Download
strategi nasional dalam menghadapi pemberontakan n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Strategi Nasional dalam Menghadapi Pemberontakan PowerPoint Presentation
Download Presentation
Strategi Nasional dalam Menghadapi Pemberontakan

Strategi Nasional dalam Menghadapi Pemberontakan

2997 Views Download Presentation
Download Presentation

Strategi Nasional dalam Menghadapi Pemberontakan

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Strategi Nasional dalam Menghadapi Pemberontakan SiswaNF.com

  2. Tujuan Pembelajaran • Siswa dapat: • Mendeskripsikan terjadinya peristiwa Madiun/PKI, DI/TII dan cara yang dilakukan oleh pemerintah dalam penanggulangannya dan Konflik-konflik internal lainnya • Mengidentifikasi keadaan politik, ekonomi, sosial dan budaya sebelum terjadinya peristiwa G 30 S/PKI • Mendeskripsikan terjadinya peristiwa G 30 S/PKI dan cara penumpasannya

  3. Peristiwa PKI di Madiun

  4. Peristiwa PKI di Madiun dan Penumpasannya • Terjadi tahun 1948 • Pemimpin pemberontakan : Amir Syarifuddin dan Musso • Amir Syarifuddin adalah mantan perdana menteri dan menandatangani perjanjian Renville. • Ia kecewa karena kabinetnya jatuh kemudian membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) tanggal 28 Juni 1948. • Muso adalah Tokoh PKI

  5. FDR didukung oleh: • Partai Sosialis Indonesia • Pemuda Sosialis Indonesia • PKI • Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI)

  6. FDR sering melakukan aksi: • Melancarkan propaganda anti pemerintah • Mengadakan pemogokan –pemogokan kerja bagi para buruh diperusahan misalnya di pabrik karung di Delangu Klaten • Melakukan pembunuhan-pembunuhan, misalnya dalam bentrokan senjata di Solo tanggal 2 Juli 1948, Komandan Divisi LIV yakni Kolonel Sutarto secara tiba-tiba terbunuh. Tanggal 13 September 1948 tokoh pejuang 1945, Dr. Moewardi diculik dan dibunuh

  7. DI/TII dan Penanggulangannya • DI/TII di Jawa Barat • DI/TII di Jawa Tengah • DI/TII di Aceh • DI/TII di Sulawesi Selatan • DI/TII di Kalimantan Selatan

  8. DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah

  9. PEMIMPIN

  10. DI/TII di Jawa Barat • 7 Agustus 1949, pimpinan NII Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo memproklamasikan NII • Sebab: Karena Kartosiwirjo tidak mau meninggalkan Jawa Barat sesuai ketentuan dalam perundingan Renville • Diatasi dengan operasi “pagar betis” dan “Bratayudha” • 4 Juni 1962 , Kartosuwirjo ditangkap di Gunung Geber, daerah Majalaya, Jawa Barat

  11. inti isi perjanjian Renville • RI harus mengakui kedaulatan Belanda atas Hindia Belanda • akan diadakan pemungutan suara untuk menentukan penduduk Jawa, Madura dan Sumatera, apakah mau bergabung dengan RI atau bagian dari NIS • tiap negara (bagian) berhak tinggal di luar NIS atau menyelenggarakan hubungan khusus dengan NIS atau dengan Nederland

  12. DI/TII di Jawa Tengah • Dipimpin oleh Amir Fatah • Januari 1950, dilakukan penumpasan dengan operasi “Gerakan Banteng Negara” dipimpin Kolonel Sarbini

  13. DI/TII di Aceh • dipimpin oleh Teuku Daud Beureuh • terjadi karena Daud Beureuh kecewa karena Aceh dirubah dari daerah Istimewa menjadi daerah keresidenan • atas prakarsa Kolonel M. Yasin dilakukan jalan musyawarah dengan nama” Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh”

  14. DI/TII di Sulawesi Selatan • dipimpin Kahar Muzakar • terjadi karena Kahar Muzkar menuntut kepada pemerintah agar pasukan Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasuuan ke dalam Angkatan Perang RIS

  15. DI/TII di Kalimantan Selatan • dipimpin oleh Ibnu Hajar • tahun 1959 Ibnu Hajar di tangkap

  16. Keadaan Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Sebelum Terjadinya Peristiwa G 30 S/PKI • Kondisi politik panas karena antar partai politik saling mencurigai, antara partai politik dan ABRI serta antara keduannya dengan presiden • Kondisi ekonomi memprihatinkan hingga muncul krisis ekonomi nasional dan dimanfaatkan oleh PKI • Kondisi sosial timbul dengan adanya teror dari PKI seperti pembunuhan, penculikan dan pembubaran organisasi yang anti PKI

