1 / 40

MATERI MINGGU KE 2 DAN 3 : PRODUKSI DENGAN SATU INPUT VARIABEL Y = f(X1)

MATERI MINGGU KE 2 DAN 3 : PRODUKSI DENGAN SATU INPUT VARIABEL Y = f(X1) . Materi : - Fungsi produksi - Produksi total (PT) - Produksi marjinal (PM) - Produksi rata-rata (PR) - Elastisitas produksi - Daerah produksi I, II dan III - Optimalisasi produksi. FUNGSI PRODUKSI

dewitt
Download Presentation

MATERI MINGGU KE 2 DAN 3 : PRODUKSI DENGAN SATU INPUT VARIABEL Y = f(X1)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MATERI MINGGU KE 2 DAN 3 :PRODUKSI DENGAN SATU INPUT VARIABEL Y = f(X1)

  2. Materi :- Fungsi produksi- Produksi total (PT)- Produksi marjinal (PM)- Produksi rata-rata (PR)- Elastisitas produksi- Daerah produksi I, II dan III- Optimalisasi produksi

  3. FUNGSI PRODUKSI Menggambarkan hubungan teknis antara output (Y) dengan input (X) Y = f (X1/X2, …, Xn) Y = f (X1) dimana : Y = output (produk) X = input Contoh kasus : Berikut ini disajikan data teknis antara berat badan ayam (Y, gr) dan penggunaan pakan (X1, gr).

  4. KURVA PRODUKSI TOTAL Y = berat ayam (gr) KPT = Kurva Produksi Total C = Titik Balik M = PT maksimum (Ym) M Ym=90 C Yc O Xc Xm = 9 X = Pakan (gr)

  5. PRODUKSI MARJINAL (PM) Tambahan output sebagai akibat tambahan satu-satuan input variabel.PM = ∆Y/∆X = f’(X)dimana : ∆ Y = Yt – Yt-1 ∆ X = Xt – Xt-1Contoh ilustrasi PM sebagai berikut :

  6. KURVA PRODUKSI MARJINAL Y = Berat Ayam KPT = Kurva Produksi Total M Ym C C = Titik Balik  PM maksimum (D) M = PT maksimum (Ym) ; PM = 0 Yc D Yd O Xc Xm X = Pakan KPM = Kurva Produksi Marjinal

  7. BERBAGAI MACAM KONDISI HUBUNGAN OUTPUT DAN INPUT Y INCREASING RETURNS TO SCALE X naik Y naik KPT Y Y Y O X

  8. Y CONSTANT RETURNS TO SCALE X naik Y tetap KPT Y Y Y O X

  9. Y DECREASING RETURNS TO SCALE X naik Y turun KPT Y Y Y O X

  10. PRODUKSI RATA-RATA (PR) Merupakan Produksi Total per satuan input variabel. PR = Y / X Contoh ilustrasi PR sebagai berikut :

  11. KURVA PRODUKSI RATA-RATA Y = Output C = Titik Balik  PM maksimum (D) E = PR maksimum ; PR dan PM berpotongan M = PT maksimum (Ym) ; PM = 0 KPT = Kurva Produksi Total M Ym Ya A C Yc KPR = Kurva Produksi Rata-rata D Yd E Ye O Xc Xa Xm X = Input Variabel KPM = Kurva Produksi Marjinal

  12. HUBUNGAN PT, PM dan PR • Padasaat PT maksimum, PM = 0 • Padasaat PR maksimummaka PM = PR PR = Y/X = f(X)/X PR mencapai maksimum bila Y/ X = f´(X) = 0 dan 2Y/ X2 = f´´(X)< 0 (PR)/ X = 0 f(X)/X]/ X = 0 X f´(X) – f(X)]/X2 = 0 Xf´(X) = f(X)  f´(X) = f(X)/X PM = PR apabila PR maksimum

  13. ELASTISITAS PRODUKSI ()

  14. ELASTISITAS PRODUKSI ADALAH PERSEN PERUBAHAN OUTPUT KARENA ADANYA PERUBAHAN 1 % INPUT TERTENTU, SEDANGKAN INPUT LAINNYA TIDAK BERUBAH

  15. ELASTISITAS PRODUKSI • Elastisitas produksi () mengukur kepekaan output terhadap perubahan input Y X •  = ── ── Y X Y X Y X •  = ── × ── →  = ── × ── Y X X Y Dalam hal X → 0

