slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Kuliah 9 PERTUMBUHAN & PEMBELAHAN SEL PowerPoint Presentation
Download Presentation
Kuliah 9 PERTUMBUHAN & PEMBELAHAN SEL

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 37

Kuliah 9 PERTUMBUHAN & PEMBELAHAN SEL - PowerPoint PPT Presentation


  • 373 Views
  • Uploaded on

Kuliah 9 PERTUMBUHAN & PEMBELAHAN SEL. FARMASI – UHAMKA 2013. Priyo Wahyudi. PERTUMBUHAN & PEMBELAHAN SEL. a. Bentuk sel b. Pemanjangan , pembelahan c. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ( oksigen , nutrisi , pH, temperatur , osmolaritas ).

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Kuliah 9 PERTUMBUHAN & PEMBELAHAN SEL' - lela


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1

Kuliah 9PERTUMBUHAN & PEMBELAHAN SEL

FARMASI – UHAMKA

2013

Priyo Wahyudi

pertumbuhan pembelahan sel
PERTUMBUHAN & PEMBELAHAN SEL

a. Bentuksel

b. Pemanjangan, pembelahan

c. Faktor-faktor yang mempengaruhipertumbuhan (oksigen, nutrisi, pH, temperatur, osmolaritas)

bacterial morphology
Bacterial Morphology
  • Macroscopic/ Colonial morphology
    • Colony’s characteristics:
      • Colony’s Shape,Size, Edge/ Margin, Chromogenesis/ pigmentation, Opacity, Elevation, Surface, Consistency, Emulsifiability, Odor
    • Observed on an agar plate
  • Microscopic morphology
    • Cellular morphology:
      • Cell’s Shape, Size, Arrangement, Ultra-structure
    • Observed under the microscope
slide5

Colonial Morphology

  • Shape
  • Edge
  • Elevation
  • Size
  • Chromogenesis
  • Opacity
  • Surface
  • Consistency
  • Emulsifiability
  • Odor
slide7
Bacillus subtilis

Colony shape and size: irregularMargin (edge): undulate (wavy)Elevation: umbonateColor: white, dullTexture: dry (or rough).

slide8

Staphylococcusaureus

Colony shape and size: circularMargin (edge): entireElevation: corvexColor: yellowTexture: butyrous(buttery)

bentuk sel bakteri
Bentuk Sel Bakteri

1. Bulat /Coccus

bentuk sel bakteri1
Bentuk Sel Bakteri

2. Batang / Basil

figure 27 3 the most common shapes of prokaryotes
Figure 27.3 The most common shapes of prokaryotes

* * *

rod-like (bacillus or bacilli)

spherical (coccus or cocci)

helical (spirillum or spirilla)

bentuk sel bakteri4
BentukSelBakteri

Bacillus:

* Rod-shaped

Coccus:

* Sphere-shaped

Spirillum:

* Spiral-shaped

bacteria arrangements
Bacteria Arrangements

Diplo – paired cells

 diplococci

Strepto – chained cells

 streptococci

Staphylo – clustered cells

 staphylococci

pertumbuhan bakteri
Pertumbuhan Bakteri
  • Binary Fission
  • Kurva Pertumbuhan Bakteri
  • Pengukuran Pertumbuhan
    • Pengukuran Masa Sel
    • Pengukuran Jumlah Sel
  • Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan
    • pH
    • Suhu
    • Aw
    • Oksigen
kurva pertumbuhan bakteri

Stasioner

Eksponensial

(Logaritmik)

