cover l.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Cover PowerPoint Presentation
Download Presentation
Cover

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 36

Cover - PowerPoint PPT Presentation


  • 624 Views
  • Uploaded on

Cover. Bahan Kuliah Teori :. Pemrograman Terstruktur. Herianto. CopyRight@2004. Sistematika Materi. Sistematika Materi Konsep pemrograman secara umum : Perkembangan pemrograman komputer Sejarah bahasa pemrograman Jenis bahasa pemrograman Perbandingan bahasa pemrograman

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Cover' - emily


Download Now An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
cover
Cover

Bahan Kuliah Teori :

Pemrograman Terstruktur

Herianto

CopyRight@2004

sistematika materi
Sistematika Materi
  • Sistematika Materi
  • Konsep pemrograman secara umum :
    • Perkembangan pemrograman komputer
    • Sejarah bahasa pemrograman
    • Jenis bahasa pemrograman
    • Perbandingan bahasa pemrograman
  • Ide Pemrograman terstruktur :
  • Defenisi, Tujuan, Kriteria
  • Metoda dasar pemrograman terstruktur
  • GOTOLess : Sekuensial, Selection, Looping
  • Perbandingan bahasa pemrograman
    • (Berdasarkan kriteria pemrograman terstruktur)
  • Metoda desain pemrograman terstruktur
  • Modular, TopDown,…
  • OOP, Pemrograman berorientasi objek
    • (Lebih terstuktur dari ide pemrograman terstruktur ?)
  • Struktur pemrograman visual
konsep pemrograman
Konsep Pemrograman
  • Mem-program komputer, secara teknis bertujuan :
    • Memasukkan/ menyusun sejumlah instruksi dan data ke memory, yang selanjutnya akan diambil satu persatu oleh CPU/Processor untuk dilaksanakan

Perkembangan (cara) mem-program komputer :

  • Pemrograman dengan mengatur/menyambung titik jumper di rangkaian komputer
  • Pemrograman dengan langsung menulis kode biner ke memory, direpresentasikan melalui kode hexa, kode biner disebut juga bahasa mesin komputer
  • Pemrograman dengan bahasa assembler : Perintah-perintahnya berkaitan langsung dengan struktur internal hardware
  • Pemrograman dengan bahasa tingkat tinggi/menengah : Perintah-perintahnya mirip dengan bahasa manusia/english
ilustrasi pemrograman komputer
Ilustrasi Pemrograman Komputer

0001

……….

0002

……….

……….

00011100

0100

00000101

0101

00111101

0102

00010010

0103

00101101

……….

……….

……….

Susunan instruksi dan data dalam memory

Instruksi A

Programmer

Data D

Instruksi D

Tool

Instruksi B

Instruksi C

Data A

Sejumlah Instruksi dan data

CPU

High/Medium Level

Hexa

Assembly

3C

05

3D

12

2D

Mov A,05

Mov B,12

Add A,B

A = 05 + 12

generasi dan jenis bahasa pemrograman
Generasi dan Jenis Bahasa Pemrograman
  • Jenis bahasa pemrograman berdasarkan bentuk (corak kode) nya :
    • Pemrograman prosedural : Pascal, C, …
    • Pemrograman fungsional : Lisp
    • Pemrograman deklaratif : Prolog
    • Pemrograman berorientasi objek : Java
    • Pemrograman prosedural sekaligus berorientasi objek : C++
  • Generasi bahasa pemrograman:
    • Generasi I : machine language
    • Generasi II : assembly language : Asssembler
    • Generasi III : high-level programming language: C, PASCAL, dsb.
    • Generasi IV : 4 GL (fourth-generation language): Prolog, SQL, Visual tool, dsb
  • Jenis bahasa pemrograman berdasarkan tujuan (hasil) :
    • Pemrograman stand-alone
    • Pemrograman client/server
    • Pemrograman web : HTML, Script
    • Pemrograman jaringan
  • Jenis bahasa pemrograman berdasarkan metodanya :
    • Pemrograman tidak terstruktur : Basica, Fortran, …
    • Pemrograman terstruktur : Pascal, C/C++, …
    • Pemrograman berorientasi objek : C++, Java, …
    • Pemrograman visual : VB, Delphi, …
  • Jenis bahasa pemrograman berdasarkan cara penterjemahan :
    • Interpreter : Basica, Foxpro, Matlab,…
    • Compiler : Turbo Basic, Pascal, C/C++, …
perbandingan bahasa pemrograman umum

