struktur modal leverage dan kebijakan dividen pert 21 22 l.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
STRUKTUR MODAL, LEVERAGE DAN KEBIJAKAN DIVIDEN Pert.21-22 PowerPoint Presentation
Download Presentation
STRUKTUR MODAL, LEVERAGE DAN KEBIJAKAN DIVIDEN Pert.21-22

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 32

STRUKTUR MODAL, LEVERAGE DAN KEBIJAKAN DIVIDEN Pert.21-22 - PowerPoint PPT Presentation


  • 446 Views
  • Uploaded on

STRUKTUR MODAL, LEVERAGE DAN KEBIJAKAN DIVIDEN Pert.21-22. Matakuliah : F0274 – Manajemen Keuangan Perusahaan Tahun : Sept 2006. Aktiva. Hutang lancar. Modal. Hutang jangka panjang. Pinjaman. Total. Modal Pemegang saham. Modal. 1. Saham preferen. Modal. 2. Saham biasa. Sendiri.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'STRUKTUR MODAL, LEVERAGE DAN KEBIJAKAN DIVIDEN Pert.21-22' - juro


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
struktur modal leverage dan kebijakan dividen pert 21 22

STRUKTUR MODAL, LEVERAGE DAN KEBIJAKAN DIVIDENPert.21-22

Matakuliah : F0274 – Manajemen Keuangan Perusahaan

Tahun : Sept 2006

slide2

Aktiva

Hutang lancar

Modal

Hutang jangka panjang

Pinjaman

Total

Modal Pemegang saham

Modal

1. Saham preferen

Modal

2. Saham biasa

Sendiri

3. Laba ditahan

Struktur modal adalah merupakan bauran atau perpaduan dari utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa (saham biasa dan laba ditahan) yang dikehendaki perusahaan dalam struktur modalnya.

Struktur modal adalah keputusan dalam mengambil keputusan pembiayaan perusahaan karena secara langsung berakibat terhadap biaya modal, keputusan investasi dan meningkatkan nilai perusahaan

Jenis-Jenis Modal

Dapat dilihat dari neraca passiva.

slide3

Resiko Bisnis dan Keuangan

  • Resiko Bisnis

Adalah resiko yang berkaitan dengan proyeksi tingkat pengem-balian atas ekuitas (ROE) suatu perusahaan di masa yang akan datang, dengan asumsi bahwa perusahaan tersebut tidak meng-gunakan utang.

  • Resiko keuangan

Adalah bagian dari resiko yang ditanggung pemegang saham, yang melebihi resiko bisnis yang mendasar, sebagai akibat dari penggunaan leverage keuangan.

Leverage Keuangan

Adalah ukuran yang menunjukkan sampai sejauh mana sekuritas ber-penghasilan tetap (utang dan saham preferen) digunakan dalam struktur modal perusahaan.

TINGKAT LEVERAGE

Leverage

 Adalah penggunaan assets dan sumber dana (source of funds) oleh perusahaan yang mengeluarkan biaya tetap dengan maksud agar dapat meningkatkan keuntungan potensial bagi pemegang saham.

slide4

perubahan

%

EBIT

=

DOL

perubahan

%

penjualan

(

)

Q

P

-

V

=

DOL

(

)

Q

-

Q

P

-

V

F

S

-

V

C

=

DOL

sales

S

-

V

C

-

F

Dilihat dari income statement (full costing)

Sales Revenue XXX

Cost of good sold (Fc dan Vc) XX Operating Leverage

Gross profit XX (Degree of operating

Operating expences XX Levrage= DOL)

EBIT XX

_________________________________

Ineterst XX Financial Leverage

EBT XX (Degree of financial

Tax rate XX Leverage = DFL)

EAT XX

Tingkat leverage operasi = DOL

Hal ini telah dibahas pada pertemuan sebelumnya, namun perlu diingkatkan kembali :

Contoh :

slide5

Perusahaan A,B dan C laporan keuanganannya tahun 2005 sbb:

Laporan laba-rugi perusahaan A,B dan C ($ 000)

Keterangan Perus.A Perus B Perus C

Penjualan $ 60.000 $ 90.000 $ 120.000

Biaya variable 12.000 54.000 30.000

Marjin kontribusi 48.000 30.000 100.000

Biaya tetap 28.000 15.000 60.000

EBIT 20.000 15.000 40.000

Harga/unit $ 100 100 100

Sales volume/unit 600/u 900/u 1.200/u

Biaya variable/unit $20/u $60/u $,25/u

Q(P-V) 600(100-20)

> DOLA = ------------- =-------------------------- =2,4

Q(P-V)-F 600(100-20)- 28.000

900( 100-60)

>DOLB = -------------------------------- = 1,74

900( 100-60) – 15.000

1.200 ( 100 – 25)

>DOLC=------------------------------------- = 3.

