1 / 61

PENGURUS PUSAT ASOSIASI PROFESIONALIS ELEKTRIKAL-MEKANIKAL INDONESIA

KONDISI DAN PERMASALAHAN KETENAGALISTRIKAN DI INDONESIA. Disajikan Oleh : Heru Subagyo Dr. Euis Ismayati. Disampaikan pada Seminar/ Kuliah Umum di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Yogyakarta , 26 April 20 13. APEI. PENGURUS PUSAT

kellsie
Download Presentation

PENGURUS PUSAT ASOSIASI PROFESIONALIS ELEKTRIKAL-MEKANIKAL INDONESIA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KONDISI DAN PERMASALAHAN KETENAGALISTRIKAN DI INDONESIA • DisajikanOleh : • HeruSubagyo • Dr. EuisIsmayati. • Disampaikanpada Seminar/KuliahUmum di JurusanTeknikElektroFakultasTeknikUniversitasMuhammadiyah Yogyakarta • Yogyakarta, 26 April 2013 APEI PENGURUS PUSAT ASOSIASI PROFESIONALIS ELEKTRIKAL-MEKANIKAL INDONESIA Jl. Matraman Raya No. 113 Palmeriam Telp. 021-85907732, 85907631, Fax. 021-85907549 E-mail : pp-apei@rad.net.id Jakarta Timur 13140

  2. 1.1. PENGANTAR • Jikainginmenguasaidunia, kuasailahenergi (termasukenergilistrik). Hal initentubisadipahami, karenaenergilistrikmemilikiperan yang sangatfitaldanstrategis. • Hampirsemuasendi-sendikehidupanumatmanusia, membutuhkanketersediaanenergilistrik. Olehkarenanyatakberlebihanjikaenergilistriktelahmenjadisalahsatukebutuhanpokok/utamabagiumatmanusia. • Betapasangat vital danstrategisnyaenergilistrik, penyediaandanpemanfaatannyaharusdiwujudkansecaraandal, amandanramah (akrab) lingkungan (UU 30/2009, BAB XI, Pasal 44, ayat 2). • Bukukecilinimencobamenyampaikanberbagaiinformasitentangketenagalistrikandi Indonesia kepadaparapraktisi, akademisi (duniapendidikan), profesionalisdansiapapun yang adadikomunitasbidangketenagalistrikan. 1

  3. 1.2. LISTRIK DAN KARAKTERISTIKNYA KONVERSI Suhu Udara / Suhu Alat Listrik (Panas/ Dingin) Mekanik (gerak, getar, putar) Cahaya/ Sinar/ Lampu Suara/ Bunyi ENERGI Kombinasi/ Gabungan dari keempat tersebut di atas. KEUNGGULAN Mudah disalurkan dari dan pada jarak yang berjauhan. Mudah didistribusikan untuk area yang luas. Mudah diubah ke dalam bentuk energi lain. Bersih (ramah) lingkungan. 2

  4. BISNIS 1.3. PROSES PEMBANGKITAN SAMPAI DENGAN PEMANFAATAN ENERGI LISTRIK INDUSTRI PLTA PLTD PLTP PLTG PLTU PLTGU Lain-lain RUMAH TRAFO STEP DOWN SOSIAL/ PUBLIK GARDU STEP DOWN GARDU STEP-UP SISTEM PEMBANGKIT SISTEM TRANSMISI KONSUMEN SISTEM DISTRIBUSI 3

  5. 1.4. KONDISI KETENAGALISTRIKAN DI INDONESIA Legends : Total IPP = 27 IPP IN OPERATION 4 IPP

  6. 1.5. BBP Vs. HARGA JUAL (2006) 5

  7. MW WADUK (7%) HSD (17%) MFO (7%) COAL (42%) GAS (19%) GEO (5%) ROR (2%) 12 06 18 22 00 24 WBP POLA PRODUKSI LISTRIK JAM 1.6. POLA PRODUKSI DAN KARAKTER KONSUMSI MW Total dengan Rumah Tangga Total tanpa Rumah Tangga Rumah Tangga 88.7 100 1.8 1.5 8 Industri Bisnis LOSS ADMINIS TRASI LOSS TEKNIS LISTRIK ILLEGAL Sosial + Publik 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 Jam KARAKTER KONSUMSI LISTRIK • Pada proses penyaluran & pendistribusian sampai ke instalasi pemanfaatan, terjadi kerugian (losses) daya listrik, yang disebabkan oleh : • Losses teknik. • Losses administrasi. • Listrik ilegal • Losses Nasional tahun 2005, sebesar 11,3 % 6

