PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF - PowerPoint PPT Presentation

slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF PowerPoint Presentation
Download Presentation
PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

play fullscreen
1 / 60
PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF
247 Views
Download Presentation
chaim-freeman
Download Presentation

PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PP & PERKA TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

  2. PP 33 TAHUN 2007 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

  3. REFERENSI IAEA

  4. KESELAMATAN RADIASI. TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK MELINDUNGI PEKERJA, ANGGOTA MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP DARI BAHAYA RADIASI ( CARANYA HINDARI KECELAKAAN) KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF. TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH AKSESTIDAK SAH ATAU PERUSAKAN, DAN KEHILANGAN, PENCURIAN, DAN/ATAU PEMINDAHAN TIDAK SAH SUMBER RADIOAKTIF

  5. PEMANFAATAN RADIOGRAFI; GAUGING; LOGGING KESELAMATAN KEAMANAN CODE OF CONDUCT – TECDOC 1344-1355 PERATURAN PERUNDANGAN KESELAMATAN KEAMANAN

  6. BAB V. KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF ●PEMEGANG IZIN YANG MENGIMPOR, MENGEKSPOR, MENGGUNAKAN, MENYIMPAN, DAN/ATAU MENGANGKUT SUMBER RADIOAKTIF WAJIB MENERAPKAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF. ● BAPETEN MENERAPKAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF TERHADAP SUMBER RADIOAKTIF YANG TIDAK DIKETAHUI PEMILIKNYA. ● SUMBER RADIOAKTIF DIKATEGORISASIKAN DALAM KATEGORI 1, 2, 3, 4, DAN 5

  7. KEAMANAN DALAM IMPOR • IMPORTIR WAJIB MEMILIKI IZIN PEMANFAATAN DARI BAPETEN. • 2. SEBELUM PENGIRIMAN SR KATEGORI 1 DAN 2, IMPORTIR WAJIB MENJAMIN : • ◙ PIHAK PENGGUNA TELAH MENDAPAT IZIN • PEMANFAATAN SEBELUM PELAKSANAAN • IMPOR; DAN • ◙ EKPORTIR DI NEGARA ASAL TELAH MEMILIKI IZIN DARI BADAN PENGAWAS NEGARA ASAL.

  8. PERSETUJUAN • PELAKSANAAN IMPOR DAN EKSPOR KEDAN DARI NEGARA RI • HANYA DAPATDILAKUKAN SETELAH MENDAPAT PERSETUJUAN • DARI BAPETEN. • BAPETEN MENYAMPAIKAN PERSETUJUAN TERTULISSR • KATEGORI 1 KEPADABADAN PENGAWAS NEGARA PENGEKSPOR, • MELALUI IMPORTIR • DALAM HAL TIDAK LANGSUNG DAPAT DIKIRIM KE TEMPAT TUJUAN, • IMPORTIR DAN EKSPORTIR WAJIB MENYEDIAKAN TEMPAT • PENYIMPANAN KHUSUS • SR HANYA DAPAT DIKELUARKAN DARI KAWASANPABEAN • SETELAH MENDAPAT PERSETUJUANDARIBAPETEN

  9. PENGANGKUTAN • DALAM PENGANGKUTAN, PENGIRIM • WAJIB MENDAPAT PERSETUJUAN • PENGIRIMANDARI BAPETEN • PENGANGKUT MENJAMIN KEAMANAN SR, BAIK SELAMA • PENGANGKUTAN MAUPUN • PENYIMPANAN PADA SAAT TRANSIT • SESUAI PERATURAN PUU

  10. TANGGUNG JAWAB PEMEGANG IZIN • MEMELIHARA FASILITAS SESUAI DENGAN • PERSYARATANKEAMANAN ; • MEMPUNYAI TENAGA YANG CAKAP DAN TERLATIH; • MEMPUNYAI PERALATAN KEAMANAN ; • ADAPROGRAM KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF • ADA ORGANISASI KEAMANANSUMBER RADIOAKTIF; • MELAPORKANJIKA TERJADI PENYIMPANGAN • KEAMANANTERMASUK KEHILANGAN KEBAPETEN; • MENETAPKAN PERSONIL YANG DAPAT DIPERCAYA ; • DAN • MENJAMIN KERAHASIAAN INFORMASI YANG BERHU- • BUNGANDENGAN SUMBER RADIOAKTIF

  11. KEADAAN DARURAT ●DALAM HAL TERJADI KEADAAN DARURAT SUMBER RADIOAKTIF DALAMPENGGUNAAN MAUPUN PENGANGKUTAN, PEMEGANG IZIN WAJIBSEGERA MELAPORKAN KEPADA BAPETEN. ●PEMEGANG IZIN WAJIB MELAKUKAN TINDAKAN PENGAMANANTERHADAP SUMBER RADIOAKTIF JIKA TERJADI KEADAAN DARURAT.

