1 / 28

DIREKTORAT PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN 2012

EVALUASI PELAKSANAAN SLPHT 201 1 dan PELAKSANAAN SLPHT 201 2. DIREKTORAT PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN 2012. REKAYASA PENERAPAN PHT DI TINGKAT KECAMATAN. SARESEHAN KELOMPOK TANI AWAL MUSIM TANAM RENCANA DEFINITIF KELOMPOK (RDK)

keelty
Download Presentation

DIREKTORAT PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN 2012

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. EVALUASI PELAKSANAAN SLPHT2011dan PELAKSANAAN SLPHT 2012 DIREKTORAT PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN 2012

  2. REKAYASA PENERAPAN PHT DI TINGKAT KECAMATAN SARESEHAN KELOMPOK TANI AWAL MUSIM TANAM RENCANA DEFINITIF KELOMPOK (RDK) RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK (RDKK) (PERENCANAAN AGROEKOSISTEM) BANK P3A MANTAN PPL POPT POKTAN GAPOKTAN PBT ALSINTAN STAKEHOLDERS PRODUKSI TARAF TINGGI DAN AMAN OPT TERKENDALI LINGKUNGAN AMAN/LESTARI • STRATEGI PREEMTIF • BUDIDAYA TANAMAN SEHAT • (PENGATURAN POLA TANAM, PUPUK ORGANIK, • AGENS HAYATI, SANITASI LINGKUNGAN) • STRATEGI RESPONSIF • PENGAMATAN RUTIN • PEMANFAATAN MUSUH ALAMI • PENGGUNAAN AGENS HAYATI/PEST.NABATI • PENGGUNAAN PESTISIDA EFEKTIF DAN SELEKTIF

  3. TUJUAN SLPHT 1. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keahlian petani/kelompok tani dalam menganalisis data dan informasi agroekosistem. 2. Memasyarakatkan dan melembagakan penerapan PHT dalam pengelolaan usahatani. 3. Meningkatkan pengamanan produksi terhadap gangguan OPT dalam pencapaian sasaran produktivitas /produksi dan peningkatan kesejahteraan petani.

  4. PRINSIP-PRINSIP PHT DALAM SLPHT Budidaya Tanaman Sehat Benih sehat, varietas sesuai Pengairan cukup Pengelolaan gulma secara rasional Pelestarian Musuh Alami Menemukan, mengenali, dan mengamati musuh alami Keseimbangan lingkungan untuk perkembangan musuh alami Tidak menggunakan pestisida yg membunuh musuh alami Pengamatan Berkala Pengamatan berkala (mingguan) agroekosistem (kondisi tanaman, air, cuaca, OPT, dan musuh alami) selama 12 minggu (1 MT) Analisis keadaan dan membuat keputusan Petani sebagai Ahli PHT Petani menguasai teknologi PHTdan menerapkan prinsip PHT Petani bertanggung jawab terhadap lahannya

  5. CIRI SLPHT • Petanidanpemanduadalahwargabelajar yang salingmenghormati • Perencanaandankeputusanditetapkanbersama (petanidanpemandu) • Cara belajarmelaluipengalaman (andragogi) • Saranabelajaradalahlahanusahatani (agroekosistem) • Belajarpenuhsatusiklusperkembangantanaman • Kurikulum yang rinci, terpadu, danberdasarkanketerampilan yang dibutuhkan • Bahanbelajarmudahdimengerti, praktis, serbaguna, mudahdiperolehdilokasi • Bahandanmetodepraktissertatepatguna