  8. 1.7. PERMASALAHAN BPP & TDL • Ketikamemproduksiharusmengikutihargapasar (market price), sedangkan TDL menjadikewenangan/keputusanPresiden (Kepres). • Yang paling memberatkan/membebani PLN jikapembangkitlistrikmenggunakanenergi primer BBM. • PLN diperlakukansebagaiindustri, untukmembeli BBM harusmengikutihargapasar, danpatokannyaadalahhargapasar BBM dunia yang fluktuatif. • Jikahargapasaran BBM duniadiatas 100 US dollar per-barel, makaharga per-liter diatasRp. 9.000,- • Jika PLN membeli BBM denganhargaRp. 9.000,-/liter, makauntukpembangkitlistrik yang menggunakan BBM, membutuhkan BPP diatasRp. 3.000,-/kwh. • perhitungan BPP per-kwh : • Kebutuhan BBM : 1 liter = 3 kwh, berarti 1 kwh = Rp. 3.000,- • Biaya delivery dan handling dariDepoPertaminakepembangkit-pembangkitlistrik PLN. • Biayapembangunan (investasi) : pembangkit, transmisidandistribusibesertapenunjangnya. • Biayaoperasionallainnya. 7

  9. Lanjutan 1.7. • Dengan BPP yang terdiridaribeberapaunsurdiatas, jikadiakumulasikanbiaya BPP per-kwhbisamencapaihampirRp. 4.000,- • Bahwapembangkittenagalistrik PLN terdiridariberbagaijenisdanmenggunakansumberenergi primer antara lain : air, gas, batubara, BBM danpanasbumi. • Jikadibuat BPP rata-rata dariberbagaijenispembangkittenagalistrik yang dimiliki PLN tersebut, saatini BPP rata-rata ± Rp. 1.200,-/kwh. Sedangkansaatini TDL ± Rp. 700,-/kwh. • Bagaimanapunjugakondisisepertiini, berakibat PLN akanterusmengalamidefisit. Jikadianggapsebagaibisnis, iniadalahbisnis yang ironis. • Agar listrikmasihtetapbisaberoperasidanmelayanimasyarakatpelanggan PLN, pemerintah (negara) berkewajibanmemberikansubsidi (subsididiberikankepadamasyarakat, bukankepada PLN). • Padatahun 2011, pemerintah (negara) memberikansubsidiuntukpenyediaanlistriksebesar± RP. 65.000.000.000.000,- (enampuluh lima triliyun rupiah). Tanpadiberikansubsidi, dapatdipastikanlistrikakanmengalamipemadamanbergilir. 8

  10. 1.8. PERMASALAHAN KETENAGALISTRIKAN DI INDONESIA • Ambivalensiregulasi, keterbatasandanadan BPP yang lebihtinggidaripadahargajual. • Ketidakpastianpasokansumberenergi primer (BBM, gas, batubara) dandominasipenggunaan BBM sebagaisumberenergi primer. • Pertumbuhandemand yang lebihtinggidibandingsupply. • Calon investor wait and see,karena : • Menungguregulatory frame work yang baru. • Country risk memerlukanjaminaninvestasi. • Law inforcementyang tidakjelasdaninstabilitaskeamanan. • PKUK (PLN) tidakmemilikiotoritaspenuhdan TDL ditentukanPemerintah (Keppres). 9

  11. Lanjutan 1.8. • Kondisigeografis yang kurangmendukung, terjadinyapergeserannorma-normasosialdanbudaya, sertaberbagaipermasalahanlainnya. • Permasalahandisisipemanfaatan : • Instalasi yang tidakmemenuhistandarketentuan yang berlaku. • Banyaknyainstalasi yang sudahsangattuaumurnya, tidakpernahdilakukanpengecekandanrehabilitasi, sehinggakeandalandankeamananmenurun. • Pengoperasian/pemanfaatanlistrik yang kurangbenar, tidakproposionalbahkanilegal. • Penggunaanlistriksecarailegal. 10

