etika profesi keteknikan pertanian oleh prof dr ir sumardi hs ms dr ir ruslan wirosoedarmo ms n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN Oleh Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS. PowerPoint Presentation
Download Presentation
ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN Oleh Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS.

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 152

ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN Oleh Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS. - PowerPoint PPT Presentation


  • 137 Views
  • Uploaded on

ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN Oleh Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS. Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo , MS. . Apakah Etika ?

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN Oleh Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS.' - ethel


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
etika profesi keteknikan pertanian oleh prof dr ir sumardi hs ms dr ir ruslan wirosoedarmo ms
ETIKA PROFESI KETEKNIKAN PERTANIAN

Oleh

Prof. Dr. Ir. Sumardi HS, MS.

Dr. Ir. RuslanWirosoedarmo, MS.

slide2

ApakahEtika?

KataEtikaatauetikberasaldarikata ethos (bahasaYunani) yang berartikarakter, watakkesusilaanatauadat. Dapatjugadiartikannorma-norma, kaidah-kaidahdanukuran-ukuranbagitingkahlakumanusia yang baik.

Profesiadalahkelompoksosialmanusia.

slide3

Etika :

dirupakandalambentukaturan (kode) tertulis yang secarasistematiksengajadibuatberdasarkanprinsip-prinsip moral yang adadanpadasaat yang dibutuhkanakanbisadifungsikansebagaialatuntukmenghakimisegalamacamtindakan yang secaralogika-rasionalumumdinilaimenyimpangdarikodeetik.

slide4

Etika

dalampergaulanhidupbermasyarakat, bernegarahinggapergaulanhiduptingkatinternasionaldiperlukansuatusistem yang mengaturbagaimanaseharusnyamanusiabergaul. Sistempengaturanpergaulantersebutmenjadisalingmenghormatidandikenaldengansebutansopansantun, tatakrama, protokolerdll.

slide5

Dengandemikian

1. etikaakanmemberikansemacambatasan

maupunstandar yang akanmengatur

pergaulanmanusiadidalamkelompok

sosial.

2. etikaadalahrefleksidariapa yang disebut

dengan “ self control” karenasegala

sesuatunyadibuatdanditerapkandaridan

untukkepentingankelompoksosial (profesi)

itusendiri

slide6

Kelompokprofesional :

merupakankelompok yang berkeahliandanberkemahiran yang diperolehmelaluiprosespendidikandanpelatihan yang berkualitasdanberstandartinggi yang dalammenerapkansemuakeahliandankemahiran yang tinggiituhanyadikontroldandinilaidaridalam 0leh rekansejawat, sesamaprofesisendiri.

slide7

BEBERAPA PENGERTIAN DALAM ETIKA

  • PROFESI
  • 1.1 Pengertian Etika dan Etika Profesi
  • Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos
  • (bahasaYunani) yang berartikarakter, watak
  • kesusilaanatauadat. Sebagaisuatusubyek, etika
  • akanberkaitandengankonsep yang dimilikioleh
  • individuataupunkelompokuntukmenilaiapakah
  • tindakan-tindakan yang telahdikerjakannyaitu
  • salahataubenar, burukataubaik.
  • Menurut Martin [1993], etikadidefinisikansebagai
  • "the discipline which can act as the performance
  • index or reference for our control system".
slide8

. etikaadalahrefleksidariapa yang disebutdengan "self

  • control", karenasegalasesuatunyadibuatdan
  • diterapkandaridanuntukkepentingankelompoksosial
  • (profesi) itusendiri.
  • • Kehadiranorganisasiprofesidenganperangkat "built-in
  • mechanism" berupakodeetikprofesidalamhalinijelas
  • akandiperlukanuntukmenjagamartabatserta
  • kehormatanprofesi, dandisisi lain melindungi
  • masyarakatdarisegalabentukpenyimpanganmaupun
  • penyalah-gunaankeahlian (Wignjosoebroto, 1999).
  • • Sebuahprofesihanyadapatmemperolehkepercayaan
  • darimasyarakat, bilamanadalamdiriparaelit
  • profesionaltersebutadakesadarankuatuntuk
  • mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin
  • memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat
  • yang memerlukannya.
slide9

1.2 EtikadanEstetika

  • • Etikadisebutjugafilsafat moral adalahcabangfilsafat
  • yang berbicaratentang praxis (tindakan) manusia. Etika
  • tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan
  • mempersoalkanbagaimanamanusiaharusbertindak.
  • Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam
  • norma.
  • • Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum,
  • norma moral, norma agama dannormasopansantun.
  • Norma hukumberasaldarihukumdanperundangundangan,norma agama berasal dari agama sedangkannorma moral berasaldarisuarabatin. Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika.
slide10

1.3 EtikadanEtiket

• Etika (ethics) berarti moral sedangkan etiket (etiquette)

berartisopansantun. Persamaanantaraetikadengan

etiketyaitu:

• etikadanetiketmenyangkutperilakumanusia. Istilah

tersebutdipakaimengenaimanusiatidakmengenai

binatangkarenabinatangtidakmengenaletikamaupun

etiket.

• Kedua-duanyamengaturperilakumanusiasecara

normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia

dandengandemikianmenyatakanapayagharus

dilakukandanapa yang tidakbolehdilakukan. Justru

karenasifatnyanormatifmakakeduaistilahtersebut

seringdicampuradukkan.

slide11

Perbedaan antara etika dengan etiket

1. Etiketmenyangkutcaramelakukanperbuatanmanusia. Etiketmenunjukkan

cara yang tepatartinyacara yang diharapkansertaditentukandalam

sebuahkalangantertentu.

Etikatidakterbataspadacaramelakukansebuahperbuatan, etikamemberi

normatentangperbuatanitusendiri. Etikamenyangkutmasalahapakah

sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

2. Etikethanyaberlakuuntukpergaulan.

Etikaselaluberlakuwalaupuntidakadaorang lain. Barang yang dipinjam

harusdikembalikanwalaupunpemiliknyasudahlupa.

3. Etiketbersifatrelatif. Yang dianggaptidaksopandalamsebuah

kebudayaan, dapatsajadianggapsopandalamkebudayaan lain.

Etikajauhlebihabsolut. Perintahseperti “janganberbohong”, “jangan

mencuri” merupakanprinsipetika yang tidakdapatditawar-tawar.

4. Etikethanyamemadangmanusiadarisegilahiriahsajasedangkanetika

memandang manusia dari segi dalam. Penipu misalnya tutur katanya

lembut, memegangetiketnamunmenipu. Orangdapatmemegangetiket

namunmunafiksebaliknyaseseorang yang berpegangpadaetikatidak

mungkinmunafikkarenaseandainyadiamunafikmakadiatidakbersikap

etis. Orang yang bersikapetisadalahorang yang sungguh-sungguhbaik.

slide12

1.4 Etika dan Ajaran Moral

• Etikaperludibedakandari moral. Ajaran moral memuat

pandangantentangnilaidannorma moral yang terdapat

padasekelompokmanusia. Ajaran moral mengajarkan

bagaimanaorangharushidup. Ajaran moral merupakan

rumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa

yang bernilaisertakewajibanmanusia.

• Etika merupakan ilmu tentang norma, nilai dan ajaran

moral. Etikamerupakanfilsafat yang merefleksikan

ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai 5 ciri khas

yaitubersifatrasional, kritis, mendasar, sistematikdan

normatif (tidak sekadar melaporkan pandangan moral

melainkanmenyelidikibagaimanapandangan moral

yang sebenarnya).

slide13

Pluralismemoral diperlukankarena:

1. pandangan moral yang berbeda-beda karena

adanyaperbedaansuku, daerahbudayadan

agama yang hidupberdampingan;

2. modernisasimembawaperubahanbesardalam

strukturdannilaikebutuhanmasyarakat yang

akibatnyamenantangpandangan moral

tradisional;

3. berbagaiideologimenawarkandirisebagai

penuntunkehidupan, masing-masingdengan

ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia

harushidup.

slide14

MenurutAhli:

  • Drs. OP Simorangkir: etikaatauetiksebagaipandanganmanusiadalamberperilakumenurutukurandannilai yang baik.
  • Drs. SidiGajalbadalamsistematikafilsafat: etikaadalahteoritentangtingkahlakuperbuatanmanusiadipandangdarisegibaikdanburuk, sejauh yang dapatditentukanolehakal.
  • Drs. H Burhanudin Salam: etikaadalahcabangfilsafat yang berbicaramengenainilaidannoma moral yang menentukanprilakumanusiadalamhidupnya.
slide15

Moralitas

• Ajaran moral memuatpandangantentangnilaidannorma moral

yang terdapatdiantarasekelompokmanusia. Adapunnilai moral

adalahkebaikanmanusiasebagaimanusia. Norma moral adalah

tentangbagaimanamanusiaharushidupsupayamenjadibaik

sebagaimanusia. Adaperbedaanantarakebaikan moral dan

kebaikanpadaumumnya. Kebaikan moral merupakankebaikan

manusiasebagaimanusiasedangkankebaikanpadaumumnya

merupakan kebaikan manusia dilihat dari satu segi saja, misalnya

sebagaisuamiatauisteri.

• Moral berkaitan dengan moralitas. Moralitas adalah sopan santun,

segalasesuatu yang berhubungandenganetiketatausopan

santun. Moralitasdapatberasaldarisumbertradisiatauadat,

agama atausebuahideologiataugabungandaribeberapasumber

slide16

EtikadanMoralitas

Etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan

merupakanfilsafat yang mereflesikanajaran moral.

Pemikiranfilsafatmempunyai lima cirikhasyaitu

rasional, kritis, mendasar, sistematikdannormatif.

Rasionalberartimendasarkandiripadarasioataunalar,padaargumentasi yang bersediauntukdipersoalkantanpaperkecualian. Kritisberartifilsafatinginmengertisebuahmasalahsampaikeakar-akarnya, tidakpuasdenganpengertiandangkal. Sistematisartinyamembahaslangkahdemilangkah. Normatifmenyelidikibagaimanapandangan moral yang seharusnya.

slide17

Etikadan Agama

• Etikatidakdapatmenggantikan agama. Agama merupakanhal yang tepat

untukmemberikanorientasi moral. Pemeluk agama menemukanorientasi

dasarkehidupandalamagamanya. Akantetapi agama itumemerlukan

ketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar

indoktrinasi. Hal inidisebabkanempatalasansebagaiberikut:

1. Orang agama mengharapkan agar ajaranagamanyarasional. Iatidakpuas

mendengarbahwaTuhanmemerintahkansesuatu, tetapiiajugaingin

mengertimengapaTuhanmemerintahkannya. Etikadapatmembantu

menggalirasionalitas agama.

2. Seringkaliajaran moral yang termuatdalamwahyumengizinkan

interpretasi yang salingberbedadanbahkanbertentangan.

3. Karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat maka

agama menghadapimasalah moral yang secaralangsungtidakdisinggungsinggung

dalamwahyu. Misalnyabayitabung, reproduksimanusiadengan

gen yang sama.

4. Adanya perbedaan antara etika dan ajaran moral. Etika mendasarkan diri

padaargumentasirasionalsemata-matasedangkan agama padawahyunya

sendiri. Olehkarenaituajaran agama hanyaterbukapadamereka yang

mengakuinyasedangkanetikaterbukabagisetiaporangdarisemua agama

danpandangandunia.

slide18

1.5 Istilahberkaitan

Kata etika sering dirancukan dengan istilah etiket, etis, ethos,

iktikaddankodeetikataukodeetika. Etikaadalahilmu yang

mempelajariapa yang baikdanburuk. Etiketadalahajaransopan

santun yang berlakubilamanusiabergaulatauberkelompok

denganmanusia lain. Etikettidakberlakubilaseorangmanusia

hidupsendirimisalnyahidupdisebuahpulauterpencilataudi

tengahhutan. Etisartinyasesuaidenganajaran moral, misalnya

tidaketismenanyakanusiapadaseorangwanita. Ethos artinya

sikapdasarseseorangdalambidangtertentu. Makaadaungkapan

ethos kerjaartinyasikapdasarseseorangdalampekerjaannya,

misalnyaethos kerja yang tinggiartinyadiamenaruhsikapdasar

yang tinggiterhadappekerjaannya. Kodeatikaataukodeetik

artinyadaftarkewajibandalammenjalankantugassebuahprofesi

yang disusun oleh anggota profesi dan mengikat anggota dalam

menjalankantugasnya.

slide19

Ada 2 etika yang harusdipahami:

  • ETIKA DESKRIPTIF:

yaituetika yang berusahameneropongsecarakritisdanrasionalsikapdanperilakumanusiadanapa yang dikejarolehmanusiadalamhidupinisebagaisesuatu yang bernilai. Etikadeskriptifmemberikanfaktasebagaidasaruntukmengambilkeputusantentangperilakuatausikap yang maudiambil.

slide20

2. ETIKA NORMATIF:

etika yang berusahamenetapkanberbagaisikapdanpolaprilaku ideal yang seharusnyadimilikiolehmanusiadalam hidupsebagaisesuaru yang bernilai. Etikanormatifmemberipenilaiansekaligusmemberinormasebagaidasardankerangkatindakan yang akandiputuskan

slide21

EtikaNormatif:

1. EtikaUmum:berbicaramengenaikondisi-kondisidasarbagaimanamanusiabertindaksecaraetis, bagaimanamanusiamengambilkeputusanetis, teori-teorietikadanprinsip-prinsip moral dasar yang menjadipeganganbagimanusiadalambertindaksertatolokukurdalammenilaibaikatauburuknyasuatutindakan.

slide22

2. EtikaKhusus:

Merupakanpenerapanprinsip-prinsip moral dasardalambidangkehidupan yang khusus.

Penerapanbisa: bagaimanamengambilkeputusandanbertindakdalambidangkehidupandankegiatankhusus yang dilakukandidasariolehcara, teoridanprinsip-prinsip moral dasar, ataubagaimanasayamenilaiperilakusendiriatauorang lain dalambidangkegiatandankehidupankhusus yang dilatarbelakangiolehkondisi yang memungkinkanmanusiabertindaketis.

slide23

EtikaKhusus:

  • Etika individual: yaitumenyangkutkewajibandansikapmanusiaterhadapdirinyasendiri.
  • Etikasosial: yaituberbijaramengenaikewajiban, sikapdanpolaperilakumanusiasebagaianggotaumatmanusia.
slide24

EtikaSosialmenyangkuthubunganmanusiadenganmanusiabaiksecaralangsungmaupunsecarakelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikapkritisterhadappandangan-pandanganduniadanidiologi-idiologimaupuntanggungjawabumatmanusiaterhadaplingkunganhidup.

slide25

MacamEtikaSosial:

  • Sikapterhadapsesama
  • Etikakeluarga
  • EtikaProfesi
  • Etikapolitik
  • Etikalingkungan
  • Etikaidiologi
slide26

VariabelpenilaianEtika:

  • Tujuanbaik, tetapicarauntukmencapainyatidakbaik
  • Tujuantidakbaik, carapencapaiannyakelihatannyabaik
  • Tujuantidakbaik, carapencapaiannyajugatidakbaik
  • Tujuanbaik, carapencapaiannyajugaterlihatbaik
slide27

PROFESI

Adalahsuatuhal yang berkaitandenganbidang yang sangatdipengaruhiolehpendidikandankeahlian, sehinggabanyakorang yang bekerjatetapsesuai. Tetapiperlupenguasaanteorisistematis yang mendasaripraktekpelaksanaandanhubungannyaantarateoridanpenerapandalampraktek

slide28

Menurut DE GEORGE:

Profesiadalahpekerjaan yang dilakukansebagaikegiatanpokokuntukmenghasilkannafkahhidupdan yang mengandalansuatukeahlian.

PerbedaanProfesidanProfesional

Profesi:

  • Mengandalkansuatuketrampilanataukeahliankhusus
  • Dilaksanakansebagaisuatupekerjaanataukegiatanutama
  • Dilaksanakansebagaisumberutamanafkahhidup
  • Dilaksanakandenganketerlibatanpribadi yang mendalam
slide29

Profesional:

  • Orang yang tahuakankeahliandanketrampilannya
  • Meluangkanseluruhwaktunyauntukpekerjaanataukegiatanitu
  • Hidupdari situ
  • Banggaakanpekerjaannya
slide30

Ciri-CiriProfesi

  • Adanyapengetahuankhusus
  • Adanyakaidahdanstandar moral yang sangattinggi
  • Mengabdipadakepentinganmasyarakat
  • Adaijinkhususuntukmenjalankansuatuprofesi
  • Kaumprofesionalbiasanyamenjadianggotadarisuatuprofesi
slide31

Prinsip-PrinsipEtikaProfesi:

  • Tanggungjawab: terhadappelaksanaanpekerjaandanterhadaphasilsertaterhadapdampakdariprofesiituuntukkehidupanorang lain ataumasyarakanpadaumumnya
  • Keadilan : Prinsipinimenuntutuntukmemberikankepadasiapasajaapa yang menjadihaknya
  • Otonomi: prinsipinimenuntut agar setiapkaumprofesionalmemilikidandiberikebebasandalammenjalankanprofesinya.
slide32

Syarat-SyaratSuatuProfesi:

  • Melibatkankegiatanintelektual
  • Menggelutisuatubatangtubuhilmu yang khusus
  • Memerlukanpersiapanprofesional yang alamdanbukansekedarlatihan
  • Memerlukanlatihandalamjabatan yang berkesinambungan
  • Menjajikankarirhidupdankeanggotaan yang permanen
  • Mementingkanlayanandiataskeuntunganpribadi
  • Mempunyaiorganesasiprofesi yang kuatdanterjalinerat
  • Menentukanbakustandarnyasendiridalamhaliniadalahkodeetik
slide33

PERANAN ETIKA DALAM PROFESI

  • Nilai-nilaietikatidakmiliksatuduaorangataugolongantetapimiliksetiapkelompokmasyarakatbahkankeluargadansuatubangsa
  • Salahsatugolonganmasyarakat yang mempunyainilai-nilai yang menjadilandasandalampergaulanadalahmasyarakatprofesional
  • Menjadisorotanmasyarakatbaikdalamkondisibaikmaupunburuk.
slide34

KODE ETIK PROFESI

Kode: yaitutanda-tandaatausimbul-simbul yang berupakata-kata, tulisanataubenda yang disepakatiuntukmaksud-maksudtertentu, misalnyauntukmenjaminsuatuberita, keputusanatausuatukesepakatansuatuorganesasi.

slide35

KodeEtik:

Yaitunormaatauazas yang diterimaolehsuatukelompoktertentusebagailandasantingkahlakusehari-haridimasyarakatmaupunditempatkerja.

Menurut UU No. (Pokok-PokokKepegawaian)

Kodeetikprofesiadalahpedomansikap, tingkahlakudanperbuatandalammelaksanakantugasdandalamkehidupansehari-hari.

slide36

SangsiPelanggaranKodeEtik

  • Sangsi moral
  • Sangsidikeluarkandariorganesasi

Kasus-kasuspelanggarankodeetikakanditindakdandinilaiolehsuatudewankehormatanataukomisi yang dibentukkhususuntukitu.

slide37

Profesionalisme

Merupakansuatautingkahlaku, suatutujuanatausuaturangkaiankualitas yang menandaiataumelukiskancuraknyasuatu “

profesi”

Profesionalismemengandung pula pengertianmenjalankansuatuprofesiuntukkeuntunganatausebagaisumberkehidupan.

slide38

Ciri-ciriProfesionalisme:

  • Profesionalismemenghendakisifatmengejarkesempurnaanhasilsehinggadituntutselalumencaripeningkatanmutu
  • Memerlukankesungguhandanketelitiankerja yang hanyadapatdiperolehmelaluipengalamandankebiasaan
  • Menuntutketekunandanketabahan
  • Memerlukanintegritastinggi yang tidaktergoyahkanoleh” keadaanterpaksa” ataugodaanimansepertihartadankenikmatanhidup
  • Memerlukanadanyakebulatanfikirandanperbuatan,sehinggaterjagaefektivitaskerja
slide39

Menurut TJERK HOOGHIEMSTRA

Seorang yang dikatakanprofesionaladalahmereka yang sangatkompetenataumemilikikompetensi-kompetensitertentu yang mendasarikinerja.

