1 / 27

Pertemuan 23 - 24 GROUNDWATER 1

Pertemuan 23 - 24 GROUNDWATER 1. Learning Outcomes. Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : menjelaskan pergerakan air tanah ditinjau dari aspek hidrolika berdasarkan hukum darcy. Pergerakan Air Tanah. PENDAHULUAN

mele
Download Presentation

Pertemuan 23 - 24 GROUNDWATER 1

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pertemuan 23 - 24GROUNDWATER 1

  2. Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : • menjelaskan pergerakan air tanah ditinjau dari aspek hidrolika berdasarkan hukum darcy

  3. Pergerakan Air Tanah • PENDAHULUAN • Gerakan air tanah dikuasai oleh prinsip-prinsip hidrolika yang telah tersusun baik. • Terhadap aliran tanah lewat aquifer yang pada umumnya merupakan media tiris, dapat diper-lakukan hukum DARCY, yang sangat terkenal. • Permeabilitas, yang merupakan ukuran kemu-dahan aliran lewat media tersebut, merupakan konstanta penting dalam persamaan aliran. • Penentuan permeabilitas secara langsung da-pat dilakukan melalui pengukuran-pengukuran di lapangan atau di laboratorium. • Dari Hukum DARCY dan persamaan kontinui-tas persamaan umum aliran dapat dicari.

  4. Pergerakan Air Tanah HUKUM DARCY • Lebih dari seabad yang lalu, HENRY DARCY, ahli bangunan air aqre Dijon (Perancis), telah melakukan penyelidikan terhadap aliran air lewat lapisan pasir horizontal yang digunakan sebagai filter air. • Experimen tersebut : - Debit sebesar Q lewat silinder berpenam-pang melintang A yang idisi pasir dan dua buah pipa piozo metris berjarak L antara satu dengan yang lainnya (gambar 3.1.).

  5. Pergerakan Air Tanah • Experimen tersebut : • Debit sebesar Q lewat silinder berpenam-pang melintang A • yang diisi pasir dan dua buah pipa piozo metris berjarak L • antara satu dengan yang lainnya (gambar 3.1.). Gambar: Percobaan DARCY

  6. Pergerakan Air Tanah • Energi total, atau potensial benda cair di atas bidang datum, • dinyatakan dengan persamaan BERNOULLI : (  =  g = berat jenis zat cair) Karena kecepatan air dalam tanah kecil, maka V = 0  atau : h1 = 1 - 2

  7. Pergerakan Air Tanah di mana : 1 = potensial di 1 2 = potensial di 2 h1 = kehilangan potensial dalam silinder pasir disebabkan oleh tahanan geser. Kehilangan potensial tidak tergantung kepada kemi-ringan silinder pasir. • Persamaan (hubungan proporsional Q - h1 dan Q – 1/h) Dalam bentuk umum :

  8. Pergerakan Air Tanah maka : (rumus DARCY) • Rumus DARCY, menyatakan bahwa kecepa-tan aliran V • sama dengan perkalian antara konstanta k (= koefisien • permeabilitas) dengan gradient hidrolik (dh / dL)

  9. Pergerakan Air Tanah Bentuk umum rumus DARCY : s = jarak menurut arah aliran Dengan menganggap akuifer homogen dan isotropik, maka komponen kecepatan dalam arah x, y dan z. PERSAMAAN UMUM ALIRAN

  10. Pergerakan Air Tanah ALIRAN TUNAK (STEADY FLOW) Seluruh aliran air tanah harus memenuhi persamaan kontinuitas yang mempunyai bentuk : di mana : = kecepatan aliran t = waktu

  11. Pada aliran tunak tidak ada perubahan terhadap waktu dan mengingat bahwa air itu bukan benda cair yang dapat dimampatkan maka “r” konstan sehingga : Substitusi persamaan (3) ke dalam persamaan (4). Dengan  = - k h diperoleh : (Persamaan umum bagi aliran tunak air dalam media, bangunan dan isotropik).

  12. ALIRAN TIDAK TUNAK (UNSTEADY FLOW) • Untuk menurunkan persamaan aliran tidak tunak, diperlukan koefisien tumpungan ( storage coeficient = S ) • Bagi aquifer yang tidak tertekan (unconfined aquifer) ; S = spesific yield. • Bagi aquifer tertekan (confined aquifer) yang menjadi ukuran kemampuan akuifer (aquifer compressililitis) ,yaitu : di mana : V = Volume P = tekanan, dinilai sebagai bahan perubahan dalam kolam dengan penampang melintang satuan (=1) menembus ke atas pada akuifer tertekan (gambar 3.2).

  13. Pergerakan Air Tanah • Lapisan kedap air • akuifer Gambar 3.2 • Gaya tekan dianggap bekerja ke arah vertikal (tegak lurus bidang akuifer). • Perubahan ke arah horizontal, diabaikan.

  14. Pergerakan Air Tanah • Jika permukaan piotometrik turun dengan jarak satuan (=1), maka banyaknya air yang dikeluarkan dari kolom oleh sebuah perubahan tekanan adalah S, sehingga : • S =  V • V = 1 Maka :  p = -  g (1) = -  g ( D = tebal aquifer) Persamaan Differensial Parsial untuk aliran air tanah dalam aquifer tertekan kenyal (elastik).