  12. Apakah seperti ini yang kita inginkan ?

  13. Atau seperti ini ? ? MAU COBA NAIK ! TENTU TIDAK

  14. BAB II PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK

  15. 2.1. DEFINISI/PENGERTIAN • Pengertiandanfungsipembangkittenagalistrik : • Suatu sub sistemdarisistemtenagalistrik yang terdiridariinstalasielektrikal, mekanikal, bangunan-bangunan (civil work), bangunandanfasilitaspelengkap, sertabangunandankomponen bantu lainnya. • Berfungsiuntukmembangkitkanenergilistrik, yang merupakankonversienergi primer menjadienergilistrik (mengubahpotensi /energimekanikmenjadienergilistrik). 12

  16. 2.2. JENIS PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK • PembangkitListrikTenaga Air (PLTA). • PembangkitListrikTenaga Diesel (PLTD). • PembangkitListrikTenagaUap (PLTU). • PembangkitListrikTenaga Gas (PLTG). • PembangkitListrikTenaga Gas-Uap (PLTGU). • PembangkitListrikTenagaPanasBumi (PLTP). • PembangkitListrikTenaga Surya (PLTS). • PembangkitListrikTenagaBayu/Angin (PLTB). • PembangkitListrikTenagaGelombang Air Laut. • PembangkitListrikTenagaNuklir (PLTN). • PembangkitListrikTenagaMikroHidro (PLTMH). 13

  17. 2.3. PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI INDONESIA • PembangkitTenagaListrikMakrodandimanfaatkansecaramassal : • PembangkitListrikTenaga Air (PLTA). • PembangkitListrikTenagaUap (PLTU). • PembangkitListrikTenaga Gas (PLTG). • PembangkitListrikTenaga Gas-Uap (PLTGU). • PembangkitListrikTenagaPanasBumi (PLTP). • PembangkitListrikTenaga Diesel (PLTD). • PembangkitTenagaListrikMikro/Kecil yang dimanfaatkansecaramassal : • PembangkitListrikTenaga Diesel (PLTD). • PembangkitListrikTenagaMikroHidro (PLTMH). • PembangkitListrikTenaga Surya (PLTS). • PembangkitTenagaListrikdalamtahappenelitiandanpengembangan : • Pembangkittenagalistrik yang menggunakansumberenergibaruterbarukan, antara lain : biodiesel, biometanol, biomassa, surya, bayu, samudera (air laut). • Pembangkittenagalistrik yang menggunakansumberenergi primer Uranium (PLTN). 14

  18. 2.4. SUMBER ENERGI PRIMER • Sumberenergi primer takterbarukan (fosil) : • Batubara. • Gas. • BBM/HSD/MFO/Solar. • Sumberenergi primer terbarukan (non fosil) : • Air. • Panasbumi. • Surya (matahari). • Bayu (Angin). • Samudera (air laut). • Sumberenergibaruterbarukan (non fosil) : • Biodiesel, yaituminyaknabati yang berasaldariberbagaijenistumbuhan (tanamanjarak, randu, kelapasawit, dan lain-lain). • Biometanol, yaitucairanbiokimia yang berasaldarisumberkarbohidrat (singkong, ubi, sagu, tebu). • Biomassa, yaituenergi yang dikembangkandariberbagaijenismassabiologis (jerami, kayu, ranting-ranting pohon, limbahkelapasawit, limbahpertanian/jerami, sampah). 15

  19. 2.5. PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK • Saatinidibangun PLTU batubara 10.000 MW Tahap I danuntuk 10.000 MW Tahap II akandibangun PLTU batubara (40%), PLTP (60%), disampingpembangkitlistrikkecillainnyadiberbagaidaerah. • Pertimbanganpembangunan PLTU) : • Pertumbuhanbeban yang cepat, sehinggasesegeramungkinharusdiatasi. • Membangun PLTU relatiflebihmudahdanlebihcepatjikadibandingmembangun PLTA. • Biayapembangunan PLTU lebihmurahjikadibanding PLTA. • Kapasitasdaya yang dihasilkandapatdidesainsesuai yang diinginkan. • Bisadibangundiberbagaitempatsesuaipilihankita. • Bisadibangundidekatpusat-pusatbeban, sehinggabiayatransmisi (penyaluran) lebihmurahdanlebihefisien. • Kelemahan PLTU : • Menggunakansumberenergi primer takterbarukan. • Sumberenergi primer tersebut, saatiniover explored. • Ketidakpastianpenyediaansumberenergi primer. 16

