1 / 18

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG. MANAJEMEN PEMELIHARAAN INDUK KEPITING BAKAU (Scylla sp .) DI BAK BETON DI PUSAT PEMBENIHAN UDANG (PPU) PROBOLINGGO, PROPINSI JAWA TIMUR. Oleh : ELLI SRI DAMAJANTI 060510251P. Pembimbing : A.SHOFY MUBARAK, M.Si , Spi. LATAR BELAKANG.

Download Presentation

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG MANAJEMEN PEMELIHARAAN INDUK KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI BAK BETON DI PUSAT PEMBENIHAN UDANG (PPU) PROBOLINGGO, PROPINSI JAWA TIMUR Oleh : ELLI SRI DAMAJANTI 060510251P Pembimbing : A.SHOFY MUBARAK, M.Si, Spi

  2. LATAR BELAKANG • Permintaankepitingbakauterusmeningkatsehinggamenjadisalahsatukomoditasandalanuntukeksporselainudangwindu • Kepitingbakaumasihmengandalkanhasiltangkapandialambaik yang berukurankonsumsimaupunukurankecil • Menyebabkanterjadipenangkapanberlebih/over fishing yangmembuatpopulasidialammenurun

  3. Lanjutan • Usaha pembenihan dan pemeliharaan induk kepiting bakau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelangsungan hidup kepiting bakau

  4. TUJUAN • Untukmengetahuibagaimanamanjemenpemeliharaanindukkepitingbakausistembetondi PPU Probolinggo • Untukmengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhikeberhasilandalamusahapemeliharaanindukkepitingbakausistembetondi PPU Probolinggo • Untukmengetahuipermasalahandanhambatandalammanajemenpemeliharaanindukkepitingbakausistembetondi PPU Probolinggo

  5. MANFAAT • Meningkatkan wawasan dan pengalaman mengenai pemeliharaan induk kepiting bakau pada bak beton • Meningkatkan pengetahuan,keterampilan serta menambah wawasan mengenai pemeliharaan induk kepiting bakau pada bak beton • Membandingkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapat dari materi perkuliahan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di lapangan

  6. Kepiting bakau (Scylla sp.), menurut Moosa et al. (1985) dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Filum : Arthropoda Klas : Crustacea Ordo : Decapoda Famili : Portunidae Genus : Scylla Spesies : Scylla sp. Kepiting bakau memiliki 10 buah kaki yaitu sepasang capit, sepasang kaki renang dan kaki lainnya untuk kaki jalan, serta memiliki duri pada karapasnya Perbedaan kepiting bakau jantan dan betina dapat dilihat dari capit dan bentuk abdomennya KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI

  7. ALAT DAN BAHAN • Alat yang digunakan untuk produksi antara lain : serok/seser, gunting/pisau, baskom, selang spiral, filter bag, blower, waring dan paralon • Bahan yang digunakan untuk produksi antara lain : induk kepiting jantan dan betina, kaporit (CaClO3) dan probiotik yaitu De-Odorase.

  8. PERSIAPAN BAK PEMELIHARAAN • Induk kepiting bakau dipelihara dibak beton dengan ukuran 5 x 4 x 2 meter, ketinggian air 15-20 cm, ketinggian pasir 5-10 cm dan dinding bak berwarna gelap • Sebelum induk di tebar di bak beton, bak terlebih dahulu disterilisasi dengan kaporit (CaClO3) dan dilakukan pengeringan

  9. SELEKSI INDUK KEPITING BAKAU Ciri-ciri calon induk kepiting bakau dilokasi PKL yaitu : • Adanya reaksi yang cepat jika kaki jalan atau kaki renangnya ditarik dan mata yang aktif bergerak jika diganggu, • Ukuran kepiting betina lebar karapas 9-11 cm ke atas sedangkan induk kepiting jantan lebar karapas 9-12 cm ke atas, berat rata-rata induk kepiting bakau 150-400 gram, dan • Tidak terdapat bercak-cak coklat/hitam dipermukaan karapasnya, karena bercak-cak tersebut pertanda pernah terserang jamur atau bakteri

  10. PENEBARAN INDUK KEPITING BAKAU • Sebelum ditebarkan di bak pemeliharaan, induk kepiting bakau diaklimatisasi dahulu agar dapat beradaptasi terhadap kondisi dalam bak • Proses aklimatisasi yaitu dengan cara mempercik-percikkan air laut agar kepiting bisa beradaptasi dengan kondisi bak yang baru, setelah melihat respon kepiting baik maka ikatan tali dapat dilepaskan, kemudian induk kepiting bakau dapat ditebar dalam bak pemeliharaan • Dalam 1 bak beton yang berukuran panjang, lebar, tinggi 5 x 4 x 2 meter, padat tebarnya 21 ekor induk kepiting bakau. Dimana tiap bak terdapat 5 ekor induk kepiting jantan dan 16 ekor induk kepiting betina.