1.200 (100 – 25) – 60.000

slide6

DOLA= 2,4 artinya tingkat elastisitas operasi pada out put penjualan terhadap EBIT sebesar 24% , ini berarti bahw apabila penjualan perusahaan A naik 10% maka laba operasi akan naik 2,4 x 10% = 24%. Sebaliknya , bila penjualan turun 10% maka penurunan tersebut berakitbat EBIT juga turun sebesar 2,4 x 10% = 24%.

Kondisi ini juga berlaku pada perusahaan B dan C Kalau di masing-masing perusahaan,terjadi perubahan kenaikan atau penurunan atas penjualan, biaya tetap, biaya variable, harga, sales volume, maka DOL ini akan berubah juga.

Perusahaan C lebih besar resikonya ketimbang perusahaan A dan B, karena kontribusi laba yang diperoleh digunakan untuk menutup biaya tetap yang lebih besar atau $ 60.000 atau 60% dari total penjualan. Besarnya tingkat perubahan laba operasi perusahaan sebagai akibat perubahan DOL/Penjualan sangat erat hubungannya dengan break even point (titik impas) . Hal ini dapat dibuktikan dengan perusahaan A, dapat dicari BEP nya.

BEPQ /A = Fixed Ccost / Contribution margin/unit.

= $ 28.000/ ( 100 – 20)

= $ 28.000/80

= 350 unit,

BEP $ = 350 x $ 100 = $ 35.000

slide7

%

Δ

DEPS

=

DFL

%

Δ

DEBIT

%

perubahan

EPS

=

DFL

pada

x

%

perubahan

EBIT

Δ

EPS

EBIT

EPS

=

=

Δ

EBIT

EBIT

-

I

EBIT

S

-

V

C

-

F

=

S

-

V

C

-

F

-

I

Tingkat Leverage keuangan (Degree of Financial leveraga)

Adalah persentase perubahan laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa yang diakibatkan oleh berubah-nya laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dalam persentase tertentu.

Contoh:

Data perusahaan A,B dan C digunakan untuk menghitung DFL, asumsi perusahaan meminjam uang dari bank sebesar $ 100.000 dengan bunga per tahun 12% tahun , atau bunganya ( interest)= $12.000/tahun.

slide8

S

-

V

C

=

=

=

DTL

DCL

DOL

x

DFL

S

-

V

C

-

F

-

I

DFL dengan menggunakan rumus dapat dicari.

= 600 ( 100 – 20) – 28.000 .

600(100-20)-28.000-12.000

= 20.000/8.000

= 2,5 .

DFL sebesar 2,5 artinya , bila EBIT naik dengan 40% maka EPS akan naik sebesar 2,5 x 40% = 100% dan sebaliknya bila terjadi penurunan. Hasil perhitungan dari DFL, perusahaan berkepentingan terhadap EBIT blla digunakan dengan beban tetap, sehingga satu sama lainnya saling berkaitan.

Untuk perusahaan B dan C dapat dicari dengan cara yang sama seperti diatas.

Tingkat leverage total (Degree of Total/Combined Leverage = DTL / DCL)

Adalah persentase perubahan EPS yang diakibatkan oleh perubahan penjualan sebesar persentase tertentu

DTL disebut juga Degree of Combined Leverage (DCL).

DTL perusahaan A dapat dihitung:

DOLA x DFLA =

2,4 x 2,5 = 6

slide9

Dapat disimpulkan bahwa masalah DFL baru akan timbul setelah perusahaan menggunakan dana dengan beban tetap, yang menghasilkan “Favorable FinancialLeverage” atau efek yang menghasilkan positif apabila pendapatan yang diterima dari penggunaan dana tsb lebih besar daripada beban tetapnya. Efek yang menguntungkan ini (DFL) sering disebut “Trading on the Equity”

INDIFFERENCE POINT.