Kompetensi: adalahkarakteristikpokokseseorang yang berhubungandenganunjukkerja yang efektifatau superior padajabatantertentu

slide40

Kompetensimeliputi:

  • Keterampilanmelaksanakantugasindividudenganefisien
  • Keterampilanmengelolabeberapatugas yang berbedadalampekerjaannya
  • Keterampilanmerespondenganefektifhal-hal yang bukanmerupakanpekerjaanrutindankerusakan
  • Keterampilanmenghadapitanggungjawabdantuntutanlingkungantermasukbekerjadenganorang lain danbekerjadalamkelompok
slide41

TUJUAN KODE ETIK PROFESIONAL

  • Untukmenjunjungtinggimartabatprofesi
  • Menjagadanmemeliharakesejahteraanparaanggota
  • Meningkatkanpengabdianparaanggota
  • Meningkatkanmutuprofesi
  • Meningkatkanmutuorganesasi
  • Meningkatkanlayanandiataskeuntunganpribadi
  • Mempunyaiorganesasiprofesional yang kuatdanterjalinerat
  • Menentukanbakustandarnyasendiri
slide42

FungsiKodeEtikProfesional

  • Memberikanpedomanbagisetiapanggotaprofesitentangprinsipprofesionalitas yang digariskan
  • Sebagaisaranakontrolsosialbagimasyarakatatasprofesi yang bersangkutan
  • Mencegahcampurtanganpihakdiluarorganesasiprofesitentanghubunganetikadalamkeanggotaanprofesi.
pengertian etika profesi keteknikan
PengertianEtikaProfesiKeteknikan
  • EtikaProfesiKeteknikanadalahetika yang diterapkandalambidangkeahlianteknikpertanian, yang memaparkanmengenaitatacarabekerjabagiseorangsarjana TEP dalambekerjadandituntutbertanggungjawabatassemuakewajiban yang adadalamprofesi yang ditekuni.
tujuan etika profesi keteknikan pertanian
TujuanEtikaProfesiKeteknikanPertanian
  • mengembangkanrangkaiankerjagunamembangunkewaspadaanterhadappandangandari ethical issue.
perbedaan profesi dan pekerjaan
PerbedaanProfesidanPekerjaan

1. Profesi

  • MemerlukanbidangIlmudanketerampilan
  • Menggunakanhasilpenelitiandanaplikasidariteorikepraktek
  • MemerlukankeahlianKhususdenganwaktu yang panjang
  • Mempunyaikodeetik
  • 2. Pekerjaan
  • Sesuatu yang dibuatuntukmatapencaharian
  • TidakmempunyaiKodeetik
kode etik
KodeEtik
  • Kodeetikadalahnorma-norma yang harusdiperhatikanolehsetiapanggotaprofesidalammelaksanakantugasprofesinyadandalamhidupnyadimasyarakat.
norma norma
Norma-Norma
  • Merupakanpetunjuk-petunjukbagiparaanggotaprofesitentangbagaimanamerekamelaksanakanlarangan-larangan, yaituketentuan-ketentuantentangapaapa yang bolehdiperbuatataudilaksanakanolehmereka, tidaksajadalammenjalankantugasprofesi , melainkanjugamenyangkuttingkahlakupadaumumnyadalampergaulansehari- haridalammasyarakat.
pentingnya pendidikan bagi profesional
Pentingnyapendidikanbagiprofesional
  • Karenaharusmemilikikompetensidanlatarbelekangprofesi yang diperolehdariprosespendidikandanpelatihankhusus
  • Harusmemilikisemangatpengabdiandidalammelaksanakansuatukegiatanatasdasarpanggilanprofesi
empat prinsip dasar insinyur
EmpatprinsipdasarInsinyur
  • Menggunakanpengetahuandanketrampilanuntukmeningkatkankesejahteraanamnusia
  • Bersikapjujurdantidakmemihak
  • Berusahameningkatkankompetensidangengsiprofesirekayasa
  • Mendukungorganesasiprofesidanteknisdaridisiplinilmu
enam pilar utama yang menjadi penyangga kode etik profesi
EnamPilarUtama yang MenjadiPenyanggaKodeetikProfesi
  • Menjagakeselamatan,kesehatandankesejahteraandalammelaksanakantugasprofesional
  • Akanmelakukanlayananhanyadibidangkompetensi
  • Mengeluarkanpernyataanpublikhanyadalamhalobyektifdanjujur.
  • Harusbertindakprofesionaldanmenghindarikonflikkepentingan
  • Membangunreputasiprofesionaldantidakakanbersaingsecaratidakadil
  • Bertindakuntukmenegakkandanmeningkatkankehormatan, integritasdanmartabat
kekayaan intelektual
KekayaanIntelektual
  • Hakcipta: hakdaribembuatsebuahciptaanterhadapciptaannyadansalinannya.
  • Paten : hakuntukmelindungisebuahide
  • Merekdagang: merek yang digunakanpebisnisuntukmengidentifikasikansebuahprodakataulayanan
  • Rahasiadagang: sesuatahal yang dirahasiakan
slide52

Komponen yang perluuntukKompetensiProfesional:

1.Kompetensi Spesialis

Kemampuanuntuk:

- KetrampilandanPengetahuan

- Menggunakanperkakasdanperalatandengansempurna

- Mengorganisasikandanmenanganimasalah

slide53

Kompetensimeliputi:

  • Ketrampilanmelaksanakantugasindifidu

denganefisien (Task skill)

2. Ketrampilanmengelolabeberapatugas yang berbedadalampekerjaannya (Task management skill)

3. Ketrampilanmerespondenganefektifhal-hal yang bukanpekerjaanrutindankerusakan (Contigency management skill)

4. Ketrampilanmenghadapitanggungjawabdantuntutanlingkungantermasukbekerjadenganorang lain danbekerjadalamkelompok (Job/role environment skill)

slide54

2. KompetensiMetodik

Kemampuanuntuk:

- Mengumpulkandanmenganalisa

informasi

- Mengevaluasiinformasi

- Orientasitujuankerja

- Bekerjasecarasistematik

slide55

3. KompetensiIndividu

Kemampuanuntuk:

- Inisiatif

- Dipercaya

- Motivasi

- Kreativ

slide56

4. KompetensiSosisal

Kemampuanuntuk:

- Berkomunikasi

- Kerjakelompok

- Kerjasama

slide57

Peran IQ, EQ, SQ, CQ, dan AQ dalamperkembanganProfesi.

Menurut Daniel Goleman (1996):

Orang yang mempunyai IQ tinggitetapi EQ rendahcenderungmengalamikegagalan yang lebihbesardibandingdenganorang yang IQ (15%) nya rata-rata tetapi EQ (85%) nyatinggi. Artinyabahwapenggunaan EQ atauolahrasajustrumenjadihal yang sangatpenting

slide58

IQ = Intelegence Quotient (Kecerdasan

mengerjakanataumelakukan)

EQ= Emotional Quotient (KecerdasanEmosi)

SQ= Spiritual Quotient (Kecerdasan Spiritual)

CQ= Creativity Quotient (Kecerdasan

Kreativitas)

AQ=Adversity Quotient (Kecerdasan

menghadapimasalah)

slide59

Intellegensi

Menurut Marten Pali (1993) intellegensiadalahkeseluruhankemampuanindividuuntukberpikirdanbertindaksecaralogis, terarah, sertamengolahdanmenguasailingkungansecaraefektif.

slide60

PengukuranIntellegensi

Very superior : 130 –

Superior : 120 – 129

Brght normal : 110 – 119

Average : 90 – 109

Dull Normal : 80 – 89

Borderline : 70 – 79

Mental Defective : 69 dankebawah

slide61

EQ (Emosi) dalahletupanperasaanseseorang

Pengertian EQ (kecerdasanemosi:

  • Kemampuanuntukmengenaliperasaansendiri, perasaanorang lain, memotivasidirisendiri, mengelolaemosidenganbaikdanberhubungandenganorang lain
  • Kemampuanmengertidanmengendalikanemosi
  • Kemampuanmengindra, memahamidandenganefektifmenerapkankekuatan, ketajaman, emosisebagaisumberenergi, informasidanpengaruh
  • Bertanggungjawabatashargadiri, kesadarandiri, kepekaansosialdanadaptasisosial
slide62

Aspek EQ ada lima:

  • Kemampuanmengenaldiri (kesadarandiri)
  • Kemampuanmengelolaemosi( Penguasaandiri)
  • Kemampuanmemotivasidiri
  • Kemampuanmengendalikanemosiorang lain
  • Kemampuanberhubungandenganorang lain (empati)
slide63

PerilakuCerdasEmosi

  • Menghargaiemosinegatiforang lain
  • Sabarmenghadapiemosinegativorang lain
  • Sadardanmenghargaiemosidirisendiri
  • Emosinegatifuntukmembinahubungan
  • Pekaterhadapemosioranglauin
  • Tidakbingungmenghadapiemosiorang lain
  • Tidakmenganggaplucuemosiorang lain
  • Tidakmemaksaapa yang harusdirasakan
  • Tidakharusmembereskanemosiorang lain
  • Saatemosionaladalahsaatmendengarkan
slide64

EQ tinggiadalah:

  • Berimpati
  • Mengungkapkandanmemahamiperasaan
  • Mengendalikanamarah
  • Kemandirian
  • Kemampuanmenyesuaikandiri
  • Disukai
  • Kemampuanmemecahkanmasalahantarpribadi
  • Ketekunan
  • Kesetiakawanan
  • Keramahan
  • sikaphormat
slide65

EQ mempunyaiperananpentingdalammeraihkesuksesanpribadidanprofesional:D GOLEMAN

  • 90 % prestasikerjaditentukanoleh EQ
  • Pengetahuandanteknishanyaberkontribusi 4%
slide66

HasilPenelitianmenyatakanbahwaindividu yang mempunyai IQ tinggimenunjukkankinerjaburukdalampekerjaan, sedangkan yang IQ rendahjustrusangatberprestasi.

IQ tinggisering kali memiliki sifat2 menyesatkansbagaiberikut:

  • Yakin tahusemuanya
  • Seringmenggunakanpikiranuntukmenalarbukanuntukmerasakan
  • Meyakinibahwa IQ lebihpentingdari EQ
  • Seringmembuat prioritas2 yang merusakkesehatankitasendiri
slide67

Membangunbentenguntukmencapaiketrampilanemosional : Dr. Patricia Patton

  • Pahampentingnyaperanemosidanpemahaman yang memungkinkanandamerasakanperbedaanbesardalambagaimanakitamengendalikanemosi
  • Mengekspresikankenyataanbahwatidakseorangpunmemilikiperasaan yang samatentangpersoalan yang serupa
  • Mengekangemosiadalahtindakantidaksehatdandapatmengarahkitakedalam cara2 yang negatif
slide68

4. Mempertajamintuisipemecahanmasalahketuikamenghadapisuatumasalah yang kitratidakmungkindapatmengontrol

5. Mengetahuiketerbatasandirisendiridantahukapankitaperlumengubahstrategi

6. Memungkinkanorang lain menjadidirisendiri, tanpamemaksakanharapankitapadamereka

7. Mengetahuidirisendiridanmenghargaipotensi yang kitamilikibagipertumbuhanpribadi

8.Mengetahui pentingnyakasihsayang, perhatiandanberbagaibersama.

slide69

SQ ( Spiritual Quotient

Spiritual adalahintidaripusatdirisendiri

MenurutAgus N. Germanto, 2001:

Kecerdasan spiritual adalahsumber yang mengilhami, menyemangatidanmengikatdiriseseorangkepadanilai-nilaikebenarantanpabataswaktu.

slide70

PenemuKecerdasan Spiritual (SQ) adalahDanahZohardanLan Marshall, 2000 menyatakanbahwa SQ cenderungdiperlukanbagisetiaphambaTuhanuntukdapatberhubungandenganTuhannya.

Gagasan, energi, nilai, visi, dorongan, danarahpanggilanhidup, mengalirdaridalamdarisuatukeadaankesadaran yang hidupbersamacinta.

slide71

Paul Edwarmenyatakanbahwa SQ adalahbuktiilmiah.

Iniadalahbenarketikaandamerasakankeamanan (secure), kedamaian (peace), penuhcinta (Loved) danbahagia (happy).

