpus Hutan Payau Rhizophora-Bruguiera Hutan Payau Avicennia HYDROSERE PADA LUMPUR PAYAU XEROSERE PADA TUF BATU KEMBANG

  10. Terima kasih

More Related