Menentukan struktur modal yang optimal

Adalah struktur modal yang memak-simumkan harga saham perusahaan, dan hal ini memerlukan rasio utang yang lebih rendah daripada rasio utang yang memaksimumkan EPS.

slide10

(

)

(

)

(

)

-

-

X

1

t

X

-

I

1

t

=

=

EPS

indifferen

ce

point

S

1

S2

(

)

(

)

(

)

(

)

æ

ö

Jml

saham

2

I

-

jml

saham

1

I

1

ç

÷

=

+

F

1

2

ç

÷

(

)

Jml

saham

2

-

jml

saham

1

1

-

v

è

ø

Analisa pengaruh leverage keuangan terhadap EBIT/EPS

Analisa atas EPS yang indiferen

Analisa Titik indiferen EPS (Indifference Point atau break Even Point EBIT dan EPS)

Adalah tingkat penjualan yang mengakibatkan EPS menjadi sama meskipun perusahaan melakukan pembiayaan dengan utang, saham biasa ataupun saham prerferen.

EPS indifference point = titik impas = SBE

Jika sumber dana dari saham biasa dan obligasi (hutang jangka panjang) maka

Keterangan :

X = EBIT pada indiffrence point (SBE,= titik impas)

I = bunga obligasi dalam rupiah/dolar.

t = tingkat pajak

S1= jumlah saham biasa yang beredar (kalau hanya menjual saham biasa)

S2= jumlah saham biasa beredar kalau menjual saham biasa dan obligasi bersama-sama.

slide11

=

Penjualan

-

Total

biaya

-

Bunga

(EBIT

-

1)(1

-

T)

=

EPS

Jml

Saham

yg

beredar

 EPS indifference point akan lebih jelas dalam grafik sehingga kelihatan keunggulan dari sumber dana yang dibutuhkan oleh perusahaan.

 Titik penjualan dibawah titik indiference point, nilai EPSnya akan lebih tinggi jika perusahaan lebih banyak menggunakan saham biasa.

 Tingkat penjualan diatas titik indiferen, nilai EPSnya akan lebih inggi jika perusahaan menggunakan utang.

slide12

Perusahaan dapat menggunakan dana operasinyan dengan memilih alternatif antara hutang dengan dengan modal saham, atau modal saham dengan saham preferen, atau ketiganya digunakan. Hubungan Indifference Point (IP) berarti terjadi hasil EPS dengan EBIT adalah sama (break even EPS dan EBIT). Pada kondisi ini, pertimbangan pembelanjaan (financial mix) dalam tingkat leverage factor berapapan EPS dan EBIT sama, sehingg manajemen dapat memilih sumber dana yang paling menguntungkan perusahaan.

Analisis IP disebut juga “tititk impas dalam financial leverage atau analisis hubungan EBIT dengan EPS dalam struktur modal. “

(EBIT- I) (i- t) PD

EPS= -----------------------------

NS

Dimana

I= Bunga hutang obligasi dllnya.

PD = Dividen tahuna saham preferen.

T = Tax rate.

NS atau S1 dan S2 = Jumlah lembar saham

slide13

Contoh:

Florida Coy dengan modal sebesar

$ 400.000. karena meningkatnya permintaan maka perusahahaan membutuhan tambahan modal sebesar $200.000 yang dapat diperoleh dari tiga alternatif yaitu:

Semuanya dengan emisi saham biasa.

Obligasi dengan bunga 12%

Saham preferen, dividen 11%.

Perusahaan mendapat EBIT $ 60 ribu. Dengan adanya ekspansi laba diharapkan naik menjadi $ 108 ribu. Tax rate 40%, dan saat ini saham biasa beredar 100.000 lbr. Saham biasa laku dijual $ 2.000/lbr, dan apabila memilih pendanaan dari modal sendiri, maka emisi saham biasa baru 50.000/lbr. Untuk menganalisis sumber modal mana yang diambil manajemen dapat dihitung dengan data berikut ini.

slide14

Keterangan Saham Biasa Hutang S.Preferen

EBIT $ 108.000 $108.000 $ 108.000

Bunga 12% --- 24.000 ---

EBT 108.000 96.000 108.000

Tax 40% 43.200 38.400 43.200

EAT 64.800 67.600 64.800

Div.S.preferen --- --- 22.000

Laba P.saham 64.800 67.600 42.000

Ttl.saham be

redar/lembar 150.000 100.000 100.000..