Kematian

Lag

KurvaPertumbuhanBakteri

Jumlah sel hidup

Waktu

kurva pertumbuhan bakteri1
Kurva Pertumbuhan Bakteri

1. Fase Lag

  • Merupakanfaseadaptasibagimikroba yang beradapadalingkunganbaru. Terjadisesaatsetelahinokulasiselmikrobakedalam medium yang baru. Jumlahselnyabelumberubah, karenabelumterjadiperbanyakan/pembelahan sel. Namundemikian, selmelakukanpertumbuhan (perbesaran) baikukurandan volume, mensintesisensim, protein danpeningkatanaktivitasmetabolik, dll yang diperlukanuntuktahappembelahan sel.
  • Lama fase lag tergantung : jumlahinokulum, waktu recover darikerusakanfisikatau shock saat transfer, waktu yang diperlukanuntukmensintesiskoensimesensialataufaktorpembelahansel, waktu yang diperlukanuntukmensintesisenzimbaru (inducible) yang diperlukanuntukmemetabolissubstrat yang adadi medium.
kurva pertumbuhan bakteri2
Kurva Pertumbuhan Bakteri

2. FaseEksponensial / Logaritmik

  • Faseeksponensial / logaritmikmerupakanfasedimanaselbakterimembelahdiri (binary fission) denganberlipatgandadalamwaktu yang cepatsehinggamembentukpolaeksponensial (geometric progression).
  • Selakanmembelahdiridenganlaju yang cepattergantungpadakomposisi medium pertumbuhandankondisiinkubasi.
  • Geometric progression: 1, 2, 4, 8, dst. Atau 20, 21, 22, 23.........2n ( n = jumlahgenerasi). Hal tersebutdinamakanpertumbuhaneksponensial. 
kurva pertumbuhan bakteri3
Kurva Pertumbuhan Bakteri

3. FaseStasioner

  • Pertumbuhaneksponensialtidakdapatberlanjutpadakultur batch (sistemtertutup, spt: padatabung). Pertumbuhanpopulasiseldibatasioleh:
    • Berkurangnyanutrien
    • Akumulasiprodukakhirataumetabolit yang bersifat inhibitor
    • Berkurangnyaruang "biological space"
  • Selamafasestasionerjumlahpopulasiseltetap (jumlahsel yang matisamadenganjumlahsel yang barumembelah)
  • Padafasestasionerinibakterimulaimenghasilkanmetabolitsekunderdanmembentukspora
kurva pertumbuhan bakteri4
Kurva Pertumbuhan Bakteri

4. FaseKematian

  • Jikainkubasidilanjutkansetelahfasestasioner yang terjadiadalahfasekematian, dimanajumlahsel yang hidupberkurangdengancepat.
  • Hal inidisebabkanolehketerbatasan 3 faktortadi (makanan, metabolitsekunderdanketerbatasanruan)
  • Kematianselterjadisecaraeksponensialjugapadafaseini.
pengukuran pertumbuhan bakteri
Pengukuran Pertumbuhan Bakteri

PengukuranMasaSel

  • PengukuranLangsung
    • Pengukuranfisik: beratkeringatauberatbasahdari volume selsetelahsentrifugasi.
    • Pengukurankimiawi: beberapasifatkimiawikomponenselseperti total N, total protein, atau total DNA.
    • Pengukurankekeruhan (turbiditas) terhadapsuspensi sel. Turbiditasatau OD (optical density) suspensiselberkaitanlangsungdenganmassaselataupunjumlah sel. Makin besarmassasel/jumlahselmakinkeruh (OD nyabesar).
  • PengukuranTidaklangsung
    • Pengukuranaktivitaskimiawisepertilajukonsumsiatauproduksi O2 production or consumption, produksi CO2 dll
pengukuran pertumbuhan bakteri1
Pengukuran Pertumbuhan Bakteri

PenghitunganJumlahSel

  • Penghitungan mikroskopis langsung menggunakan counting chambers. Sel mati tidak dapat dibedakan dengan yang hidup.
  • Penghitungan langsung menggunakan Electronic counting chambers. Dengan alat ini penghitungan jumlah dan ukuran distribusi sel dapat dilakukan dengan cepat
  • Penghitungan tidak langsung melalui teknik viable cell counts (plate counts). Teknik ini dilakukan dengan menuang platingout (spreading) sampel pada permukaan medium agar. Sampel dapat dilarutkan dengan tingkat pengenceran yang memungkinkan terhitungnya koloni bakteri yang tumbuh pada medium agar. Jumlah bakteri yang tumbuh pada medium agar dihitung dan disebut sebagai colony forming unit (cfu).
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri
Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