  20. Lanjutan 2.5 • Biayaoperasionalmahal. • Masalahpolusidandampaklingkungan. • Mengapatidakdibangun/dikembangkan PLTA ? • PLTA sangattergantungkondisialam. • Tidakbisadibangundisembarangtempatdanpadaumumnyadibangundidaerahketinggian/pegunungan. • Biayapembangunanbesar/mahal. • Prosesdanpelaksanaanpembangunanmemakanwaktu yang lama. • Lokasiberjauhandenganpusatbeban, sehinggabiayatransmisimahal. • Pembangunan infra strukturpendukung, mahal. • Tidakbisamengatasipertumbuhanbeban yang cepat. • Ketersediaan air sulitdiprediksi, karenaiklim yang tidakmenentudankerusakanalam yang cukupparah. • Dan berbagaipermasalahanlainnya. 17

  21. Lanjutan 2.5 • Mengapatidakdibangun/dikembangkan PLTP ? • Padadasarnya PLTP memilikikarakteristik yang samadengan PLTA. • PLTP menggunakanpanasbumi, jugamembutuhkan air sebagaibahanbakuuntukdiuapkan. • Keberadaanpanasbumipadaumumnyadihutanlindung. • JikaPemerintah (PLN) merencanakanmembangunpembangkitlistrik 10.000 MW Tahap II, dimana 60%-nyamerupakan PLTP, harusdicermatikondisialamnya. • Jadipertimbangan-pertimbangansebagaimanamembangun PLTA, harusbenar-benardicermati. • Bagaimanadenganpembangunan/pengembanganpembangkittenagalistrik yang menggunakansumberenergiterbarukan/baruterbarukan ? • Energibaruterbarukanadalahenergi yang padaumumnyaberupasumberdaya non fosil yang dapatdiperbaharui, sehinggatidakakanpernahhabis. 18

  22. Lanjutan 2.5 • Beberapacontohpotensisumberenergiterbarukan/baruterbarukandi Indonesia yang dapatmenghasilkanlistrik : • Panasbumi : 27.000 MW. • Air : 75.000 MW. • Biomassa/biogas : 50.000 MW. • Samudera (air laut) : 240.000 MW. • Dan lain sebagainya. • Untukpembangkittenagalistrik yang menggunakansumberenergibaruterbarukansurya, bayu, air laut, biomassa/biogas, fuel sell, barupadatahappenelitian/pengembangan, belumdiproduksisecaramassaldanbesar-besaran. • Padaumumnyahanyadapatmenghasilkanlistrikdalamskalakecil. • Tidakmampumengimbangipertumbuhanbeban yang cepatdanbesar. • Bagaimanadenganpembangunan/pengembangan PLTN ? • PLTN adalahsalahsatusolusiterbaik, karena PLTN-lah yang paling efisien. 19

  23. Lanjutan 2.5 • Dari sisiketersediaansumberenergi primer untuk PLTN, di Indonesia cukuptersedia. • Masalah yang munculadalahreaksidarimasyarakat (kelompokmasyarakattertentu), yang menolakdibangunnya PLTN dansangatrendahnyadisiplinbangsa Indonesia. • Perluadanyasosialisasidanpencerahankepadamasyarakatsecaralebihintens, sehinggapembangunan PLTN di Indonesia bisaditerimadandiwujudkan. • Jikakitatidaksesegeramungkinmelakukanantisipasi (termasukmembangun PLTN), maka: • Supply energilistrikakanterustertinggaldenganpertumbuhanbeban. • Semakin lama ketertinggalan supply energilistrikakansemakinjauhterhadappertumbuhanbeban. • Pergerakan ratio elektrifikasimenjadilambat. • Pertumbuhanbebantidakbisadipenuhioleh supply energilistrik. 20