EPS $ 432 $ 676 $ 420……

Untuk mencari besarnya EBIT untuk dapatmenutup beban tetap, rumus tsb.diatas harus di nol kan dulu EPS.

0 =( EBIT-I) ( I-t)PD/ NS = 0 = (EBIT-I)(I-t)PD

a. Bila menggunakan alternative Saham Biasa.

  0 = (EBIT-I)( I-t)PD

= (EBIT-0) (1-0,4) -0

= EBIT (0,60)

EBIT = 0/0,6 = 0.

Dengan memilih saham biasa maka besarnya EPS sama dengan nol, maka EPS juga sama nol

slide15

b. Bila tambahan dana dengan hutang (Debt).

0 = (EBIT-I)(I-t)PD

= (EBIT-12%x 200.000)( 1-0,40)- 0

= (EBIT -24.000) 0,60

= 0,6(EBIT- 14.400

EBIT = $ 24.000 atau sama dengan jumlah

Bunga yang harus dibayar.

c. Tambahan dana dengan Saham Preferen.

0 = (EBIT-I) (I-t)-PD

= (EBIT- 0)( 1- 0,40) – 22.000

= EBIT (0,60)- 22.000

EBIT = $ 36.667.

slide16

Sekarang kita hitung Indiffrence Point.

a. Indiffrence Point Common Stock vs Debt.

Pergunakan rumus:

(EBIT1,2 –I1) (I-t)PD1 = (EBIT1,2-I2)(1-t)PD2

NS1atau S1 NS 2 atau S 2

(EBIT1,2-0)(1-0,4) = (EBIT 1,2-24.000)(1-0,4)0

150.000 100.000

(EBIT1,2)(0,60) (100.000) = (EBIT1,2-24.000)(0,60) (150.000)

60.000 EBIT 1,2 = (0,6EBIT1.2-14.400)(150.000)

60.000 EBIT 1,2 = 90.000EBIT1,2- 2.160.000.000

30.000EBIT1,2 = 2.160.000.000

EBIT 1,2 = $ 72.000

b. IP dgn pendanaan Saham Biasa VS S.Preferen

Pergunakan rumus diatas dan subsitusikan.

(EBIT1,2=0)(1-0,40)-0 = (EBIT1,2-0)(1-0,40)-22.000

150.000 100.000

(EBIT1,2)(0,60)(100.000) = (EBIT1,2)(0,60)-22.000 (150.000)

(0,60EBIT1,2)(100.000) = (0,60 EBIT1,2)-22.000x 150.000

60.000EBIT1,2 = 90.000EBIT1,2 = 3.300.000.000

30.000EBIT1,2 = 3.300.000.000

EBIT1,2 = $ 110.000

slide17

Dari hal tsb diatas, jelas bahwa :

  • EBIT pendanaan Common Stock VS Debt adalah sama yaitu sebesar $ 72.000
  • EBIT pendanaan Common Stock VS Preferred Stock adalah sama $ 110.000

Bagaimana dengan EPS, apakah sama?

Keterangan Alternatif C.Stock Alt. dgn Debt

EBIT $72.000 $72.000

Interest12% --- 24.000

EBT 72.000 48.000

Tax 40% 28.800 19.200

EAT 43.200 28.800

T.Saham beredar 150.000 100.000

EPS $ 0,288 $0.288

EPS ribuan $ 288$ 288

EPS antara Common Stock VS Preferred Stock

Keterangan Alt.Common Stock Prefer.Stock

EBIT $110.000 $ 110.000

Interest --- ---

Tax 40% 44.000 44.000

EAT 66.000 66.000

Div.P.Stock --- 22.000

Laba P.Sham 66.000 44.000

Saham beredar 150.000 100.000

EPS $ 0,44 $0,44

EPS(ribuan) $ 440$ 440.

slide18

Stock

Market

Price

=

P/E

EPS

Grafik Indifference Point, ketiga sumber pendanaan tsb diatas dapat dilihat pada : ANIMASI MATERI KULIAH INI.

Analisa Likuiditas dan arus kas.

Sejumlah kesulitan praktis sehubung-an dengan jenis analisis.

Kesulitan dalam menentukan secara pasti pengaruh leverage keuangan P/E (perbandingan antara harga dengan keuntungan).

b. Perbedaan tingkat kekonservatifan manajer dengan pemegang saham

c. Keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang mungkin berten-tangan dengan maksimisasi harga minimisasi biaya modal yang berjangka pendek.

slide19

Studi kasus.