  17. Pemberontakan G 30 S/PKI dan Cara Penumpasannya • Dipimpin oleh Letkol Untung • Terjadi pada tanggal 30 September 1965- 1 Oktober 1965 • Menculik dan membunuh perwira Angkatan Darat: 1. LetJen Ahmad Yani 2. MayJen R Suprapto 3. MayJen Haryono MT 4. MayJen S. Parman 5. BrigJen DI. Panjaitan 6. BrigJen Sutoyo Siswomiharjo 7. Letnan Satu Pierre Andreas Tendean

  18. Pemberontakan G 30 S/PKI dan Cara Penumpasannya • Di Yogyakarta yang gugur adalah 1. Kolonel Katamso Dharmokusumo 2. Letnan Kolonel Sugiyono

  19. Penumpasannya G30 S/PKI • Tindakan dilakukan oleh Kostrad yang dipimpin oleh Mayor Jendral Soeharto dan RPKAD pimpinan kolonel Sarwo Edi Wibowo • Langkah – langkahnya addalah • 1 Oktober merebut kembali RRI da Kantor Telkomunikasi • 2 Oktober 1965 merebut daerah penting termasuk daerah sekitar Halim Perdanakusumah • 3 Oktober 1965 dalam operasi pembersihan ditemukan sumur tua tempat para jendral dimasukan

  20. Strategi Nasional dalam Menghadapi Pemberontakan • A. Peristiwa PKI di Madiun (1948) • Pimpinan : Amir Syarifuddin dan Musso • Amir Syarifuddin adalah mantan perdana menteri dan menandatangani perjanjian Renville. • Ia kecewa karena kabinetnya jatuh kemudian membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) tanggal 28 Juni 1948.

  21. B. DI/TII • Di Jawa Barat • Pimpinan: Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo • 7 Agustus 1949 diproklamasikan berdirinya NII • Sebab: Karena Kartosiwirjo tidak mau meninggalkan Jawa Barat sesuai ketentuan dalam perundingan Renville • Diatasi dengan operasi “pagar betis” dan “Bratayudha” • 4 Juni 1962 , Kartosuwirjo ditangkap di Gunung Geber, daerah Majalaya, Jawa Barat

  22. 2. Di Jawa Tengah • Dipimpin oleh Amir Fatah • Januari 1950, dilakukan penumpasan dengan operasi “Gerakan Banteng Negara” dipimpin Kolonel Sarbini 3. Di Aceh • pimpinanTeuku Daud Beureuh • Sebab: Daud Beureuh kecewa karena Aceh dirubah dari daerah Istimewa menjadi daerah keresidenan • Penyelesaian: diprakarsai Kolonel M. Yasin dilakukan jalan musyawarah dengan nama” Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh” • Di Sulawesi Selatan • pimpinan:Kahar Muzakar • terjadi karena Kahar Muzkar menuntut kepada pemerintah agar pasukan Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukan ke dalam Angkatan Perang RIS 5. Di Kalimantan Selatan • dipimpin oleh Ibnu Hajar • tahun 1959 Ibnu Hajar di tangkap

  23. C. Pemberontakan G 30 S/PKI dan Cara Penumpasannya • Dipimpin oleh Letkol Untung • Terjadi pada tanggal 30 September 1965- 1 Oktober 1965 • Menculik dan membunuh perwira Angkatan Darat: 1. LetJen Ahmad Yani 2. MayJen R Suprapto 3. MayJen Haryono MT 4. MayJen S. Parman 5. BrigJen DI. Panjaitan 6. BrigJen Sutoyo Siswomiharjo 7. Letnan Satu Pierre Andreas Tendean • Di Yogyakarta yang gugur adalah 1. Kolonel Katamso Dharmokusumo 2. Letnan Kolonel Sugiyono

  24. Penumpasannya G30 S/PKI • Tindakan dilakukan oleh Kostrad yang dipimpin oleh Mayor Jendral Soeharto dan RPKAD pimpinan kolonel Sarwo Edi Wibowo • Langkah – langkahnya adalah • 1 Oktober 1965 merebut kembali RRI dan Kantor Telekomunikasi • 2 Oktober 1965 merebut daerah penting termasuk daerah sekitar Halim Perdanakusumah • 3 Oktober 1965 dalam operasi pembersihan ditemukan sumur tua (lubang buaya) tempat para jendral dimasukan

  25. kerjakan • PG hal 260-261 buku BSe • Essay : no: 2, 3, 4, 9 dan 10 2 (h: 250), 3 (h.250), 4 (h.251), 9(258) dan 10 (h.258) • Di buku latihan/catatan/kertas 1 lembar • Dikumpulkan • Jawaban pakai bahasa sendiri/ di ringkas