1. pH

  • pH ataukonsentrasi ion hidrogen [H+] padalingkunganalamiahberkisarantara 0,5 (pd tanahasam) sampai 10,5 (padatanahkapur).
  • Kisaran pH dimanamikrobadapattumbuhdikenaldenganistilahtigatitikkardinal pH :
    • pH minimum, pH dimanadibawahnilaitersebutmikrobatidakdapattumbuh
    • pHmaximum, pH dimanadiatasnilaitersebutmikrobatidakdapattumbuh
    • pH optimum, pH dimanamikrobatumbuh paling baik
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri1
Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

1. pH

  • Pertumbuhanbakteriakanmeningkatpadarentang pH minimum ke optimum, namunakanmenurunsetelahmelewatinilai pH optimum menujukemaksimum, yang merefleksikanpengaruh pH terhadapreaksienzimatis.
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri2

Neutrofil

Alkalifil

Acidofil

Laju pertumbuhan relatif

1

7

12

Nilai pH

Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

1. pH

  • Sebagianbesar pH optimum bakteriadalahpada pH netral (7,0). Pengelompokanmikrobaberdasarkan pH optimumnya:
    • Acidofil: mikrobadengan pH optimum dibawah pH 7,0
    • Neutrofil: mikrobadengan pH optimum pada pH netral (7,0)
    • Alkalifil: mikrobadengan pH optimum diatas pH 7,0
slide30

Mikroorganisme

pH Minimum

pH Optimum

pH Maximum

Thiobacillus thiooxidans

0.5

2.0-2.8

4.0-6.0

Sulfolobus acidocaldarius

1.0

2.0-3.0

5.0

Bacillus acidocaldarius

2.0

4.0

6.0

Zymomonas lindneri

3.5

5.5-6.0

7.5

Lactobacillus acidophilus

4.0-4.6

5.8-6.6

6.8

Staphylococcus aureus

4.2

7.0-7.5

9.3

Escherichia coli

4.4

6.0-7.0

9.0

Clostridium sporogenes

5.0-5.8

6.0-7.6

8.5-9.0

Erwinia caratovora

5.6

7.1

9.3

Pseudomonas aeruginosa

5.6

6.6-7.0

8.0

Thiobacillus novellus

5.7

7.0

9.0

Streptococcus pneumoniae

6.5

7.8

8.3

Nitrobacter sp

6.6

7.6-8.6

10.0

faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri3
Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

2. Suhu

  • Suhu pada lingkungan alamiah berkisar antara suhu di bawah 0oC (pd daerah kutub) sampai > 100oC (sumber air panas).
  • Kisaran suhu dimana mikroba dapat tumbuh dikenal dengan istilah tiga titik kardinal suhu :
    • Suhu minimum, suhu dimana di bawah nilai tersebut mikroba tidak dapat tumbuh
    • Suhumaximum, suhu dimana di atas nilai tersebut mikroba tidak dapat tumbuh
    • Suhu optimum, suhu dimana mikroba tumbuh paling baik
  • Pertumbuhan bakteri akan meningkat pada rentang suhu minimum ke optimum, namun akan menurun setelah melewati nilai suhu optimum menuju ke maksimum, yang merefleksikan pengaruh suhu terhadap reaksi enzimatis.
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri4
Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

2. Suhu

  • Pengelompokan mikroba berdasarkan suhu optimumnya:
    • Psikrofil: mikroba dengan suhu optimum antara 10 – 15oC
    • Mesofil: mikroba dengan suhu optimum antara 27 – 37oC
    • Termofil: mikroba dengan suhu optimum antara 45 – 70oC
    • Hipertermofil: mikroba dengan suhu optimum antara 80 – 115oC
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri5
Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