  11. REPRODUKSI INDUK KEPITING BAKAU • Terjadi selama 7-10 hari dari mulai pengeluaran rangsangan pheromon sampai induk kepiting melepaskan cangkang/moulting • Setelah moulting tubuh induk kepiting betina akan dibalik oleh kepiting jantan untuk proses kopulasi selama 7-10 jam • Setelah kopulasi tidak langsung terjadi pembuahan

  12. KEMATANGAN GONAD INDUK KEPITING BAKAU • Perkembangan gonad dapatdilihatdengancaramengintipdisela-selapersambunganantara abdomen dankarapasindukkepitingbetinauntukmelihatmassatelurdanwarnatelur • Jikawarnateluroranyeatauagakkemerah-merahanmakainduksudahmatangtelurdansiapuntukpengeramantelur (TKG III) • Selamapematangan gonad dilakukanmanipulasidibakpemeliharaanindukkepitingbakau

  13. MANAJEMEN KUALITAS AIR • Upaya yang dilakukan untuk menjaga kualitas air, antara lain : penyiponan, pergantian air, sirkulasi air, pemberian probiotik dan pemberian aerasi pada bak pemeliharaan. • Parameter kualitas air yang di kontrol setiap hari antara lain : suhu antara 27-29oC, pH antara 6-5-7, salinitas antara 27-30 ppt . Sedangkan amoniak dan DO dilakukan secara periodik, amoniak di bak pemeliharaan 0,25 mg/l yang diukur seminggu sekali dan DO 6-7 mg/l dilakukan sekali selama pengamatan

  14. MANAJEMEN PAKAN INDUK KEPITING BAKAU • Pakan yang diberikanantara lain : cumi-cumi, kerangdarah, cum-cum (sejenisgastropoda yang berasaldaritambak), cacingLumbricusdanikanrucah. • Dosispemberianpakanharianyaitu 5% dariberat rata-rata kepitingbakau • Untukmenjaga agar nafsumakantetaptinggidengancaramengkombinasikanpakanhariandanpakandiberikansetelahadanyasirkulasi air padabakpemeliharaan

  15. JENIS DAN PENANGANAN PENYAKIT • Selamadilokasi PKL tidakditemukanadanyapenyakit, halinidikarenakanpadakualitas air dankebersihanpadabaksangatdiperhatikanbaiksebelumpenebaranatauselamapemeliharaan. • Pencegahantimbulnyapenyakitpadaindukkepitingsetiap 1 minggusekaliataujikadiperlukandilakukanperendaman air tawarpadaindukkepitingbakau ± 5-10 menit, selainitudilakukanpeyemprotan air tawarpadabakpemeliharaanuntukmenghilangkankotoran agar tidaktimbulpenyakit.

  16. HAMBATAN DAN PENGEMBANGAN USAHA SelamapelaksanaanPraktekKerjaLapangterdapatkendalayaitusulitnyamendapatkan air laut yang salinitasnyadiatas 30 ppm, halinidikarenakandilokasi PKL mengandalkan air pasang, ketikatidakadapasang air lauthanyadidapatkandenganmemompa air laut yang beradadisekitar 4-5 km darilokasi PPU, jadihanyabisamengambil air dipinggirpantai. Sehinggaperluadanyaperbaikansaluranpemasukan air laut.

  17. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan • Manajemenindukkepitingbakaudilakukandengancaramenjagakualitas air dibakpemeliharaandannafsumakanindukkepitingbakau • Faktor yang mendukungantara lain : ketinggian air, pergantian air, sirkulasi air, pencahayaan, pakandankualitas air • Permasalahan yang mengahambatyaitusumber air laut yang salinitasdiatas 30 pptsulitdidapatkan Saran Dalampemeliharaankepitingbakaurasiosekualpadapenebaranindukperludiperhatikandanindukkepitingbetinasedangpengeramantelur (TKG III) sebaiknyabakpemeliharaannyadipisahkandengankepiting lain agar prosespenetasantelurdapatberhasildenganbaik.

  18. terima kasih...

More Related