1 / 18

PROTOKOL ROUTING

PROTOKOL ROUTING. Distance Vector Routing Protocol.

lane-cherry
Download Presentation

PROTOKOL ROUTING

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PROTOKOL ROUTING

  2. Distance Vector Routing Protocol Protokol distance vector bekerjadenganmemberikankemampuanuntukmemublikasikansemuarute-rute yang diketahuikeluarkeseluruhantarmuka yang dimilikinya. Router yang secarafisikberadapadajaringan yang samadinamakantetangga (neighbor). Jika router memublikasikanrute-rute yang diketahuinyamelaluiseluruhantarmuka, danseluruhtetanggamenerima routing update, makasetiap router jugamengetahuirute-rute yang dapatdilaluikeseluruh subnet suatujaringan.

  3. Routing LOOPs Paketdalamjaringandimungkinkanterjadi routing loop. Routing Loop dapatterjadikarenaseyap router tidakmelakukan update secarabersamaan, meskipunberdekatan. Untukmengatasipermasalahanrouting loop, terdapatbeberapametode: • Maximum Hop Count • Split Horizon • Route Poisoning • Holddowns

  4. Split Horizon Fitur route poisoning tidakseluruhnyadapatmengatasikondisi looping. Padakasusdiatas, ketikasuatu router memberitahukansuaturute yang gagaldenganmetrik yang sangatbesar, router tetanggakemungkinantidaklangsungmendapatpemberitahuan

  5. Route Poisoning Routing loop dapatterjadipadaprotokol distance vector routing ketika router-router memberitahukan bahwa suatu rute berubah darikondisi valid ketidak valid. Konvergensi yang lambatakanmengakibatkan router tetanggaterlambatmendapatpemberitahuankondisitersebut, sehingga router tetanggatetapmenganggaprutetersebut valid. Dengan route poisoning, router tidakakanmemberitahukan status tidak valid padasuaturute yang gagal. Tetapiakantetapmemberikaninformasikeadaanrute yang gagaldengan status valid. Rutetersebutakandiberimetrik yang sangatbesar, sehingga router lain akanmenganggaprutetersebutsebagai rute yang tidak valid.

  6. Hold-Down Timer Hold-Down Timer mengatasi masalah dengan memberikan aturanbahwaketikasuatu router yang mendapatpemberitahuansuaturutetidak valid, router tersebutakanmengabaikaninformasirute-rutealternatifke subnet bersangkutanpadasuatuwaktutertentu (hold-down timer).

  7. Split Horizon with Poison Reverse Split horizon with poison reserve merupakanvariandari split horizon. Padakondisistabil, router bekerjadenganfitur split horizon. Tetapi, ketikasuaturutegagal, router tetangga yang mendapatinformasi ini akan mengabaikan aturan split horizon, dan kemudian mengirimkan kembali informasi tersebut ke router pertama dengan metrik yang sangat besar. Metode ini dapat memastikan bahwaseluruh router mendapatinformasi yang benarmengenaikondisirutetersebut.

  8. Next.. RIP (Routing Information Protocol) dan IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) merupakanduastandarprotokol routing berbasis distance vector routing protocol. RIP dan IGRP memilikibanyakkesamaansecaralogis.

  9. Routing on Protocol Informat (RIP) RIP versi 1 didefinisikansecaralengkappada RFC 1058, danversi yang lebihtinggi RIPv2, didefinisikanpada RFC 1721 dan 1722. Karakteristikdari RIP antara lain: • Termasuk dalam protokol distance vector • Hop Count digunakansebagaimetrikuntukmenentukanjalur routing • Maximum hop count adalah 15 • Routing update secara broadcast dilakukantiap 30 detiksekali • RIPv1 tidakmemilikiinformasitentang subnet setiap route. • RIPv2 berupayauntukmenghasilkanbeberapaperbaikanatas RIP, yaitudukunganuntuk VLSM, menggunakanotentikasi, memberikan informasi hop berikut (next hop), dan multicast.

  10. Next.. TopologiJaringan RIP

  11. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) IGRP merupakan distance vector IGP. Routing distance vector mengukur jarak secara matematik . Pengukuran ini dikinal dengan nama distance vector. Router yang menggunakan distance vector harus mengirimkan semua atau sebagian routing table dalam pesan routing update dengan interval waktu reguler kesemua operator tetangga.

  12. Next.. IGRPmenggunakan bandwidth dan delay sebagaimetrik. Untukkonfigurasitambahan, IGRP dapatdikonfigurasimenggunakankombinasisemuavariabelatau yang disebutdengancomposite metric. Variabel-variabel i tu adalah: • Bandwidh: bandwidth yang terkecildalamjalur • Delay: delay kumulatif sepanjang jalur • Load, bebandari link ketujuan yang didasarkanatas bit persecond • Reliability, tingkatkepercayaan link ketujuanditentukandenganpertukaran keep-lives

  13. Link-State Algoritmadasarkedua yang digunakandalamprosesrouting adalahalgoritmalink-state. Algoritma routing link-state-based dikenaljugasebagaishortest path first(SPF). SPF Algoritmamengelolasuatu database kompleksdariinformasitopologi. Routing link-state menggunakan link-state paket (LSP), suatu database topologi, algoritma SPF, yang menghasilkan SPF tree, danpada akhirnya akan dihasilkan routing table dari jalur dan port untuksetiapjaringan.

  14. Next.. Routing link-state memilikikeunggulanpadajaringanbesarkarena: • Protokol link -state hanya mengirim update dari topologi yang berubah. • Periode update lebihjarangdibandingprotokol distance vector. • Routing link-state dapatdisegmentasikedalamhierarkihierarki area yang dapatmembatasijangkauanperubahanperubahan rate. • Mendukung classless addressing. • Routing link-state mengirim subnet mask bersamadengan update routing.

  15. OSPF Perkembanganteknologii n iakhirnyamenghasilkanprotokol Open Shortest Path First (OSPF) yang dikembangkanoleh IETF untukdigunakandi internet. Bahkansekarang Internet Architecture Board (IAB) telahmerekomendasikan OSPF sebagaipengganti RIP. Rancangan OSPF menggunakanprotokol link-state denganbeberapapenambahanfungs

  16. EIGRP EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanyadiadopsioleh router ciscoatauseringdisebutsebagaiproprietary protocol padacisco. Di mana EIGRP inihanyabisadigunakansesama router cisco. EIGRP menggunakan formula berbasisbandwidth dan delay untukmenghitungmetrik yang sesuaidengansuaturute. Formula inimiripdengan yang digunakanoleh IGRP, tetapijumlahnyadikalikandengan 256 untukmengakomodasiperhitunganketikanilaibandwidth yang digunakansangattinggi.

  17. Next.. EIGRP mempunyai 3 tabeldalammenyimpaninformasijaringannya: • Neighbor table : Di tabelinimenyimpanlist tentangrouterroutertetangganya. Setiapada router baruygdipasang, address dan interface langsung dicatat di tabel i n • Topology table : Tabeli n idibuatuntukmemenuhikebutuhandari Routing table dalamsatuautonomous system (AS). DUAL mengambilinformasidaritabeltetanggadantabeltopologiuntukmelakukankalkulasilowest cost routes to each destination. • Routing table : menyimpanthe best mules ketujuan. Informasitersebut diambil dari tabel topologi.

  18. SEKIAN

More Related