1 / 26

SEJARAH EKONOMI INDONESIA

SEJARAH EKONOMI INDONESIA. PERTEMUAN 3. GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA. Berdasarkan pendekatan Kronologis Histories subtansi PI digolongkan menjadi : 1. Masa Sebelum Terjajah ( sebelum tahun 1600) 2. Masa Penjajahan (1600-1945) 3. Masa Sebelum 1966 ( sejak merdeka )

jamil
Download Presentation

SEJARAH EKONOMI INDONESIA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SEJARAH EKONOMI INDONESIA PERTEMUAN 3

  2. GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA BerdasarkanpendekatanKronologisHistories subtansiPI digolongkanmenjadi: 1. MasaSebelumTerjajah (sebelumtahun 1600) 2. MasaPenjajahan (1600-1945) 3. MasaSebelum 1966 (sejakmerdeka ) 4. MasaSesudah 1966 (sejakordebaru ) 5. Masasesudah ORBA (masaReformasiEkonomi)

  3. PERIODE KOLONIAL • Karakteristik • Ciriperekonomiankolonial • PadajamanKolonialBelanda, ekonomi Indonesia diwarnaiolehsuatustrategiyangmelahirkandualismedalamkegiatanekonoi, yaitudualismeantarasektorekspor (enclave) dansektortradisonal (hinterland). Sektorekspordiwakilidengannkehadiranperkebunan-perkebunandidaerahpedesaan (Suroso, 1994).

  4. Pendirianperkebunandidaerahpedesaansemata-matakarenapertimbanganlokasi yang menguntungkan (tanahsubur, iklimcocok) danbukanuntukmenciptakanlapangankerjabaruuntukmeningkatkankesejahteraanrakyat.

  5. KonsepDualisme • Sejakjamanpenjajahansampaisaatiniperekonomian Indonesia masihjugamenunjukkanciri-ciriadanyadualisme, baikdualisme yang bersifatteknologis, maupun yang bersifatekonomis, sosialdankultural. Boekememberikandefinisimasyarakatdualistis (Anne Booth, 1990) :

  6. “Masyarakat yang mempunyaiduagayasosialberbeda, yang masing-masinghidupberdampingan. Dalamprosesevolusisejarah normal yang berlakubagimasyarakathomogen, keduagayasosialtersebutmewakilitahapperkembangansosial yang berbeda, dipisahkanolehsuatugayasosial lain yang mewakilitahaptransisi, misalnya : masyarakatsebelumkapitalismedanmasyarakatkapitalismemaju yang dipisahkanolehmasyarakatkapitalismeawal….”

  7. StatistikEkonomiKolonial • KedudukandanFungsiHindiaBelanda • SistempemerintahanKolonial (HindiaBelanda) menciptakansistemekonomikolonial yang diarahkanuntukmemenuhikepentingannegeriBelanda. MakaHindiaBelandasebagainegerijajahandijadikansebagai : • Daerah penghasilbahanuntukmemenuhikebutuhankonsumsidanindustrinegeriBelanda.

  8. Daerah pemasaranbagihasilindustridarinegeriBelanda. • Daerah penghasildevisabagikepentingannegeriBelanda. • Hal initerlihatdariperananperdaganganHindiaBelanda (Indonesia) dimasa yang lalu.

  9. PerananHindiaBelandaDalamPerdagangan • PerananHindiaBelandaterlihatdariprosentaseeksporterhadapeksporduniauntukbeberapakomiditi, antara lain : kina 99%, lada 86%, Kapok 72%, karet 37%, agave 33%, hasilkelapa 27%, minyaksawit 24%, the 19%, timahputih 17%, gula 5% (Soemitro, 1953; dikutipdariSuroso, 1994).