  16. ELASTISITAS PRODUKSI Y Y X X Y X X Y  x Padahal Y/X = PM = f’ (X) dan X/Y = 1/PR  = PM/PR

  17. DAERAH PRODUKSI : Kondisidimanaprosesproduksiberlangsung. Terdiridari : • Daerah I (Irrasional) • Daerah II (Rasional) • Daerah III(Irrasional) Penjelasanmasing-masing Daerah Produksisebagaiberikut :

  18. I = Daerah Produksi I  Irrasional II = Daerah Produksi II  Rasional III = Daerah Produksi III  Irrasional I III II

  19. OG = Nilai per satuan X dalam fisik Y Xop = X yang akan menghasilkan Y optimum Y E KPR G N KPM O Xa Xop Xm X Daerah Produksi II (Rasional)

  20. CIRI DAERAH PRODUKSI I (IRRASIONAL) • PM, PR keduanya positif (> 0) • PM > PR • PR sedang bertambah  PR/X > 0 • Terdapat keadaan PM mencapai maksimum • Karena PM > PR   >1 • Daerah Produksi I berakhir pada saat PM = PR ( = 1)

  21. DAERAH PRODUKSI II (RASIONAL) • PM dan PR keduanya positif (> 0) • PM < PR ; PM dan PR sedang turun  PM/X < 0 ; PR/X < 0 • Karena PM < PR maka  < 1 • Daerah Produksi II akan berakhir pada PM = 0 atau  = 0 • Pada Daerah Produksi II  1 >  > 0

  22. DAERAH PRODUKSI III (IRRASIONAL) • Produksi Total menurun • PM negatif (< 0) • PR > 0 • Karena PM bernilai negatif (< 0) maka  < 0 (negatif)

  23. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI dan KPT • Perkembangan/kemajuan teknologi  Penciptaan teknologi produksi yang baru yang > efisien dari teknologi sekarang  akan menggunakan input yang lebih sedikit utk output tertentu; atau dengan jumlah input yang sama akan menghasilkan output lebih banyak

  24. PerkembanganTeknologiTerhadap KPT Y = Output M’ Ym’ KPTo KPT1 N M Ym C’ KPT1 > KPTo Yc’ KPTo ; Xm  Ym KPT1 ; Xm  Ym’ Ym’ > Ym Ym pada KPTo  Xm pada KPT1  Xm’ Xm’ < Xm Yc C O Xc Xm’ Xm X = Input Variabel

  25. OPTIMALISASI PRODUKSI • Tingkat produksimaksimumbelumtentusamadengantingkatproduksi optimum • Bahasantingkatproduksimaksimumsemata-matabersifatteknis • Bahasantingkatproduksi optimum menyangkutpembahasan EFISIENSI EKONOMI. Padaproduksi optimum   MAKSIMUM

  26. TINGKAT PRODUKSI OPTIMUM  = Y.Py – X.Px – FC (2) ” < 0  Slope NPM < Slope Px • Y = Total Produksi ; Py = Harga/unit Y ; Px = Harga/unit X ; X = Jumlah input ; FC = BiayaTetap • Syarat maksimum: • /X = 0 • /X = f’(X).Py – Px = 0  f’(X).Py = Px • PM.Py = Px  NPM = PxatauPM = Px/Py

  27. X pada Produksi Optimum NPM ; Px NPM A  NPM = Px Px O X* Input pada produksi optimum X (Input)

  28. Efek perubahan Py ;Px • Apabila Py naik  akan menggeser NPM ke kanan. Jika Px tetap maka jumlah X yang menghasilkan Y optimum bertambah (sebaliknya) • Bila Px naik ; Py tetap  X yang menghasilkan Y optimum bertambah kecil • Bila Px dan Py berubah bersamaan  X yang menghasilkan Y optimum tergantung pada rasio harga input (Px) dan harga output (Py)

  29. Py  & X pada Produksi Optimum NPM3 NPM2 NPM ; Px NPM1 Px O X1 X2 X3 Input pada produksi optimum X (Input)

  30. Px  & X pada Produksi Optimum NPM ; Px NPM Px3 Px2 Px1 O X3 X2 X1 Input pada produksi optimum X (Input)

  31. Py  & Px  --> X pada Produksi Optimum berubah NPM ; Px NPM2 NPM1 Px2 Px1 O X1X2 Input pada produksi optimum X (Input)

  32. Py  & Px  --> X pada Produksi Optimum tetap NPM2 NPM ; Px NPM1 B NPM2 = Px Px2 A  NPM1 = Px Px1 O X* Input pada produksi optimum X (Input)

More Related