1 / 145

Survei Industri Mikro dan Kecil Micro and Small Manufacturing Industry Survey

Survei Industri Mikro dan Kecil Micro and Small Manufacturing Industry Survey. Petunjuk Umum:. Klik dengan mouse pada masing –masing pilihan menu Tombol untuk exit Tombol kembali ke menu sebelumnya Tombol untuk slide sebelumnya Tombol untuk slide selanjutnya. Klik untuk melanjutkan.

Download Presentation

Survei Industri Mikro dan Kecil Micro and Small Manufacturing Industry Survey

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Survei Industri Mikro dan KecilMicro and Small Manufacturing Industry Survey

  2. Petunjuk Umum: Klik dengan mouse pada masing –masing pilihan menu Tombol untuk exit Tombol kembali ke menu sebelumnya Tombol untuk slide sebelumnya Tombol untuk slide selanjutnya Klik untuk melanjutkan

  3. INDUSTRI MIKRO DAN KECIL (IMK) SURVEI IMK SECARA UMUM METODOLOGI PEDOMAN PENCACAHAN PENGOLAHAN DATA DISEMINASI DAN PUBLIKASI  Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time. ~ Thomas A. Edison ~

  4. SURVEI IMK SECARA UMUM Life it is not just a series of calculations and a sum total of statistics, it's about experience, it's about participation, it is something more complex and more interesting than what is obvious. Daniel Libeskind 1. PENDAHULUAN 2. SEJARAH SINGKAT 3. LANDASAN HUKUM 4. TUJUAN SURVEI 5. KONSEP DAN DEFINISI 6. LINGKUP DAN CAKUPAN 7. KUESIONER DAN DOKUMEN 8. ALUR DOKUMEN 9. ALUR PENGOLAHAN 10. JADUAL SURVEI IMK 2013

  5. Pendahuluan • Industri manufaktur memiliki kontribusinya yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Terhadap PDB, kontribusi industri pengolahan tahun 2012 mencapai 20,8% dari PDB nasional sebesar Rp 8.241,9 triliun. • Industri pengolahan dalam penyerapan angkatan kerja. Dari 110,80 juta angkatan kerja tahun 2012 sebanyak 13,87% adalah tenaga kerja yang terlibat di Industri pengolahan atau sebesar 15,37 juta orang. Dari jumlah ini sekitar 9,08 juta orang bekerja di sektor industri pengolahan mikro dan kecil. • Secara umum industri mikro dan kecil diyakini sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat mengingat industri ini lebih dekat dengan sumber daya dan pasar yang terbuka lebar. • Industri mikro dan kecil membutuhkan investasi yang tidak terlalu besar dan mampu bertahan ditengah terjangan krisis global (resesi) yang beberapa kali melanda dunia.

  6. Sejarah Singkat • Sebelum Tahun 1991 • Survei dilakukan tidak setiap tahun, yaitu: 1974, 1979, 1982, 1986, dan 1989 • Tahun 1991 – 1995 • Dilakukan setiap tahun melalui Survei Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga, yaitu: 1991, 1993, 1994, dan 1995 • Tahun 1986, 1996, 2006 • Dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi (SE) • Tahun 1998 - 2005 • Dikumpulkan melalui Survei Usaha Terintegrasi (SUSI) • Tahun 2009 - 2010 • Melalui Survei Industri Mikro dan Kecil Tahunan • Tahun 2011 – • Melalui Survei Industri Mikro dan Kecil Triwulanan

  7. Landasan Hukum • Landasan hukum pelaksanaan Survei IMK 2009 - 2013 adalah • UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik • PP No. 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik • Perpres No. 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik

  8. Tujuan • Untuk mengetahui profil Industri Mikro dan Kecil daerah potensi di Indonesia yang disajikan menurut Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI). Informasi dasar yang disajikan meliputi: • Banyaknya usaha • Banyaknya tenaga kerja • Pengeluaran untuk tenaga kerja • Struktur input dan output • Kendala dan prospek usaha • Keterangan lain yang berkaitan dengan IMK • Untuk mengetahui pertumbuhan produksi IMK secara triwulanan