  12. ORPHAN SOURCE/ SUMBER TIDAK BERTUAN • ●BAPETEN MELAKUKAN PENGAMANAN TERHADAP • SR RADIOAKTIF YANG TIDAK DIKETAHUI PEMILIKNYA. • ● BAPETEN MELAKUKAN PENCARIAN KETERANGAN • MENGENAI KEPEMILIKAN SUMBER RADIOAKTIF • ● PENCARIAN KETERANGAN DAPAT DILAKUKAN • DENGAN INSTANSI BERWENANG LAINNYA • JIKA DITEMUKAN PEMILIK NYA, MAKA SEGALA AKIBAT • YANG DITIMBULKANNYA MENJADI TANGGUNG • JAWAB PEMILIK; ATAU • JIKA TIDAK DITEMUKAN PEMILIKNYA, MAKA DINYATAKAN • SEBAGAI LIMBAH RADIOAKTIF OLEH BAPETEN • LIMBAH DI SIMPAN DI BATAN

  13. KETENTUAN PERALIHAN KETENTUAN KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF WAJIBDIPENUHI PALING LAMBAT 3 (TIGA) TAHUN TERHITUNG SEJAKTANGGAL BERLAKUNYA PERATURAN PEMERINTAH INI(8 JUNI 2007 – 8 JUNI 2010).

  14. PERATURAN KEPALA BAPETEN NO 7 TAHUN 2007 TENTANG KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

  15. Referensi Utama • Referensi Tambahan: • Code of Practice dari Australia • Model of Regulation dari USA

  16. 1. Ketentuan Umum 2. Kategori dan Kelompok Keamanan Sumber Radioaktif 3. Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif untuk Impor dan Ekspor 4. Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif selama Penggunaan, Pengangkutan, dan Penyimpanan 5. Penutup Lampiran I. Kategorisasi Sumber Radioaktif Lampiran II. Kelompok Keamanan Sumber Radioaktif Berdasarkan Kategorisasi Lampiran III. Program Keamanan Sumber Radioaktif SISTEMATIKAPERKA BAPETEN

  17. Persyaratan Dasar Aspek Keamanan sama dengan Aspek Keselamatan

  18. PERSYARATAN UMUM ASPEK KEAMANAN SEBAGIAN UNSURNYA SAMA DENGAN ASPEK KESELAMATAN

  19. Ada 2 (dua) persyaratan yang ditetapkan, meliputi: Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif untuk:Impor dan Ekspor; dan Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif selama:Penggunaan, Pengangkutan, dan Penyimpanan. PERSYARATAN KEAMANAN

  20. Seluruh dokumen persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif untuk Penggunaan, Pengangkutan, dan Penyimpanan berlaku untuk kelompok keamanan A dan B Untuk kelompok keamanan C hanya berlaku program Keamanan Sumber Radioaktif 1. PERSYARATAN ADMINISTRATIF

  21. 2. PERSYARATAN MANAJEMEN Organisasi Keamanan Sumber Radioaktif Program Keamanan Sumber Radioaktif dan/atau laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif Pemeriksaan Latar Belakang sistem keamanan informasi Inventarisasi dan rekaman hasil Inventarisasi.

  22. 1. ORGANISASI KEAMANAN SR Terdiri dariPemegang Izin dan Petugas Keamanan Sumber Radioaktif (PKSR) Besarnya Organisasi: Disesuaikan dengan kelompok keamanan Jumlah Sumber Radioaktif; dan Potensi ancaman terhadap Sumber Radioaktif . Petugas Keamanan Sumber Radioaktif (PKSR) Dapat dirangkap oleh petugas proteksi radiasi (PPR) atau Kepala satuan pengamanan fasilitas; dan Telah mengikuti pelatihan Keamanan Sumber Radioaktif.