Jenis Program

Bahasa

Perbandingan Bahasa Pemrograman(Umum)

Bahasa Terbaik

Rasio

Bahasa Terburuk

Data terstruktur

Assembler

ADA, C /C++, PASCAL

1: 1

Assembler, BASIC

ADA

Proyek cepat

BASIC

1 : 4.5

PASCAL, ADA, Assembler

Eksekusi cepat

Quick / Turbo / Basic

Assembler, C

1 : 5

BASIC, Intrepreter Language

C

Kalkulasi matematika

FORTRAN

1 : 2.5

 PASCAL

Menggunakan memori dinamis

FORTRAN

PASCAL, C

 1 : 3

BASIC

PASCAL

 Lingkungan bermemori terbatas

BASIC, Assembler, C

1 : 3.5

FORTRAN

Program real-time

ADA, Assembler, C

BASIC, FORTRAN

Manipulasi string

BASIC, PASCAL

C

Program mudah dikelola

PASCAL, ADA

C, FORTRAN

Berdasarkan tujuan tertentu :

(Mc. Connell)

Berdasarkan jumlah instruksi dibandingkan dengan assembler

Berdasarkan kriteria pemrograman terstruktur :

(Mc. Connell)

Tabel ini akan dilengkapi selama perkuliahan berlangsung

contoh proses pembuatan aplikasi 1
Contoh Proses Pembuatan Aplikasi (1) :

Permasalahan 1 :

Si Upik selalu membeli buah apel untuk dibagikan ke beberapa orang anak yatim Ia kesulitan untuk membagi secara adil berapa buah apel setiap anak mendapatkan jika ia beli N buah. Karena sering ia lakukan, ia membutuhkan aplikasi untuk menghitung kebutuhan tersebut.

  • Dari gambaran tersebut dapat ditentukan bahwa program membutuhkan 2 input dan 1 output.
  • Misal kedua input yang dibutuhkan disebut A dan N dan output disebut C.
  • Maka secara matematis hubungan input dan output dapat dimodelkan dengan :
  • C = A / N
  • Contoh data :
  • Jika A = 25 dan N = 5,
  • maka secara manual dapat dihitung :
  • C = 25 / 5
  • C = 5
  • Urutan perhitungan tersebut (algoritma) jika dilakukan komputer adalah :
  • Memasukkan nilai ke A
  • Memasukkan nilai ke N
  • Menghitung C = A / N
  • Mencetak hasil C

Proses pemecahan :

Permasalahan di atas dapat disederhanakan dengan menggambarkan bagaimana dialog di layar komputer yang diharapkan terjadi terhadap aplikasi yang dibutuhkan tersebut :

Contoh dialog yang diharapkan :

Aplikasi pembagian buah apel

Ketik jumlah buah apel yang dibeli : … {ENTER}

Ketik jumlah anak yang akan diberi : … {ENTER}

Solusi :

Setiap anak mendapatkan : … buah apel

contoh proses pembuatan aplikasi 2
Contoh Proses Pembuatan Aplikasi (2) :

Permasalahan 2 :

Si Buyung kelas 2 SMU. Oleh guru matematik-nya ia sering diminta menghitung soal-soal persamaan kuadrat yang jumlahnya lumayan banyak. Si Buyung memang jago matematik, tapi dia juga sedang mendalami pemrograman komputer. Dia tahu kalau masalah di atas dapat diatasi dengan membuatkan aplikasinya.

Dari dialog tersebut diketahui bahwa program membutuhkan 3 input dan 2 output.

Misal kedua input yang dibutuhkan disebut A, B dan C dan output disebut X1 dan X2.

Maka secara matematis, dengan menggunakan rumus abc yang telah baku, proses mendapat X1 dan X2 dapat dihitung seperti berikut :

X1 = (-b+D)/2A

X2 = (-b-D)/2A

Dimana D = b2 – 4AC

Sebelum menghitung X1 dan X2 perlu diselidiki apakah nilai A=0 atau tidak, sebab pada persamaan kuadrat nilai A tidak boleh 0

Juga harus dihitung terlebih dahulu nilai D, dan diselidiki :

Jika D>0; Penyelesaian (X1 dan X2) merupakan nilai real dan berbeda

Jika D = 0; penyelesaian (X1 dan X2) merupakan nilai real dan sama (X1=X2)

Jika D<0; penyelesaian (X1 dan X2) merupakan nilai imajiner

Proses pemecahan :

