JARINGAN KOMPUTER ( LAYANAN TCP/IP ) - PowerPoint PPT Presentation

jaringan komputer layanan tcp ip n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
JARINGAN KOMPUTER ( LAYANAN TCP/IP ) PowerPoint Presentation
Download Presentation
JARINGAN KOMPUTER ( LAYANAN TCP/IP )

play fullscreen
1 / 46
JARINGAN KOMPUTER ( LAYANAN TCP/IP )
310 Views
Download Presentation
lorene
Download Presentation

JARINGAN KOMPUTER ( LAYANAN TCP/IP )

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. JARINGAN KOMPUTER(LAYANAN TCP/IP) Presented by KKPI Departement Of SMK AL BASYARIYAH PILANGKENCENG

  2. Layanan TCP/IP • Pengiriman file (File Transfer). File Transfer Protokol (FTP) memungkinkan user dapat mengirim atau menerima file dari komputer jaringan. • Remote Login. Network Terminal Protokol (telnet). Memungkinkan user untuk melakukan login ke dalam suatu komputer di dalam jaringan. • Computer Mail. Digunakan untuk menerapkan sistem e-mail. Protokol yang digunakan: • SMTP (Simple Mail Transport Protokol) untuk pengiriman email • POP (Post Office Protokol) dan IMAP (Internet Message Access Control) untuk menerima email • MIME (Multipurpose Internet Mail Extensions) untuk mengirimkan data selain teks • Network File System (NFS). Pelayanan akses file jarak jauh yang memungkinkan klien untuk mengakses file pada komputer jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan lokal. • Remote Execution. Memungkinkan user untuk menjalankan suatu program dari komputer yang berbeda. • Name Servers. Nama database alamat yang digunakan pada internet. • IRC (Internet Relay Chat). Memberikan layanan chat • Streaming (Layanan audio dan video). Jenis layanan yang langsung mengolah data yang diterima tanpa menunggu mengolah dataselesai dikirim. Jim Michael Widi, S.Kom

  3. Cara kerja TCP/IP • TCP merupakan connection-oriented, yang berarti bahwa kedua komputer ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu sebelum pertukaran data berlangsung (dalam hal ini email). TCP bertanggung jawab untuk menyakinkan bahwa email tersebut akan sampai tujuan, memeriksa kesalahan dan mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak berhasil melakukan hubungan. Jika isi email tersebut terlalu besar untuk satu datagram, TCP akan membaginya ke dalam beberapa datagram. Jim Michael Widi, S.Kom

  4. Cara kerja TCP/IP • IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung. Tugasnya adalah untuk merutekan paket data di dalam network. IP hanya bertugas menjadi kurir dari TCP dan mencari jalur yang terbaik dalam penyampaian datagram. IP “tidak bertanggung jawab” jika data tersebut tidak sampai dengan utuh, namun IP akan mengirimkan pesan kesalahan melalui ICMP (Internet Control Message Protokol) dan kemudian kembali ke sumber data. • Karena IP hanya mengirimkan data tanpa mengetahui urutan data mana yang akan disusun berikutnya, maka menyebabkan IP mudah untuk dimodifikasi di daerah sumber dan tujuan datagram. Jim Michael Widi, S.Kom

  5. Application Layer (SMTP, FTP, HTTP, dll) Transport Layer (TCP, UDP) Internet Layer (IP, ICMP, ARP) Network Interface Layer (Ethernet, SLIP, PPP) Arsitektur TCP/IP TCP/IP Stack Jaringan Fisik Jim Michael Widi, S.Kom

  6. Protokol-ProtokolTCP/IP • Network Interface layer Bertanggung jawab mengirimkan data dari media fisik. Contoh dari protokol ini adalah : • Ethernet Sebuah card yang terhubung ke card lain melalui ethernet hub dan kabel UTP atau BNC • SLIP (Serial Line Interface Protokol) Teknik enkapsulasi datagram yang paling sederhana di internet. Datagram IP yang diterima dienkapsulasi dengan menambahkan karakter END (0xC0) pada awal dan akhir frame. • PPP (Point to Point Protokol) terdiri dari beberapa protokol mini, yaitu: • LCP (Link Control Protocol), berfungsi membentuk dan memelihara link. • Authentication Protocol, berfungsi untuk memeriksa authentikasi dari user. Ada dua jenis authentikasi, yaitu: Password Authentication Protokol (PAP) dan Challenge Handshake Authentication Protokol (CHAP) • Network Control Protokol (NCP), berfungsi mengkoordinasi operasi bermacam-macam protokol jaringan yang melalui PPP. Jim Michael Widi, S.Kom