Ketikadibedakandengansuatukondisidimanaandamerasakanketidakamanan, ketidakbahagiaan, danketidakcintaan.

slide72

Victor Frank (Psikolog); Pencarianmanusiaakanmaknahidupmerupakanmotivasiutamanyadalamhidupitu.

Kearifan spiritual adalahsikaphiduparifdanbijaksecara spiritual, yang cenderunglebihbermaknadanbijak, bisamenyikapisesuatusecaralebihjernihdanbenarsesuaihatinuranikita, kecerdasan spiritual

slide73

SQ dalamPenelitian

Neurolog V.S. RamachandrandanTimnyadiUniversitas California darihasilpenelitiannyamenemukanadanya “ TitikTuhan” (Got Spot) didalamotakmanusia.

Pusat spiritual tersebutbersinar(bergetar) ketikaseseorangterlibatdalampembicaraantentangtopik-topik spiritual dan agama

slide74

Dalambuku yang berjudul “SeratusTokoh” yang berpengaruhdalamsejarahpenulis Michael H. Hart membuatperingkatenamteratasyaitu:

  • Nabi Muhammad SAW
  • Isaac Newton
  • Nabi Isa (Yesus)
  • Buda (Sidharta Gautama)
  • Kong Huchu
  • St Paul
slide75

Ciri-ciri SQ tinggi

MenurutDimitri Mahayana ciri-ciriorangber SQ tinggiadalah:

  • Memilikiprinsipdanvisi yang kuat
  • Mampumelihatkesatuandalamkeanekaragaman
  • Mampumemaknaisetiapsisikehidupan
  • Mampu mengeloladanbertahandalamkesulitandanpenderitaan
slide76

MemilikiPrinsipdanvisi yang kuat

Prinsip: adalahsuatukebenaran yang hakikidan fundamental berlakusecara universal bagiseluruhumat

Prinsipmerupakanpedomanberperilaku, yang berupanilai-nilai yang permanendanmendasar.

slide77

Tigaprinsiputamabagiorang yang tinggispiritualnya:

  • Prinsipkebenaran

Suatu yang paling nyatadalamkehidupaniniadalahkebenaran.

Pelanggaranatasnilaikebenaranmembuatkitakehilanganjatidiri, hatinurani yang tidakjernih.

2. Prinsipkeadilan

Keadilanadalahmemberikansesuatusesuaidenganhak yang seharusnyaditerima, tidakmengabaikan, tidakmengurangi-mengurangi

slide78

3. Prinsipkebaikan

Kebaikanadalahmemberikansesuatulebihdarihak yang seharusnya.

Contoh: seharusnyanaikmiklroletsekalitigaributapikitamembayarempatribu

slide79

Visi yang kuat

Visiadalahcarapandangbagaimanamemandangsesuatudenganvisi yang benar. Denganvisikitabisamelihatbagaimanasesuatudenganapaadanya, jernihdarisumbercahayakebenaran.

Contoh: Belajaritutidaksekedarmencariangkaraport, ijazahataubisamencarikerja yang bergajipantas.

slide80

Mampumelihatkesatuandalamkeanekaragaman.

Para mahasiswamenuntutsuasanakuliah yang menyenangkan. Dosenmenginginkansemangatdanhasilkuliah yang optimal. Semuapihakberbedatetapisama- samamenginginkankebaikan.

slide81

Mampumemaknaisetiapsisikehidupan.

Semua yang terjadidialamrayainiadamaknanya. Semuakejadianpadadirikitadanlingkunganadalahadahikmah, semuadiciptakanadatujuannya. Dalamsakit, gagal. Jatuh, kekurangandanpenderitaanlainnyabanyakpelajaran yang mempertajamkecerdasan spiritual kita. Demikianjugaketikaberhasilkitabersyukurdantidaklupadiri

slide82

Mampubertahandalamkesulitandanpenderitaan.

Sejarahtelahmembuktikan, semuaorangbesaratauorangsuksestelahmelewatiliku-likudanujian yang besarjuga.

Penderitaandankesulitanlah yang menumbuhkandanmengembangkandimensi spiritual.

slide83

Kecerdasan spiritual bagipelaksanaprofesi

SDM seabagaipelaksanadarisuatuprofesidengantingkatkecerdasan spiritual (SQ) yang tinggiadalahpemimpin yang tidaksekedarberagama, tetapiterutamaberimandanbertaqwakepada Allah AWT. Seorangpelaksanaprofesi yang berimanadalahorang yang percayabahwaTuhanituada, MahaMelihat, MahaMendengardanMahaMengetahui apa2 yang diucapkan, diperbuatbahkanisihatiatauniatmanusia.

slide84

Selaindaripadaitu SDM sebagaipelaksanasuatuprofesi yang berimanadalahseorang yang percayaadanyamalaikatyang mencatatsegalaperbuatan yang baikmaupun yang terceladantidakdapatdiajakkolusi. SDM sebagaipelaksanaprofesitahumana yang baikdanmana yang buruk, mana yang benardanmana yang salah, mana yang halaldanmana yang haram, mana yang melanggarhukumdanmana yang sesuaidenganhukum

slide85

SDM sebagaipelaksanaprofesiharusselalumemegangamanah, konsisten (istiqomah) dantugas yang diembannyaadalahibadahterhadapTuhan, olehkarenaitusemuasikap, ucapandantindakanselalumengacupadanilai-nilai moral danetika agama, selalumemohontaufiqdanhidayah Allah SWT dalammelaksanakanamanah yang dipercayakankepadanya.

“ Sesungguhnyasholatitudapatmencegahkamudariperbuatankejidandanmunkar”

slide86

CQ (creativity Quotient) / KecerdasanKreativitas:

adalahpotensiseseoranguntukmemunculkansesuatu yang penemuan-penemuanbarudalambidangilmudanteknologisertasemuabidangdalamusahalainnya.

slide87

Guil Ford mendiskripsikan 5 cirikreativitas:

  • Kelancaran : Kemampuanmemproduksi

banyakide

2. Keluwesan: Kemampuanuntuk

mengajukanbermacam-

macampendekatanjalan

pemecahanmasalah

3. Keaslian : Kemampuanuntuk

melahirkangagasan yang

orisinalsebagaihasilpemikiran

sendiri

slide88

4. Penguraian : Kemampuanmenguraikan

sesuatusecaraterperinci

5. PerumusanKembali : Kemampuanuntuk

mengkajikembalisuatu

persoalanmelaluicara yang

berbedadengan yang sudah

lazim.

slide89

Kreatifitasadalahkemampuanuntukmenciptadanberkreasi, tidakadasatupunpernyataan yang dapatditerimasecaraumummengenaimengapasuatukreasiitutimbul.

Kreatifitasseringdianggapterdiridariduaunsur:

  • Kepasihan yang ditunjukanolehkemampuanmenghasilkansejumlahbesargagasandan ide2 pemecahanmasalahsecaralancardancepat.

2. Keluwesan yang padaumumnyamengacukepadakemampuanuntukmenemukangagasandanide yang berbeda-bedadanluarbiasauntukmemecahkansuatumasalah.

slide90

Hambatanuntukmenjadilebihkreatif.

Kebiasaan, waktu, dibanjirimasalah, tidakadamasalah, takutgagal, kebutuhanakansebuahjawabansekarang, kegiatan mental yang sulitdiarahkan, takutbersenang-senang, kritikorang lain.

slide91

Beberapacaramemunculkangagasankreatifyaitu:

  • Kuantitasgagasan

Teknik-teknikkreatifdalamberbagaitingkatankeseluruhannyabersandarpadapengembanganpertamasejumlahgagasansebagaisuatucarauntukmemperolehgagasan yang baikdankreatif. Akantetapi, bilamasalahnyabesardimanakitainginmendapatkanpemecahanbarudanorisinilmakakitamembutuhkanbanyakgagasanuntukdipilih.

slide92

2. Teknik brainstorming

Merupakancara yang terbanyak, tetapijuga

merupakanteknikpemecahankreatif yang

tidakbanyakdipahami. Teknikini

cenderungmenghasilkangagasanbaru

yang orisiniluntukmenambahjumlah

gagasankonvensional yang ada.

slide93

3. Sinektik

Suatumetodeatauproses yang

menggunakanmetaforadananalogiuntuk

menghasilkangagasankreatifatauwawasan

segarkedalampermasalahan, makaproses

sinektikmencobamembuat yang asing

menjadiakrabdanjugasebaliknya.

slide94

4. Memfokuskantujuan

Membuatseolah – olahapa yang diinginkan

akanterjadibesuk, telahterjadisaatini

denganmelakukanvisualisasi yang kuat.

Apabilaprosesinidilakukansecara

berulang-ulang, makapemikiranandaakan

terpusatkearahtujuan yang dimaksuddan

terjadiproses auto sugestikedalamdiri

maupunkeluar.

slide95

AQ ( Adversity Quotient)= Kecerdasadalammenghadapimasalah:

Adalahkemampuan /kecerdasanseseoranguntukdapatbertahanmenghadapikesulitandanmampumengatasitantanganhidup.

slide96

MenurutStoltz, AQ adalahkecerdasanuntukmengatasikesulitan

“ AQ merupakanfaktoryang dapatmenentukanbagaimana, jadiatautidaknya, sertasejauhmanasikap, kemampuandankinerjaAndaterwujutdidunia“ Pendekkata, orang yang memilikiAQ tinggiakanlebihmampumewujudkancita-citanyadibandingkaorang yang AQ nyalebihrendah.

slide97

Paul G. Stoltz, merinci AQ berdasarkanpenelitiannyaada 3:

1. AQ tingkat “Quitters” (orang-orang yang berhenti). Tingkat AQ yang paling rendahyakniorang yang langsungmenyerahketikamenghadapaikesulitanhidup. Orang yang tidakberikhtiardanhanyaberkeluhkesahmenghadapipenderitaankemiskinandan lain-lain.

slide98

AQ tingkat “ Cambers” (Orang yang berkemah”.

Camber adalah AQ tingkatbawah. Awalnyagiatmendaki/berusahamenghadapikesulitanhidup, ditengahperjalananmudahmerasacukupdanmengakiripendakianatauusahanya.

Contoh: orang yang sudahmerasacukupdenganmenjadisarjana, merasasuksebilamemilikijabatandanmateri.

slide99

AQ tingkat “ Climbers” (orang yang mendaki).

Climber adalahpendakisejati. Orang yang seumurhidupmendakimencarihakikatkehidupanmenujukemuliaanmanusiaduniaakhirat.

Rentang AQ meliputitigagolongan:

  • AQ rendah ( 0 – 50)
  • AQ sedang (95 – 134)
  • AQ tinggi (166 – 200)

AQ dapatdipelajaridenganlatihan-latihanuntukmeningkatkanlevelnya.

slide100

Analisa SWOT merupakansuatuteknik yang dapatdigunakanuntukmenelaahtingkatkeberhasilanpencapaiancita-cuta/ karier’

“S” Streng (kekuatan), adalahsebuahpotensi yang adapadadirisendiri yang mendukungcita-cita/karier.