PT.Tungkir Jaya tahun akhir tahun 2005 mempunyai modal $ 100.000 dengan EBIT sebesar $ 150.000 dan akan menambah modalnya $ 50.000 untuk ekspansi dengan sumber modal dari tiga alaternatif :

Emisi saham biasa semuanya.

Dengan bonds, coupon rate 12%

Saham preferen, dividen 11%

Dalam rangka ekspansi ini perusahaan tahun 2006 ini mengharapkan laba naik menjadi $ 270.000, tax rate 40%.Saat tahun 2005 saham biasa beradar 250.000 lbr dan dapat dijual $ 50/lbr. Kebijakan manajemen bahwa kalau memilih sumber dana dari modal sendiri, maka perusahaan harus mengemisi saham biasa baru 12.500 lbr.

slide20

Diminta :

Dengan tambahan dana tsb diatas, hitunglah EBIT bila perusahaan mengeluarkan saham biasa baru.

Hitunglah EBIT kalau dana tsb dari sumber hutang jangka panjang(bonds)

Hitunglah EBIT bila dana tsb dari saham preferen.

Hitunglah break even point EBIT dan EPS antara dana dari hutang dan saham biasa baru, dengan adanya tambahan modal tsb..

Hitunglah break even point EBIT dan EPS antara saham biasa dengan preferen dengan adanya tambahan modal tsb.

Buatlah grafik Indiffrence Point dari ketiga sumber modal tsb.

Menurut saudara, sumber modal mana yang dipilih oleh manajemen untuk memncapi laba yang ditentukan tahun 2006?.

slide21

KEBIJAKAN DIVIDEN

Kebijakan dividen (dividen policy) dapat diartikan kebijakan untuk menentukan berapa banyak dari laba harus dibayarkan kepada pemegang saham dan berapa banyak yang akan ditanam kembali di perusahaan.

Tiga Pembagian Kebijakan Dividen.

Membagi dividen sebesar-besarnya.

Membagi dividen atau menerbitkan saham baru.

Membagikan dividen sekecil-kecilnya, kalau perlu tidak usah dibagikan dividen.

Faktor- faktor yang mempengaruhi pembayaran dividen

Peraturan hukum

Faktor likuiditas

Faktor biaya penerbitan saham baru (emisi saham)

Pengendalian

Stabilitas keuntungan dan kebangkrutan

Biaya transaksi dan kebutuhan modal

Tingkat pengembalian aset

Kebijakan Dividen yang optimal

Adalah kebijakan dividen yang menciptakan keseimbangan di antara dividen saat ini dan pertumbuhan di masa mendatang sehingga memaksi-mumkan harga saham perusahaan.

slide22

Dua teori kebijakan Dividen

Teori ketidakrelevanan (irrelevansi) dividen.

Adalah teori yang menyatakan bahwa kebijakan deviden perusa-haan tidak mempunyai pengaruh baik terhadap nilai perusahaan maupun biaya modalnya.

Teori ini dikemukakan tahun 1966 oleh Merton H. Miller dan Franco Modigliani yang terkenal dengan teori “MM”. Inti teori ini adalah dalam dunia yang sempurna (ada kepastian, tidak ada pajak, tidak ada biaya transaski dan tidak pasar lain yang sempurna) maka nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh dividen. Teori ”MM” memberikan beberapa asumsi agar teori yang terkendali (manageable).

2. Teori bird – in -the hand tallacy.

Adalah dividen memiliki resiko yang lebih kecil daripada resiko kenaikan nilai modal, oleh karena itu, ks, akan naik jika pembagian dividen dikurangi. Teori ini dikem-bangkan oleh Gordon-Lintner yang intinya bahwa investor memandang seekor burung di tangan lebih berharga dari pada seribu burung di udara. Teori Gordon-Lintner ini ditentang oleh teori “MM” dan sebaliknya.

slide23

Dua isu lainnya tentang kebijakan deviden.

1. Information Content (Signaling Hypothesis)

Adalah teori yang menyatakan bahwa investor menganggap perubahan dividen pertanda bagi perkiraan manajemen atas laba.

2. Clientele Effect

Adalah kecendrungan perusahaan untuk menarik jenis investor yang menyukai kebijakan dividennya.

