1 / 43

TRANSPORTASI ; AKTIVITAS SOSIAL EKONOMI

TRANSPORTASI ; AKTIVITAS SOSIAL EKONOMI. Sakti Hendra Pramudya Maria Emy Seppid Akhati Muflikhah Nurika Dwi Purwanti Inastri Nityasari Pramestri Adiyani Fajar Praniwi Pramushinta N. Ratih Kusuma Dewi Riswan Septriyadi. PENDAHULUAN. Indonesia….

jana
Download Presentation

TRANSPORTASI ; AKTIVITAS SOSIAL EKONOMI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TRANSPORTASI ; AKTIVITAS SOSIAL EKONOMI Sakti Hendra Pramudya Maria Emy Seppid Akhati Muflikhah Nurika Dwi Purwanti Inastri Nityasari Pramestri Adiyani Fajar Praniwi Pramushinta N. Ratih Kusuma Dewi Riswan Septriyadi

  2. PENDAHULUAN

  3. Indonesia… • Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiki lebih dari 17.000 pulau • Total wilayah 735.355 mil persegi • Berpenduduk sekitar 220 juta jiwa • Tanpa sarana transportasi yang memadai maka akan sulit untuk menghubungkan seluruh daerah di kepulauan ini.

  4. TRANSPORTASI DAN EKONOMI • Kebutuhantransportasimerupakankebutuhanturunan (derived demand) akibataktivitasekonomi, sosial, dansebagainya • Dalamkerangkamakro-ekonomi, transportasimerupakantulangpunggungperekonomiannasional, regional, danlokal, baikdiperkotaanmaupundipedesaan. • Saranatransportasi yang adadidarat, laut, maupunudaramemegangperanan vital dalamaspeksosialekonomimelaluifungsidistribusiantaradaerahsatudengandaerah yang lain.

  5. TRANSPORTASI DAN EKONOMI • Distribusibarang, manusia, dll. akanmenjadilebihmudahdancepatbilasaranatransportasi yang adaberfungsisebagaimanamestinyasehinggatransportasidapatmenjadisalahsatusaranauntukmengintegrasikanberbagaiwilayahdi Indonesia. • Harusdiingatbahwasistemtransportasimemilikisifatsistemjaringandimanakinerjapelayanantransportasisangatdipengaruhiolehintegrasidanketerpaduanjaringan. • Melaluitransportasipendudukantarawilayahsatudenganwilayahlainyadapatikutmerasakanhasilproduksi yang rata maupunhasilpembangunan yang ada.

  6. TRANSPORTASI DAN EKONOMI • Kebutuhan angkutan bahan-bahan pokok dan komoditas harus dapat dipenuhi oleh sistem transportasi yang berupa jaringan jalan, kereta api, serta pelayanan pelabuhan dan bandara yang efisien.

  7. TRANSPORTASI DAN PROSES SOSIAL • Transportasi jika ditilik dari sisi sosial lebih merupakan proses afiliasi budaya dimana ketika seseorang melakukan transportasi dan berpindah menuju daerah lain maka orang tersebut akan menemui perbedaan budaya dalam bingkai kemajemukan Indonesia. • Sudut pandang sosial juga mendeskripsikan bahwa transportasi dan pola-pola transportasi yang terbentuk juga merupakan perwujudan dari sifat manusia

  8. PERKEMBANGAN TRANSPORTASI DI INDONESIA • Padaumumnyaperkembangansaranatransportasidi Indonesia berjalansedikitlebihlambatdibandingkandengannegara-negara lain seperti Malaysia danSingapura. • Hal inidisebabkanolehperbedaanregulasipemerintahmasing-masingnegaradalammenanganikinerjasistemtransportasi yang ada. • Kebanyakandari Negara majumenganggappembangunantransportasimerupakanbagian yang integral daripembangunanperekonomian.

  9. SilahkanBandingkanPerbedaanya…. Jakarta Kualalumpur Singapore

  10. ASUMSINYA…. • Pembangunan berbagaisaranadanprasaranatransportasisepertihalnyadermaga, pelabuhan, bandara, danjalanreldapatmenimbulkanefekekonomiberganda (multiplier effect) yang cukupbesar, baikdalamhalpenyediaanlapangankerja, maupundalammemutarkonsumsidaninvestasidalamperekonomianlokaldan regional. • BerdasarkanGambar Indonesia nampaknyaberpandanganberbeda.