  7. Protokol-ProtokolTCP/IP • Internet Layer IP (Internet Protokol) memiliki sifat yang dikenal sebagai • Unreliable Protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. • Connectionless Proses pengiriman paket dari tempat asal ke tempat tujuan tanpa handshake terlebih dahulu. • datagram delivery service Setiap paket data yang dikirim adalah independen terhadap yang lain. Jim Michael Widi, S.Kom

  8. Format Datagram IP Jim Michael Widi, S.Kom

  9. Format Datagram IP • Version, bersisi versi dari IP yang dipakai • Header Length, berisi panjang dari header paket IP ini dalam hitungan 32 bit word • Type of service, berisi kualitas service yang dapat mempengaruhi cara penanganan paket IP ini. • Total Length of Datagram, panjang IP datagram total dalam ukuran byte. • Identification, Flag dan Fragment Offset, berisi beberapa data yang berhubungan dengan fragmentasi paket. • Time to Live, berisi jumlah router/hop maksimal yang boleh dilewati paket IP. • Protocol, mengandung data yang mengidentifikasikan protokol layer atas pengguna isi data dari paket IP. • Header Checksum, berisi nilai checksum yang dihitung dari seluruh field dari header paket IP. • IP Address penerima dan pengirim, berisi alamat pengirim dan penerima paket. • Strict Source Route, berisi daftar lengkap IP Address dari router yang harus dilalui oleh paket ke host tujuan. • Loose Source Route, paket yang dikirimkan harus singgah di beberapa router yang telah ditentukan. Jim Michael Widi, S.Kom

  10. Internet Layer (ICMP) • ICMP (Internet Control Message Protocol), bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus Jim Michael Widi, S.Kom

  11. Internet Layer (ICMP) Beberapa pesan kesalahan ICMP, yaitu: • Destination Unreachable, Pesan yang dihasilkan oleh router jika paket gagal dikrim akibat putus jalur. • Network Unreachable, jaringan tujuan tidak dapat dihubungi • Host Unreachable, host tujuan tidak dapat dihubungi • Protokol At Destination Unreachable, Protokol tidak tersedia • Port is Unreachable, port tidak tersedia • Destination Network is Unknown, jaringan tujuan tidak dikenal • Destination Host is Unknown, host tujuan tidak dikenal • Time Exceeded • Parameter Problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktet dimana kesalahan terdeteksi. • Source quench, yang terjadi karena router/host tujuan membuang datagram karena pembatasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses. • Redirect, memberi saran kepada host asal datagram mengenai router yang lebih tepat untuk menerima datagram tersebut Jim Michael Widi, S.Kom

  12. Internet Layer (ICMP) Beberapa ICMP Query Message, yaitu: • Echo requestdan Echo reply message, bertujuan memeriksa apakah sistem tujuan dalam keadaan aktif. • TimeStamp dan TimeStamp Reply, menghasilkan informasi waktu yang diperlukan sistem tujuan untuk memproses suatu paket. • Address Mask, untuk mengetahui berapa netmask yang harus digunakan oleh host dalam suatu network Jim Michael Widi, S.Kom

  13. Internet Layer (ARP) ARP (Address Resolution Protocol), digunakan untuk keperluan pemetaan IP address dengan ethernet address. ARP bekerja dengan mengirimkan paket berisi IP address yang ingin diketahui alamat ethernetnya ke alamat broadcast ethernet. Jim Michael Widi, S.Kom

  14. Protokol-ProtokolTCP/IP • Transport Layer Merupakan layer komunikasi data yang mengatur aliran data antara dua host, untuk keperluan aplikasi di atasnya. ada 2 buah protokol pada layer ini, yaitu: • TCP (Transmission Control Protocol) Merupakan protokol yang menyediakan service yang dikenal sebagai: • Connection oriented, Sebelum terjadi pertukaran data dua aplikasi pengguna TCP harus Handshake • Reliable, TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan retransmisi. • Byte stream service, Berarti paket dikirimkan dan sampai ke tujuan secara berurutan. • UDP (User Datagram Protocol) Merupakan protokol sederhana, yang bersifat connectionless, non sequencing dan acknowledgement. Selain itu juga merupakan protokol yang bekerja pada transport layer untuk digunakan bersama dengan protokol IP di network layer. • Application Layer Jim Michael Widi, S.Kom

  15. IP Versi 4 • IP Address merupakan pengenal yang digunakan untuk memberi alamat pada tiap-tiap komputer dalam jaringan. • Format IP Address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bitnya dipisahkan oleh tanda titik. • Format IP Address dapat berupa biner (xxxxxxxx.xxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxx) atau berupa bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik (dotted decimal) (xxx.xxx.xxx.xxx) Jim Michael Widi, S.Kom