“W” Weakness (kelemahan). Adalahseluruhkekurangan yang ada [padadirisendiridankurangmendukungcita-cita/karier.

slide101

“O” Opportunity, (Peluang), adalahsegalasesuatu yang dapatmenunjangkeberhasilancita-cita (karier).

“T” Traits (Ancaman), adalahsegalasesuatu yang dapatmenggagalkanrencanacita-cita/karier yang berasaldaridirisendiriataulingkungan.

slide102

“ ……. Tidakadasuatukeputusan, melainkanbagi Allah> Diamenerangkankebenarandandiasebaik-baiknyaPemberiKeputusan”

(QS. Al An’aam 6: 57)

SekemaPengambilanKeputusan

Keputusan

Spiritual

MasalahKebebasanKeputusan

TimbulMemilihEmosional

Keputusan

Persepsi

slide103

SERTIFIKAT PROFESIONAL

  • (SERTIFIKAT KOMPETENSI)
  • DIBERIKAN PADA SESEORANG
  • BERDASARKAN PENILAIAN ATAS
  • KEMAMPUAN BEKERJANYA
  • MELALUI PENGUKURAN PADA
  • PENGALAMAN KERJANYA
persyaratan sertifikasi

PENDIDIKAN

KESARJANAAN PADA

PROFESINYA

PENGALAMAN

KERJA

PROFESI

MEMENUHI

BAKUAN

KOMPETENSI

PERSYARATAN SERTIFIKASI
  • MEMPUNYAI DASAR

PENGETAHUAN PROFESI

(KNOWLEDGE BASE)

  • MEMPUNYAI

PENGALAMAN

  • MEMPUNYAI

KOMPETENSI

dasar pengetahuan knowledge base
DASAR PENGETAHUAN(KNOWLEDGE BASE)
  • PENDIDIKAN KESARJANAAN
  • Kur-Sila Harus Mencakup Pengajaran Yang Menghasilkan Kecendekiawanan
  • Mutu Pendidikan Harus Tinggi
  • Akreditasi “A” dan “B” Atau Pendidikan Tambahan
  • JALUR ARTIKULASI
  • Akan Dimungkinkan IP Dari Politeknik, D3, STM, IKIP, dsb. Dengan Syarat Ketat
  • PENDIDIKAN BERKELANJUTAN
  • Selalu Memutakhirkan Pengetahuan
pengalaman profesi
PENGALAMAN PROFESI
  • BERUPA PENUGASAN YANG MENGEMBAN
  • TANGGUNGJAWAB (WALAU SEDERHANA)
  • HARUS LUAS SERTA TERSUSUN DENGAN
  • SEMESTINYA (APPROPRIATELY STRUCTURED)
  • LAZIMNYA MINIMUM 5 TAHUN (UNIVERSAL)
  • DAPAT DIPERSINGKAT HANYA 3 TAHUN
  • DALAM LINGKUNGAN KERJA YANG KHAS
  • SEYOGYANYA TERCATAT DENGAN BAIK
  • (INI KELEMAHAN KITA BUDAYAKAN LOG BOOK)
bakuan kompetensi competency standards
BAKUAN KOMPETENSI(COMPETENCY STANDARDS)
  • TOLOK UKUR (BENCHMARK)
  • YANG MENJADI ACUAN BAGI PENGUKURAN KESEIMBANGAN MENYELURUH ANTARA
  • PENGETAHUAN
  • KEMAMPUAN
  • KETRAMPILAN
  • KEARIFAN (JUDGMENT)
  • PENGALAMAN
  • SIKAP KERJA
  • YANG DIPERLUKAN SEORANG PROFESIONAL
slide108

MENGISI FAIP

  • DENGAN MENGACU PADA
  • BAKUAN KOMPETENSI
bagan bakuan kompetensi

BAKUAN

KOMPETENSI PROFESI

KOMPETENSI

KOMPETENSI PADA

SUB-PROFESI YBS

UNIT

KOMPETENSI

KEMAMPUAN YANG HARUS DIKUASAI

PADA UNIT YBS

ELEMEN

KOMPETENSI

PENGALAMAN KERJA YANG

MEMBUKTIKAN KEMAMPUAN

PADA ELEMEN YBS

URAIAN

KEGIATAN

BAGAN BAKUAN KOMPETENSI

INSINYUR

“PEMBUDIDAYAAN SUMBERDAYA HAYATI”

contoh keterkaitan unit elemen dan kegiatan w3
CONTOH KETERKAITANUNIT, ELEMEN dan KEGIATAN (W3)
  • ELEMEN KOMPETENSI
  • mampumenjelaskandanmerumuskankebutuhanperencanaan/perancangan
  • mampumembuatusulanutkmemenuhikebutuhanperencanaan/perancangan
  • mampumelaksanakanpekerjaanperencanaan/ perancangansesuaidenganusulan yang dipilih
  • mampumelaksanakankajinilai (evaluasi) atashasilrancangan
  • mampumenyiapkandoku-men penunjang
  • mampumenjagatata-keu-tuhanidentitasrancangan
  • KEGIATAN
  • memaparkan rancangan secara manual atau dengan model komputer
  • menyiapkan jadwal penguji-an rancangan untuk uji kinerja dan uji lingkup fisik
  • mengawasi pengujian ran-cangan, analisis hasil peng-ujian, dan menyampaikan saran perbaikan
  • mengkaji dampak rancangan pada kondisi sekeliling
  • memaparkan hasil kajian dampak rancangan kepada pihak-pihak yg bersangkutan
  • UNIT KOMPETENSI
  • kodeetikprofesi & tatalakuprofesional
  • kemampuankerja
  • perencanaandanperancangan
  • manajemenkerjadankomu-nikasi
  • pendidikandanpelatihan
  • penelitian & pengembangan
  • jasakonstruksi
  • produksi/manufaktur
  • bahan material & komponen
  • manajemenusahadanpemasaranteknik
  • manajemenpembangunan & pemeliharaan asset

Catatan: DalamContohIni, Dan Contoh-contohSelanjutnya,

DipakaiKalimatBakuanKompetensiYang Ringkas

slide111

CONTOH DARI

  • SUB PROFESI
  • JASA KONSTRUKSI
contoh keterkaitan unit elemen dan kegiatan p7

KEGIATAN cukup dibuktikan

pengalaman pada 1 kegiatan

UNIT WAJIB : harussemua (4) unit.

UNIT PILIHAN : cukuppilih2 unit.

ELEMEN cukup dibuktikan

kompeten pada 50% elemen

CONTOH KETERKAITANUNIT, ELEMEN dan KEGIATAN (P7)
  • KEGIATAN
  • menyiapkanspesifikasidanpentahapanpekerjaandi project site
  • menyusunpenjadwalanpekerjaandi project site
  • menyusunspesifikasisaranadanjasa-jasa yang dibutuhkanuntukpekerjaandi project site
  • mengawasipelaksananpekerjaandi project site
  • mentuntaskanpelaksananpekerjaandi project sitedenganmemuaskanuntukdapatdi-berita-acara-kan
  • ELEMEN KOMPETENSI
  • mampumelaksanakanperencanaandanpenjadwalanproyek
  • mampumenyiapkan, melaksanakandanmemantaupelelangandankontrakproyek
  • mampumelaksanakanpekerjaandi project site
  • mampumelaksanakanpengelolaankerjalapangan (MK)
  • mampumelaksanakanujikinerjauntukserah-terimapekerjaan (handling-over)
  • UNIT KOMPETENSI
  • kodeetikprofesi & tatalakuprofesional
  • Kemampuankerja
  • perencanaandanperancangan
  • manajemenkerjadankomu-nikasi
  • pendidikandanpelatihan
  • penelitian & pengembangan
  • jasakonstruksi
  • produksi/manufaktur
  • bahan material & komponen
  • manajemenusahadanpemasaranteknik
  • manajemenpembangunan & pemeliharaan asset
g e n e r i k
“ G E N E R I K “
  • RUMUSAN BAKUAN KOMPETENSI IP PII
  • BERSIFAT GENERIK (‘SERAGAM’)
  • UNTUK SEMUA KEJURUAN
  • (TeknikSipil, Elektro, Mesin, Kimia, dsb.)
  • KEKHASAN MASING-MASING KEJURUAN
  • DITERAPKAN DALAM PEMBERIAN NILAI
  • KRITERIA PENILAIAN
  • JENIS PENGALAMAN
  • TOLOK UKUR PENILAIAN
alur penilaian

MAJELIS PENILAI

(ASSESSMENT-nya)

PROSES PENILAIAN

BAKUAN KOMPETENSI

ALUR PENILAIAN

INSINYUR PROFESIONAL

CALON IP (FAIP-nya)

falsafah penilaian
FALSAFAH PENILAIAN
  • PEER-TO-PEER ASSESSMENT
  • PENILAIAN
  • ANTAR REKAN SE-PROFESI
  • Bukan Penilaian Akademis
  • PENILAIAN KELOMPOK
  • (MENCEGAH SUBYEKTIVITAS)
  • TIAP CALON DINILAI OLEH 3 ASESOR
  • - Sub-Kejuruan Yang Sama Dengan Calon
  • - Bidang Pekerjaan Yang Sama Dengan Calon
  • - Menguasai Sistem Sertifikasi IP PII
kaidah penilaian
KAIDAH PENILAIAN
  • PENILAIAN DIRI SENDIRI
  • (SELF ASSESSMENT)
  • CalonKemukakanSendiriKompetensinya
  • NILAI DIBERIKAN PADA
  • “URAIAN KEGIATAN”
  • Yang Berkode 3 Angka (3 Digit)
  • SATU PENGALAMAN (AKTIFITAS)
  • DapatDipakaiUntukMeng-’Klaim’
  • BEBERAPA “URAIAN KEGIATAN”
uraian kegiatan ke 1 yang di klaim dari suatu aktifitas

P 9.1.1 Kenaliciri-cirikelemahanbahan mat. &

komp. dankemungkinanpenggantinya

P 9.1.2 Kajipenggunaanbahan material dan

komponen yang tepat

P 9.1.3 JalinkerjasamadenganKejuruan lain

untukmemperolehbantuankepakaran

P 9.1.4 Pelajaripeluanguntukdaurulang

P 9.1.5 Pelajaribahayaterhadaplingkungan

dalampenggunaandanpembuangan

bhn. mat. &komp. / sisabahan / limbah

P 9.1

MerumuskanKebutuhan & Pemakaian Bhn. Mat.&Komp.

P 9

Bahan Material danKomponen

P 9.2

Menemukan

Sumber Bhn. Mat.&Komp.

