1 / 18

Karakteristik Udara Bersih

Karakteristik Udara Bersih. Alamiah : Oksigen (O2) = 20,9% Nitrogen (N2) = 78,09 % Argon ( Ar) = 0,93% Karbondioksida (CO2) = 0,033% Neon (Ne) = 0,0008% Helium (He) = 0,0005% Methan (CH4) = 0,00015% Lain-Lain = 0,00001% 2. Operasional : Sesuai Baku Mutu :

dory
Download Presentation

Karakteristik Udara Bersih

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Karakteristik Udara Bersih • Alamiah : • Oksigen (O2) = 20,9% • Nitrogen (N2) = 78,09 % • Argon ( Ar) = 0,93% • Karbondioksida (CO2) = 0,033% • Neon (Ne) = 0,0008% • Helium (He) = 0,0005% • Methan (CH4) = 0,00015% • Lain-Lain = 0,00001% 2. Operasional : Sesuai Baku Mutu : - Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup RI No. 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan. - Baku Mutu Udara Ambien PP No. 41 th.1999 - SK Dirjen PPM & PLP No.HK.06.6.44 Tahun 1993, Baku Mutu Udara Ambien SK. Gub. KDH Tk. I Jatim No. 129 Th. 1996

  2. MEKANISME PENCEMARAN UDARA REVIEW : • Sumber • Buangan (Emisi) • Proses Pencemaran di Udara • Faktor-Faktor pencemaran

  3. SUMBER ANTHROPOGENIK KEND.BERMOTOR. INDUSTRI, DOMESTIK ALAMIAH : BIOGENIK,VULKANIK UPAYA PENGENDALIAN PERPU EMISI PENCEMAR PRIMER SOX, NOX, HC, NH3, O2,PARTIKEL SISTEM PENCEMARAN UDARA METEOROLOGI : DISPERSI-TRANSPORT. ASAP, AWAN, KABUT. TRANSF. FISIK,KIMIA : ASAM SULFAT, ASAM NITRIT, 03, PARTK. ORG.ALD. STRATEGI PENGENDALIAN PILIHAN MODEL PREDIKSI : TRANSPORT. JARAK JAUH, KEPULAN, DAU PEMANTAUAN KUALITAS UDARA UDARA AMBIEN DEPOSISI BASAH-KERING (HUJAN ASAM) PENCEMAR UDARA FOTOKIMIA (OZON) DAMPAK THD. PENERIMA (RECEPTOR)

  4. PENYEHATAN UDARA • PENELITIAN & PEMANTAUAN • PERATURAN & PERUNDANGAN • TEKNOLOGI PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA REVIEW PEMANTAUAN : • IDENTIFIKASI SUMBER : a. Bergerak b. Tidak Bergerak • PARAMETER YG DIPANTAU : a. Fisik b. Kimia c. Data Cuaca • METODE PENENTUAN TITIK LOKASI • METODE PEMANTAUAN

  5. ASPEK PENYEHATAN UDARA 1. Aspek Implementasi Per-UU - Deseminasi - Advokasi 2. Aspek Pengawasan ( Monitoring) • Aspek Tata Ruang - RUTR, RUTW 4. Aspek Rekayasa Teknik 5. Aspek Rekayasa sosial (Community Development, Edukasi, ) Penc.udr. 10 - 11

  6. IDENTIFIKASI, PREDIKSI DAN EVALUASI DAMPAK TERHADAP PENCEMARAN UDARA • PRAKIRAAN DAMPAK THD KUALITAS UDARA DAN IKLIM : • MENGURAIKAN KAITAN KEGIATAN DENGAN DAMPAK YG MUNGKIN DITIMBULKAN. • MENJELASKAN JENIS-JENIS SUMBER PENC. UDARA DARI KEGIATAN YG DIRENCANAKAN, DAN ATRIBUT LINGK. UDARA YG AKAN MENGALAMI PERUBAHAN • PENJELASAN TENTANG DAMPAK TURUNAN DARI PERUBAHAN ATRIBUT LINGK. UDARA THD. KES., KERUGIAN MATERIAL. • MENGETAHUI TENTANG LANGKAH-LANGKAH DLM MEMPERKIRAKAN DAN MERAMALKAN DAMPAK YG TIMBUL THD. ATRIBUT LINGK. UDARA. • MENGURAIKAN METODE PERAMALAN YANG DIGUNAKAN • MENJELASKAN PERUBAHAN YG AKAN TERJADI. BAIK SELAMA PERIODE KONSTRUKSI DAN PASCA KONST.