  16. Format IP Address • IP address merupakanbilanganbiner 32 bit yang dipisahkanolehtandapemisahberupatandatitikdisetiap 8 bitnya. • Tiap 8 bit inidisebutdenganoktet. • Bentukdari IP address adalahsebagaiberikut : xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx 10000100.01011100.01111001.00000001 132 92 121 1 Dotted Decimal Notation Jim Michael Widi, S.Kom

  17. Network ID dan Host ID • Pembagiankelas-kelas IP berdasarkanpadaduahal : Network ID dan host ID darisuatu IP. • Network ID adalahbagiandari IP address yang digunakanuntukmenunjukjaringantempatkomputeriniberada. • Host ID adalahbagiandari IP Address yang digunakanuntukmenunjuk workstation, server, router dansemua host TCP/IP lainnyadalamjaringantersebut. Jim Michael Widi, S.Kom

  18. Pembagian IP Address Dikenal dua cara pembagian IP address: • Classfull Addressing • Classless Addressing Jim Michael Widi, S.Kom

  19. Classfull Addressing • Merupakan metode pembagian IP berdasarkan kelas dimana IP Address dibagi menjadi 5 kelas • Kelas A • Kelas B • Kelas C • Kelas D • Kelas E Jim Michael Widi, S.Kom

  20. Kelas A • Format : 0nnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh • Bit Pertama : 0 • Panjang NetID : 8 bit • Panjang HostID : 24 Bit • Byte Pertama : 0-127 • Jumlah : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan) • Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx • Jumlah IP : 16.777.214 IP Address disetiap kelas A • Dekripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar Jim Michael Widi, S.Kom

  21. Kelas B • Format : 10nnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh • Bit Pertama : 10 • Panjang NetID : 16 bit • Panjang HostID : 16 Bit • Byte Pertama : 128-191 • Jumlah : 16.384 Kelas B • Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx • Jumlah IP : 65.532 IP Address di setiap kelas B • Dekripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang Jim Michael Widi, S.Kom

  22. Kelas C • Format : 110nnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh • Bit Pertama : 110 • Panjang NetID : 24 bit • Panjang HostID : 8 Bit • Byte Pertama : 192-223 • Jumlah : 2.097.152 Kelas C • Range IP : 192.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx • Jumlah IP : 254 IP Address disetiap kelas C • Dekripsi : Diberikan untuk jaringan berukuran kecil Jim Michael Widi, S.Kom

  23. Kelas D • Format : 1110nnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh • Bit Pertama : 1110 • Bit Multicast : 28 bit • Byte Inisial : 224-247 • Dekripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP Multicast Jim Michael Widi, S.Kom

  24. Kelas E • Format : 1111rrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr • Bit Pertama : 1111 • Bit Cadangan : 28 bit • Bit Inisial : 248-255 • Dekripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluan ekperimen. Jim Michael Widi, S.Kom

  25. Classless Addressing • Merupakan metode pengalamatan tanpa kelas, yakni dengan mengalokasikan IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR). Jim Michael Widi, S.Kom

  26. Pengalokasian IP • Prosesmemilih Network ID dan Host ID yang tepatuntuksuatujaringan. • IP Address terdiridari 2 bagian, yaitu • Network ID Menunjuknomor network • Host ID Mengindentifikasi host dalamsatu network Jim Michael Widi, S.Kom

  27. Pengalokasian IP Beberapaaturandasardalammenentukan network ID dan host ID yang hendakdigunakan : • Network ID 127.0.0.1 tidakdapatdigunakan, karenamerupakan default yang digunakanuntukkeperluanmenunjukdirinyasendiri (loop-back). • Host ID tidakbolehdiset 1 (ex. 126.255.255.255), karenaakandiartikansebagaialamat broadcast. ID broadcast merupakanalamat yang mewakiliseluruhanggotapadajaringan. • Network ID dan Host ID tidakbolehsamadengan 0 (ex. 0.0.0.0), karena IP address dengan host ID 0 diartikansebagaialamat network. Alamat network adalahalamat yang digunakanuntukmenunjuksuatujaringan, dantidakmenunjuksuatu host. • Host ID harusunikdalamsuatu network. Dalamsuatu network tidakbolehadadua host dengan host ID yang sama. Jim Michael Widi, S.Kom

  28. Pengalokasian IP Aturan lain : • 0/8 : 0.0.0.1 s/d 0.255.255.254 Host/net : 16.777.214 • 10/8 : 10.0.0.1 s/d 10.255.255.254 Host/net : 16.777.214 • 127/8 : 127.0.0.1 s/d 127.255.255.254 Host/net : 16.777.214 • 169.254/16 : 169.254.0.1 s/d 169.255.255.254 Host/net : 65.534 • 172.16/12 : 172.16.0.1 s/d 172.31.255.254 Host/net : 1.048.574 (Private Internet) • 192.0.2/24 : 192.0.2.1 s/d 192.0.2.254 Host/net : 254 • 192.168/16 : 192.168.0.1 s/d 192.168.255.254 Host/net :65534 • Semua space dariklas D dan E dapatdigunakanuntuk IP Address Local Area Network, karena IP initidakdigunakandi internet. Jim Michael Widi, S.Kom