  23. memberikan saran kepada PI ttg aspek administratif dan teknik Keamanan Sumber Radioaktif; membantu PI mengembangkan program dan/atau laporan verifikasi Keamanan ; meningkatkan keamanan jika terjadi peningkatan ancaman terhadap keamanan; memberi pelatihan tentang Keamanan SR di internal fasilitas kepada personil lain yang bukan PKSR dan orang lain yang memiliki akses terhadap Sumber Radioaktif ; melaksanakan Inventarisasi berkala setiap: hari untuk kelompok keamanan A; minggu untuk kelompok keamanan B; 6 (enam) bulan sekali untuk kelompok keamanan C; dan melaporkan kepada PI setiap terjadi kerusakan fasilitas dan peralatan keamanan setiap peristiwa yang terkait dengan potensi gangguan atau ancaman terhadap keamanan dan situasi darurat. TANGGUNG JAWAB PKSR

  24. ORGANISASI KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF; DESKRIPSI SUMBER RADIOAKTIF, FASILITAS, DAN LINGKUNGAN SEKITARNYA; PROSEDUR OPERASIONAL SELAMA PENGGUNAAN, PENGANGKUTAN, DAN PENYIMPANAN; PELATIHAN; INVENTARISASI DAN REKAMAN HASIL INVENTARISASI; RENCANA TANGGAP DARURAT; LAPORAN VERIFIKASI KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF; DAN/ATAU PELAPORAN. 2. PROGRAM KEAMANAN SUMBER RADIOAKTIF

  25. PROGRAM KEAMANAN Program Keamanan Sumber Radioaktif dan laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif disusun, dikembangkan, dan dimutakhirkan oleh Pemegang Izin, dan disesuaikan dengan kelompok keamanan sumber radioaktif.

  26. Apabila terjadi situasi ancaman yang meningkat, PI harus meninjau ulang Program Keamanan SR dan melaksanakan tindakan pengamanan, yang meliputi: pengembalian Sumber Radioaktif ke tempat penyimpanan yang aman jika Sumber Radioaktif tidak dioperasikan; penugasan petugas Keamanan Sumber Radioaktif untuk mengaktifkan kamera dan alarm; dan memutakhirkan prosedur keamanan. PROGRAM KEAMANAN (LANJ..)

  27. Pemeriksaan latar belakang berlaku untuk kelompok keamanan A, B, dan C. Pemeriksaan ini bertujuan untuk : menilai kejujuran; dan menetapkan kewenangan memasuki fasilitas Penggunaan dan penyimpanan Sumber Radioaktif atau akses ke Sumber Radioaktif pada saat pengangkutan. 3. PEMERIKSAAN LATARBELAKANG

  28. PEMERIKSAAN LATARBELAKANG (LANJ..) Pemeriksaan latar belakang oleh Pemegang Izin thd: personil yang bekerja dengan Sumber Radioaktif saat pengunaan dan penyimpanan (meliputi petugas Keamanan Sumber Radioaktif dan personil lain sesuai dengan Penggunaan dan penyimpanan Sumber Radioaktif) saat pengangkutan (hanya petugas Keamanan Sumber Radioaktif) orang lain yang memiliki akses ke Sumber Radioaktif saat Penggunaan dan penyimpanan (meliputi petugas kebersihan dan petugas keamanan fasilitas yang bukan petugas Keamanan Sumber Radioaktif ) saat pengangkutan (meliputi pengemudi dan petugas pemuatan dan pembongkaran Sumber Radioaktif).

  29. Pemegang Izin meminta dokumen identitas pribadi, meliputi: kartu tanda penduduk; kartu keluarga; akta kelahiran atau sejenisnya; surat keterangan catatan kepolisian; dan surat keterangan dari tempat bekerja terdahulu, jika sebelumnya pernah bekerja. PEMERIKSAAN LATARBELAKANG (LANJ...)

  30. Untuk Petugas KeamananSR dimintakan seluruh identitas seperti di atas, sedang personil lain dimintakan kartu tanda penduduk, kartu keluarga dan akte kelahiran atau sejenisnya. Orang lain yang memiliki akses ke Sumber Radioaktif, pada saat penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan. PEMERIKSAAN LATARBELAKANG (LANJ..)

  31. 4.SISTEM KEAMANAN INFORMASI Sistem keamanan informasi Sumber Radioaktif ditetapkan oleh Pemegang Izin. Sistem ini berlaku untuk kelompok keamanan A, kelompok keamanan B, dan kelompok keamanan C. Penetapan sistem keamanan informasi Sumber Radioaktif disesuaikan dengan: jumlah Sumber Radioaktif; dan potensi ancaman terhadap Sumber Radioaktif.