  10. Kira-kira ¼ dariimporHindiabelandadatangdarinegeribelanda. Memangmerupakanpolitikbelandauntukmendahulukan Firma-firm DagangBelanda. • Selama 20 tahunantarakeduaperangdunia, neracaperdaganganHindiaBelandadenganAmerikamengalami surplus $ 955 juta, sedangnerracadagangnegeriBelandadenganAmerikadefisitsebesar $900 juta. Surplus dariHindiabelandaini yang dipergunakanuntukmenutupdefisitnegeriBelanda (Soemitro, 1953: dikutipdariSuroso, 1994).

  11. PendapatanPenduduk Indonesia Asli • Menurut data yang dihimpunolehPolakpadatahun 1942, perekonomian Indonesia telahmengalamimasa-masapasangsurut (Anne Booth, 1990) : • Pendapatanriilnaikdalamtahun-tahun 1923 – 1928 dan 1934 – 1939. • Masa-masastagnasidialamipadawaktuterjadidepresiasiduniatahun 1929 – 1933.

  12. Antaratahun 1921 – 1939 pendapatanriilpenduduk Indonesia aslinaik 50% (sekitar 2,6% per tahun). Sedanglajupertumbuhanpendudukwaktuitusekitar 1,5% per tahun. • IniberartibahwapadamasapenjajahanBelandaadapeningkatankesejahteraanhiduprakyatmeskipunkecildanlambatsekali.

  13. PERIODE KEMERDEKAAN • MasaDemokrasi Liberal (1945 – 1959) • Masalah yang dihadapitahun 1945 – 1950 • Rusaknyaprasarana-prasaranaekonomiakibatperang • BlokadelautolehBelandasejakNopember 1946 sehinggakegiatanekonomiekspor-importerhenti. • AgresiBelanda I tahun 1947 danAgresibelanda II tahun 1948.

  14. Dimasyarakatmasihberedarmatauang rupiah Jepangsebanyak 4 miliar rupiah (nilainyarendahsekali). Pemerintah RI mengeluarkanmatauang “ORI” padabulanOktober 1946 dan rupiah Jepangdiganti/ ditarikdengannilaitukarRp 100 (Jepang) = Rp 1 (ORI). • Pengeluaran yang besaruntukkeperluantentara, menghadapiAgresiBelandadanperanggerilya. (Suroso, 1994).

  15. Masalah yang dihadapiTahun 1951 – 1959 • Silihbergantinyakabinetkarenapergolakanpolitikdalamnegeri. • Defisit APBN yang terusmeningkat yang ditutupdenganmencetakuangbaru. • Tingkat produksi yang merosotsampai 60% (1952), 80% (1953) dibandingkanproduksitahun 1938. • JumlahuangberedarmeningkatdariRp 18,9 miliar (1957) menjadiRp 29,9 miliar (1958) sehinggainflasimencapai 50%.

  16. KetegangandenganBelandaakibatmasalahIrian Barat menyebabkanpengambilalihanperusahaan[erusahaanasing (Barat). Sementaraitudidaerah-daerahterjadipergolakan yang mengarahdisintergrasi, sepertiDewanBanteng, Permesta, PRRI (Suroso, 1994).

  17. Selamaperiode 1949-1956, strukturekonomi Indonesia masihpeninggalanzamankolonialisasi. Sektor formal/ modern, sepertipertambangan, distribusi, transpor, bankdanpertaniankomersil, yang memilikikontribusilebihbesardaripadasektor informal/ tradisionalterhadap output nasional, didominasiolehperusahaan-perusahaanasing yang kebanyakanberorientasieksporkomoditi primer (TulusTambunan, 1996).

  18. RencanadanKebijaksanaanEkonomi • MemangsebelumpemerintahanSoeharto, Indonesia telahmemilikiempatdokumennperencanaanpembangunan, yakni : • RencanadariPanitiaSiasat Pembangunan Ekonomi yang diketuai Muhammad Hatta (1947). • RencanaUrgensiPerekonomian (1951) – yang diusulkanolehSoemitroDjojokusumo. • RencanaJuanda (1955) – Rencana Pembangunan Lima Tahun I meliputikurunwaktu 1956-1960.