Permasalahan di atas juga dapat disederhanakan dengan menggambarkan bagaimana dialog di layar komputer yang diharapkan terhadap aplikasi tersebut :

Contoh dialog yang diharapkan :

Aplikasi menghitung persamaan kuadrat

Masukkan nilai koefisien A : … {ENTER}

Masukkan nilai koefisien B : … {ENTER}

Masukkan nilai koefisien C : … {ENTER}

Penyelesaian :

Solusi merupakan 2 akar real yang berbeda

Solusi 1 (X1) = …

Solusi 2 (X2) = …

lanjutan
Lanjutan

Proses pemecahan tersebut urutannya (algoritma) adalah :

Pembuatan Kode Program :

Setelah kita dapatkan algoritma dari permasalahan, maka langkah selanjutnya adalah membuat kode programnya

Kode program permasalahan 1

Kode program dari permasalahan 1 di atas bersifat sekuensial murni. Artinya tidak membutuhkan perintah untuk melompat dari satu bagian program ke bagian program lain. Kode program seperti ini sangat mudah untuk membuatnya menggunakan bahasa pemrograman apa pun

Kode Program permasalahan 2

Kode program dari permasalahan 2 tidak lagi bersifat sekuensial murni, karena membutuhkan perintah untuk melompat ke bagian program tertentu. Untuk melompat ke bagian program tertentu dapat menggunakan perintah GOTO atau dapat juga dengan menggunakan metoda PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

  • AWAL :
  • Memasukkan nilai ke A
  • Memasukkan nilai ke B
  • Memasukkan nilai ke C
  • Selidiki apakah A=0, jika YA melompat ke AKHIR
  • Menghitung nilai D = b2 – 4AC
  • Menyelidiki nilai D,
    • Jika D>0 melompat ke REAL_BEDA
    • Jika D=0 melompat ke REAL_SAMA
    • JIKA D<0 melompat ke IMAJINER
  • REAL_BEDA :
  • X1 = (-b+D)/2A
  • X2 = (-b-D)/2A
  • Mencetak hasilnya
  • Melompat ke AKHIR
  • REAL_SAMA :
  • X1 = -b / 2A
  • X2 = X1
  • Mencetak hasilnya
  • Melompat ke AKHIR
  • IMAJINER :
  • D = absolute(D)
  • X1 = -b/2A + D/2A i
  • X2 = -b/2A - D/2A I
  • Mencetak hasilnya
  • AKHIR :
  • - Menanyakan apakah ingin menghitung lagi, jika YA melompat ke AWAL
simbol simbol untuk menggambarkan flow chart
Simbol-simbol untuk menggambarkan Flow Chart

Digunakan untuk proses yang detailnya dijelaskan terpisah, misalkan untuk menyatakan prosedur, atau sub program

Digunakan untuk menunjukkan awal dan akhir program

Digunakan untuk memberikan nilai awal (inisial) pada suatu variabel atau counter

Digunakan untuk hubungan arus proses yang terputus masih di halaman yang sama

Digunakan untuk proses, pengolahan arithmatik, dan pemindahan data

Digunakan untuk hubungan arus proses yang terputus di halaman yang berbeda

Digunakan untuk mewakili operasi perbandingan logika yang dibutuhkan pada Selection dan Looping

Digunakan untuk menghubungan antar simbol/elemen yang lain dan sekaligus menyatakan arah aliran

Digunakan untuk menyatakan operasi memasukkan data/input dan menampilkan data/output

contoh flow chart
Contoh Flow Chart :

Start

Permasalahan 2 :

Masukkan nilai koefisien A ke var A

Masukkan nilai koefisien B ke var B

Masukkan nilai koefisien C ke var C

Permasalahan 1 :

Start

A=0

Masukkan data jumlah apel ke var A

Masukkan data jumlah anak ke var N

D = b2 – 4AC

D>0

C = A / N

Hitung penyelesaian real

Dengan akar berbeda

Tampilkan : Setiap anak mendapat C apel

D=0

Hitung penyelesaian real

Dengan akar sama

end

Hitung penyelesaian

Bilangan imajiner

Menanyakan apakah ingin

menghitung lagi ? LG

LG=Ya

end

ide pemrograman terstruktur
Ide Pemrograman terstruktur

Ide pemrograman terstruktur muncul karena jumlah baris program semakin lama semakin besar, tentu saja hal ini terjadi karena diinginkan aplikasi yang lengkap dan lebih berkualitas

Dengan ide pemrograman terstruktur diharapkan dapat membantu manajemen source code(kode program) sehingga program mudah untuk dikelola bagi kepentingan selanjutnya

Tujuan utama pemrograman terstruktur adalah : agar program-program besar menjadi lebih mudah ditelusuri alur logikanya, mudah untuk dimodifikasi (dikembangkan) dan mudah pula untuk ditemukan bagian yang salah ketika program sedang diuji.

