Sistem Olfaktorius dan Gangguan Penghidu - PowerPoint PPT Presentation

kairos
sistem olfaktorius dan gangguan penghidu n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Sistem Olfaktorius dan Gangguan Penghidu PowerPoint Presentation
Download Presentation
Sistem Olfaktorius dan Gangguan Penghidu

play fullscreen
1 / 45
Download Presentation
Sistem Olfaktorius dan Gangguan Penghidu
500 Views
Download Presentation

Sistem Olfaktorius dan Gangguan Penghidu

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Sistem Olfaktorius dan Gangguan Penghidu Dr. Effy Huriyati, SpTHT-KL

  2. PENDAHULUAN

  3. Anatomi Sistem Olfaktorius

  4. Anatomi Sistem Olfaktorius

  5. Anatomi Sistem Olfaktorius

  6. Anatomi Sistem Olfaktorius Regio Olfaktoria

  7. Anatomi Sistem Olfaktorius Jalur yang pendek Neuron dan badan sel NRO rentan untuk cedera oleh infeksi, kimia/ toksin, trauma dan proses inflamasi

  8. Anatomi Sistem Olfaktorius 1. Olfactory bulb , 2. Mitral cells, 3. Bone, 4. NasalEpithelium, 5. Glomerulus, 6. Olfactory receptor cells

  9. Neuroepithelium :

  10. Anatomi Sistem Olfaktorius

  11. Anatomi Sistem Olfaktorius

  12. Anatomi Sistem Olfaktorius

  13. Olfactory pathway

  14. Fisiologi Sistem Olfaktorius Jalur molekul bau hingga mencapai celah olfaktoria

  15. Fisiologi Sistem Olfaktorius

  16. Fisiologi Sistem Olfaktorius

  17. Fisiologi Sistem Olfaktorius Binding of odorants to specific G-protein coupled receptors activates an adenylatecyclase (AC) through the G-protein α-subunit Golf. The produced cAMP binds to and opens cyclic nucleotide gated channels and calcium enters the cell. The initial depolarization caused by the opening of this unselective cation channels is than amplified by the opening of CaCCs (calcium activated chloride channel )

  18. Fisiologi Sistem Olfaktorius

  19. Jalur Kemosensoris Tambahan

  20. Jalur Kemosensoris Tambahan

  21. Jalur Kemosensoris Tambahan

  22. Jalur Kemosensoris Tambahan Serabut saraf yang terlibat pada sensasi yang dimediasi secara trigeminal

  23. Jalur Kemosensoris Tambahan Inflamasi neurogenik

  24. Jalur Kemosensoris Tambahan

  25. Jalur Kemosensoris Tambahan

  26. Sensasi Aliran Udara pada Mukosa Hidung

  27. Sensasi Aliran Udara pada Mukosa Hidung

  28. Aspek Klinis Fungsi Olfaktoria pada Hidung Klasifikasi Gangguan Penciuman

  29. Aspek Klinis Fungsi Olfaktoria pada Hidung Etiologi

  30. ETIOLOGI

  31. ETIOLOGI

  32. Diagnosis

  33. Diagnosis

  34. INTERPRETASI & TERAPI

  35. Interpretasi dan Terapi

  36. Rinosinusitis Kronis dan Gangguan Olfaktorius

  37. Rinosinusitis Kronis dan Gangguan Olfaktorius

  38. Rinosinusitis Kronis dan Gangguan Olfaktorius

  39. TERIMA KASIH

  40. Rinosinusitis Kronis dan Gangguan Olfaktorius

  41. Rinosinusitis Kronis dan Gangguan Olfaktorius

  42. Rinosinusitis Kronis dan Gangguan Olfaktorius

  43. Aspek Klinis Fungsi Sensoris Hidung

  44. Kesimpulan

  45. TERIMA KASIH