P 9.2.1. Mencarilokasisumberbahanbaku

P 9.2.2. Memilihbahan material / komponen

yang biayapengadaannyaterjangkau

P 9.3

MengawasiPenyiapan / PengadaanBhn

Mat.&Komp.

P 9.3.1 Kajitatacarapenyiapanbahan material

dankomponen

P 9.3.2 Kajiinteraksiantara bhn.mat. & komp.

P 9.3.3 Adakankegiatanpengendalianproses

kerjadlmhubgndgnbhn.mat.&komp.

URAIAN KEGIATAN KE-1YANG DI-’KLAIM’ DARI SUATU AKTIFITAS
uraian kegiatan ke 2 yang di klaim dari suatu aktifitas

KEGIATAN

  • menyiapkanspesifikasidanpentahapanpekerjaandi project site
  • menyusunpenjadwalanpekerjaandi project site
  • P-7.3.3 menyusunspesifikasisarana
  • danjasa-jasa yang dibutuhkanuntukpekerjaandi project site
  • mengawasipelaksananpekerjaandi project site
  • mentuntaskanpelaksananpekerjaandi project sitedenganmemuaskanuntukdapatdi-berita-acara-kan
  • ELEMEN KOMPETENSI
  • mampumelaksanakanperencanaandanpenjadwalanproyek
  • mampumenyiapkan, melaksanakandanmemantaupelelangandankontrakproyek
  • P-7.3 mampumelaksa-nakanpekerjaandi project site
  • mampumelaksanakanpengelolaankerjalapangan (MK)
  • mampumelaksanakanujikinerjauntukserah-terimapekerjaan (handling-over)
  • UNIT KOMPETENSI
  • kodeetikprofesi & tatalakuprofesional
  • Kemampuankerja
  • perencanaandanperancangan
  • manajemenkerjadankomu-nikasi
  • pendidikandanpelatihan
  • penelitian & pengembangan
  • P-7 jasakonstruksi
  • produksi/manufaktur
  • bahan material & komponen
  • manajemenusahadanpemasaranteknik
  • manajemenpembangunan & pemeliharaan asset
URAIAN KEGIATAN KE-2YANG DI-’KLAIM’ DARI SUATU AKTIFITAS
uraian kegiatan ke 3 yang di klaim dari suatu aktifitas

W 4.4.1 MelakukanKomunikasiLisan/Tertulis

W 4.4.2 Menyiapkan & MemaparkanInformasi

W 4.4.3 MelakukanKomunikasiKepakaran

Se-ProfesidanAntarProfesi

W 4.4.4 MenjabarkanInstruksiKeinsinyuran

W 4.4.5 MemberikanInstruksiDenganJelas

W 4.4.6 MemilihSaranaKomunikasidan

BerkomunikasidenganEfisien

W 4.4

BerkomunikasiDenganBaik

Dan PenguasaanBahasa

W 4

PengelolaanKerja

danKomunikasi

W 4.5.1 MemberikanPaparan, Briefing, dsb.

W 4.5.2 MembuatKaryaTulisatauDokumen

Elektronik Yang Dimuatdi Media

W 4.5.3 MemberikanInstruksiPadaBawahan

W 4.5.4 MemberikanInformasiPadaAtasan

W 4.5.5 MelaksanakanPerundingan/Negosiasi

W 4.5.6 MenyiapkanLaporanHasilKerja

W 4.5.7 MenyiapkanDokumenSpesifikasi

W 4.5.8 MenyiapkanAnalisisLingkungan

W 4.5.9 MenafsirkanGambarKeinsinyuran

W 4.5

Mempertahan-kanPendapat,

Gagasan, danHasilKarya

URAIAN KEGIATAN KE-3YANG DI-’KLAIM’ DARI SUATU AKTIFITAS
klaim masih bisa lebih
‘KLAIM’ MASIH BISA LEBIH !
  • HARUS DENGAN JELI MENCERMATI
  • BAKUAN KOMPETENSI
  • JUMLAH ‘KLAIM’ URAIAN KEGIATAN
  • DAPAT JUGA DITINGKATKAN
  • DENGAN ‘MEMECAH’ SUATU AKTIFITAS
  • ATAS SUB-SUB AKTIFITAS
  • YANG KOMPETENSINYA BERBEDA-BEDA
  • UNIT-UNIT KOMPETENSI WAJIB
  • JUGA BANYAK MENCAKUP HAL TEKNIS
rincian penilaian
RINCIAN PENILAIAN
  • SETIAP NILAI
  • MERUPAKAN GABUNGAN DARI :
  • BANYAKNYA PENGALAMAN
  • DALAM MELAKSANAKAN
  • PEKERJAAN (PROYEK)
  • PERANAN
  • KETIKA MELAKSANAKAN
  • PEKERJAAN (PROYEK)
  • TINGKAT KESULITAN
  • UNTUK MELAKSANAKAN
  • PEKERJAAN (PROYEK)
1 nilai pengalaman
1. NILAI PENGALAMAN
  • DINILAI DARI SEBERAPA JAUH PENGALAMAN MELAKSANAKAN AKTIFITAS/PEKERJAAN/PROYEK
  • YANG SAMA/SERUPA/SEJENIS
  • MAKIN BANYAK AKTIFITAS
  • YANG DILAKSANAKAN
  • DENGAN LAYAK/BAIK
  • MAKIN TINGGI NILAINYA
2 nilai peranan
2. NILAI PERANAN
  • DINILAI DARI PERANAN
  • DALAM MELAKSANAKAN AKTIFITAS/PROYEK
  • KEIKUT-SERTAAN :
    • Turut Serta (Participate)
    • Berperan Serta (Contribute)
    • Bermitra (Collaborate)
  • JABATAN :
    • AnggotaKelompok (Team Member)
    • PimpinanKelompok (Team Leader)
    • PakarKelompok (Team Expert)
  • TUGAS :
    • Merumuskan (Conceptual)
    • Merencanakan (Plan)
    • Melaksanakan (Execute)
3 nilai tingkat kesulitan
3. NILAI TINGKAT KESULITAN
  • DINILAI DARI KOMPLEKSITAS
  • AKTIFITAS/PEKERJAAN/PROYEK
  • TERLIHAT DARI :

SPESIFIKASI TEKNIS

KONDISI TEMPAT KEGIATAN DAN

LINGKUNGANNYA

NILAI BIAYA

JUMLAH DAN SKILL TENAGA KERJA

CARA MENYELESAIKAN PERSOALAN

kegiatan non pekerjaan
KEGIATAN NON-PEKERJAAN
  • KEGIATAN, PRESTASI, GELAR, JABATAN
  • YANG BUKAN PEKERJAAN (NON-PROYEK)
  • DIKLAT (SEBAGAI PESERTA/PELATIH)
  • SEMINAR (SEBAGAI PESERTA/PEMAPAR)
  • SEKOLAH PASCA-SARJANA (S2, S3)
  • ‘GELAR’ (GURU BESAR, PENELITI UTAMA)
  • JABATAN (DINAS, SWASTA, MASYARAKAT)
  • TIDAK MEMPUNYAI NILAI KOMPETENSI
  • TETAPI DAPAT DIJELASKAN
  • APA YANG DILAKUKAN DALAM KEGIATAN ITU
  • LALU DI-KLAIM SEBAGAI KOMPETENSI
kualifikasi jenjang ip

IP Utama

(Executive PE)

MELAKSANAKAN

KERJA PROFESI KEINSINYURAN :

  • YG SANGAT KHAS
  • YG SANGAT RUMIT
  • MEMIMPIN TEAM IP

ANTAR KEJURUAN

IP Pratama

( P E )

MELAKSANAKAN KERJA PROFESI KEINSINYURAN SECARA MANDIRI(SIAP DIGUGAT)

UTK TUGAS RUMIT DIBIMBING IPM

IP Madya

(Senior PE)

MELAKSANAKAN KERJA PROFESI KEINSINYURAN SECARA SEPENUHNYA

MANDIRI

(SIAP DIGUGAT)

KUALIFIKASI (JENJANG) IP
  • BERDASARKAN NILAI (ASSESSMENT SCORE)
  • YANG BERHASIL DIPEROLEH SEORANG CALON
  • DITETAPKAN KUALIFIKASI (JENJANG) IP YBS

IPP: MIN. 600

IPM: MIN. 3000

IPU: MIN. 6000

pertimbangan nilai minimum
PERTIMBANGAN NILAI MINIMUM
  • Secara normal :
  • Jumlahaktifitas per tahun : 3 aktifitas,
  • Jumlahkegiatandalamsebuahaktifitasadalah 4 - 5 kegiatan
  • IP
  • pengalaman yang diperlukan : 3 - 5 tahun
  • jumlahaktifitas : 4 tahun x 3 aktifitas/tahun = 12 aktifitas
  • jumlahkegiatan : 12 aktifitas x 4 kegiatan/aktifitas = 48 kegiatan
  • kriterianilai minimum bagi IP : 4/kegiatan
  • (katakanlah: 1 x 2 x 2)
  • nilaikegiatan yang dapatdiperoleh: 48 kegiatan x 4/kegiatan
  • = 192 (dibulatkan: 200)
  • nilaikegiatanpilihanadalah 30% darijumlahnilai
  • jumlahnilai yang diperlukan : 3 x 200 = 600
mulai dengan menetapkan kejuruan
MULAI DENGAN MENETAPKANKEJURUAN
  • TEKNIK SIPIL, TEKNIK MESIN, TEKNIK LISTRIK, TEKNIK KIMIA,
  • TEKNIK FISIKA, TEKNIK GEODESI, TEKNIK LINGKUNGAN, TEKNIK INDUSTRI, TEKNIK TAMBANG, TEKNIK PERTANIAN
  • LAZIMNYA SESUAI PENDIDIKANNYA
  • (TETAPI DALAM KEADAAN TERTENTU DAPAT BERBEDA)
kemudian menetapkan 2 unit pilihan sub profesi dalam profesi ir
KEMUDIAN MENETAPKAN 2 UNIT PILIHAN(SUB-PROFESIDALAM PROFESI Ir.)
  • UNIT KOMPETENSI PILIHAN
  • (P5) PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEINSINYURAN
  • (P6) PENELITIAN, PENGEMBANGAN, DAN KOMERSIALISASI PRODUK
  • (P7) KEINSINYURAN DALAM JASA KONSTRUKSI
  • (P8) KEINSINYURAN DALAM PRODUKSI / MANUFAKTUR
  • (P9) BAHAN MATERIAL & KOMPONEN PEKERJAAN KEINSINYURAN
  • (P10) MANAJEMEN USAHA KEINSINYURAN DAN PEMASARAN TEKNIK
  • (P11) KEINSINYURAN PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN ASSET
  • BOLEH > 2 UNIT TETAPI NILAI 600 LEBIH DAHULU
  • TERKUMPUL DARI 2 UNIT PILIHAN ITU DAN UNIT WAJIB
dokumen terlampir
DOKUMEN TERLAMPIR
  • DOKUMEN PENUNJANG/PENDUKUNG
  • YANG DILAMPIRKAN PADA FAIP
  • DIUSAHAKAN SELENGKAP MUNGKIN
  • SEBERAPA HARUS LENGKAPNYA
  • TERGANTUNG PENILAIAN ANDA
  • SEBERAPA JAUH DOKUMEN ITU
  • MEMBANTU ASESOR MENILAI ANDA
slide131