  7. IDENTIFIKASI JENIS & SUMBER PENCEMAR UDARA • JENIS PENCEMAR : • PARAMETER UMUM (KONSERVATIF) • KARBON MONOOKSIDA ( CO ) • TOTAL HIDRO KARBON ( THC ) • OKSIDA NITROGEN ( NOX) • OKSIDA SULFUR ( SOX ) • PARTIKULAT TERSUSPENSI TOTAL (TSP ) • OKSIDAN FOTOKIMIA ( OZON ) • SUMBER PENCEMAR : • SUMBER TITIK : • CEROBONG ASAP INDUSTRI • SUMBER GARIS : • JALAN RAYA • SUMBER AREA : • GLOMERASI INDUSTRI SEJENIS • DAERAH PENIMBUNAN SAMPAH

  8. LANGKAH – LANGKAH DALAM PERAMALAN DAMPAK • IDENT. JENIS DAN SUMBER PENCEMAR UDARA YG AKAN DIEMISIKAN OLEH KEGIATAN • URAIKAN ATAU TENTUKAN TK. KUALITAS UDARA, BILA PERLU TUNJUKKAN TREND DENGAN DATA STATISITIK YG SEDERHANA • TENTUKAN POTENSI DISPERSI • RANGKUM DATA DASAR METEOROLOGI : ARAH & KEC. ANGIN; RADIASI SINAR MATAHARI DAN LAMA PENYINARAN; CURAH HUJAN; TEMP. KELEMB. DAN PARAMETER LAIN. • SIAPKAN BAKU MUTU KUALITAS UDARA DAN BAKU MUTU EMISI. • RANGKUM DATA INV. EMISI DALAM SKALA WILAYAH TERKECIL, ATAU REGIONAL. IDENTIF. SUMBER UTAMA YG TELAH ADA. TENTUKAN DAMPAK SKALA MESO. PERHITUNGAN DIDASARKAN PERKIRAAN RATA-RATA TAHUNAN JML EMISI DAN BESARNYA DLM %. • JUMLAH KONSENTRASI DIATAS PERMUKAAN TANAH DIHITUNG DALAM BEBERAPA KONDISI METEOROLOGI • BILA BAKU MUTU UDARA DAN TK. EMISI TERLAMPAUI, KEMBANGKAN ALTERNATIF UPAYA MITIGASI ATAU PENGENDALIANNYA.

  9. METODE PENGENDALIAN EMISI PENC. UDARA INDUSTRI I.VENTILASI INDUSTRI : • BERTUJUAN MENGAMANKAN LINGKUNGAN KERJA & PEKERJA DARI UNSUR BERBAHAYA; GAS & PARTIKULAT. PENGENDALIAN EMISI (UDARA AMBIEN ) • BERTUJUAN MENGRANGI EMISI GAS DAN PARTIKULAT PADA UDARA AMBIEN. • VENTILASI INDUSTRI ---------- 4 BAGIAN : • PENANGKAP ( HOODS ) : MENGHISAP PENC. DENGAN KEC. TERTENTU DAN SESUAI SIFAT UNSUR PENC. • SALURAN UDARA ( DUCT ) : MENGUMPULKAN DAN MEMBAWA PENC. DARI SUMBER KETITIK SENTRAL PENGOLAHAN, DENGAN KEC. TERTENTU DAN SESUAI SIFAT UNSUR PENC. • ALAT PEMBERSIH UDARA PENDAHULUAN ( PENGENDAP DLL ) • PENGHISAP ( FAN ) ;