  6. PROSES BELAJAR LEWAT PENGALAMANDALAM SLPHT

  7. ALUR PELAKSANAAN SL-PHT Pejabat terkait & tokoh masyarakat Keltan yang belum melaksanakan SLPHT Keltan yang belum melaksanakan SLPHT • PERSIAPAN • Penugasan penanggungjawab • Pertemuan tingkat kec & desa • Dukungan pejabat terkait & tokoh masyarakat • Penetapan lokasi & Kelompok Tani sesuai dengan persyaratan (25 orang, pria:wamita = 60 : 40) • Kontrak belajar • Studi petani • Penyiapan sarana belajar (pedoman/petlap, lahan, bahan & alat) Penyiapan Dana SLPHT (Dekon + APBD) • MATERI • Pengamatan agroekosistem (biotik: tanaman, OPT, musuh alami & abiotik: cuaca, air, tindakan petani, dll) • Topik khusus: disesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi dan agribisnis • PROSES BELAJAR SLPHT • (12x Pertemuan) • Dinamika kelompok • Pengamatan Agroekosistem • Mengungkapkan (menggambar dan mempresentasikan hasil pengamatan) • Menganalisa (diskusi) • Membuat keputusan • Menerapkan • Petani sebagai ahli PHT • LOKAKARYA • Evaluasi pelaksanaan • Studi banding dengan Keltan pelaksana SLPHT lainnya • FIELD DAY • Ekspose keberhasilan PHT • Menumbuhkan motivasi petani lain dalam penerapan PHT SLPHT Skala Luas • RENCANA TINDAK LANJUT • Keberlanjutan & pelembagaan penerapan PHT • Alumni sbg pemandu di Keltan lain • Pemberdayaan alumni sbg petani pengamat KEC. PHT

  8. ROAD MAP SLPHT SL-PHT Tindak Lanjut (farmer to farmer) SL-PHT (Petani Sebagai Ahli PHT) 1 Petani Pengamat 2 Petani Pemandu SL-PHT Skala Luas Membantu POPT-PHP SL-PHT Skala Kelompok SL-PHT Skala Kelompok SL-PHT Skala Kelompok SL-PHT Skala Kelompok SL-PHT Skala Kelompok SL-PHT Skala Kelompok Kecamatan PHT (eksistensi alumni dan jejaring alumni SL-PHT) SL-PHT Skala Kelompok SL-PHT Skala Kelompok SL-PHT Skala Kelompok SL-PHT Skala Kelompok PERTANIAN ORGANIK (Dana dari APBD maupun Swadaya) SL-PHT  PENGAMANAN PRODUKSI

  9. EVALUASI PESERTA SLPHT 2011 • Kehadiran peserta SLPHT berkisar antara 90 – 100%, dan secara rata-rata (Indonesia) mencapai 99,20%. • Komposisi peserta pria : wanita cukup bervariasi di daerah, dengan rata-rata Indonesia 77,60%:22,40%. • Peserta didominasi petani yang berumur <20 - >40 th, yaitu sebanyak 49%, diikuti peserta berumur > 40 th sebanyak 46%, dan umur < 20 th hanya 5%. • Jenjang pendidikan peserta umumnya lulusan SD (40,90%), diikuti peserta lulusan SLTP (31,50%), SLTA (26,40%), dan Perguruan Tinggi (1,10%) • Peningkatan Kemampuan dan Pengetahuan rata-rata adalah 77,01 % (Pre Test 43,5 dan Post Test 77)

  10. PETAK PHT vs PETAK PERLAKUAN PETANI • Intensitas serangan OPTUtamapadi pada perlakuan petani berkisarantara 0 – 31,80% (rata-rata 9,80%), sedangkan pada petak PHT antara 0 – 15,50% (rata-rata 6,20 %), berartisecara rata2 padapetak PHT intensitasserangan OPT lebihrendahsebesar 36,73% dibandingkanpetakpetani. • Aplikasi pestisida kimia pada petak perlakuan petani berkisar antara 0.4 kali – 12,4 kali (rata-rata 3,3 kali). Sedangkan pada perlakuan PHT aplikasi pestisida kimia berkisar antara 0 kali – 3,7 kali (rata-rata0,8 kali), yang berartipadapetak PHT frekuensiaplikasipestisidalebihrendahsebesar75,76% dibandingkanpetakpetani.