  24. Lanjutan 2.5 • Terhambatnyaberbagaiaktifitasumatmanusia, utamanyadikalanganDunia Usaha/DuniaIndustri. • Kita tidakbisaberharap Investor mauberinvestasidi Indonesia, karenalistrikmerupakansalahsatukebutuhanpokokbagi DU/DI. • Implikasiterhadappertumbuhaninvestasi, ekonomidanberbagaisektorkehidupanlainnya. 21

  25. BAB III PENYALURAN (TRANSMISI) TENAGA LISTRIK

  26. 3.1. DEFINISI/PENGERTIAN • Pengertianpenyaluranenergilistrik : • Prosesdancaramenyalurkanenergilistrikpadajarak yang berjauhandarisatutempatketempatlainnya (daripembangkitlistrikkegarduindukdandarisatugarduindukkegarduinduklainnya), yang terdiridarikonduktor yang direntangkanantaratiang-tiang (tower), melalui isolator-isolator, dengansistemtegangantinggi/ekstratinggi. • RuanglingkupnyadimulaidariGarduIndukdiPembangkitansampaidenganGarduInduk (sisi primer) yang adapusat-pusatbeban. 22

  27. 3.2. BESARAN TEGANGAN DAN JENIS PENYALURAN (TRANSMISI) • Besarantegangan : 66 KV, 70 KV, 132 KV, 150 KV, 245 KV, 275 KV, 350 KV, 500 KV, 1.100 KV, 1300 KV, 1.500 KV, dan lain-lain • Jenisarus : arussearah (DC) danarusbolak-balik (AC). • Jenisdanruanglingkuppenyaluran : • Saluranudara (Overhead Line). • Saluranbawahtanah (Underground Cable). • Salurankabelbawahlaut (Sub Marine Cable). • GarduIndukTegangan Ultra Tinggi. • GarduIndukTeganganEkstraTinggi. • GarduInduk. • GarduHubung. • PusatPengaturBeban. • Unit PengaturBeban. 23

  28. 3.3. SISTEM PENYALURAN (TRANSMISI) DI INDONESIA • Besarantegangan : 70 KV, 150 KV, 275 KV dan 500 KV. • Jenisarus : arusbolak-balik (AC). • Jenisdanruanglingkuppenyaluran : • SaluranUdaraTeganganTinggi (SUTT). • SaluranKabel Tanah TeganganTinggi (SKTT). • SaluranKabelBawahLautTeganganTinggi (Sub Marine Cable). • SaluranUdaraTeganganEkstraTinggi (SUTET). • GarduInduk (GI). • GarduIndukTeganganEkstraTinggi (GITET). • PusatPengaturBeban (UPB). • Unit PengaturBeban. • Sisteminterkoneksi (Interconnection System) : • TelahterpasangdiPulauJawa-Madura-Bali (Jamali) danPulau Sumatera. • Sebagiandaerahdi Sumatera masihterjadibottle neck. 24

  29. Lanjutan 3.3 • Tingkat pengembangansistem (menujukeinterkoneksi) : • Sistempenyalurandariparsialmenujukeinterkoneksi. • TerpasangdiPulau Kalimantan danPulau Sulawesi. • Tingkat perintisan : • Padaumumnyadidaerah-daerah yang ratio elektrifikasinyarendah (NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan lain-lain). • Penyediaanlistrikbersifatparsial. • Saluranudara (Overhead Line) dipasangdidaerah-daerah yang keadaan ROW-nyamemungkinkan, padaumumnyadidaerahpinggirankotadandiluarkota. • Salurankabelbawahtanah (Underground cable) dipasangdidaerah yang ROW-nyatidakmemungkinkan, padaumumnyadidaerahtengahkota, kota-kotabesar yang padatpemukimandanbebanlistriknyabesar. 25