Pemrograman yaitu aktivitas membuat program, yaitu menyusun sejumlah perintah yang dikenal komputer

Terstruktur dapat berarti terpola, bentuk yang mengikuti aturan tertentu, juga berarti sesuatu yang sistematis

Pemrograman Terstruktur berarti : ………………………………………………………

………………………………………………………

Orang pertama yang mencetuskan ide pemrograman terstruktur adalah Profesor Edsger W. Dijkstra dari University of Eindhoven, Nederland. Ide utamanya adalah bahwa statemen GOTO sebaiknya tidak digunakan di dalam pemrograman terstruktur, sebab bisa membuat program menjadi ruwet.

Ide ini ditanggapi oleh HD Milis, yang beranggapan bahwa pemrograman terstruktur semestinya tidak hanya dihubungkan dengan tanpa penggunaan GOTO, tetapi yang lebih utama adalah struktur program itulah yang menentukan apakah suatu pemrograman terstruktur atau tidak

  • Kriteria pemrograman terstruktur :
  • Struktur programnya; jelas dan tegas
  • Fasilitas penulisan kode program; jelas dan tegas
  • Statemen untuk kebutuhan Selection dan Looping; lengkap
  • Fasilitas menyatakan berbagai type data (struktur data); lengkap dan tegas
  • Fasilitas pemberian komentar; lengkap
  • Fasilitas instruksi yang tersedia (operasi arithmatik/matematik, string, …); lengkap
  • Fasilitas modular (baik internal maupun eksternal); lengkap
  • Fasilitas debugging, mudah dan jelas
filosofis terstruktur
Filosofis Terstruktur

a

b

c

d

  • Mana yang susunannya terstruktur (teratur, …)
  • Mana yang lebih mudah anda hafalkan
  • Jika akan ditambah satu batang lagi, dimana harus diletakkan agar posisinya dapat dinilai benar
  • Jika susunannya dirombak, mana yang lebih mudah untuk disusun kembali
metoda dasar pemrograman terstruktur
Metoda dasar pemrograman terstruktur
  • Ide awal penerapan pemrograman terstruktur yaitu dengan menghindari penggunaan GOTO untuk melompat ke bagian program tertentu
  • Kegunaan GOTO untuk melompat ke baris program tertentu, secara umum dapat dibagi ke dalam 2 kelompok :
    • Melompat ke bagian bawah program dari posisi program saat ini
    • Melompat ke bagian atas program dari posisi program saat ini
  • Untuk itu dalam pemrograman terstruktur hanya dikenal 3 struktur :
    • Sekuensial, yaitu program yang tidak memiliki lompatan. Baris program dijalankan secara normal (lurus) satu per-satu dari atas ke bawah
    • Selection, yaitu program yang memiliki pilihan apakah harus menjalankan baris program sesuai dengan urutannya atau melompati sejumlah baris program tersebut
    • Looping, yaitu program yang juga mengandung pilihan apakah akan mengulangi program yang sudah pernah dijalankan sebelumnya atau tidak

Dengan pemrograman terstruktur;

Jika ada kebutuhan melompat ke bagian bawah, dapat digantikan dengan perintah Selection (If, Case, Select, Switch,…)

Jika ada kebutuhan melompat ke bagian atas, dapat digantikan dengan perintah Looping (for, While, repeat-until,…)

Prinsip utamanya adalah, program tidak boleh melompat ke atas, kecuali untuk keperluan pengulangan

beberapa bentuk logika terstruktur dengan flow chart
Beberapa bentuk logika terstruktur dengan flow chart

1. Struktur urut sederhana (Simple sequence)

3. Struktur 2 pilihan dengan IF-THEN-ELSE

2. Struktur 1 pilihan dengan IF-THEN

lanjutan18
Lanjutan :

4b. Struktur banyak pilihan dengan CASE

4a. Struktur banyak pilihan dengan IF-THEN-ELSEIF

lanjutan19
Lanjutan :