  32. Sistem keamanan informasi harus menjamin: informasi yang dapat membahayakan Keamanan tetap dijaga dan dikendalikan. informasi yang bersifat rahasia yang diterima dari pihak pertama tidak diserahkan kepada pihak lain tanpa persetujuan dari pihak pertama tersebut. Pihak pertama meliputi pihak yang menggunakan, mengangkut, menyimpan, bertanggung jawab, memiliki dan/atau menguasai Sumber Radioaktif. Informasi yang dapat membahayakan Keamanan Sumber Radioaktif dan bersifat rahasia meliputi: lokasi Sumber Radioaktif pada saat tidak dioperasikan; dan program Keamanan Sumber Radioaktif dan/atau laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif. SISTEM KEAMANAN INFORMASI(LANJ..)

  33. 5. INVENTARISASI DANREKAMAN PI harus membuat Inventarisasi dan rekaman hasil Inventarisasi sebagaimana secara berkala setiap tahun baik untuk kelompok keamanan A, B dan C. Meliputi : lokasi fasilitas Penggunaan atau penyimpanan SR; nama Sumber Radioaktif; aktivitas Sumber Radioaktif dan tanggalnya; nomor seri Sumber Radioaktif; bentuk fisik Sumber Radioaktif; tujuan Penggunaan dan penyimpanan Sumber Radioaktif; tanda terima, pemindahan atau pembuangan Sumber Radioaktif; dan riwayat Penggunaan dan perpindahan Sumber Radioaktif dari atau ke tempat penyimpanan

  34. III. PERSYARATAN TEKNIS Fasilitas Sumber Radioaktif; Peralatan Keamanan Sumber Radioaktif; Kendali Kunci; dan Prosedur Operasi.

  35. 1. Fasilitas Sumber Radioaktif A. Fasilitas Tertutup Kel keamanan A,B,C : dinding, plafon dan atap mempunyai kekuatan dan ketebalan yang cukup sesuai dengan standar yang berlaku; ruangan dibuat tanpa jendela, jika sebelumnya menggunakan ruangan yang memiliki jendela, jendela tersebut ditutup atau dilengkapi dengan teralis; pagar yang kuat; dan pintu dibuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah diterobos, dan dilengkapi dengan : kunci ganda untuk kelompok keamanan A; atau gembok untuk kelompok keamanan B dan C.

  36. 1. Fasilitas Sumber Radioaktif (Lanj..) B. Fasilitas Terbuka (kel. keamanan B dan C). tersimpan di dalam kontener Sumber Radioaktif yang terkunci; kontener Sumber Radioaktif diletakkan dengan aman di dalam kendaraan atau diletakkan di dalam bunker; kendaraan diawasi secara terus-menerus oleh petugas operator atau dikunci; dan dilengkapi dengan alarm di lapangan atau di home base.

  37. 2. PERALATAN KEAMANAN(Kel.A) DETEKTOR GERAK; SENSOR INFRAMERAH; HANDY TALKY; TELEPON TERPASANG TETAP DAN/ATAU TELEPON SELULAR; ALARM DILENGKAPI DENGAN SIRENE; BALANCE MAGNETIC SWITCH; KUNCI ELEKTRONIK; 2 (DUA) KOTAK KUNCI; 2 (DUA) KUNCI; DAN SENTER BESAR.

  38. PERALATAN KEAMANAN

  39. Peralatan keamanan Sumber Radioaktif selama pengangkutan untuk kelompok keamanan A, B dan C paling sedikit meliputi: telepon selular; balok untuk fiksasi; rantai dan gembok; dan senter besar. PERALATAN KEAMANAN (LANJUTAN)

  40. 3. KENDALI KUNCI Pemegang Izin harus melaksanakan kendali kunci untuk Sumber Radioaktif kelompok keamanan A dan kelompok keamanan B.

  41. membuat dan memelihara rekaman setiap orang yang memiliki kewenangan menggunakan, memeriksa, menyimpan, dan/atau merawat kunci memeriksa keberadaan kunci secara berkala, untuk menghindari usaha penggandaan menetapkan sistem 2 (dua) kunci yang dioperasikan oleh 2 (dua) orang yang berbeda pada waktu bersamaan ketika membuka dan menutup; mengubah kombinasi kunci secara berkala; dan mengubah kombinasi kunci jika terdapat petugas yang kewenangannya dihentikan untuk mengakses fasilitas. KENDALI KUNCI (KEL A)

  42. membuat dan memelihara rekaman setiap orang yang memiliki kewenangan menggunakan, memeriksa, menyimpan, dan/atau merawat kunci 2. memeriksa keberadaan kunci secara berkala, untuk menghindari usaha penggandaan KENDALI KUNCI (KEL B)

