1 / 15

TATA NAMA SENYAWA

TATA NAMA SENYAWA. SUSILO TRI ATMOJO, S.SI. TATA NAMA SENYAWA ANORGANIK. SENYAWA BINER DARI LOGAM DAN NON LOGAM SENYAWA BINER DARI NON LOGAM DAN NON LOGAM SENYAWA YANG MENGANDUN ION POLIATOM SENYAWA ASAM. SENYAWA BINER DARI LOGAM DAN NON LOGAM. BEBERAPA KATION DARI LOGAM.

evita
Download Presentation

TATA NAMA SENYAWA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TATA NAMA SENYAWA SUSILO TRI ATMOJO, S.SI

  2. TATA NAMA SENYAWA ANORGANIK • SENYAWA BINER DARI LOGAM DAN NON LOGAM • SENYAWA BINER DARI NON LOGAM DAN NON LOGAM • SENYAWA YANG MENGANDUN ION POLIATOM • SENYAWA ASAM

  3. SENYAWA BINER DARI LOGAM DAN NON LOGAM • BEBERAPA KATION DARI LOGAM

  4. ANION DARI NON LOGAM

  5. TATA NAMA SENYAWA BINERNYA : • Penamaan dimulai dari nama kation diikuti dengan nama anion non logam

  6. Untuk logam yang dapat membentuk beberapa kation dengan muatan yang berbeda, maka muatan kationnya dinyatakan dengan angka romawi Sebagai contoh senyawa FeO dan Fe2O3 • Kation besi pada FeO adalah Fe2+ Karena untuk menetralkan anion pada O Nama : Besi (II) Oksida • Kation pada Fe2O3 adalah Fe3+ Karena untuk menetralkan anion dari O Nama : Besi (III) Oksida

  7. SENYAWA BINER DARI NON LOGAM DAN NON LOGAM • PENAMAAN SENYAWA MENGIKUTI URUTAN BERIKUT : B – Si – As – C – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F Contoh : HCL ( nama H lalu Cl ) ClF ( nama Cl lalu F ) PCl3 ( nama P lalu Cl )

  8. Penamaan dimulai dari nama nonlogam pertama diikuti nama non logam kedua dberi akhiran –ida HCl = Hidrogen klorida ClF = Klorin Fluorida • Jika dua jenis logam dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka digunakan awalan dari bahasa Yunani (latin) sesuai angka indeks dalam rumus kimianya : Contoh :

  9. Contoh :

  10. Tata nama IUPAC tidak perlu digunakan untuk senyawa yang memiliki nama umum sebagai contoh :

  11. Senyawa yang mengandung ion PoliatomNama Ion poliatom dan namanya:

  12. Untuk senyawa yang terdiri dari kation logam dan anion poliatom penamaan dimulai dari nama kation logam diikuti nama anion poliatom Contoh : NaOH : Natrium Hidroksida KCN : Kalium Sianida Fe(NO)3 : Besi (III) Nitrat Al2(SO4)3 : Alumunium Sulfat KMnO4 : Kalium Permanganat

  13. Untuk senyawa yang terdiri dari kation poliatom dan anion monoatom/poliatom, penamaan dimulai dari nama kation diikuti anion monoatom/poliatom Contoh : NH4Cl : Amonium Klorida NH4CN : Amonium Sianida NH4OH : Amonium Hidroksida (NH4)2SO4 : Amonium Sulfat

  14. Senyawa Asam • Senyawa asam biner (terdiri dari 2 jenis unsur), penamaan dimulai dari asam diikuti nama sisa asamnya, yaitu anion non logam Contoh : HCl : Asam Klorida HI : Asam Iodida HBr : Asam Bromida

  15. Senyawa yang terdiri dari 3 jenis unsur atau lebih, penamaan dimulai dari kata asam diikuti dengan nama sisa asamnya yaitu anion poliatom Contoh : HCN : Asam Sianida H2SO4 : Asam Sulfat H2CO3 : Asam Karbonat HNO3 : Asam Nitrat

More Related