1 / 26

Pendahuluan

Pendahuluan. 1. DEFINISI. 2. SEJARAH. Teknologi Kultur Jaringan. 3.LANDASAN KULTUR JARINGAN. 4. ISTILAH-ISTILAH DALAM KULTUR JARINGAN . 5.TUJUAN, MANFAAT, PERANAN.

lana
Download Presentation

Pendahuluan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pendahuluan • 1. DEFINISI • 2. SEJARAH Teknologi Kultur Jaringan • 3.LANDASAN KULTURJARINGAN • 4. ISTILAH-ISTILAH DALAM KULTUR JARINGAN • 5.TUJUAN, MANFAAT,PERANAN

  2. tissue culture; Culture adalah budidaya dantissue (jaringan) adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama • The growth and development of plant seeds, organs, explants, tissues, cells or protoplasts on nutrient media under sterile (axenic) conditions.

  3. budidaya in vitro adalah suatu metode utk mengisolasi bagian dari tanaman yg steril, ditumbuhkan pada media buatan yang steril, dalam botol kultur yang steril dan dalam kondisi yang aseptik, shg bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri & beregenerasi mjd tanaman yang lengkap

  4. Teknik kultur jaringan A. Eksplan B. eksplan dalam media agar C. kalus D. Planlet E. aklimatisasi planlet pada tanah steril

  5. Syarat-Syarat • pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukkan kalus, • penggunaan medium yang cocok, • keadaan yang aseptik • Lingkungan (temperature, cahaya, pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair

  6. Tipe-tipe kultur • Kultur biji (seed culture), kultur yang bahan tanamnya menggunakan biji atau seedling. • Kultur organ (organ culture), merupakan budidaya yang bahan tanamnya menggunakan organ, seperti: ujung akar, pucuk aksilar, tangkai daun, helaian daun, bunga, buah muda, inflorescentia, buku batang, akar dll. • Kultur kalus (callus culture), merupakan kultur yg menggunakan jaringan (sekumpulan sel) biasanya brp jaringan parenkim sebagai bahan eksplannya.

  7. Kultur suspensi sel (suspension culture) adalah kultur yang menggunakan media cair dengan pengocokan yang terus menerus menggunakan shaker dan menggunakan sel atau agregat sel sebagai bahan eksplannya, biasanya eksplan yang digunakan berupa kalus atau jaringan meristem. • Kultur protoplasma, eksplan yang digunakan adalah sel yang telah dilepas bagian dinding selnya menggunakan bantuan enzim. Kultur protoplas biasanya utk keperluan hibridisasi somatik • Kultur haploid adalah kultur yang berasal dari bagian reproduktif tanaman, yakni: kepalasari/ anther (kultur anther/kultur mikrospora), tepungsari/ pollen (kutur pollen), ovule (kultur ovule), sehingga dapat dihasilkan tanaman haploid.

  8. Anther culture and haploid plants regeneration (a) Anther at the onset of the culture. (b) Anther after 6 days in culture. (c, d) Embryos emerging from the anthers after 30 days in culture, showing roots (c) and shoots (d). (e–g) Plantlets with cotyledons (e) and with leaves (f, g) subcultured in growing medium. (h) 80-day-old regenerated haploid plant from anther culture (left-hand side) and a diploid control of the same age (right-hand side). Scale bars in (a–d), 2.5 mm; in (e–h), 5 mm. Biol. Cell (2006) 97, 709-722Biology of the Cell www.biolcell.org

  9. Sejarah • 1902 : Gottlieb Haberlant melakukan cultur 1 (grew palisade cells from leaves of various plants but they did not divide) • 1904 Hannig melakukan kultur embrio pada tanaman cruciferae. • 1922 Knudson berhasil mengecambah-kan anggrek, Robbins mengkulturkan ujung akar • 1934 Gautheret, nobecourt & White yg menemukan auxin dan telah berhasil membudidayakan kalus

  10. 1934 Skoog dkk. menemukan sitokinin dan orang pertama yang sukses dalam melakukan kultur jaringan • 1941 van Overbeek: penggunaan air kelapa untuk campuran media dalam kultur Datura. • 1944 Skoog Pembentukan tunas adventif pertama pada kultur tembakau secara in vitro • 1946, Ball menghasilkan tanaman lengkap pertama dari eksplan kultur tunas ujung pada Lupinus dan Tropaeolum. • 1962 Development of MS medium. Murashige T. and Skoog F

  11. 1964 Produksi tanaman haploid pertama dihasilkan oleh Guha • 1971 tanaman lengkap dihasilkan dari eksplan protoplas oleh Takebe • 1984 Transformasi sel pertama oleh Horch • 1996 pelepasan pertama tanaman hasil transformasi genetik

  12. Landasan kultur jaringan • Totipotensi adalah potensi atau kemampuan dari sebuah sel untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman secara utuh jika distimulasi dengar benar dan sesuai. 2. Rediferensiasi adalah kemampuan sel-sel masak (mature) kembali menjadi ke kondisi meristematik dan berkembang dari satu titik pertumbuhan baru yang diikuti oleh rediferensiasi yang mampu melakukan reorganisasi manjadi organ baru. • Kompetensi  menggambarkan potensi endogen dari sel atau jaringan untuk tumbuh dan berkembang dalam satu jalur tertentu.