  9. Konsep dan Definisi • Industri Manufaktur: kegiatan produksi yang mengubah barang dasar (bahan mentah) menjadi barang jadi/setengah jadi dan atau dari barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya. Termasuk kegiatan jasa industri pengolahan (makloon) • Perusahaan/usaha Industri Manufaktur: unit kegiatan ekonomi yang melakukan/mengusahakan industri manufaktur, terletak pada suatu bangunan/lokasi tertentu serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut. • Perusahaan/usaha Jasa Industri Manufaktur:unit kegiatan dari suatu industri yang melayani keperluan pihak lain dengan bahan baku disediakan pihak lain dan pihak perusahaan/usaha hanya menerima pembayaran balas jasa (nilai upah makloon) ...Bersambung...

  10. Konsep dan Definisi • Perusahaan/usaha Industri Manufaktur Musiman: unit kegiatan ekonomi yang melakukan/megusahakan industri manufaktur yang karakteristik bahan baku dan proses produksinya dipengaruhi oleh iklim. • Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI): klasifikasi baku statistik tentang kegiatan ekonomi yang terdapat di Indonesia dengan mengeleompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi. ...lanjutan...

  11. Lingkup dan Cakupan Skala usaha berdasarkan tenaga kerja dibedakan : • Industri Mikro: perusahaan/usaha industri pengolahan dengan banyaknya tenaga kerja 1-4 orang. • Industri Kecil: perusahaan/usaha industri pengolahan dengan banyaknya tenaga kerja 5-19 orang. • Industri Sedang: perusahaan/usaha industri pengolahan dengan banyaknya tenaga kerja 20 – 99 orang. • Industri Besar: perusahaan/usaha industri pengolahan dengan banyaknya tenaga kerja lebih besar dari 99 orang. Lingkup survei IMK adalah Industri Mikro dan Kecil yang melibatkan tenaga kerja antara 1 orang hingga 19 orang.

  12. Lingkup dan Cakupan Cakupan survei IMK meliputi

  13. Kuesioner dan Dokumen • Kuesioner: • VIMK-DSBS (Daftar Sampel Blok Sensus) • VIMK-L (Listing) • VIMK-DS (Daftar Sampel) • VIMK-S (Sampel) • VIMK-RB (Rekap Blok sensus) • Buku Pedoman: • Pedoman Teknis BPS Provinsi dan BPS Kab/Kota (Buku 1) • Pedoman Pencacah (Buku 2) • Pedoman Pemeriksaan/ Pengawasan (Buku 3) • Pedoman Innas (Buku 4) • Kasus dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Industri Manufaktur (Buku 5)

  14. Alur Dokumen BPS -RI BPS Provinsi BPS Kab /Kota Pengawas Petugas 1. VIMK-DSBS 2. VIMK-L 3. VIMK-DS 4. VIMK-S 5. VIMK-RB 6. Pedoman Buku 1 7. Pedoman Buku 2 8. Pedoman Buku 3 9. Pedoman Buku 4 10. Pedoman Buku 5 1. VIMK-DSBS 2. VIMK-L 3. VIMK-DS 4. VIMK-S 5. VIMK-RB 6. Pedoman Buku 1 7. Pedoman Buku 2 8. Pedoman Buku 3 9. Pedoman Buku 4 10. SketsaPetaHasil Scanning 1. VIMK-DSBS 2. VIMK-L 3. VIMK-DS 4. VIMK-S 5. VIMK-RB 6. Pedoman Buku 2 7. Pedoman Buku 3 8. SketsaPetaHasil Scanning 1. VIMK-DSBS 2. VIMK-L 3. VIMK-DS 4. VIMK-S 5. VIMK-RB 6. Pedoman Buku 1 7. Pedoman Buku 2 8. Pedoman Buku 3 9. Pedoman Buku 4 10. Pedoman Buku 5 1. VIMK-L 2. VIMK-DS 3. VIMK-S 4. Pedoman Buku 2 5. SketsaPeta Hasil Scanning TabelEvaluasiDalamBentuk Hard Copy dan CD Copy Data VIMK12_pp.km 1. VIMK-DSBS 2. VIMK-L 3. VIMK-DS 4. VIMK-S 5. VIMK-RB 6. SketsaPeta Hasil Scanning 1. VIMK-DSBS 2. VIMK-L 3. VIMK-DS 4. VIMK-S 5. VIMK-RB 6. SketsaPetaHasil Scanning 1. VIMK-DSBS 2. VIMK-L 3. VIMK-DS 4. VIMK-S 5. VIMK-RB