  10. RUANG TERBUKA HIJAU(RTH)Urban Open Space DASAR – PERPU : • Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. • Undang-undang RI Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

  11. PERSYARATAN LUASAN RTH :1. Wilayah : min 30 %, 2. Publik : min 20% • DISAIN PENATAAN RTH, MENYESUAIKAN DENGAN PERDA TENTANG RT-RW DI WILAYAH KABUPATEN, KOTA MASING-MASING. YG PADA DISAIN UMUM TERDAPAT PEMBAGIAN ZONA, BLOK DLL.

  12. VEGETASI PADA RTH • Guna mendptkan keberhasilan pembangunan RTH, dipilih tanaman yang dpt tumbuh baik dan dapat menanggulangi masalah lingkungan (pencemaran udara). • Aspek hortikultura sangat penting • Guna menunjang aestetica urban design, pemilihan jenis vegetasi untuk RTH juga harus mempertimbangkan aspek Arsitektural dan artistik visual

  13. PENGELOMPOKAN TANAMAN BERDSRKAN ASPEK ARSITURAL DAN ARTISTIK VISUAL • Bedasarkan fungsinya dalam landskap umum, Hakim (1991) tanaman berfungsi segb : 1. Pengontrol pemandangan (Visual Control) 2. Penghalang scr fisik (Physical Bariers) 3. Pengintrol Iklim (Climate control) 4. Pelindung Erosi (Erotion control) Memberikan nilai estetika (Aesthetics Values)

  14. UNSUR YG PENTING & DOMINAN DALAM RTH, BERDASARKAN TAMPILAN ARTISTIK VISUAL DAN ESTETIKA 1. Berdasar bentuk tajuk : • Phn btk tiang/kolom • Phn btk payung • Phn btk yajuk bulat • Phn btk oval • Phn bertajuk melebar keatas • Phn bertajuk segi tiga • Phn bertajuk tdk beraturan

  15. 2. Berdasarkan kerapatan/kepadatan massa : • Transparan : Flamboyan, cemara angin • Sedang : Angsana, Akasia dll • Massif : Beringin, Cemara gembel, dll 3. Berdasarka Struktural : • Ringan : dng cabang dan ranting yg ramping, daun kecil, jarang • Sedang : dng cabang & ranting sedang • Berat : dng cabang & ranting lebat, berkesan magis.

  16. KRITERIA TANAMAN UTK RTH • RTH ; Fungsi landskap, estetika, pelestarian LH. • Persyaratan Umum vegetasi utk RTH : • Disenangi dan tdk berbahaya bagi warga • Mampu tumbuh pada area lingkungan marjinal • Cepat tumbuh, berumur panjang • Perakaran dalam • Tdk memiliki perakaran besar yg muncul ditanah • Dahan dan ranting tdk mudah patah • Buah tidak terlalu besar • Tidak gugur daun (serentak dan banyak) • Cukup teduh, tidak gelap • Tahan thd pencemaran • Tahan thd gangguan fisik • Dpt menghslklan O2 dan meningkatkan kualitas lingkungan • Bibit, benih dng harga terjangkau masy. • Bentuk indah • Ketika tumbuh lanjut sesuai dengan ruang yg tersedia • Kompatibel dng tanaman lain • Serbek sari tdk bersifat allergis • Bunga, daunm keseluruhan nampak artistik • Prioritas tanaman lokal / endemik

  17. TIPS : • Kaitan Vegetasi RTH dng fungsi bariers Fisik – Kimia., Biologi spt : Tingkat produksi O2, penurunan CO2, Efek Bau, Optimalisasi Suhu & kelembaban, pengendali vektor, dll dng : • Luasan area vegetasi • Jenis vegetasi • Kerapatan vegetasi • Struktur vegetasi • Penataan Vegetasi – RTH

More Related