3. Aktivitas air (Aw)

  • Air adalah komponen utama sel
  • Keberadaan air menjadi faktor kritis yang mempengaruhi pertumbuhan sel
  • Keberadaan air untuk kebutuhan sel tergantung pada keberadaannya di atmosfer (dikenal dgn kelembaban relatif) atau keberadaannya dalam substrat (dikenal dgn water activity).
  • Aktivitas air (Aw) dari H2O murni nilainya 1.0 (100% air).
  • Aktivitas air dipengaruhi oleh adanya zat terlarut sperti garam atau gula yang terlarut di dalam air. Makin tinggi konsentrasi zat terlarut dalam air, nilai Aktivitas air (Aw) makin rendah.
  • Mikroorganisme hidup pd kisaran Aw antara 1.0 sampai 0.7.
  • Aw darah manusia = 0.99; air laut = 0.98; syrup = 0.90.
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri6
Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

3. Aktivitas air (Aw)

  • Zatterlarut yang umumdialaminiadalahgaramNaCl. Mikroorganisme yang membutuhkangaramNaCluntukpertumbuhannyadisebutmikrobahalofilik. Mildhalofilikmembutuhkan 1-6% garam, halofiliksedangmembutuhkan 6-15% garam; ekstremhalofilikmembutuhkan 15-30% NaCl
  • Bakteri yang dapattumbuh pd konsentrasigaram yang sedang, namuntumbuhlebihbaikbilatidakadaNaCl, disebuthalotoleran.
  • IstilahOsmofilikdanOsmotolerandiberikanpadamikroorganisme yang dapathidupdilingkungan yang berkadargulatinggi.
  • IstilahXerofilikdiberikanpadamikroorganisme yang hidupdilingkungankering (gurunpasir, tepung).
  • Konseppenurunan Aw merupakansalahsatucarauntukmencegahpertumbuhanbakteridiaplikasikanpadaprosespengawetanmakanandengancarapengeringan (sinarmatahariatauevaporasi) ataudenganpenambahangulaataugaramdalamkonsentrasitinggi.
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri7
Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

3. Aktivitas air (Aw)

  • Osmolaritasditentukanolehkonsentrasibahanterlarut (solute) dilingkungan
  • Osmolaritasberbandingterbalikdenganwater activity (Aw), dimanamakintinggikonsentrasibahanterlarut (solute) berartimakintinggiosmolaritas, makinrendah Aw
  • Keterangan: (a) bakterinonhalofilsptE. coliatauPseudomonas. (b) bakterihalotoleransptStaphylococcus aureus, (c) ekstrimhalofilsptHalococcus.
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri8
Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

4. Oksigen

  • Obligataerob: membutuhkan O2bebasuntukpertumbuhannya; O2digunakansebagaiaseptorelektronterakhirpadarespirasiaerobik.
  • Obligate anaerob (aerofob): tidakmembutuhkan O2untuktumbuhnya. O2bersifattoksikdandapatmembunuhataumenghambatpertumbuhan. Prokariot obligate anaerobhidupsecarafermentarif, respirasianaerobik, bacterial photosynthesis, atausecaramethanogenesis.
  • Fakultatifanaerob(fakultatifaerob): mikroba yang dapatmenggntimetabolismeantaraaerobikdananaerobik. Padakondisianerobik (no O2) merekatumbuhsecarafermentasiataurespirasianaerobik, tetapibilaada O2merekadapatberalihkerespirasiaerobik.
  • Aerotolerananaerob :bakteri yang ekslusifanaeroik (metabolismefermentatif) namunmerekatidakbegitusensitifdenganadanya O2. MerekaakantetapbertahandengantumbuhsecarafermentatifsaattidakadaatauadaOksigen.
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri9

Environment

Group

Aerobic

Anaerobic

O2 Effect

Obligate Aerobe

Growth

No growth

Required (utilized for aerobic respiration)

Microaerophile

Growth if level not too high

No growth

Required but at levels below 0.2 atm

Obligate Anaerobe

No growth

Growth

Toxic

Facultative Anaerobe (Facultative Aerobe)

Growth

Growth

Not required for growth but utilized when available

Aerotolerant Anaerobe

Growth

Growth

Not required and not utilized

Faktor yang mempengaruhiPertumbuhanBakteri

4. Oksigen