5. Struktur perulangan FOR

6. Struktur perulangan WHILE

For

7. Struktur perulangan UNTIL

statemen kontrol terstruktur menyembunyikan goto
Statemen kontrol terstruktur : menyembunyikan goto

IF-THEN

Proses1

If {kondisi=false } then goto lompat

Proses1a

Lompat:

Proses2

Proses 1

Kondisi

true

Proses1

If {kondisi } then

Proses1a

End if

Proses2

false

Proses 1a

Proses 2

Analisa :

Jika kondisi=true,

urutan pelaksanaan :

Proses1

Proses1a

Proses2

Jika kondisi=false,

urutan pelaksanaan :

Proses1

Proses2

lanjutan menyembunykan goto
Lanjutan menyembunykan goto

Proses1

If {kondisi=true } then goto lompat1 else goto lompat2

Lompat1:

Proses1b

goto lompat3

Lompat2:

Proses1a

Lompat3:

Proses2

IF-THEN-ELSE

Proses 1

Kondisi

true

Proses1

If {kondisi=true } then

Proses1b

else

proses1a

end if

Proses2

false

Proses 1b

Proses 1a

Proses 2

Analisa :

Jika kondisi=false,

urutan pelaksanaan :

Proses1

Proses1a

Proses2

Jika kondisi=true,

urutan pelaksanaan :

Proses1

Proses1b

Proses2

lanjutan menyembunykan goto22
Lanjutan menyembunykan goto

IF-THEN-ELSE-IF

Proses1

If {kondisi1=true } then goto lompat1

If {kondisi2=true } then goto lompat2

If {kondisi3=true } then goto lompat3

Goto lompat4

Lompat1:

Proses2a

goto habis

Lompat2:

Proses2b

goto habis

Lompat3:

Proses2c

goto habis

Lompat4:

proses2d

Habis:

proses3

Proses1

If {kondisi1=true } then

Proses2a

else

if {kondisi2=true } then

Proses2b

else

if {kondisi3=true } then

Proses2c

else

Proses2d

end if

Proses3

Proses 1

Kondisi1

true

Proses 2a

false

Kondisi2

Proses 2b

Proses1

Case of var

Kondisi1:

Proses2a

Kondisi2:

Proses2b

Kondisi3:

Proses2c

else

Proses2d

end case

Proses3

Kondisi3

Proses 2c

Proses 2d

Proses 3

lanjutan menyembunykan goto23
Lanjutan menyembunykan goto

Looping : FOR

For I=1 to 5

Proses 1

Proses 2

Next I

Proses 3

FOR I=1 to 5

Proses1

Proses2

I=1

Ulang :

Proses1

Proses2

I=I+1

If I<=5 then goto Ulang

Proses3

Proses3

lanjutan menyembunykan goto24
Lanjutan menyembunykan goto

Looping : WHILE

While {kondisi=true}

Proses 1

Proses 2

Wend

Proses 3

While {kondisi}

Proses1

Ulang :

If {kondisi=true} then

Proses1

Proses2

goto Ulang

Proses3

Proses2

Proses3

lanjutan menyembunykan goto25
Lanjutan menyembunykan goto

Looping : UNTIL

do

Proses 1

Proses 2

Loop Until {kondisi=true}

Proses 3

Proses1

Proses1

Ulang :

Proses1

Proses2

If {kondisi=true} then goto Ulang

Proses3

Until {kondisi}

Proses3

contoh flow chart dengan beberapa lompatan tidak terstruktur
Contoh flow chart dengan beberapa lompatan tidak terstruktur :
  • Lompatan tidak terstruktur :
  • Melompat ke bagian yang belum tentu dilewati
  • Melompat keluar dari daerah induknya

start

end

struktur data dan pemrograman terstruktur
Struktur Data dan Pemrograman terstruktur
  • Bahasa pemrograman dengan kemampuan meng-ekspresi-kan semua kebutuhan struktur data akan lebih mendukung pencapaian tujuan dari pemrograman terstruktur
  • Bahasa pemrograman yang tidak memiliki fasilitas untuk mengungkapkan struktur data tertentu cendrung mengarahkan kode program ke bentuk yang kurang teratur
  • Kemampuan struktur data suatu bahasa pemrograman ditentukan oleh kemampuan fasilitas type data yang dimilikinya
  • Type data secara umum terdiri dari :
    • Type data dasar standar : Integer, real, string, charakter, dan logic
    • Type data dasar tidak standar : sub range, enumerate
    • Type data majemuk : set, array, record, file
    • Type data dinamis : pointer
  • Type data pada Basic :
    • ……………………………………………….
    • ……………………………………………….
  • Type data pada Pascal :
    • ……………………………………………….
    • ……………………………………………….
  • Type data pada C :
    • ……………………………………………….
    • ……………………………………………….
  • Type data pada Foxpro :
    • ……………………………………………….
    • ……………………………………………….
tabel perbandingan bahasa pemrograman berdasarkan kriteria pemrograman terstruktur
Tabel Perbandingan Bahasa Pemrograman(Berdasarkan kriteria pemrograman terstruktur)