  29. Subnet • KonsepSubnettingdari IP Address merupakanteknik yang umumdigunakandi internet untukmengefisienkanalokasi IP Address dalamsebuahjaringansupayabisamemaksimalkan IP Address. • Subnettingmerupakanprosesmemecahsatukelas IP Address menjadibeberapa subnet denganjumlah host yang lebihsedikit, danuntukmenentukanbatas network ID dalamsuatu subnet, digunakan subnet mask Jim Michael Widi, S.Kom

  30. Contoh Subnet Jim Michael Widi, S.Kom

  31. Tabel subnet Jim Michael Widi, S.Kom

  32. Tabel subnet Jim Michael Widi, S.Kom

  33. Subnetting • Jumlah Host per Network 2n-2 • n adalah jumlah bit tersisa sebelum diselubungi. Contoh: network prefix /10 maka bit tersisa adalah 32-10=22 222-2=4194302 Jim Michael Widi, S.Kom

  34. Subnetting • Jumlah subnet = 2N • Dimana N adalah jumlah bit yang dipergunakan. N=network prefix-8 Contoh: network prefix /10, maka N=10-8 = 2 22=4 Jim Michael Widi, S.Kom

  35. Tabel Subnet MaskIP Kelas C Jim Michael Widi, S.Kom

  36. Materi Routing • Konsep dasar Routing • Jenis-jenis routing • Tabel routing • Protokol-protokol routing • Cara kerja protokol routing Jim Michael Widi, S.Kom

  37. KonsepDasar Routing • Routing adalah Proses yang dialami datagram untuk mencapai tujuan di jaringan TCP/IP. • Konsep routing adalah hal yang utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet terjadi proses pengalamatan. Jim Michael Widi, S.Kom

  38. KonsepDasar Routing • Data-data dari device yang terhubung ke internet dikirim dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang didefinisikan oleh IP. Datagram memiliki alamat tujuan paket data. Internet Protokol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan. • Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan device asal, datagram tersebut langsung disampaikan. • Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringa yang sama, datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat. • Router berfungsi sebagai penghubung dua buah jaringan yang berbeda, tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network yang diharapkan. • Router menjadi perangkat yang berfungsi meneruskan datagram IP pada network layer. Router memiliki lebih dari satu NIC dan dapat meneruskan datagram dari satu NIC ke NIC yang lain Jim Michael Widi, S.Kom

  39. Jenis-jenis routing • Routing Statik • Entri-entri dalam forwarding table route diisi dan dihapus secara manual. • Routing Dinamik • Proses pengisian data routing di table secara otomatis. • Cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi entri-entri forwarding table secara manual. • Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. • Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar. Jim Michael Widi, S.Kom

  40. PerbedaanRouting Statikdandinamik Jim Michael Widi, S.Kom

  41. Tabel Routing • Tabel routing terdiri atas entri-entri rute dan setiap rute setidaknya terdiri atas IP address, tanda untuk menunjukan routing langsung atau tidak, alamat router dan nomor interface. Jim Michael Widi, S.Kom

  42. Protokol-protokol Routing • Interior Gateway Protocol (IGP) • Protokol yang menangani routing jaringanpadasebuahautonomous system, Terdiridari • Routing Information Protocol (RIP) • Open Shortest Path First (OSPF) • Exterior Gateway Protocol (EGP) • Protokol yang menangani routing antarautonomous system,Terdiridari : • Border Gateway Protocol (BGP) Jim Michael Widi, S.Kom

  43. Karakteristik RIP & OSPF Jim Michael Widi, S.Kom

  44. Domain Name System(DNS) • AdalahDistribute Database System yang digunakanuntukpencariannamakomputer (name resolution) dijaringan yang menggunakan TCP/IP. • Merupakansebuahaplikasi service yang biasadigunakandi Internet seperti web browser atau email yang menerjemahkansebuah domain name ke IP address. • Selainuntuk internet, DNS jugadapatdiimplementasikanke private network (VPN atau intranet. Jim Michael Widi, S.Kom

  45. Keunggulan DNS • Mudah, DNS sangatmudahkarena user tidaklagidirepotkanuntukmengingat IP address darisebuahkomputer, cukup host name (namakomputer). • Konsisten, IP address sebuahkomputerbisasajaberubah, tapi host name tidakharusberubah. • Simple, user hanyamenggunakansatunamauntukmencaranamadimainbaikdiinternatmaupundi intranet, meskipunadabanyak mirror server yang digunakan. Jim Michael Widi, S.Kom