Pertemuan 24 Mathrix laboratory - PowerPoint PPT Presentation

pertemuan 24 mathrix laboratory n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pertemuan 24 Mathrix laboratory PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pertemuan 24 Mathrix laboratory

play fullscreen
1 / 14
Pertemuan 24 Mathrix laboratory
149 Views
Download Presentation
gaius
Download Presentation

Pertemuan 24 Mathrix laboratory

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Pertemuan 24Mathrix laboratory Matakuliah : S0114 / Rekayasa Struktur Tahun : 2006 Versi : 1

  2. Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : • Mahasiswa dapat membuat diagram / skema untuk analisa struktur dengan bantuan program komputer

  3. Outline Materi • Pengertian • Tujuan

  4. METODE KEKAKUAN PADA KONSTRUKSI KINEMATIS TAK TERTENTU Dilakukan pengecekan pada konstruk-si kinematis tak tentu derajatnya. • Tentukan system koordinat dan elemen koordinat. 2. Mencari hubungan antara deformasi dan lendutan dengan menghitung matrix [] yaitu memberi lendutan = 1 satuan dan hitung besar momen pada masing-masing elemen batangnya akibat gaya luar yaitu []* dan [K].

  5. 3. Hubungan gaya dalam dengan deformasi dengan menghitung matrix [K] untuk keseluruhan elemen. 4. Hitung []T 5. Hitung [k]= []T[K] [] = Tentukan besar displacement / lendutan pada titik yang tidak terkekang [] = [k]-1{F} Besar gaya dalam [P] dapat dihitung = [K] [] []. Menentukan momen akhir pada masing masing elemen = [P]-(momen primer) =

  6. [k11] = []*T [K] []* [k12] = []*T [K] []0 = [k21]T [k21] = []0T [K] []* = [k22]T [k22] = []0T [K] [0] [k]* = [k11] - [k12] [k22]-1 [k21] [F*] = [k11][]*+[k12][]0 [0] = [k21][]*+[k22][]0 []0 = -[k22]-1 [k21][]*

  7. [P] = [K] [] [] [P] = [K] [P] =[K] []*[]*+[K] []0 []0 [P] =[K][]*[]*+[K][]0-[k22]-1[k21][]* [P] =[K][ [*]-[]0[k22]-1[k21] ] {}* [] [k] = []T[k22]-1[k21] [] = [] []* P] = [K] [] []* [] = []* - []0 [k22]-1 [k21]

  8. C D 1 3 0,3 t/m 4 2 B A C D 2 EI 2 5 2 0,6 0,6 t 1 6 EI EI 3 A B 5 Aplikasi metode kekakuan pada konstruksi portal kinematis tak tertentu. Struktur dasar yang dikekang Derajat kinematis tak tertentu 2 System koordinat Elemen koordinat

  9. 0,625 0,625 0,432 0,432 0,288 1 1 1 1

  10. 4 EI 2 EI 4 EI 2 EI l l l l Ada 3 elemen CD=AC=BD  l = 5 EI untuk CD = 2 EI

  11. 0,096 0,625 0,096 C D C D 0,432 0,432 0,048 0,048 0,288 0,288 A B A B MA = 0,240 MB = 0,240 MCA = 0,528 MCD = 0,528 MDC = 0,528 MDB = 0,528

  12. Metode Superposisi Langsung Ada beberapa cara dikenal untuk menentukan matrix kekakuan elemen antara lain : - Metode unit load/satuan - Teorema castigliano I - Metode inversi - Metode inversi untuk menurunkan matrix k {F}=(k){} Dibuat partisi pada persamaan diatas, proses menurunkan matrix (k) dibagi dalam 4 tahap Seperti di Mek. Rek.IV

  13. Tahap 1: ambil 1 = 1, 2 = 0 (1)=(a11){F1} (F1)=(k11)-1{1} (k11)=(a11)-1 {1}=(k11)-1(F1) Tahap 2 : (F2)-()(F1)=0 (F2)=()(F1) (F2)=()(k11)(1) (F2)=(k21)(1){F2}=(k21)(k11)-1(F1) (k21)=()(k11) Tahap 3 : (k12)=(k21)T Tahap 4 : 1=0; 2=2 (2)=(a22)(F2) (F2)=(a22)-1(2) (F2)=(k22)( 2) (k22)=(a22)-1