  11. Lanjutan… • Produktivitas (provitas) pada perlakuan petani berkisar antara 23,1 ku/ha – 90,8 ku/ha (rata-rata 55,80 ku/ha). Sedangkan pada petak PHT, produktivitas berkisar antara antara 28,70 ku/ha – 100,70 ku/ha (rata-rata 64,90 ku/ha). Dengan demikian secara rata2 pada petak PHT terjadi peningkatan provitas sebesar 16,31%. • Rata-rata B/C Ratio pada petak perlakuan petani berkisar antara 0,2 – 5,3 (rata-rata 1,7) dan pada petak PHT berkisar antara 0,5 – 5,3 (rata-rata2,3), sehingga pada petak PHT terjadi peningkatan B/C Ratio sebesar 35,29%.

  12. DAMPAK SLPHT (2007 – 2011) • Pertumbuhan • Petani Pemandu SLPHT : 5.578 • Petani Pengamat : 3.110 • Kelompok Tani Pos • Pelayanan Agens Hayati : 877

  13. Pelaksanaan SLPHT 2012 Keterangan : Data sampai dengan 29 Agustus 2012

  14. TERIMA KASIH

  15. LAMPIRAN-LAMPIRAN

  16. Lampiran 1 EVALUASI PESERTA SLPHT 2011

  17. Lanjutan…

  18. Lampiran 2 INTENSITAS SERANGAN OPT UTAMA PADI DAN APLIKASI PESTISIDA KIMIA

  19. Lanjutan…

  20. Lampiran 3 PERBANDINGAN PROVITAS DAN B/C RATIO

  21. Lanjutan…

  22. Lampiran 4. PELAKSANAAN SLPHT PANGAN TAHUN 2012

  23. Lanjutan .... Keterangan : - Kep. Riau tidak dialokasikan SLPHT - data s.d. 29 Agustus 2012

  24. Lampiran 5. Monitoring SLPHT di Kelompok Tani Siap Membangun, Desa Saharai, Kec. Rantau Badau, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan pada tanggal, 26 April 2012 Pertemuan : ke-4 Usia Peserta : 20 – 40 tahun Pendidikan : SD, SLTP, dan SLTA Komp. Gender : 21 orang laki-laki, 4 orang perempuan Tingkat kehadiran : 96 % Waktu belajar : 07.00 – 12.00 07.00 – 09.00 pengamatan agro-ekosistem (ae) 19.00 – 10.00 menggambar hasil pengamatan ae 10.00 – 10.30 diskusi kelompok kecil untuk persentasi 10.30 – 12.00 presentasi masing-masing kelompok Pengamatan agro-ekosistem Pertemuan ke-4 • . Menggambar hasil pengamatan ae Pertemuan ke-4 Penjelasan Petugas Pusat Pertemuan ke-4 Penjelasan Petugas Provinsi Pertemuan ke-4

  25. Moonitoring SLPHT Kel. Tani Kelota Waluyo II, Desa Depok Rejo, Kec. Trimurjo, Kab. Lampung Tengah Tanggal 14 Juni 2012 Pengamatan agro-ekosistem pertemuan ke-6 Pengamatan agro-ekosistem pertemuan ke-6 Menggambar hasil pengamatan agro-ekosistem

  26. Monitoring SLPHT ke Kel. Tani Bawah Kubang, Nagari Padang Gantung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat Pada tanggal 3 Juli 2012 Suasana Field Day SLPHT

  27. Lampiran 5. Monitoring SLPHT di Kelompok Tani Rukun Sentosa, Desa P. Atas, Kec. Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada tanggal, 17 Juli 2012 Pertemuan : ke-9 Usia Peserta : 27 – 53 tahun Pendidikan : SD, SLTP, dan SLTA Komp. Gender : 17 orang laki-laki, 8 orang perempuan Tingkat kehadiran : 100 % Waktu belajar : 07.00 – 12.00 (jadwal standar) • . Menggambar Hasil Pengamatan agro-ekosistem pertemuan ke-9 Pengamatan agro-ekosistem pertemuan ke-9

  28. Penjelasan petugas monev. pusat Presentasi hasil pengamatan ae Presentasi hasil pengamatan ae Peserta SLPHT Sedang melakukan pengamatan Agroekosistem

More Related