  15. Alur Proses Pengolahan Dir. SIS BPS-RI BPS Provinsi (BidangProduksi) Editing Coding Data Entry (IPDS) BPS Kabupaten/Kota Subdit IKR Pemeriksa Rilis IMK Yes No Clean Pencacah

  16. Jadual Survei IMK tahun 2013

  17. METODOLOGI 1. KERANGKA SAMPEL 2. PROSEDUR PENARIKAN SAMPEL 3. PENGAMBILAN SAMPEL BLOK SENSUS 4. PENDEKATAN PENDAFTARAN USAHA (LISTING) 5. PENGAMBILAN SAMPEL USAHA 6. PENGAMBILAN SAMPEL USAHA INDUSTRI KECIL 7. PENGAMBILAN SAMPEL USAHA INDUSTRI MIKRO Verbal and nonverbal activity is a unified whole, and theory and methodology should be organized or created to treat it as such.Kenneth L. Pike

  18. Kerangka Sampel IMK • Kerangka sampel Blok Sensus (BS) • Kerangka sampel BS yang digunakan dalam survei IMK adalah daftar BS hasil pencacahan Sensus Ekonomi 2006 dengan dilengkapi informasi jumlah usaha IMK. • Kerangka sampel perusahaan/usaha • Survei IMK menggunakan kerangka sampel perusahaan/usaha hasil pendaftaran survei IMK yang dibedakan menurut jenis industri yaitu Industri Mikro dan Industri Kecil.

  19. Prosedur Penarikan Sampel • Tahap Pertama • Dari kerangka sampel BS diambil sampel secara probability proportional to size(pps) dengan size banyaknya usaha IMK SE-06 • Pengambilan sampel antar strata secara independent. • Tahap Kedua • Dari kerangka sampel usaha, seluruh Industri Kecil dipilih sebagai sampel (take all) dan dilakukan pemilihan secara sistemik linier (linier sistemic) untuk usaha Industri Mikro.

  20. Pengambilan Sampel Blok Sensus Stratifikasi Blok Sensus: • Mengelompokkan blok sensus menjadi kelompok-kelompok berdasarkan jumlah relatif usaha IMK menurut jenis KBLI. • Untuk survei IMK 2009 - 2010 dilakukan pada level kabupaten/kota dan stratifikasi survei IMK 2011 – 2013 dilakukan pada level provinsi • Output berupa Blok Sensus (DSBS)

  21. Pendekatan Pendaftaran Perusahaan/Usaha (listing) • Setelah DSBS terpilih diterima, petugas akan melakukan pendaftaran perusahaan/usaha (listing)sesuai dengan blok sensus tersebut. • Pendaftaran perusahaan/usaha disetiap blok sensus dilakukan dengan dua pendekatan: • Pendekatan bangunan (establishment) • Bangunan usaha IMK di BS terpilih • Bangunan campuran • Industri bukan dibangunan sensus tetapi lokasi usaha tetap (contoh: gerobak) • Pendekatan Rumah Tangga (household) • Lokasi usaha tidak tetap/keliling • Lokasi tetap

  22. Pengambilan Sampel Usaha/Perusahaan Alokasi usaha Industri Mikro dan Kecilper Kab/Kota di provinsi dilakukan setelah listing. • Berdasarkan rekapitulasi jumlah IMK hasil listing seluruh kabupaten/kota • Industri Kecil (IK) diambil seluruhnya (take all) • Target sampel Industri Mikro (IM) adalah target sampel IMK provinsi dikurangi jumlah IK. • Alokasi IM per kab/kota dilakukan secara proporsional terhadap akar jumlah industri mikro dg formula: ...Bersambung...