  13. Istilah dalam kultur jaringan • Eksplan : Bahan tanam • Kalus: • suatu jaringan yang tersusun oleh sel-sel terdiferensiasi yang umumnya dihasilkan oleh jaringan yang luka • Pertumbuhan aktif massa sel yang belum dan terdiferensiasi dan tidak terorganisir yang berkembang dari jaringan luka atau kultur jaringan yang ditanam pada media dengan tambahan ZPT. • Subkultur : Pemindahan eksplan dr media satu ke media lain

  14. Passage: setiap masa inkubasi Passage pertama adalah subkultur pertama dari jaringan yang terbentuk dari eksplan awal. • inokulum: bahan yang diambil pada setiap subkultur • Kultur asenik adalah kultur dengan hanya satu macam organisme yang diinginkan. • organogenesis adalah proses terbentuknya organ-organ seperti pucuk dan akar • Pucuk yang terbentuk pada tempat yang bukan jaringan asalnya (origin) yang biasa, disebut pucuk adventif

  15. Embriogenesisadalah proses terbentuknya embrio somatik • Embrio somatik (nonzygotic embryo) adalah embrio yang bukan berasal dari zigot, tetapi dari sel tubuh tanaman • Androgenesis :bila embrio terbentuk dari kultur anther atau mikrospora • gynogenesisbila embrio terbentuk berasal dari ovari yang belum mengalami fertilisasi • plantlet (plantula): Anakan tanaman yang telah lengkap memiliki organ daun, batang dan akar hasil kultur jaringan

  16. aklimatisasi : masa adaptasi plantula yang akan dipindah ke lapangan dan diperlakukan sebagai bibit • variasi somaklonal variasi pada pucuk-pucuk yang terbentuk dari jaringan kalus, terutama yang sudah mengalami subkultur • Hibridisasi genetik: proses menempel dan bersatu protoplas membentuk suatu fusi sel • Heterokarion: Hasil gabungan dua atau lebih protoplasma yang berbeda jenis dengan inti-intinya • Cybrid : Bila hanya sitoplasma yang bergabung

  17. Tujuan, Manfaat & Peranan • Tujuan • Memperoleh tanaman yang sehat • Perbanyakan tanaman • Pemuliaan tanaman • Pelestarian plasma nutfah • Menghasilkan bahan-bahan obat

  18. mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu singkat • Keseragaman genetik • Memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul • Produksi tanaman sepanjang tahun • Bermanfaat di bidang farmasimenghasilkan metabolit sekunder • Stok mikro • Perbanyakan vegetatif untuk spesies yang sulit diperbanyak secara normal Manfaat

  19. Peranan • Dalam bidang Hortikultura • metode baru dalam perbanyakan tanaman. • Tanaman yang pertama berhasil diperbanyak secara besar-besaran melalui kultur jaringan adalah tanaman anggrek, berbagai tanaman hias, sayuran, buah-buahan, pangan dan tanaman hortikultura lainnya. • telah dikembangkan tanaman perkebunan dan tanaman kehutanan melalui teknik kultur jaringan.

  20. Prosentase perkecambahan biji rendah. • Tanaman hibrida yang berasal dari tetua yang tidak menunjukkan male sterility. • Tanaman hibrida yang mempunyai keunikan di salah satu organnya (bentuk atau warna bunga, buah, daun, batang dll). • Perbanyakan pohon-pohon elite dan/atau pohon untuk batang bawah. • Tanaman yang selalu diperbanyak secara vegetatif, seperti: kentang, pisang, stroberry dll. Dalam bidang hortikultura, terutama pada tanaman-tanaman yang:

  21. Dalam bidang agronomi • membantu dalam usaha eliminasi patogen • Seleksi tanaman Dalam kultur yang membentuk sel-sel bebas, terjadi variasi somaklonal dalam hal morfologi, produksi, pola pertumbuhan dan resistensi terhadap penyakit. Dengan media seleksi, beberapa lini-lini sel ini dapat dibedakan dari sel-sel lini yang biasa dalam beberapa petri-dish

  22. Masalah: kegagalan pembentukan embrio, krn hambatan pada polinasi, pertumbuhan pollen-tube, fertilisasi dan perkembangan embrio atau endosperm • DIATASI metode fusi protoplasma atau injeksi organel dan sitoplasma dari sel yang satu ke sel lain • Dalam bidang pemuliaan tanaman

  23. Melalui teknik kultur jaringan dapat dilakukan manipulasi: • Manipulasi jumlah kromosom melalui bahan kimia atau meregenerasikan jaringan tertentu dalam tanaman seperti: endosperma yang mempunyai kromosom 3n. • Tanaman haploid dan double haploid yang homogeneous melalui kultur anther atau mikrospora. • Polinasi in vitro dan pertumbuhan embrio yang secara normal. • Hibridisasi somatik melalui teknik fusi protoplasma. • Variasi somaklonal. • Transfer DNA atau organel utk memperoleh sifat ttt.

  24. TUGAS • TUGAS MANDIRI • Membuat review artikel • Cari satu artikel dari jurnal internasional  direview atau dibahas mengenai substansinya TUGAS DIKUMPULKAN PADA PERTEMUAN KE 4

More Related