  30. Lanjutan 3.3 • GarduInduk : • Untukdaerah-daerah yang masihmemungkinkanmendapatkanlahan/space tanah yang luas, dipasangGarduIndukKonvesional, padaumumnyadipinggirankotaataudikota-kotakecil. • Untukdaerah-daerahperkotaan (Kota Besar) yang padatpemukiman, dipasang Gas Insulated Switchgear SF6 (GIS SF6). • PusatPengaturBeban (P2B) dan Unit PengaturBeban (UPB) : • Dipasangdidaerah-daerah yang jaringannyatelahterinterkoneksi, area pelayananluasdanbeban yang dilayanibesar, contoh : P3B & UPB yang adadiSistemJawa-Madura-Bali (Jamali). • Tujuannyaadalahuntukpengaturanbebanmaupunmelakukanmanuverbebanjikaterjadimasalahdisistem, misal : jikaterjadigangguandisistempembangkitataudisistemtransmisi. 26

  31. 3.4. PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PENYALURAN (TRANSMISI) • Secarateknis, pembangunandanpengembangansistempenyalurantenagalistrik, tidakadamasalahdantidakadakesulitan. • Masalah-masalah yang seringtimbuldalampembangunansistempenyaluran (transmisi) adalahmasalah non teknis, antara lain : • Kesulitanmendapatkanlahanuntuktapak tower. • Hargatanah yang sangat (terlalu) mahal. • Prosesperijinan yang sulitdanberbelit. • Reaksidarimasyarakat yang tidakmaudilaluijalurtransmisi. • Beberapawaktuterakhirini, munculfenomenabaru, masyarakatmintakompensasi (gantirugi) disepanjang ROW jalurtransmisi. • Biayagantirugikerusakanbangunan, tanamandan lain-lain yang mahal, bahkanterkadangjauhmelampauihargastandar. • Koordinasidenganberbagaipihak / instansiterkait, yang merupakankesulitantersendiridantakjarangmembutuhkanbiayabesar. • Isuelingkunganhidup. • Dan berbagaihambatan/kendalalainnya. 27

  32. Lanjutan 3.4 • Berbagaipermasalahantersebutmengakibatkanprosespembangunandanpengembangansistempenyaluranmenjaditerhambat, bahkanadapembangunantransmisi yang terhenti/tertundabertahun-tahun. • Mengingatdariwaktukewaktubebanakanterusberkembang (mengalamipertumbuhan), sedangkandisisi lain untukmembanguntransmisidangarduindukbanyakmenghadapimasalah, perludipikirkandandicarikansolusidalampengembangansistempenyalurandi Indonesia. • Harusdicermatibahwapenambahanpembangkittanpadiimbangipenambahansistemtransmisiakantimbulmasalahtersendiri. 28

  33. 3.5. UP-RATING SISTEM PENYALURAN (TRANSMISI) • Up-rating berartimenaikkan rate/menaikkankemampuan/menaikkankapasitas. • Up-rating sistempenyaluran, berartimenaikkan rate/menaikkankemampuan/menaikkankapasitaspenyaluran, antara lain : • Dari SUTT 70 KV menjadi 150 KV. • SUTT 150 KV yang ditingkatkankemampuannyadalammenyalurkanenergilistrik. • SUTT single circuit ditingkatkanmenjadi double circuit. • Garduinduk yang berkapasitas 10 MVA dinaikkanmenjadi 30 MVA, dari 1 trafomenjadi 2 trafo, dari 30 MVA menjadi 60 MVA atau 100 MVA. • Dan lain sebagainya. • Up-rating bisadilakukandengancara : • Membangun SUTT baru, membangun (memperluas) GarduIndukEksisting. • Menggantikonduktor (re-conductoring) SUTT eksisting, menggantitrafopadaGarduIndukEksisting, darikapasitaskecildigantidengankapasitas yang lebihbesar. • Menambahjumlahsirkit SUTT eksisting, menambahjumlahtrafodanperalatanpadaGarduIndukeksisting. 29

  34. BAB IV DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

  35. 4.1. DEFINISI/PENGERTIAN • Pengertiandanfungsidistribusitenagalistrik : • Pembagian /pengiriman/pendistribusian/pengirimanenergilistrikdariinstalasipenyediaan (pemasok) keinstalasipemanfaatan (pelanggan). • Merupakan sub sistemtenagalistrik yang langsungberhubungandenganpelanggan, karenacatudayapadapusat-pusatbeban (pelanggan) dilayanilangsungmelaluijaringandistribusi. • RuanglingkupnyadimulaidarisisisekundertrafotenagadiGarduInduksampaidenganAlatPembatasdanPengukur (APP). 30