  23. Pengambilan Sampel Usaha/Perusahaan Alokasi usaha IMK menurut KBLI di Kab/kota • Rekapitulasi jumlah Industri Kecil dan Industri Mikro menurut KBLI per Blok Sensus di suatu kabupaten • Target sampel IM satu kabupaten dialokasikan ke setiap KBLI secara proporsional dengan menggunakan formula: ...lanjutan... ...Bersambung...

  24. Pengambilan Sampel Usaha/Perusahaan Alokasi usaha IMK menurut KBLI per BS di Kab/kota • Alokasi IM per blok sensus untuk setiap KBLI dilakukan secara proporsional dengan formula sbb: ...lanjutan...

  25. Pengambilan sampel Industri Kecil • Berdasarkan hasil listing, diambil seluruh Industri Kecil dengan ketentuan jumlah tenaga kerja antara 5 – 19 orang. • Berikan tanda cek () pada daftar VIMK – L di blok III kolom (18) • Lingkari nomor urut segmen, bangunan fisik, bangunan sensus, nomor urut perusahaan di blok III kolom (1), (2), (3) dan (12)

  26. Pengambilan sampel Industri Mikro • Berikan nomor urut pada sebelah kanan tanda cek pada daftar VIMK – L blok III untuk masing-masing kolom 20 s.d 43. • Harus dipastikan tidak ada yang terlewat. Kemudian lakukan penghitungan interval (I) dengan formula: ...bersambung...

  27. Pengambilan sampel Industri Mikro • Harus dipastikan tidak ada yang terlewat. Kemudian lakukan penghitungan interval (I) dengan formula: • Menentukan unit sampel IM pertama yang terpilih (R1hi) untuk setiap jenis KBLI dengan formula: • Angka AR disedikan di daftar DSBS. Angka ini diperoleh dari distribusi uniform dengan nilai 0 (nol) hingga 1 (satu). ...lanjutan...

  28. Pengambilan sampel Industri Mikro • Menentukan angka random berikutnya (R2hi) dst. Dilakukan dengan formula • Angka random terakhir yang terpilih harus kurang dari jumlah industri mikro dengan KBLI i di blok sensus terpilih () • Lingkari nomor urut tanda cek () kolom (20) atau (21) s.d (43) sesuai dengan KBLI pada Blok III Daftar VIMK - L1 = angka random terpilih () dilanjutkan dengan kolom (17), yang bersesuaian dengan kolom sebelumnya dan Nomor Segmen, Bangunan Fisik, dan Bangunan Sensus serta Nomor Perusahaan/Usaha. ...lanjutan... dengan

  29. PEDOMAN PENCACAHAN 1. PETUNJUK UMUM PENGISIAN KUESIONER 2. KUESIONER LISTING (L) 4. KUESIONER DAFTAR SAMPEL (DS) 5. KUESIONER PENCACAHAN (S) I think all of us certainly believed the statistics which said that probably 88% chance of mission success and maybe 96% chance of survival. And we were willing to take those odds. Alan Shepard 

  30. Petunjuk Pengisian Kuesioner • Semua pengisian daftar harus menggunakan pensil hitam. • Semua isian harus ditulis dengan jelas agar mudah dibaca. Penulisan kata-kata harus menggunakan huruf kapital (balok) dan tidak boleh disingkat, kecuali kata-kata yang terlalu panjang. Angka harus ditulis dengan angka biasa (bukan angka romawi). Contoh :

  31. Petunjuk Pengisian Kuesioner c. Cara pengisian daftar dilakukan dengan beberapa cara yaitu: • Mengisikan keterangan/jawaban pada tempat yang tersedia dan tulis kode yang sesuai pada kotak yang tersedia. Contoh: Daftar VIMK10-S Blok II.1 Rincian 6 :

  32. Petunjuk Pengisian Kuesioner • Melingkari salah satu kode jawaban yang sesuai, kemudian pindahkan kode jawabannya ke dalam kotak yang tersedia. Contoh :

  33. Petunjuk Pengisian Kuesioner • Memindahkan isian ke kotak mengikuti kaidah penuh tepi kanan (right justified). Contoh :

  34. Petunjuk Pengisian Kuesioner • Jika kode yang dilingkari lebih dari satu, jumlahkan kode yang dilingkari dan tuliskan ke dalam kotak yang tersedia.