  19. RencanaDelapantahun “Pembangunan NasuionalSemestaBerencana” padamasademokrasiterpimpin ala Soekarno Mengingatsituasikeamanan (AgresiBelanda 1947, 1948, pemberontakan PKI diMadiun 1948) dansilihbergantinyakabinetmakatidakdimungkinkanadanya program kebijaksanaan yang bisadijalankansecarakonsistendandanberkesinambungan. Antaratahun 1949-1959 terjadi 7 kali pergantiankabinet (yang rata-rata berumur 14 bulan) sehinggacukupsulitmenilai program ekonomiapa yang telahberhasilditerapkanmasing-masing.

  20. Padaawaltahun 50-an kebijaksanaanmoneterdinegarainicenderungbersifatkonservatif (jumlahuang yang beredartumbuhdenganmantap, tetapiterkendalikandenganlaju 22 % per tahunantara 1951 – 1956). Kemudianselamatahun-tahunterakhirdasawarsa 50-an jumlahuang yang beredartumbuhdenganlebihcepatantara 1956 – 1960). Kebijaksanaanmoneterselanjutnyasemakinterkesansebagaihasilsampingandariduniapolitikdandarikebutuhanuntukmembiayaidefisit APBN yang semakinmembesar (Stephen Grenville dalam Anne Booth dan Peter Mc Cawley, ed., 1990).

  21. MASA EKONOMI TERPIMPIN ( 1959 – 1966 ) • Masalah yang dihadapi • SelamaOrde Lama telahterjadiberbagaipenyimpangan, dimanaekonomiterpimpin yang mula-muladisambutbaikoleh bung Hatta, ternyataberubahmenjadiekonomikomando yang statistik (serbanegara). Selamaperiode 1959 – 1966 iniperekonomiancepatmemburukdaninflasimerajalelakarenapolitikdijadikanpanglimadanpembangunannnnekonoidisubordinasikanpadapembangunanpolitik. (Mubyarto, 1990).

  22. Adahubungan yang eratantarajumlahuang yang beredardantingkatharga (Stephen Genvilledalam Anne Booth danMcCawley, ed., 1990).

  23. RencanadanKebijaksanaanEkonomi • Rencana : pembangunannasionalsemestaberencana (PNSB) 1961-1969. Rencanapembangunaninidisusunberlandasarkann “ManfestoPolitik 1960” untukmeningkatkankemakmuranrakyatdenganazasekonomiterpimpin. • Faktor yang menghambat/ kelemahannyaantara lain : • Rencanainitidakmengikutikaidah-kaidahekonomi yang lazim. • Defisitanggaran yang terusmeningkat yang mengakibatkan hyper inflasi.

  24. Kondisiekonomidanpolitiksaatitu: daridunialuar (Barat) Indonesia sudahterkucilkankarenasikpanya yang konfrontatif. Sementaradidalamnegeripemerintahselalumendapatrongrongandarigolongankekuatanpolitik “kontra-revolusi”

  25. MASA EKONOMI PANCASILA/ ORDER BARU (1966 – 1998) • MASA STABILISASI DAN REHABILITASI (1966 – 1968) • MASA PEMBANGUNAN EKONOMI (1969 – sekarang) • MASA OIL BOOM (1973 – 1982) • MASA PEMBANGUNAN EKONOMI (1983 – 1987) • MASA PASCA OIL BOOM (1983 – 1987)

  26. KEGIATAN EKONOMI MEMANAS (OVERHEATED) SEJAK 1990 • KEGIATAN EKONOMI INDONESIA MENJADI OVERLOADED TAHUN 1996 • KRISIS MONETER BULAN JULI 1997 MENJADI KRISIS EKONOMI • TERJADINYA KONTRAKSI EKONOMI SEJAK 1998 • RENCANA DAN PROGRAM PEMULIAHAN EKONOMI

More Related