4=Baik sekali 3=Baik 2=Cukup 1=Kurang

metoda desain pemrograman terstruktur
Metoda Desain Pemrograman Terstruktur

Untuk membantu dan menjamin dihasilkannya program yang terstruktur, dapat digunakan beberapa metoda/alat berikut :

  • Metode Perancangan Top-down
  • Metada Perancangan Modular
    • Implementasi internal : Procedure/Subprogram, Function
    • Implementasi eksternal : file Unit/Header/Modul
  • Diagram Nassi-Schneiderman
  • Tabel Decision
metode perancangan top down
Metode Perancangan Top-down

Masalah Besar

Sub Masalah A

Sub Masalah B

Sub Masalah C

Sub Masalah A2

Sub Masalah A1

Masalah utama

B

C

A

A1

A2

Strategi umum dalam penyelesaian masalah besar; kompleks; rumit

contoh top down
Contoh Top-down :

Sistem Informasi Akademis

Mahasiswa

Perkuliahan

Dosen

Entry data

Entry data

Entry data

Hapus data

Hapus data

Hapus data

Laporan data

Laporan data

Laporan data

metode modular implementasi top down
Metode Modular : Implementasi Top-down

Bagian Utama

A

A1

…….

Call A1

…….

Call A2

……..

……..

Call A

……..

Call B

……..

Call C

……..

…….

…….

B

A2

…….

…….

…….

…….

C

…….

…….

  • Dapat diterapkan secara :
    • - Internal : sub program, procedure, function
    • - Eksternal : file unit, header, modul
diagram chart nassi schneiderman
Diagram Chart Nassi-Schneiderman

Statemen1

While kondisi

Statemen2

proses2

Stateme3

proses2

Until kondisi

Contoh :

if

ya

tdk

Mulai

Masukkan Nilai koefisien A

proses1

Masukkan Nilai koefisien B

Masukkan Nilai Koefisien C

D = B*B-4*A*C

if

ya

tdk

D<0

ya

tdk

proses1

proses2

D=0

ya

tdk

Imajiner

Real berbeda

Real sama

tabel decision
Tabel Decision
  • Langkah Pembuatan :
    • Menentukan kondisi yang akan diseleksi
    • Menentukan jumlah kejadian yang mungkin terjadi untuk di-isi pada bagian kondisi
    • Menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk di-isi pada bagian aksi

Contoh :

Jika nilai rata-rata >=85 dan jumlah kehadiran mencapai >=90% maka siswa tersebut akan mendapat bonus, jika nilai rata-rata<85 walaupun jumlah kehadiran mencapai >=90% maka siswa tersebut tidak mendapat bonus

Latihan :

Jika unit yang dipesan untuk barang tertentu sama dengan atau melebihi jumlah minimum dan pemesannya adalah agen, maka akan mendapat potongan. Sebaliknya jika kurang dari jumlah minimum, walaupun pemesannya adalah agen, maka tidak mendapat potongan. Jika persediaan di gudang mencukupi maka unit pesanan dikirim sepenuhnya. Jika persediaan di gudang tidak mencukupi jumlah pesanan, maka unit yang ada akan dikirim sedangkan kekurangannya akan dibuatkan catatan (back order)

konversi flow chart ini ke bahasa pemrograman a basic atau foxpro b pascal atau c
Konversi flow chart ini ke bahasa pemrograman :a. Basic atau foxprob. Pascal atau C

start

C=2, M=3

C=C*M

C=C+1

F

F

C>12

T

C=C-M

C>M

F

T

For I=M to C

F

T

I > M

(I*C)>M

F

C<=M

M=C+5

M=M+1

C=C+M

T

Cetak C

Cetak M

Next I

C=M+1

M=C+1

P=C+M

end

M=P+2

C = 37M = 25