  35. Petunjuk Pengisian Kuesioner • Bila keterangan/jawaban responden tidak terdapat pada pilihan jawaban yang tersedia, tuliskan jawaban di lainnya. contoh:

  36. Petunjuk Pengisian Kuesioner • Referensi waktu survei: • Untuk survei IMK tahun 2009 - 2010: • Bulan Juni 2010 . • Khusus musiman (tidak ada kegiatan pada bulan Juni 2010), maka pengisian data mundur ke bulan terdekat sebelumnya yang ada kegiatan • Selama setahun yang lalu (12 bulan terakhir) yaitu bulan Juli 2009-Juni 2010. • Untuk survei IMK tahun 2011- 2013 • Bulan April, Juli, Oktober dan Januari (triwulanan) • Khusus musiman (tidak ada kegiatan pada saat listing), maka pengisian data mundur ke bulan terdekat sebelumnya yang ada kegiatan dalam triwulan tersebut.

  37. Kuesioner VIMK – L (Listing) Daftar VIMK – L terdiri dari 6 (enam) blok, yaitu: • Blok I : Keterangan Tempat, • Blok II : Ringkasan, • Blok III : Pendaftaran Usaha/Rumah Tangga, • Blok IV : Keterangan Penarikan Sampel Utama • Blok V : Catatan • Blok VI : Keterangan Petugas Blok I : Keterangan Tempat Menuliskan Nama dan kode untuk Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, Nomor Blok Sensus dan Nomor Kode Sampel. Disalin dari VIMK – DSBS.

  38. Kuesioner VIMK – L (Listing) • Blok II : Ringkasan Blok II terdiri dari 3 rincian yaitu: • Rincian 1. : Jumlah Rumah Tangga Rincian ini disalin dari Blok III Kolom (6) nomor urut terakhir pada halaman terakhir. • Rincian 2a. : Populasi Industri Mikro disalin dari Blok III Rincian c halaman terakhir Kolom (19) s.d Kolom (42) • Rincian 2b. : Populasi Industri Kecil disalin dari Blok III Rincian c halaman terakhir Kolom (18) • Rincian 3. : Sampel Industri Mikro disalin dari Blok IV Kolom (1) sd. (24) rincian

  39. Kuesioner VIMK – L (Listing)

  40. Kuesioner VIMK – L (Listing) Blok III : Pendaftaran Usaha/Rumah Tangga, Kolom (1) : Nomor Urut Segmen: menuliskan nomor urut segmen, yang disalin dari sketsa peta blok sensus hasil scanning dalam satu blok sensus. Segmen: wilayah bagian dari Blok Sensus yang mempunyai batas jelas (alam/buatan), seperti: sungai/kali atau jalan/gang/lorong. Kolom (2) : Nomor Urut Bangunan Fisik: menuliskan nomor urut bangunan fisik, dimulai dari nomor urut 1 (satu) sampai dengan nomor urut terakhir dalam satu blok sensus. Bangunan Fisik: tempat perlindungan baik permanen maupun tidak permanen pada tempat tetap yang mempunyai atap, lantai, dan dinding. Kolom (3) : Nomor Urut Bangunan Sensus: menuliskan nomor urut bangunan sensus, dimulai dari nomor urut 1 (satu) pada bangunan fisik pertama dan berlanjut hingga nomor urut bangunan sensus terakhir pada bangunan fisik terakhir di dalam satu blok sensus. Bangunan Sensus: sebagian atau seluruh bangunan fisik yang mempunyai pintu keluar/masuk tersendiri dalam satu kesatuan fungsi/penggunaan. Termasuk seluruh/sebagian bangunan fisik yang tidak mempunyai dinding, tetapi untuk usaha.