  11. TRANSPORTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH

  12. TRANSPORTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH • Padahakikatnyatransportasimerupakanprosesperpindahanbarang, manusia, maupunjasa. • Dalamprosesperpindahantersebutterdapatsuatuprosesdimanaseseorangakanmelakukanaktivitasekonomi. • Skalaekonomi (economy of scale), lingkupekonomi (economy of scope), danketerkaitan (interconnectedness) harustetapmenjadipertimbangandalampengembangantransportasidalamkerangkadesentralisasidanotonomidaerah.

  13. TRANSPORTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH • Distribusi barang dan jasa yang baik dan lancar menuntut keberadaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai agar distribusi mampu mengcover seluruh lingkup daerah tersebut.

  14. KASUS PAPUA

  15. KASUS PAPUA • Semenjak pemberlakuan otonomi daerah, propinsi Papua dituntut untuk lebih mandiri dalam pembangunan daerahnya dan pembangunan daerah Papua akan berjalan lancar jika distribusi barang, jasa, maupun manusia berjalan sebagaimana mestinya. • Perbedaan spasial yang ada antara kota-kota besar di Papua dan daerah pedalaman memberikan hambatan yang cukup besar dalam distribusi

  16. KASUS PAPUA • Selama ini distribusi barang dan jasa yang mampu mengcover seluruh wilayah Papua cukup mengandalkan sarana transportasi udara berupa penerbangan perintis. • Melalui penerbangan perintis, kebutuhan akan distribusi barang dan jasa dapat tercover, mengingat hambatan spasial yang tidak dapat diatasi oleh sarana transportasi darat.

  17. KASUS PAPUA • Namun, selamainititikpusatpenerbanganperintisdi Papua hanyaterdapatdikota-kotabesarsepertiJayapura, Merauke, Manokwari, Sorong, dan Biak. • Disampingitu armada penerbanganperintis yang terdapatdi Papua masihbelummemadaidalammengcoverseluruhdistribusibarang agar lebihcepatdanmemilikikuantitas yang besar. • Hal inidisebabkanpesawat transport yang selamainimelayanirutepenerbanganperintistersebutmasihberupapesawatberbaling-baling berbadankecildisampingkondisibandara yang belummampudidaratipesawatsekelas Boeing 737.

  18. KASUS PAPUA • Sehingga sampai saat ini pembangunan di Papua belum berjalan secara optimal. • Ironisnya pengolahan sumberdaya alam Papua selama ini didominasi oleh dua perusahaan asing raksasa (British Petroleum & Freeport McMoran)

  19. KASUS PAPUA • Mereka juga patut merasakan pembangunan….

  20. KASUS BANGKA-BELITUNG

  21. KASUS BANGKA-BELITUNG • Era otonomi daerah juga memberikan kesempatan bagi tiap-tiap daerah untuk memekarkan diri. • Salah satu contoh propinsi baru hasil pemekaran daerah adalah propinsi Bangka-Belitung

  22. KASUS BANGKA-BELITUNG • Propinsibarupenghasiltimahinimemiliki modal yang lebihdaricukupuntukberdirisebagaipropinsisetelahlepasdari Bengkulu • Namundemikianhambatanspasialberupakondisifisikpropinsitersebut yang berupakepulauandenganduapulauterbesaryaitupulau Bangka dan Belitung cukupmemberikanpermasalahanbagidistribusipembangunan. • Pengadaandanoptimalisasi armada transportasibaik armada lautmaupunudaraakanmemudahkandistribusibarangdanjasabagipropinsibarutersebut.

  23. KASUS BANGKA-BELITUNG • Dengan mengandalkan sarana transportasi laut yang memiliki jumlah armada yang belum memadai, nampaknya Propinsi Bangka-Belitung patut memikirkan optimalisasi sarana transportasi yang ada maupun memikirkan jalur transportasi udara agar mampu melancarkan distribusi pembangunan

  24. MAKA… • Dari beberapa contoh diatas dapat disimpulkan bahwa transportasi memegang peranan vital bagi pembangunan ekonomi daerah. Melalui tersedianya sarana dan prasarana yang baik maka distribusi barang, jasa, maupun manusia akan mampu berjalan lebih lancar, cepat, dan dalam kuantitas yang besar sehingga pembangunan di daerah akan berjalan dengan mulus.