  36. 4.2. BESARAN TEGANGAN BERDASARKAN PEMANFAATAN (JENIS PELANGGAN) • Jaringdistribusiteganganrendah, untukmelayani : • Pelangganrumahtangga (instalasidomestik). • Pelangganbisnis, sosialdanpublik (instalasibangunan/non domestik) dengandayasampaidengan 197 KVA. • Jaringdistribusiteganganmenengah (20 KV), untukmelayani : • Pelangganbisnis, sosialdanpublik (instalasibangunan/non domestik) dengandayadiatas 197 KVA sampaidengan 30 MVA. • Pelangganindustri (instalasiindustri), dengandayadiatas 197 KVA sampaidengan 30 MVA. • Jaringdistribusitegangantegangantinggi (70 KV, 150 KV), untukmelayani : • Pelangganindustri (instalasiindustri), dengandayadiatas 30 MVA. 31

  37. 4.3. SISTEM DAN RUANG LINGKUP • Sistemjaringan : • Radial. • Loop. • Spindle. • Mesh/Grid • Gardudistribusi : • Gardutrafotiang type portal. • Gardutrafotiang type cantol. • Gardubeton • Gardu kiosk (Metal Clad). 32

  38. Lanjutan 4.3 • Ruanglingkup : • Saluranudarateganganmenengah (SUTM) 20 KV. • Salurankabeltanahteganganmenengah (SKTM) 20 KV. • Salurankabelbawah air sungai/laut 20 KV. • Saluranudarateganganrendah (SUTR) 220 Volt. • Salurankabeltanahteganganrendah (SKTR) 220 Volt. • GarduDistribusi. • Saluranluarpelayanan/SaluranmasukpelayananSambunganrumah (SLP/SMP/SR). • Alatpembatasdanpengukur (APP). • Unit pengaturdistribusi. 33

  39. 4.4. PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN JARING DISTRIBUSI • Padaumumnyadalampembangunandanmengembangkanjaringdistribusi, tidakbanyakmenghadapimasalah/kendala, karenajaringdistribusilangsungmelayanipelanggan (dibutuhkanpelanggansecaralangsung). • Jikaterjadimasalah/kendala, padaumumnyaadalah : • Untuk SUTM menyangkutmasalah ROW, karenadidaerah/kotatertentumelakukanpemotongan/pemaprasanpohontanpakoordinasidenganDinasPertamanan, bisamenjadimasalahbesar, bahkanbisadipidanakan. • Untuk SKTM menyangkutmasalahkoordinasidenganberbagaipihakterkait (Pemkot/Pemkab, PDAM, PT. Telkom, Perum Gas, Polri, DinasPerhubungandan lain-lain. • Padaumumnyajaringdistribusidi Indonesia menggunakanpenghantarudara (Overhead Line). Khususdi DKI Jakarta, karenapertimbangantertentu (ROW danestetika), menggunakankabeltanah (Underground Cable). 34

  40. BAB V INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK

  41. 5.1. DEFINISI/PENGERTIAN • Yang dimaksudpelanggan PLN adalah : pihak yang membeli, berlanggananataumenggunakanenergilistrik PLN/ pihak yang memanfaatkanenergilistrikdaripemasok. • RuanglingkupnyadimulaidariInstalasiSirkitUtama (setelah APP) sampaidengansirkitakhir (beban). 35

  42. 5.2. JENIS INSTALASI PEMANFAATAN (JENIS PELANGGAN) Rumah untuk tempat tinggal, rumah kontrakan, rumah susun milik perseorangan, rumah susun milik Perumnas, asrama milik swasta, asrama mahasiswa, dan lain-lain. RUMAH TANGGA (R) Rumah sakit, rumah ibadah, panti sosial, pusat rehabilitasi cacat, asrama pelajar milik pemerintah, kantor partai politik, kantor LSM, museum, dan lain-lain. SOSIAL (S) Usaha jual beli barang, jasa, perhotelan, usaha perbankan, perdagangan, kantor Firma, CV, PT, atau badan hukum yang bergerak dalam bidang perdagangan, pergudangan, praktek dokter bersama, dan lain-lain. BISNIS (B) Tenaga listrik untuk kegiatan industri pengolahan, selain untuk keperluan kegiatan rumah tangga, sosial, bisnis dan publik. Jenis kegiatan tersebut masuk di dalam International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC), yang telah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, dengan nama Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI). INDUSTRI (I) Tenaga listrik yang digunakan untuk kepentingan umum, kepentingan Pemerintah atau fasilitas kantor perwakilan asing, dan lain-lain. PUBLIK (P) 36