  41. Kuesioner VIMK – L (Listing) Kolom (4) : Penggunaan Bangunan Menuliskan kode penggunaan bangunan dengan ketentuan : • Kode 1 Tempat tinggal. Contoh: rumah tinggal. • Kode 2 Bukan tempat tinggal. Contoh: toko, gudang, pabrik, masjid, dll. • Kode 3 Campuran. Yaitu bangunan tempat tinggal yang sekaligus digunakan untuk usaha. Contoh: pembuatan tikar di teras tempat tinggalnya. Kolom (5) : Penggunaan Bangunan untuk usaha IMK dan aktif berproduksi saat listing. Pengisikan kolom ini berdasarkan isian kolom (4) yaitu jika kolom (4) berkode 2 (bukan tempat tinggal), maka penggunaan apakah untuk usaha IMK dan aktif berproduksi pada saat listing. Kolom (5) berisi kode 1 apabila ’Ya’ dan kode 0 apabila ’Tidak’. Jika ’Ya’ langsung kolom (12), jika ’Tidak’, tuliskan penggunaan bangunan pada kolom (7), contoh: masjid, toko, sekolah, dan untuk kolom (6) tidak perlu dituliskan nomor urutnya.

  42. Kuesioner VIMK – L (Listing) • Kolom (6) : Nomor urut nama kepala rumah tangga menuliskan nomor urut 1 sampai dengan nomor urut terakhir dalam satu blok sensus dari kepala rumah tangga yang tercantum pada kolom (7). • Kolom (7) : Nama kepala rumah tangga. Kepala Rumah Tangga (KRT): salah seorang dari anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan sehari-hari di rumah tangga tersebut atau orang yang dianggap/ditunjuk sebagai KRT di dalam rumah tangga tersebut. Jika ditemukan dalam satu bangunan ditempati oleh dua rumah tangga atau lebih, maka tuliskan nomor pada kolom (6) dan nama KRT masing-masing dalam kolom (7) pada baris terpisah. Kemudian selesaikan pengisian kolom berikutnya untuk masing-masing KRT dan anggota rumah tangga.

  43. Kuesioner VIMK – L (Listing) • Kolom (8) : Ada tidaknya ART yang berusaha disektor IMK. Isi kolom ini dengan kode 1 apabila selama time refferen ada ART yang berusaha di sektor IMK dan kode 0 bila tidak ada ART yang berusaha di sektor industri. Anggota Rumah Tangga (ART): semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang berada pada waktu pencacahan maupun sementara tidak ada. Catatan : • ART yang telah bepergian 6 bulan atau lebih, dan ART yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah/akan meninggalkan rumah 6 bulan atau lebih, tidak dianggap sebagai ART. • Tamu yang tinggal di rumah tangga 6 bulan atau lebih, dan tamu yang telah tinggal di rumah tangga kurang dari 6 bulan tetapi akan bertempat tinggal di rumah tangga tersebut dianggap sebagai ART. • Seseorang dianggap berusaha atau mempunyai usaha sendiri (pengusaha) apabila kegiatan usahanya menghasilkan barang maupun jasa industri dan menanggung resiko usaha.

  44. Kuesioner VIMK – L (Listing) • Kolom (9) : Nama ART yang berusaha di sektor industri IMK. Seorang ART dapat mempunyai lebih dari satu usaha industri selama administrasinya bisa dipisahkan. Jika seorang ART mempunyai lebih dari satu usaha, maka untuk setiap usahanya dituliskan pada baris yang berbeda. Apabila administrasinya tidak dapat dipisahkan maka tuliskan nilai produksi yang terbesar. • Kolom (10) : Tempat Usaha. Isi kolom ini dengan kode sebagai berikut : • Kode 1 : di bangunan sensus yaitu apabila perusahaan/usaha melakukan kegiatan usaha di bangunan sensus tersebut. • Kode 2 : bukan di bangunan sensus/keliling yaitu apabila usaha tersebut dilakukan di bukan di bangunan sensus dengan lokasi usaha tetap maupun tidak tetap (keliling). • Kode 3 : di bangunan sensus lain yaitu apabila perusahaan/usaha melakukan kegiatan usaha di bangunan sensus lain (bukan bangunan sensus yang didaftar/ listing). Catatan: Kolom (9) dan (10) ditanyakan bila Kolom (8) berkode 1