1. MenjunjungPancasiladan UUD 1945

2. MengamalkanPancasiladalammenjalankanprofesi

3. Berpedoman UUD’45, GBHN & Perundanganberlaku

4. MenjunjungKesetiakawanan & KepedulianSosialdanperkonomianmasyarakatmenujucita-citanegara

5. MembangunKemandirianNasional & KerjasamaIntn’l

W.1.1

Mewujudkan

Kepedulian

Profresi Kepada

Masyaraakat

W1

KodeEtik

1. MenempatkannilaiLuhurProfesi

2. MenjunjungTanggungJawabPelayananMasy.

ProfesisesamaInsinyur

3. BekerjapadaLingkupKemampuan

4. MengembangkanNamaBaik

5. MenerapkanKetrampilanSecaraProfesional

6. Bertindak Objective

7. MelakukanPengembanganProfesiBerkelanjutan

8. MemajukanPengetahuan

W.1.2

Menghayati

Kode Etik

slide132

1. Menyadari kelangsungan hidup

2. Menyadari keterbatasan daya dukung lingkungan

3. Memperbaiki lingkungan

4. Mempromosikan SDA tak terinci & daur ulang

limbah

5. Pengelolaan lingkungan berkelanjutan

6. Memperhatikan dampak produk & proyek

7. Memperhitungkan pengaruh budaya & warisan

W.1.3

Memahami /

Menerapkan Wawasan Kelestarian Lingkungan

W1

Kode Etik

1. Memperhitungkan/menjaga tanggungan perdata

2. Menerapkan keselamatan kerja

3. Menyelidiki kebutuhan & menjaga keselamatan masyarakat

4. Pencegahan bencana alam

5. Pemulihan bencana alam

W.1.4

Mengemban

Tanggung

Jawab

Profesional

slide133

1. Menggunakan kajian sendiri masalah keinsinyuran

2. Menggunakan kearifan membuat keputusan

3. Menerapkan tindakan kreatif dan inovatif

4. Menyelesaikan masalah keinsinyuran

5. Memperluas pengetahuan kejuruan & bidang terkait

6. Memanfaatkan peluang/kebutuhan dalam bidang

W.2.1

Melaksanakan

Olah Karsa Beragam (Intelektual)