  25. TRANSPORTASI PUBLIK DAN KONDISI SOSIAL MASYARAKAT; PENGARUHNYA TERHADAP PEREKONOMIAN

  26. A. MudikLebaran ; CerminanKondisiSosialdanAktivitasEkonomi • Dalambanyakkasusdilapangandapatkitaamatibahwasecaratidaklangsungtransportasimencerminkankondisisosialsuatumasyarakat. • Polapergerakantransportasimanusiajugamerupakansalahsatucerminankondisisosialsuatumasyarakat • Dalamwaktu-waktutertentuterkadangsejumlahbesarpendudukmelakukanpergerakansecarabersamaansecaramasifdenganmenggunakansaranatransportasipublik. • SalahsatucontohdarikasustersebutadalahfenomenamudikLebaran.

  27. A. MudikLebaran ; CerminanKondisiSosialdanAktivitasEkonomi • Terdapatsuatufenomenamenarikdimasyarakat yang bisadisaksikansetiaptahunmenjelangIdulFitriatauLebaran. • Kerinduanterhadapdaerahtempatdilahirkandandibesarkan, keinginanbersilaturahmisertaberkumpulbersamasaudaradanhandaitaulan, sertamotivasi lain semisalinginmenunjukkankeberhasilanhidupdikota, menjadifaktorpendorongdanalasanbagiwargamasyarakatuntukpulangkampung.

  28. A. MudikLebaran ; CerminanKondisiSosialdanAktivitasEkonomi • PeristiwaituseharusnyabisaditangkapolehpemerintahdaerahuntukmembantupengembanganekonomiKabupatenatau Kota • Meskipunmasatinggalparapemudikdidaerahasalnyatidakterlalu lama, halitutetapberdampakterhadapperekonomiandaerah • Biasanyabeberapapemerintahdaerahsudahmenyiapkanacarapenyambutansecarakhususterhadapparapemudiktersebut. • Polasemacamitubisadikembangkansehinggaakhirnyatimbulsinergiantarapemudik, kotabesar, danperekonomiandaerahasalmereka

  29. A. MudikLebaran ; CerminanKondisiSosialdanAktivitasEkonomi • Perludicermatiadalahapabilakegiatanmudikdikalkulasisecaraekonomimakaakanditemukanfaktabahwaaktivitastersebutmelibatkanperputaranuangtidaksedikit. Memangbelumadapenelitiandanperhitungankomprehensifmengenaimasalahitu, namundidugaperputaranuang yang terkaitsecaralangsungatautidaklangsungdengankegiatanmudikbisatriliunan rupiah.

  30. B. TransportasiPublik Indonesia • Secaragarisbesarkondisisaranadanprasaranatransportasipublikdi Indonesia masihbelumdioptimalkan • Hal tersebutdapatdievaluasisecarasederhanamelaluipengamatandilapangan • Dalambahasakeseharian, terdapatempathal yang kitabisajadikantolokukurdalammelakukanevaluasisederhanakondisitransportasikita, yaitu: keselamatan, keamanan, keterjangkauan, dankenyamanan (keempathaliniselanjutnyadisebutdengan 4K).

  31. Keselamatan • Berbagai data kecelakaan (Jasa Raharja, kepolisian, Departemen Perhubungan) yang selalu berbeda menunjukkan bahwa angka korban kecelakaan meninggal dunia dan luka cukup mencengangkan, yaitu mencapai sekitar 80 orang per hari (kebanyakan kecelakaan angkutan darat) • Pada akhir-akhir ini jumlah kecelakaan angkutan laut dan udara juga meningkat. Setidaknya telah tenggelam dua buah kapal feri pada tahun 2007 ini (KM Senopati & KM Levina I) dan mencatat dua kali jatuhnya pesawat (Adam Air dan Garuda Indonesia, semuanya pesawat bertipe Boeing 737)

  32. Keamanan • Berbagaisurveitransportasi, baikdiperkotaanmaupunantarkotadandesamemperlihatkanbahwaparapenumpangumumnyamasihmenempatkanaspekinikedalamduahalutamadalammelakukanperjalanan • Kenyataaninikonsistendenganberbagaikajianbahwafaktorkeamanansangatmemengaruhikeputusanseseorangdalammenentukanjeniskendaraan yang dipilih, misalnyabisdengankeretaapi, pesawatdengankendaraancarteran, dan lain-lain.

  33. Keterjangkauan • Seseorang memilih alat angkut tentunya berdasarkan anggaran di kantong masing-masing. • Pelayanan angkutan kelas ekonomi, yang sering kali dianggap sebagai kewajiban pelayanan umum, telah dicoba untuk diatur sehingga masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki berbagai aksesibilitas dalam aktivitas kesehariannya.