  43. 5.3. PERTUMBUHAN INSTALASI PEMANFAATAN • Tumbuhkembangnyainstalasipemanfaatansangattergantungdenganpertumbuhanbeban. Beban yang terusbertambah, otomatisjumlahinstalasipemanfaatanjugabertambah, yang berartijumlahpelangganjugabertambah. • Dari waktukewaktubebanlistrikterusmengalamipertumbuhan. • Saatinijumlahpelanggan PLN ± 40.000.000 (empatpuluhjuta) pelangganatau ratio elektrifikasimencapai ± 67%. • Mengingatbetapapentingnyaenergilistrik, dapatdipastikanjumlahpelangganlistrikakanterusbertambah, sehinggainstalasipemanfaatanjugaakanbertambah. • Sampaisaatinipermintaansambunganbaru, lebihcepat (lebihtinggi) jikadibandingdenganjumlahpasokan (penyediaan) listrik PLN. 37

  44. 5.4. PERMASALAHAN DI INSTALASI PEMANFAATAN • Pertumbuhanbeban yang tidakbisadiimbangipertambahan supply. • Mutudankeandalanlistrik yang diterimainstalasipemanfaatan yang masihbelumsepenuhnyamemenuhistandar. • Kualitasinstalasipemanfaatan yang tidakmemenuhistandar. • Sebagianinstalasipemanfaatan yang telahberumurpuluhantahun, sehinggakinerjanyapastimenurun, berpotensitimbulnyagangguandan losses yang tinggi. • Keawamanmasyarakatpelangganlistriktentangbagaimanamemanfaatkandanmemperlakukanlistriksecarabaikdanbenar. • Terjadinyapenggunaanlistriksecarailegal (pencurianlistrik). 38

  45. Matahari Masih Bersinar SELAMA MATAHARI MASIH BERSINAR MASIH ADA HARAPAN UNTUK BANGKIT

  46. Masih ada hari esok SELALU ADA CELAH Mari bangkit, jangan tergilas oleh perubahan

  47. ACHIEVEMENT MOTIVATION SUATU USAHA MERUBAH SIKAP & POLA PIKIR / MERUBAH PARADIGMA dengan MEMBERI ARAH TUJUAN YANG BENAR, AGAR KITA SEMUA TIDAK MUDAH MENYERAH / SEMANGAT & TERMOTIVASI Tahukan kita bahwa 10 % SIKAP KITA DITENTUKAN OLEH KEKUATAN LUAR 90% NYA DITENTUKAN OLEH PIKIRAN KITA SENDIRIsehingga kita mau tidak mau, kita harus berubah pola pikir & paradigma dengan kekuatan kita sendiri, karena kita yang menjalani, bukan orang lain.

  48. CARANYA : BERSIKAP POSITIF, PERCAYA DIRI, USAHA IKHTIAR & TIDAK MALAS BERSYUKUR & BERSERAH DIRI.

  49. BAB VI KESIMPULAN

  50. 6.1. UMUM • Slogan atau jargon yang mengatakanjikainginmenguasaidunia, kuasailahenergi (termasukenergilistrik), adalahmendekatikebenaran. • Permasalahanketenagalistrikandi Indonesia ternyatasangatkompleks, baikdisisipenyediaanmaupundisisipemanfaatan. • Masihsangatbanyakkendala yang harusdihadapiuntukdapatmewujudkanketenagalistrikan yang andal, amandanramah (akrab) lingkungan. • Bahwamasalahketenagalistrikanbukansemata-matamenjaditanggungjawab PLN, tetapisemuapihakpemangkukepentingan (stake holder) yang berkaitandenganketenagalistrikan, harusikutbertanggungjawabdanberperandenganbaik. 39

More Related