Kebijakan Dividen dalam praktek

1. Kebijakan dividen residual

Adalah kebijakan di mana dividen yang dibayarkan sama dengan laba aktual dikurangi dengan laba yang perlu ditahan untuk membiayai anggaran modal perusahaan yang optimal.

Dasar dari kebijakan ini adalah kenyataannya bahwa investor lebih menginginkan perusahaan mena-han dan menginvestasikan kembali laba daripada membagikannya dalam bentuk dividen, apabila laba yang diinvestasikan kembali terse-but dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi daripada tingkat pengembalian (laba) rata-rata yang dapat dihasilkan sendiri oleh investor dari investasi lain dengan resiko yang sebanding.

slide24

2. Dividen yang konstan (naik secara mantap)

Adalah kebijakan dividen tahunan yang tidak akan pernah diturunkan dalam jumlah persentase tertentu dari laba kepada pemilik setiap periode pembayaran dividen. Dalam hal ini, terdapat kebijakan Dividen PayOut Ratio (DPR) adalah persentase dari setiap rupiah/dolar yang dihasilkan kepada pemegang saham dalam bentuk tunai, dihitung dengan membagi dividen kas per saham dengan laba per saham.

Dividen rendah teratur dan ditambah ekstra (Low regular extra dividen policy)

Adalah kebijakan dividen yang didasarkan pembayaran deviden rendah secara teratur kemudian ditambah dengan dividen ekstra bila ada jaminan kelebihan dana yang tersedia.

slide25

Rencana Reinvestasi Dividen (Dividen Reinvestmen Plan=DRP)

Adalah rencana yang memungkinkan pemegang saham untuk secara otomatis menginvestasikan kembali dividennya dalam bentuk saham perusahaan.

Rencana Reinvestasi Dividen (Dividen Reinvestmen Plan=DRP)

Adalah rencana yang memungkinkan pemegang saham untuk secara otomatis menginvestasikan kembali dividennya dalam bentuk saham perusahaan.

Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap ks

Keinginan pemegang saham akan penghasilan sekarang ini dibanding penghasilan yang akan datang.

Tingkat resiko dividen dibanding dengan kenaikan nilai modal (capital gain).

Informasi atau pertanda yang terkandung pada dividen.

Stabilitas Dividen

 Adalah para investor lebih tertarik pada kondisi stabilitas dividen peru-sahaan daripada dividen pay out ratio yang tinggi. Stabilitas dividen disini, tetap memperhatikan tingkat pertum-buhan perusahaan.

 Saham yang memberikan dividen yang stabil selama periode tertentu akan mempunyai harga yang lebih tinggi daripada saham yang mem-bayar dividennya dalam persentase yang tetap terhadap laba.

slide26

Dividen Saham (Stock Dividend)

Adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk tambahan, bukan dalam bentuk uang tunai/kas.

Stock Splits

Adalah pemecahan nilai nominal saham kedalam nilai saham yang lebih kecil, dan jumlah saham beredar meningkat secara proporsional sebagai akibat penurunan nilai saham.

Reserve stock splits (pemecahan balik saham)

Adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan harga saham perusaha-an dengan cara menukar sejumlah saham beredar untuk saham baru.

  • Saham yang dipecah 1 dari 2 1 saham baru ditukar dengan 2 saham lama
  • Saham yang dipecah 2 dari 3  2 saham baru ditukar untuk 3 saham lama

Pembelian kembali Saham (Stock Repurchace)

Adalah suatu transaksi dimana suatu perusahaan membeli kembali seba-gian dari sahamnya sendiri.

Jumlah saham yang beredar akan berkurang dan harga saham mening-kat maka laba juga akan meningkat.

Maksud pembelian kembali saham adalah mempertinggi nilai saham yang dimiliki dan menolong untuk meng-halangi orang-orang/investor-investor yang tidak diinginkan mengambil alih perusahaan.

slide27

Tiga cara peningkatan nilai saham dengan pembelian kembali saham.

Mengurangi jumlah lembar saham yang beredar dan dapat mening-katkan EPS.

Memberi signal positif kepada investor di pasar dan manajemen percaya saham dinilai rendah.

Memberi dasar sementara untuk harga saham yang mungkin turun.