1. Gunakan ketrampilan menambah keahlian

2. Gunakan ketrampilan peroleh informasi teknologi

3. Memperluas wawasan membaca majalah, seminar

dan kerjasama profesi

4. Memperdlm. Pengetahuan dasar secara sistimatik

5. Mengembangkan dari pengalaman

6. Melakukan pencatatan pengembangan profesi

W.2.2

Menguasai & mengembangkan Keahlian

W2

Ketrampilan

1. Menemu-kenali berbagai rekayasa & standard praktis

2. Mengusulkan konsep pelaksana rekayasa tepat guna

3. Mengawasi uji dan rancangan rekayasa tepat guna

4. Mengendalikan kemutahiran dokumen

5. Mengkaji persyaratan persetujuan memberi tugas

W.2.3

Metode

Perekayasaan

slide134

1. MenerapkanSistemMutu

2. MendorongdiLingkunganKerja

3. MelakasakanSesuai Baku Mutu

4. MenerapkanTeknikKendaliMutu & JaminanMutu

W.2.4

Menerapkan Kaidah

Penjaminan

Mutu

1. Menggunakan Analisa Matematika

2. Menggunakan Komputer

3. Menggunakan Perangkat Lunak

4. Menggunakan alat bantu teknologi dan memantau

kinerja

W.2.5

Perangkat Rekayasa Teknologi

Tepat Guna

W2

Ketrampilan

1. Merumuskan Tujuan

2. Menyusun Tatacara & Jadwal

3. Mengembangkan Tatacara dan Alat

4. Melaksanakan Uji Coba dan Pengukuran

5. Mengawasi Uji Coba

6. Mengkaji Hasil Uji Coba & Pengukuran

W.2.6

Uji Coba dan Kaji Nilai

slide135

1. Merundingkanspesifikasiawal, acuanrancangan

2. Melakukananalisarancanganfungsional

3. Menggarapkonseprekayasa, kinerja, keandalandan ergonomic

4. Menentukandampakrancangan

5. Menentukankendala spt. tanggungjawabperdata

6. Menggunakanbakuanrancangan codes standard

W.3.1

Merumuskan

Kebutuhan

AcuanRekayasa

W3

Perencanaan/

Perancangan

W.3.2

Membuat Usulan Kebutuhan/ Kerangka Rekayasa

1. Menggunakankreatifitasdaninisiatif

2. Mengkajidampakkinerja

3. Menemu-kenalimasalah, metode, teknologi

4. Menyiapkananalisisbiaya-manfaat

5. Menyiapkanpelaksanaanusulan

W.3.3

Melaksanakan

Pekerjaan Perencanaan

1. Melaksanakan perancangan

2. Melaksanakan analisis bahan

3. Memeriksa spesifikasi

slide136

1. MemaparkanRancanganatau dg. Komputer

2. MenyiapkanJadwalUji

3. MengawasiUjidanMengajulkan Saran

4. MengkajiDampakRancangan

5. MemaparkanpadaPihakTerkait

W.3.4

Melaksanakan Kaji Nilai Hasil

W.3.5

Menyiapkan Dokumen Pendukung

1. MenyiapkanDokumenPendukungKonstruksi /

Produksi

2. MemeriksaDokumenPendukung

W3

Perencanaan/

Perancangan

W.3.6

Menjaga Keutuhan Tata Idenfikasi

1. Menerapkan Tata Identifikasi

2. Merekomendasikan Perubahan

3. Mengatur Tata Indentifikasi terjaga

slide137

1. MengembangkanProfesionalManajemen

2. MenentukanSasaran

3. MengelolaWaktu

4. MengembangkanKepemimpinandanKerjasamaKelompok

5. MengembangkanWawasanLuas, Analisis, Kreatif

W.4.1

Menerapkan Kaidah Manajemen Diri Sendiri

W.4.2

Menerapkan Kaidah Pengelolaan Pekerjaan

1. MemantaudanMerencanakanProyek

2. Mengembangkanrincianpekerjaanterstruktur

3. MenyiapkanJadwalPekerjaan & JalurKritis

4. MemantauKemajuanPekerjaan

W4

Pengelolaan/

Komunikasi

1. Menilai Kinerja Bawahan

2. Mematuhi Persamaan Bekerja

3. Mematuhi Keadilan dan Kebersamaan

4. Menciptakan Lingkungan Kerja Kondusif

5. Mengorganisasi Tim Kecil

6. Melatih Kepemimpinan

7. Mematau Hasil Pelaksanaan Tugas

W.4.3

Menerapkan Kaidah Kepemimpinandlm Pekerjaan

slide138

1. Melakukan komunikasi Lisan/Tertulis

2. Menyiapkan/memaparkan Informasi

3. Melakukan Hub. Pakar dalam & luar Profesi

4. Menjabarkan Instruk-si Keinsinyuran

5. Memberikan Instruksi Jelas

6. Memilih Sarana & Komunikasi Tepat Guna

W.4.4

Komunikasi Baik & Bahasa Internasional

W4

Pengelolaan/

Komunikasi

1. MenyampaikanCeramah

2. MenulisuntukMajalah

3. MenyampaikanInformasi

4. MeneruskanInformasikepadaAtasan

5. MelakukanPerundingan

6. MenyiapkanLaporan

7. MenyiapkanDokumenSpesifikasi

8. Menyiapkan AMDAL

9. MenafsirkanGambarTeknik

W.4.5

Mempertahan-kan Karsa dan Karya Keinsinyuran

slide139

1. Menetapkan Kebutuhan Pengajaran

2. Merencanakan Pengajaran

3. Mengembangkan Program Pelatihan

4. Mengembangkan Kurikulum

P5.1

Mengembangkan Diklat

P5

Pendidikan & Pelatihan

1. Mengembangkanprosesbelajarmengajar

2. MengembangkanRenc. Pengembangan

3. Mengelola Program

4. MelaksanakanKegiatanPengajaran

5. MelaksanakanTeknologiPendidikan

6. MengembangkanKandunganKhas

7. MengujiPeserta

8. MernilaiKedaya-gunaan Program

9. MengkajiUlang

P.5.2

Melaksanakan Diklat

slide140

1. Mengidentifikasi Kebutuhan Penelitian

2. Melaksanakan Kajian Pustaka

3. Melakukan Penelitian Dasar

4. Mencari Pengetahuan Baru

5. Menyampaikan Hasil Penelitian

Melakukan Penelitian

1. Menemu-kenali Kebth. Pengembangan

2. Memeriksa Konsep - konsep

3. Memilih Konsep

Merumuskan Konsep

1. MerumuskanKebutuhanAkhir

2. MenyiapkanUsulan

3. MenyiapkanPerkiraanBiaya

P6

Penelitian, Pengembangan & Komersialisasi

Menemu-kenali Sumber Daya

1. MerumuskanCiri - ciriProduk

2. MengumpulkanInformasi

3. MembuatRekomendasiDistribusiProduk

4. MembuatRekomendasiMembuatProduk

KajiPasarLitbang

1. MelakukanKajiNilaiEkonomis

2. MemilihMekanisme

3. Menyiapkan Model Peragaan

4. MengembangkanRen. Prod. Percontohan

Komersialisasi

Litbang

slide141

1. Memberikan Konsultansi kpd. Pimpro.

2. Membuat Studi Kelayakan & Renc. Dasar

3. Pedoman Perancangan

4. Rancangan Pendahuluan, pengembangan

dan rancangan terperinci

5. Pemantauan Kemajuan Proyek

6. Rincian Pekerjaan Terstruktur

P.7.1

Tugas Konsultansi

P7

Konsultansi Rekayasa, Konstruksi & Instalasi

1. MenyiapkanJadwalPelelangan

2. MengkajiNilaiJadwalPelelangan

3. MenyiapkanPelelangan

4. Mengkaji-nilaiPenawaran

5. MenyiapkanKontrak

6. PemenuhanSyaratKontrak

7. KemajuanPekerjaan & SelidikiPenyimpangan

8. MemantauKinerjaKontraktor

9. MenyelidikiKinerjaKontraktor

10. MenyiapkanLaporanKemajuanPekerjaan

P.7.2

Melaksanakan Pelelangan & Kontrak Kerja

slide142

1. Spesifikasi dan Jadwal konstruksi

2. Susunan Pentahapan Konstruksi

3. Susun Spesifikasi Sarana dan Jasa

4. Mengawasi Pekerjaan Konstruksi

5. Memastikan pekerjaan selesai dengan baik

P.7.3

Pekerjaan Kontruksi/

Instalasi

1. Tugas Pengelolaan Kerja Lapangan

2. Tugas Pemesanan Bahan Material

3. Mengembangkan Tatalaksana Kerja

4. Mengawasi Penanganan Bahan Material

P.7.4

Pengelolaan Kerja Lapangan

P7

Konsultansi Rekayasa, Konstruksi & Instalasi

1. Tugas Pengembangan hasil pekerjaan

2. Program “commissioning” & pengawasan

3. Memastikan “commissioning” selesai

dengan memuaskan

P.7.5

PekerjaanUjiKinerja & Comissioning

slide143

1. Analisis Sistem dan aliran Kerja

2. Menerapkan Kaidah Perencanaan

Manajemen

3. Memantau Proses untuk Perbaikan Hasil

4. Analisis Lintasan Kritis, Garis Kesimbangan

dan Program Linier

5. Hubungan Kerja Perencanaan dgn Perancang

6. Membangun Barisan Kerja

7. Analisis Biaya thd proses Manufaktur

P.8.1

Mererencakan

Proses Manu-faktur/Produksi/Operasi

1. Mengaturkinerjaproduksi

2. MelaksanakancarabaruterusmenerusatasprosesManufaktur

3. Terapkankaidahkendalimutu

4. Memulailangkahperbaikan

5. Mengembangkantatalaksanakerjaygkhas

6. MenilaimutuPemasok

P.8.2

Pengawasan

Program Penjaminan Mutu

P8

Produksi/

Manufaktur

1. Optimasikendalioperasi & proses

2. Laksanakanoperasidankendaliproses

3. Laksanakantugasanalisisnilaikerja

4. Pemiriksaaan & penyelesaianmanufaktur

5. Laksanakanprosesproduksimanufatur

6. Melaksanakantatalaksanaergonomi & keselamatanpabrik

P.8.3

PengoperasianPengendalian & Optimasi Proses

slide144

1. Tatacara penyediaan/penanganan bahan baku

2. Spesifikasi, mengadakan & alokasi bahan baku

3. Program penghematan bahan baku

P.8.4

Tugas Kelola Persediaan

P8

Produksi/

Manufaktur

1. Mengukur keluaran proses manufaktur

dari segi jumlah & harga

2. Analisis produktifitas

3. Analisis penggunaan bahan baku dan bahan

habis pakai untuk efisiensi

P.8.5

Mengukur Kinerja Produksi

slide145

1. Kenaliciri-cirikel. bahan material dan

kemungkinanbahanpengganti

2. Kajipenggunaanbahan yang tepat

3. Bentukhubungan dg. Kejuruan lain

memperolehbantuankepakaran

4. Pelajaripeluanguntukdaurulang

5. Pelajaribahayalingkungandalampenggunaanataupembuanganbahan material/sisalimbah

P.9.1

Kebutuhan dan Penggunaan Bahan Material

P9

Bahan Material dan Komponen

P.9.2

Sumber Bahan Baku pengadaan komponen

1. Mencarilokasisumberbahanbaku

2. Memilihbahanataukomponen yang biayapengadaannyaterjangkau

P.9.3

Mengawasi Penyiapan/Pengadaan Material

1. Tatacara penyiapan bahan material

2. Tentukan interaksi antara bahan material

3. Mengadakan kegiatan pengendalian proses

slide146

1.Kenali ronalingkunganoperasi

2. Kenalipersyaratanpengujian

3. Pengawasandankajinilaihasilpengujian

4. Pengarahanpemeliharaandankalibrasialat

5. Menyiapkan, setujui, sahkanlaporanpengujian

6. Rekomendasi material untukPemakainygkhas

P.9.4

Menilai Sifat Bahan Material

P9

Bahan Material dan Komponen

1. Kenalipenyebabpenurunanmutu

2. Gunakanteknikuntukperkecilpenurunanmutu

3. Gunakanteknikmelihatgejalakemungkinankegagalan

4. Perlakuanbahan material yang tepat

P.9.5

MenjagaMutuBahan/Material/Komponen

slide147

Tujuandanprioritaskerja.

Merumuskanmetodapendekatan.

Menganalisispekerjaanuntukmenyediakandasarbagiperhitungankebutuhansumberdaya.

Perkiraanwaktu, sumberdayadanbiaya.

P.10.1

Mengelola sumber-daya keinsinyuran

Mematuhi ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja.

Menentukan kebutuhan pelatihan.

Mengembangkan rencana pelatihan bawahan.

Pengembangan pengalaman untuk bawahan, termasuk pelatihan ulang tenaga kerja, penyesuaian teknologi baru dan pengembangan ketrampilan.

Mengkaji efektifitas program pelatihan di tempat kerja.

Merumuskan kebutuhan pelatihan tenaga non-insinyur.

P10

Manajemen Usaha dan Pemasaran Teknik

P.10.2

Mengelola sumber-daya manusia

slide148

Kaji-nilai ekonomis atas pekerjaan

  • Memahami dampak hukum dari tiap pekerjaan yang dilaksanakan.
  • Memahami, menafsirkan dan menerapkan peraturan yang tepat.
  • Menilai kebutuhan pemasaran dan saran untuk strategi pemasaran.
  • Mengerjakan tugas pengelolaan risiko.
  • Memahami kebutuhan kewira-usahaan dan sesuai kebutuhan dalam hal biaya, waktu dll.
  • Mengkaji dan menyiapkan rencana usaha.

P.10.3

KewirausahaanKeuangan dan Hukum Kontraktual

P10

Manajemen Usaha dan Pemasaran Teknik

  • Menyiapkan teknis produk barang/jasa keinsinyuran untuk keperluan pemasaran.
  • Menyiapkan bahan-bahan untuk operasi, pemeliharaan, penyetelan dan perbaikan atas produk barang/jasa oleh konsumen.
  • Pengamatan kebutuhan pasar/pelanggan masa-depan terhadap perbaikan dan menemu-kenali perubahan/pembaharuan atas produk barang/jasa.
  • Memantau kinerja barang/peralatan dan jasa yang dipakai pelanggan dan melakukan perbaikan dan penyempurnaan

P.10.4

Memutakhirkan barang/jasa keinsinyuran

slide149

Kajian kebutuhan pasar akan barang/jasa keinsinyuran yang hendak dipasarkan

  • Strategi dan program pentahapan pemasaran untuk menarik minat pasar/pelanggan
  • Promosi dan paparan pengenalan produk barang/jasa keinsinyuran
  • Usulan penawaran barang/jasa keinsinyuran secara mandiri atau tim proposal meliputi proposal teknis, komersial dan kontraktuil.
  • Klasifikasi, negosiasi dan beri saran, batasan tanggungjawab sampai terlaksana kontrak.

P.10.5

Kaidah Pemasaran barang/jasa keinsinyuran

P10

Manajemen Usaha dan Pemasaran Teknik

  • Batasansyarattanggungjawabjaminankinerjadanperbaikankerusakanpurnajual.
  • Pelayananteknispurnajualdanatasimasalahteknis, sesuaitanggungjawabkontraktuil.
  • Pelatihanpengembangankeahliantenagapemakaidanpemeliharaanproduk.
  • Memeliharapersediaanbarangdanmengelolasumberdayauntukpelayananpurnajual.
  • Pemantauankepelangganuntuktingkatkankeandalanpemakaiprodukdankepuasanpelanggan.

P.10.6

Kaidah Pelayanan Purna Jual

slide150

Siapkan kebijakan umum melalui pendekatan pengembangan wilayah.

  • Siapkan kebijakan umum dengan mengacu pada kelestarian lingkungan.
  • Kebijakan umum melalui peningkatan kemampuan rancang bangun dan rekayasa produk strategis untuk pacu ekspor
  • Susun rancangan teknologi yang mendorong peningkatan keterpaduan antar sektor pembangunan.
  • Susun master plan, perencanaan jangka panjang dan pendek mendukung pengembangan daerah termasuk perkotaan.

P.11.1

Kebijakan Umum Untuk Mendorong Sektor Pembangunan

P11

Manajemen Pembangunan & Pemeliharaan Aset

  • Kebijakan teknis mendorong peran serta swasta dan masyarakat dalam pembanguna sektor-sektor publik.
  • Kembangkan sistem manajemen teknis efektif & efisien
  • Upaya penajaman prioritas pelaksanaan pembangunan guna memanfaatkan sumber-sumber daya yang terbataas

P.11.2

Kebijakan/ Strategi Investasi Teknis

slide151

Peraturan/pedoman pembangunan & penggunaan prasarana bagi peningkatan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat

  • Rancang teknologi tepat guna, kelangsungan operasi dan pemeliharaan
  • Rancang teknologi sederhana sesuai untuk daerah pedesaan dalam upaya pengentasan kemiskinan, serta ciptakan lapangan kerja baru.
  • Rancang teknis untuk membuka dan tingkatkan pertumbuhan daerah terpencil

P.11.3

Rumus Kebijakan & Pengaturan Teknis untuk keselamatan & kesejahteraan masy

  • Menyelidiki kebutuhan akan aset baru
  • Siapkan spesifikasi uraian pengadaan aset baru
  • Laksanakan kegiatan pengadaan aset
  • Laksanakan pengujian untuk penerimaan pada saat penyerahan

P.11.4

Pengadaan Aset

P11

Manajemen Pembangunan & Pemeliharaan Aset

  • Kembangkan falsafah pemeliharaan dan parameter kinerja aset.
  • Siapkan jadwal pemeliharaan pencegahan.
  • Menyiapkan panduan untuk pemeliharaan.
  • Menetapkan / bila perlu merancang alat bantu uji pemeliharaan.
  • Awasi tugas pemeliharaan.
  • Tentukan kebutuhan persediaan suku cadang.
  • Laksanakan pemeriksaan atas kegagalan
  • Analaisa terhadap modus kegagalan & akibatnya

P.11.5

Laksanakan & Awasi Tugas Pemeliharaan Aset

slide152

1. Mendefinisikan parameter kinerjaaset.

2.Menyiapkanpetunjukoperasidanmelatih operator.

3.Merencanakan/melakukanpemantauankondisiaset.

4. Mengawasipengoperasiansistem-sistemaset.

5. Mengaturpengoperasianasetmenjaminpelayanan.

6. Mempelajarikemungkinanperpanjangumuraset.

P.11.6

Melaksanakantugaspengendaliandanoptimasiaset

P11

Manajemen Pembangunan & Pemeliharaan Aset

1. Mempelajari penentuan umur ekonomis aset.

2. Menyelidiki penghapusan aset secara ekonomis.

3. Merekomendasikan langkah penghapusan aset.

4. Melakukan pemulihan lahan bekas lokasi aset.

P.11.7

Merencanakan dan melaksanakan penghapusan aset