  34. Keterjangkauan • Fenomena low cost carrier atau kapal terbang yang terjangkau menyebabkan sebagian pemudik angkutan laut berpindah naik kapal terbang. Bandara menjadi semakin ramai dan bahkan overcrowded sehingga masalah 4K juga sekarang menular di angkutan udara.

  35. Kenyamanan • Dalam suasana di mana pasokan (supply) jauh lebih kecil daripada permintaan (demand), maka aspek ini tampaknya harus agak ditoleransi oleh para penumpang angkutan umum, utamanya yang berkantong pas-pasan.

  36. TRANSPORTASI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA

  37. TRANSPORTASI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA • Seperti yang telahdijelaskandalambagiansebelumnyatransportasimemberikankontribusi yang cukupsignifikandalamperdagangan. Kelancarandanketepatanwaktupengirimanbarangbaikituuntukekspormaupunimpormenjadihargamutlakdalamperdaganganinternasional. • Selamainiarusbarangdanjasa yang masukmenuju Indonesia didominasiolehjalurudaradanperairan, mengingatkondisi Indonesia berupanegarakepulauansehinggaarusbarangdanjasa yang masukmelalui Indonesia terbatasdi Kalimantan (Malaysia Serawak), dan Papua (Papua New Guinea).

  38. TRANSPORTASI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA • Jalurperairandidominasiolehkapal-kapalkargodan tanker besar yang memasokbarangbaikkeluarmaupunmasukdaripelabuhan-pelabuhanutamadi Indonesia. Kebanyakandarikapal-kapaltersebutdatangmelaluiSelatMalakamenujuSingapuradanberlabuhdipelabuhanutamaJawa. Jalurudaramerupakanjalur yang lebihfleksibeldalammengcoverseluruhwilayah Indonesia, namunkapasitasangkutnyalebihterbatasdibandingkandengankapal.

  39. TRANSPORTASI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA • Dalam aplikasinya di lapangan, kebanyakan hambatan dalam pendistribusian barang melalui perairan adalah faktor regulasi yang rumit dan pungutan liar. Akibatnya banyak pengiriman barang yang tertunda akibat waktu pengurusan izin. Disamping itu masalah keamanan juga menjadi isu yang penting. Selama ini kawasan selat Malaka masih disatroni oleh kawanan perompak yang kebanyakan bersembunyi di daerah Sungai Musi Palembang. Hambatan fisik berupa kondisi cuaca juga berpengaruh, namun semenjak ditemukanya peralatan navigasi perairan modern hambatan ini dapat dieliminir.

  40. TRANSPORTASI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA • Hambatan dalam pendistribusian barang maupun jasa melalui udara kembali tidak lepas dari prosedur imigrasi dan pungutan liar sehingga arus distribusi cenderung melambat. Namun demikian jalur udara merupakan jalur distribusi yang permasalahnya tidak serumit jalur distribusi perairan dan elatif aman sehingga kerap dijadikan sarana bagi penyelundup untuk menyelundupkan barang baik keluar maupun masuk menuju Indonesia.

  41. Kesimpulan • Kebutuhantransportasimerupakankebutuhanturunan (derived demand) akibataktivitasekonomi, sosial, dansebagainya. • Saranatransportasi yang adadidarat, laut, maupunudaramemegangperanan vital dalamaspeksosialekonomimelaluifungsidistribusiantaradaerahsatudengandaerah yang lain. • Kebanyakandarinegaramajumenganggappembangunantransportasimerupakanbagian yang integral daripembangunanperekonomian. Adabaiknyapemerintahmemperhatikanhaltersebut.

  42. Kesimpulan • Sistemtransportasidanlogistik yang efisienmerupakanhalpentingdalammenentukankeunggulankompetitifdanjugaterhadappertumbuhankinerjaperdagangannasionaldalamekonomi global. • Secaratidaklangsungtransportasimencerminkankondisi social suatumasyarakat. • Berbagaipermasalahandalamtransportasibarangdanjasabaikdariluarnegerimaupundalamnegeridapatmengurangi volume perdagangannasional.

  43. FIN…. • Proudly present by… Sakti Hendra Pramudya Maria Emy Seppid Akhati Muflikhah Nurika Dwi Purwanti Inastri Nityasari Pramestri Adiyani Fajar Praniwi Pramushinta N. Ratih Kusuma Dewi Riswan Septriyadi

More Related