Keputusan Pembiayaan Jangka Panjang

Ekuitas Saham Biasa

Adalah jumlah saham biasa modal disetor dan laba ditahan yang dimiliki perusahaan yang setara dengan total investasi pemegang saham biasa di dalam perusahaan.

Nilai buku per saham (Book value per share)

Adalah nilai akuntansi dari selembar saham biasa, setara dengan ekuitas saham biasa (dengan saham biasa ditambah dengan laba yang ditahan) dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar.

slide28

Hak-Hak Hukum dan Istimewa Pemegang Saham Biasa

  • Pengendalian perusahaan

Surat kuasa (Proxy)

Ialah suatu dokumen yang memberi seseorang wewenang untuk bertindak atas nama orang lain, umumnya kuasa untuk memberikan suara atas saham biasa.

2. Proxy Fight (Perebutan kuasa)

Adalah usaha yang dilancarkan oleh perseorangan atau suatu kelompok untuk memperoleh pengendalian atas perusahaan dengan jalan meminta kuasa dari pemegang saham untuk mewakili hak suara pemegang saham dalam memilih mana-jemen baru bagi perusahaan.

3. Pengambilalihan (Take over)

Adalah tindakan dengan jalan mana seseorang atau suatu kelompok berhasil memecat manajemen perusahaan dan mengambil kendali atau perusahaan.

4. Hak Preemtif (Preemptive Right)

Adalah ketentuan dalam anggaran rumah tangga perusahaan yang memberikan kepada pemegang saham biasa hak untuk membeli atas dasar prorata saham biasa yang baru diterbitkan.

slide29

Pasar untuk saham biasa

Bursa Pararel (Over the counter = OTC market)

Adalah jaringan dealer yang mengurus perdagangan seku-ritas yang belum terdaftar (unlisted).

2. Bursa utama (Organized Security Exchange)

Adalah organisasi resmi yang mempunyai lokasi fisik yang nyata, yang memudahkan perdagangan sekuritas terdaftar (listed).

Tiga Jenis Transaski Pasar Saham

1. Pasar Sekunder (Secondary market)

Adalah pasar di mana saham yang telah beredar (used stock) diperdagangkan sesudah saham-saham tersebut diterbitkan oleh perusahaan. Perdagangan saham beredar dari perusahaan punlik yang sudah mapan.

2. Pasar Perdana (Primary market)

Adalah pasar di mana perusahaan menerbitkan sekuritas baru untuk menambah modal perusahaan. Saham tambahan dijual oleh perusahaan publik yang sudah mapan.

slide30

Keputusan untuk “ Going Public”

Adalah tindakan menjual saham kepada masyarakat umum oleh suatu perusahaan keluarga atau pemegang saham utamanya.

  • Bursa Emisi (New Issue Market)

Adalah pasar yang terdiri dari saham perusahaan yang baru saja “Going public”

  • Keunggulan dari “Going Public”

Membuka jalan bagi pemegang saham untuk melakukan diversifikasi.

Menaikkan likuiditas.

Mempermudah perusahaan mendapatkan uang tunai.

Memberikan ukuran atau nilai perusahaan.

  • Kelemahan dari “ Going Public”

Biaya pelaporan ke Bapepam atau SEC.

Pengungkapan informasi (Disclosure).

Kekurang leluasaan bagi diri Pemilik (Self Dealings)

Pasar yang lesu dengan harga yang rendah.

Pengendalian.

slide31

Proses Bank Investasi

Bank Investasi (Investment banker) adalah perantara dibidang keuangan yang membeli sekuritas dari peru-sahaan dan pemerintah serta men-jualnya kembali kepada perusahaan dan masyarakat.

  • Fungsi Bank Investasi

Menjamin penerbitan-penerbitan sekuritas.

Memberi nasehat kepada klien/ langganan.

Proses Penjaminan Emisi (Underwriting) adalah proses dimana pihak bankir investasi membeli surat-surat berharga dari perusahaan penerbit sekuritas tersebut dengan harga yang lebih rendah dari harga yang akan dijual kembali.

Tanggung jawab bank investasi kepada emiten

Penjamin emisi dengan kesanggupan penuh (full commitment underwriting)  menanggung resiko.

Penjamin emisi dengan kesanggupan terbaik (best effort undrwriting)  berperan sebagai agen.

Penjamin emisi dengan kesanggupan siaga (stand by commitment)  Disamping menawarkan juga mau membeli sekuritas yang tidak laku.