  45. Kuesioner VIMK – L (Listing) • Kolom (11) : Ada tidaknya pihak lain yang berusaha di sektor IMK dibangunan sensus tersebut. Isi dengan kode 1 bila ya dan kode 0 bila tidak ada pihak lain yang berusaha di sektor industri di bangunan. Pihak lain: seseorang (bukan ART) yang berusaha di sektor industri dengan menggunakan sebagian dari suatu bangunan sensus pada rumah tangga lain. • Kolom (12) : Nomor urut dari perusahaan/usaha. Tuliskan nomor urut 1 sampai dengan nomor urut terakhir, nama perusahaan/usaha atau pengusaha/pemilik yang tercantum pada kolom (13) dalam satu blok sensus. Jika usaha tersebut tidak mempunyai nama, supaya ditulis nama pemiliknya

  46. Kuesioner VIMK – L (Listing) • Kolom (13) : Nama perusahaan/usaha atau pengusaha/pemilik. Contoh: a. Perusahaan/usaha yang mempunyai nama: • PT. DEWI SITI RAHAJOE • CV.JANIARNINGRUM b. Perusahaan/usaha yang tidak mempunyai nama: • ANYAMAN ’WIJI’ (usaha anyaman milik Bu Wiji) • BORDIR ’DONALD’ (usaha bordir milik Pak Donald) • Kolom (14) : Alamat lengkap perusahaan/usaha industri (nama jalan, nomor, RT/RW). Contoh: • JL. KEBAHAGIAAN IX RT 4/18 NO. 27 • Gg. KUTILANG III RT 10/13 NO. 3A • JL. HAJI TEN RT 2/5 NO. 18

  47. Kuesioner VIMK – L (Listing) • Kolom (15) : Jenis produksi utama dari perusahaan/usaha Apabila hasil produksi lebih dari satu jenis dan administrasi tidak dapat dipisahkan, maka penentuan produk utamanya berdasarkan: • Produk yang mempunyai nilai produk/jasa industri terbesar; • Jika nilai produk/jasa industri sama besar, maka produk yang menghasilkan barang/jasa dengan volume terbesar; • Jika nilai produk/jasa industri dan volume barang/jasa sama, maka produk yang menghasilkan barang/jasa dengan waktu terlama; • Jika nilai produk/jasa industri, volume, dan waktu yang diperlukan sama, maka ditentukan menurut pengakuan responden. • Kolom (16) : kode 2 digit. Isi dengan kode 2 digit KBLI dari perusahaan/usaha industri, sesuai dengan produksi utama pada kolom (15).

  48. Kuesioner VIMK – L (Listing) • Kolom (17), (18): Jenis industri IM atau IK Isikan tanda cek () pada kolom yang sesuai dengan jumlah pekerja termasuk pemilik dari perusahaan/usaha industri tersebut. • Kolom (17):Isikan tanda cek () pada kolom ini bila banyaknya pekerja perusahaan/usaha tersebut 1 – 4 orang. • Kolom (18) : Isikan tanda cek () pada kolom ini bila banyaknya pekerja perusahaan/usaha tersebut 5 - 19 orang atau lebih. • Kolom (19) s/d 42: Kode 2 digit KBLI. Isikan tanda cek () sesuai kode KBLI 2 digit yang tercantum pada kolom (16) jika kolom (17) ada tanda cek ().

  49. Kuesioner VIMK – L (Listing) • Blok IV. Keterangan penarikan sampel utama • Blok ini digunakan untuk pengambilan sampel usaha mikro menurut KBLI 2 digit yang dilakukan oleh pengawas. • Blok V. Catatan • Tuliskan dengan singkat dan jelas berkaitan dengan isian yang mungkin meragukan pada waktu pelaksanaan pendaftaran perusahaan/usaha. • Blok VI. Keterangan petugas • Blok ini dimaksudkan sebagai pertanggungjawaban petugas, baik yang melakukan pencacahan maupun pengawasan. Tuliskan nama, tanggal mulai dan selesainya kegiatan, serta tanda tangan, petugas pencacah dan pengawas.

  50. Kuesioner VIMK- DS Daftar VIMK – DS • Blok I : Keterangan Tempat • Blok II : Rekapitulasi Pencacahan • Blok III : Keterangan Petugas • Blok IV : Catatan • Blok V : Keterangan Industri Mikro dan Kecil

More Related