1 / 18

1. Konsep dan P engertian dari Kerangka Dasar Geodetik

1. Konsep dan P engertian dari Kerangka Dasar Geodetik. Pembahasan UTS. 2. Sistem Tinggi. n. n’. H. h. Geoid. Ellipsoid. g. Permukaan Bumi. γ. Sistem Tinggi. Geometrik. Merupakan sistem tinggi dengan bidang acuan terhadap Ellipsoid.

hesper
Download Presentation

1. Konsep dan P engertian dari Kerangka Dasar Geodetik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. 1. Konsep dan Pengertian dari Kerangka Dasar Geodetik

  2. Pembahasan UTS

  3. 2. Sistem Tinggi

  4. n n’ H h Geoid Ellipsoid g Permukaan Bumi γ Sistem Tinggi

  5. Geometrik • Merupakan sistem tinggi dengan bidang acuan terhadap Ellipsoid. • Tinggi yang digunakan adalah tinggi h (tinggi geodetik). • Ketinggian h terhadap ellipsoid referensi dihitung sepanjang garis normal n’ yang melalui titik tesebut. • Menggunakan metode satelit, misal : GPS.

  6. Fisik • Merupakan sistem tinggi dengan bidang acuan terhadap geoid. • Ketinggian H terhadap geoid dihitung sepanjang garis unting-unting n yang melalui titik tersebut. • Menggunakan pengukuran sifat datar yang dilengkapi dengan pengukuran gaya berat.

  7. 3. Penjelasan mengenai Tiga Jenis Sistem Tinggi Fisik

  8. TINGGI DINAMIK Definisi tinggi dinamik o adalah gayaberat normal untuk sebarang lintang (biasanya dipilih L = 45o) GRS 1980 Prinsip tinggi dinamis adalah titik-titik yang terletak pada bidang ekuipotensial yang sama memiliki “tinggi” yang sama . Tinggi dinamis dapat dinyatakan dengan banyaknya lapisan-lapisan bidang ekuipotensial, sehingga memiliki satuan potensial Perbedaan tinggi dinamik dengan bilangan geopotensial hanya dalam skala atau unit saja (pembagian dengan o hanya mengkonversikannya ke dalam panjang) dina a s l – kk geodesi - 2007

  9. KOREKSI TINGGI DINAMIK Beda tinggi dinamik antara titik A dan B sehingga Dimana Beda tinggi dari sipat datar Koreksi dinamik Perbedaan bilangan geopotensial menggunakan koreksi dinamik dina a s l – kk geodesi - 2007

  10. TINGGI ORTHOMETRIK (1) Definisi tinggi orthometrik adalah gayaberat menengah sepanjang garis unting-unting antara geoid dan titik pengamatan di permukaan tanah dina a s l – kk geodesi - 2007

  11. TINGGI ORTHOMETRIK (2) g (z) : nilai gaya berat di Q Reduksi Prey g di P Tinggi Helmert : Sebarang densitas : dina a s l – kk geodesi - 2007

  12. KOREKSI TINGGI ORTHOMETRIK (1) Beda tinggi orthometrik antara titik A dan B … 0 … 1 … 2 dina a s l – kk geodesi - 2007

  13. KOREKSI TINGGI ORTHOMETRIK (2) Substitusi (1) dan (2) ke (0) diperoleh Beda tinggi sipat datar Koreksi orthometrik atau dina a s l – kk geodesi - 2007

  14. TINGGI NORMAL (1) Apabila momen medan gaya berat bumi adalah normal maka W=U dan g= • = anomali tinggi H* = tinggi normal h = tinggi ellipsoid dina a s l – kk geodesi - 2007

  15. TINGGI NORMAL (2) … 0 Definisi tinggi normal gaya berat menengah sepanjang garis unting-unting atau … 1 Perhitungan H* menggunakan bilangan geopotensial dan gaya berat normal  di ellipsoid (substitusi (1) ke (0)) dina a s l – kk geodesi - 2007

  16. KOREKSI TINGGI NORMAL Beda tinggi normal antara titik A dan B Beda tinggi sipat datar Koreksi normal dina a s l – kk geodesi - 2007

  17. Fisik • Sistem Tinggi Orthometrik (H). H = C/g • Sistem Tinggi Dinamik. Hdyn= C/γ0 • Sistem Tinggi Normal. H* = C/γ

  18. BILANGAN GEOPOTENSIAL Beda potensial antara sebarang titik A dengan titik O yang terletak di geoid atau MSL disebut juga bilangan geopotensial C WA = potensial gaya berat suatu titik Wo = potensial gaya berat titik W di geoid g = nilai gaya berat dn = beda tinggi hasil levelling Perbedaan antara berbagai sistem tinggi dapat dikaitkan satu dengan yang lainnya menggunakan bilangan geopotensial C Satuan bilangan geopotensial  geopotensial unit (g.p.u)  1 g.p.u = 1 kgal m = 1000 gal m ( 1 gal = 10-2 m.dt2, 1 mgal = 10-5 m.dt2)  apabila g = 0.98 kgal, maka Bilangan geopotensial dalam g.p.u. bernilai hampir sama dg ketinggian di atas sea level dalam meter dina a s l – kk geodesi - 2007

More Related