privatisasi dan liberalisasi n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Privatisasi dan Liberalisasi PowerPoint Presentation
Download Presentation
Privatisasi dan Liberalisasi

Loading in 2 Seconds...

  share
play fullscreen
1 / 14
Download Presentation

Privatisasi dan Liberalisasi - PowerPoint PPT Presentation

hoshi
404 Views
Download Presentation

Privatisasi dan Liberalisasi

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Privatisasi dan Liberalisasi

  2. Privatisasi • Secara teori, privatisasi membantu terbentuknya pasar bebas, mengembangnya kompetisi kapitalis, yang oleh para pendukungnya dianggap akan memberikan harga yang lebih kompetitif kepada publik. Sebaliknya, para sosialis menganggap privatisasi sebagai hal yang negatif, karena memberikan layanan penting untuk publik kepada sektor privat akan menghilangkan kontrol publik dan mengakibatkan kualitas layanan yang buruk, akibat penghematan-penghematan yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendapatkan profit. • Konsep privatisasi seharusnya diarahkan terutama untuk kepentingan perusahaan dalam rangka pengembangan usahanya, tidak semata-mata untuk menutup APBN

  3. Lanjutan... • Orientasi pembangunan yang mengacu kepada pertumbuhan ekonomi yang pesat menuntut partisipasi pihak swasta dan asing untuk secara aktif terlibat dalam proses pembangunan nasional. • Pertimbangan dan tujuan dari privatisasi dari setiap negara berbeda-beda, pertimbangan aspek ; • politis (beban pemerintah) • swasta lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan lembaga pemerintah

  4. Lanjutan... • Pandangan dari sisi manajemen puncak perusahaan, tujuan privatisasi ; dapat tercipta adanya keterbukaan, budaya displin organisasi diperolehnya sumber pendanaan yang lebih murah bagi pengembangan perusahaan. • Sementara itu dari sisi karyawan dapat  timbul pandangan dan kekhawatiran akan kemungkinan hilangnya pekerjaan.

  5. Lanjutan... • Para pendukung privatisasi menyatakan bahwa hanya melalui privatisasi tenga kerja yang tidk produktif daat dikurangi. Sementara para penentangnya beragumen bahwapemecatan bisa menimbulkan biaya sosial yang masih tinggi.(kekerasan diperkotaan, jahatan yang meningkat, serta keusuhan sosial dan politik.

  6. Liberalisasi • Liberaliasi-pelepasancampur tagan pemerintah dalam pasar keuangan, pasar modal dan hambatan perdagangan. • Liberalisasi perdagangan seharusnya meningkatkan pendapat suatu negara dengan mendorong sumber daya dari penggunaan yang kurang produktif menjadi penggunaan yang lebih produktif atau meunurut istilah ekonomi memanfaatkan keunggulan komparatif. • Sementara ideologi IMF menyatakan bahwa pekerjaan yang baru dan lebih produktif akan tercipta apabila pekerjaan sebelumnya yang tidak efisien karena diciptakan dibalik dinding proteksionisme, dapat dihilangkan. • Negara-negara berkembang yang paling berhasil, yaitu negara-negara yang berada di kawasan Asia Timur, membuka dirinya terhadap dunia luar tetapi melakukanya denga begitu lamban dan sangat bertahap.

  7. Lanjutan lib... • Banyak negara memiliki regulasi keungan yang fungsinya adalah membatasi arus modal. • Liberalisai pasar modal mendorong pengahapusan regulasi yang dimaksudkan untuk mengontrol arus uang panas yang keluar masuk dari sebuah negara-yaitu pinjaman-pinjaman dan kontrak-kontrak jangka pendek yang biasanya merupakan spekulasi terhadap pergerakan kurs.

  8. Sebagai anggota WTO dan aplikasi kesepakatan peminjaman hutang terhadap IMF, Bank Dunia, dan ADB, Indonesia terlibat dalam alur perdagangan pasar bebas. Terintegrasinya perekonomian Indonesia dengan dunia telah berpengaruh pada perekonomian nasional, terutama terhadap sektor migas yang menjadi sektor utama liberalisasi ekonomi

  9. Privatisasi sebagai bagian dari liberalisasi ekonomi di Indonesia sebenarnya diisukan secara bertahap sejak masa pemerintahan Suharto, yakni sejak diberlakukannya deregulasi dan dikorporasikannya perusahaan negara menjadi perusahaan umum. Didorongolehkrisiskeuanganpadatahun 1998, menyusuldikenakannyakewajibanpemerintahuntukmelakukan bail out atashutang bank-bank swasta yang menyebabkan deficit APBN, makapemerintahdimintaoleh IMF melalui Letter of Intent memberlakukanUndang-undang No 22 Tahun 2001 mengenaiprivatisasi BUMN sebagaiperusahaan public (PERSERO). engurangidefisit APBN. • Sejakkebijakanprivatisasidimulaipadatahun 1991,

  10. Sejakekonomi Indonesia beradadalampengawasan IMF, Indonesia ditekanuntukmelakukanreformasiekonomi: (1) intervensipemerintahharusdihilangkanataudiminimumkan, (2) swastanisasiperekonomian Indonesia seluas-luasnya, (3) liberalisasiseluruhkegiatanekonomidenganmenghilangkansegalabentukproteksidansubsidi, (4) memperbesardanmemperlancararusmasuk modal asingdenganfasilitas yang lebihbesar (SrituaArief: 2001).

  11. Di bawah IMF, Indonesia dipaksamengetatkananggarandenganpengurangandanpenghapusansubsidi, menaikkanhargabarang-barangpokokdan public utilities, peningkatanpenerimaansektorpajakdanpenjualanaset-asetnegaradenganmemprivatisasi BUMN

  12. Program privatisasi yang sudahdijalankanOrdeBarudilanjutkanlagidenganmemperbanyakjumlah BUMN yang dijualbaikdipasar modal maupunkepada investor strategis. Tahun 1998 pemerintahkembalimenjualPT Semen Gresik, PT Telkom, PT Pelindo II PT PelindoIII. Tahun 2001 Kimia Farma, Indofarma, Socufindo, PT Telkom. Antaratahun 2002-2006 privatisasidilanjutkandenganmenjualsaham 14 BUMN dengancara IPO dan strategic sales (www.bumn-ri.com)

  13. Kerugiannya??? • Indonesia, denganmenjual PT Telkom berartimengalihkanrahasianegarakeperusahaan/negarapembeli. Mengapa? Karena PT Telkom adalahperusahaantelekomunikasi Negara yang menghimpunseluruhsalurantelekomunikasi yang pastimeliputirahasiatelekomunikasi. • Indonesia banyakkehilanganaksesdanpotensiekonomidinegerisendiri. Gas Negara sudahdikuasaiJepang, jugalalulintasperdagangandanhargaminyak yang dikuasai Singapore dankorporasi-korporasiinternasionalitu.

  14. BUMN yang diprivatisasi kemudian • PT WaskitaKarya, Bank BTN, PT Krakatau Steel, PT Garuda Indonesia, PTPN III, PTPN IV, PTPN VII, PT AsuransijasaIndonesia, PT RekayasaIndustri, PT Rukindo, PT BahteraAdiguna, PT IndustriSandang, dan PT SaranaKarya, PT CambricsPrimissima, PT IndustriGelas, dan PT Bank BNI Tbk, Semen KupangdanSemen Baturaja.