  43. 4. PROSEDUR OPERASI Pemegang Izin kelompok keamanan A, B dan C harus membuat dan mengesahkan prosedur operasi untuk Penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan Sumber Radioaktif

  44. personil yang memasuki fasilitas Penggunaan atau penyimpanan diusahakan seminimal mungkin; hanya personil yang berwenang yang dapat memasuki fasilitas radiasi Penggunaan atau penyimpanan Sumber Radioaktif; orang yang tidak berwenang hanya dapat memasuki fasilitas, dengan pengawalan Petugas Keamanan Sumber Radioaktif; identitas semua personil dan orang yang memasuki fasilitas diverifikasi, diberikan tanda pengenal izin masuk, dan dicatat dalam buku tamu; dan respon secepat mungkin terhadap terjadinya akses dan akuisisi tidak sah Sumber Radioaktif. PROSEDUR OPERASI PENGGUNAAN DAN PENYIMPANAN KELOMPOK A

  45. personil yang memasuki fasilitas Penggunaan atau penyimpanan diusahakan seminimal mungkin; hanya personil yang berwenang yang dapat memasuki fasilitas radiasi Penggunaan atau penyimpanan Sumber Radioaktif; identitas semua personil dan orang yang memasuki fasilitas diverifikasi, diberikan tanda pengenal izin masuk, dan dicatat dalam buku tamu; dan respon secepat mungkin terhadap terjadinya akses dan akuisisi tidak sah Sumber Radioaktif. PROSEDUR OPERASI PENGGUNAAN DAN PENYIMPANAN KELOMPOK B DAN C

  46. selama pengangkutan darat, sungai, danau, dan penyeberangan didampingi oleh Petugas Keamanan Sumber Radioaktif; setiap kendaraan pengangkut melalui darat harus dilengkapi dengan peralatan keamanan paling sedikit meliputi: kunci bagasi untuk menyimpan Sumber Radioaktif; kunci kemudi; bungkusan Sumber Radioaktif harus diikat dan dikunci dengan kuat agar bungkusan tidak terlepas dari kendaraan; melapor pada BAPETEN dan Kepolisian terdekat secepat mungkin jika terjadi keadaan darurat atau peristiwa yang menimbulkan akibat yang signifikan terhadap Keamanan Sumber Radioaktif; menyampaikan rute perjalanan dan rute perjalanan alternatif jika terjadi kedaruratan kepada BAPETEN; dan menyerahkan dan mendapatkan persetujuan atas rencana keamanan dan tanggap darurat selama pengangkutan Sumber Radioaktif. PROSEDUR OPERASI PENGANGKUTAN KEL. A,B DAN C

  47. Dalam hal pengangkutan Sumber Radioaktif kelompok keamanan A melalui darat, sungai, dan danau, selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud di atas, Pemegang Izin harus menyediakan kawalan polisi. Pemegang Izin harus menjaga kendaraan tetap tertutup, aman, dan diparkir di area yang aman atau di garasi yang terkunci, selama transit Sumber Radioaktif kelompok keamanan A, kelompok keamanan B, dan kelompok keamanan C. PROSEDUR OPERASI PENGANGKUTAN(LANJUTAN)

  48. LAPORAN VERIFIKASI KEAMANAN identifikasi Sumber Radioaktif dan karakteristiknya, yang meliputi tipe, sifat, Penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan; penentuan tingkat ancaman yang ada di dalam dan di sekitar fasilitas analisis terhadap akibat penguasaan secara tidak sah; penentuan ancaman dasar desain untuk SR tertentu; analisis terhadap kelemahan; kajian terhadap dampak dan kelemahan berbasis risiko; dan tindakan pengamanan yang diperlukan untuk mengurangi risiko.

  49. PELAPORAN Pemegang Izin harus membuat laporan untuk Sumber Radioaktif kelompok keamanan A, kelompok keamanan B, dan kelompok keamanan C. Laporan dibuat meliputi laporan mengenai situasi: normal; dan darurat.

  50. meliputi hal sebagai berikut: terjadinya perubahan Inventarisasi Sumber Radioaktif; masuknya orang yang tidak berwenang ke fasilitas Penggunaan atau penyimpanan Sumber Radioaktif; atau adanya kegagalan fungsi sistem keamanan, dan tindakan perbaikan yang dilakukan. PELAPORAN SITUASI NORMAL