  15. Pergerakan Air Tanah HYDRAULIC CONDUCTIVITY (Koefisien Permeabilitas = k) • Hydraulic conductivity adalah suatu ukuran permeabilitas dari media yang porous. • Hydraulic conductivity dari tanah dan batuan tergantung pada macam-macam faktor fisik dan merupakan suatu indikasi dari kemampuan aquifer untuk melewatkan air. • Nilai k pasir >>> nilai k lempung / tanah liat • Nilai k dapat bervariasi pada lapisan type material yang berbeda. • Penentuan H.C. dan Koefisien permeabilitas, k dilakukan di laboratorium /lapangan dengan alat: “CONSTANT HEAD AND FALLING HEAD PERMEAMETERS” (Gambar 3.3).

  16. a • A • b • B • c Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah TINGGI NAIK DARI AIR TANAH • Pada profil tanah yan mempunyai lapisan kedap air (impermeable) maka air tanah yang berada di atas lapisan kedap air itu tidak berhubungan dengan air tanah di bawahnya. • Kalau dipasang pipa ke dalam lapisan tersebut, maka tinggi naik dari air tanah lapisan a, b dan c tidak akan sama. Gambar 3.4

  17. Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah POTENSIAL • Tekanan air pada titik P di bawah suatu saringan dinyatakan oleh tinggi kolom air di atasnya. • Pada gambar 3.5. tekanan P = 20,00 m. • Potensial pada suatu titik P adalah tinggi dari bagian kolom air yang terletak di atas bidang persamaan yang ditentukan (NAP).

  18. Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah • Dari gambar 3.5. : • Potensial : • Potensial P = 2,00 m (+NAP) • Potensial P1 = -1,60 m (atau 1,60 m,-NAP) • Potensial P2 = +3,50 m (atau 3,50 m,+NAP) • Selisih Potensial : • P - P1 = 2,00 - (-1,60) = 3,60 m • (=selisih tinggi naik pada titik-titik ini) • Bak • C • h1 • Garis aliran • h2 • A • B • D Pasir kasar kenyang air Gambar 3.6. Gambar 3.7.

  19. Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah • Penjelasan Pengertian Tekanan dan Potensial • Pada titik A dan B air akan naik sama tinggi, sehingga • potensial pada titik A & B adalah sama  tidak ada selisih • potensial. • Tekanan pada A = h1 dan B = h2. • Selisih tekanan B - A = h2 - h1. • Kalau air mengalir dari titik C ke D, menurut garis aliran • (Gambar 3.7.), maka antara C dan D harus terdapat selisih • potensial atau disebut kerugian potensial. • Apabila 2 titik terdapat perbedaan tekanan, belum tentu • terdapat pengaliran harus terda-pat selisih potensial.

  20. Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah

  21. Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah • NAP = Normal Amsterdam Peil • Pada gambar 3.8., sebuah dinding bendu-ngan yang ditempatkan dalam pasir halus kedudukan air sebelah kanan dan kiri tidak sama. • Pada gambar 3.8.(a) garis PRS menggam-barkan garis tekanan untuk titik-titik dari suatu garis tegak yang terletak dinding kiri dari dinding bendungan, sehingga : • tekanan A= a • tekanan B = b • Pada gambar 3.8.(b) garis TUV, melukiskan jalannya potensial-potensial pada titik-titik dari garis tegak tersebut, terhadap suatu bidang mendatar melalui XY, sehingga : • potensial A = a1 • potensial B = b1

  22. Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah • Kesimpulan : • Tekanan dari titik A ke B dapat bertam-bah sedangkan potensialnya berkurang. • Di atas dasarnya, tekanan dari atas ke bawah bertambah teratur, dan poten-sialnya pada semua titik sama. • Bidang yang dapat ditempatkan melalui titik-titik dengan potensial yang sama atau di mana air naik mempunyai tinggi yang sama disebut “bidang potensial setara”. • Garis potong suatu bidang mendatar atau suatu bidang tegak dengan bidang potensial setara disebut “garis potensial”.

  23. Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah • Jalannya potensial terhadap NAP • Jalannya potensial terhadap NAP untuk bidang tegak  gambar 3.9. • Dari gambar terlihat adanya lapisan-lapisan yang melakukan tahanan kuat terhadap pengaliran air tanah tegak. • Lapisan tanah lempung mempunyai tahanan lebih besar dari lapisan berpasir - lumpur yang letaknya dalam. • Air menembus lapisan pemisah dengan kerugian potensial yang besar. • Pengaliran air disertai gesekan.

  24. Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah Gambar 3.9

  25. a • A • b • B • c Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah TINGGI NAIK DARI AIR TANAH • Pada profil tanah yang mempunyai lapisan kedap air (impermeable) maka air tanah yang berada di atas lapisan kedap air itu tidak berhubungan dengan air tanah di bawahnya. • Kalau dipasang pipa ke dalam lapisan tersebut, maka tinggi naik dari air tanah lapisan a, b dan c tidak akan sama. Gambar 3.4

  26. a • A • b • B • c Tinggi, Naik, dan Potensi Air Tanah TINGGI NAIK DARI AIR TANAH • Pada profil tanah yan mempunyai lapisan kedap air (impermeable) maka air tanah yang berada di atas lapisan kedap air itu tidak berhubungan dengan air tanah di bawahnya. • Kalau dipasang pipa ke dalam lapisan tersebut, maka tinggi naik dari air tanah lapisan a, b dan c tidak akan sama. Gambar 3.4

More Related