1 / 37

PENCEGAHAN DAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA

PENCEGAHAN DAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA. Oleh : Dr. Epi Supiadi , M.Si Disampaikan pada kegiatan Diseminasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). NARKOBA.

cassie
Download Presentation

PENCEGAHAN DAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENCEGAHAN DAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA Oleh : Dr. EpiSupiadi, M.Si DisampaikanpadakegiatanDiseminasiPencegahanPemberantasanPenyalahgunaandanPeredaranGelapNarkoba (P4GN) Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  2. NARKOBA • NARKOBA (Narkotika, PsikotropikadanBahanAdiktiflainnya) adalahbahan/zat/obat yang bilamasukkedalamtubuhmanusiaakanmempengaruhitubuhterutamaotak/susunansarafpusat, sehinggamenyebabkangangguankesehatanfisik, psikis, danfungsisosialnyakarenaterjadikebiasaan, ketagihan (adiksi) sertaketergantungan (dependensi) terhadap NARKOBA. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  3. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  4. DAMPAK PENGGUNAAN NARKOBA A. Pengaruhterhadapsusunansarafpusat • Intoksikasi perilakumaladaptif • KelebihanDosis • SindromaKetergantunganfisikmaupunpsikologis B. KomplikasiMedikPsikiatrik (Ko-Morbiditas) • Gangguantidur, gangguanfungsiseksual • Paranoid/perasaancurigadanketakutan • Gangguanpsikotik • Depresi, gangguancemassampaipanik Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  5. DampakNarkoba (lanjt) C.KomplikasiMedik : • Infeksidilokasisuntikan • Penularan HIV/AIDS dan virus lainnya • MasalahInfeksiMenularSeksual • Dampak ‘misuse’  menyuntikBuprenorphine/obatresepdokter Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  6. DampakNarkoba D.DampakSosial : • Di lingkungankeluarga disharmonikeluarga • Di Lingkungansekolah  kedisiplinan, peer pressure • Di LingkunganMasyarakat meningkatnyaperedaran, kriminalitas, kecelakaanlalulintas Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  7. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  8. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  9. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  10. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  11. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  12. NARKOBA MenurutKetersediaan • Legal : tersediadipasaranbebasdanmudahuntukmembelinya/mendapatkannya (alkohol, nikotin, inhalansia) • Illegal : tidaktersediasecararesmidipasarandansulitmendapatkannya (heroin, ekstasi, metamfetamin, kokain,dsb) • Medical : tersediasecararesmidipasarannamunpenggunaanharusmenurutaturanpemakaianataupengawasandokter (morfin, petidin, CTM, panadol, napacin, dsb) Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  13. Penggunaan (Use) NARKOBA • Penggunaan NARKOBA adalah konsumsi zat (alkohol atau obat, legal maupunillegal)  dengan  keteraturan (sekali atau berulang kali selama seumur hidup) yang menghasilkan sedikit atau tidak ada konsekuensi hidup yang signifikan negatif. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  14. Penyalahgunaan (Abuse) NARKOBA • Penyalahgunaan NARKOBA diartikan sebagai penggunaan obat,  legal maupun illegal,  dengan beberapa keteraturan atau pola, yang mengakibatkan  orang  mengalami pola konsekuensi hidup negatif akibat penggunaan narkoba  mereka Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  15. Ketergantungan (Adiksi/dependensi) • Ketergantungan NARKOBA adalah penggunaan berulang atau kronis (sering setiap hari), yang menghasilkan suatu  "kebutuhan" fisiologis dan / atau psikis  (nyata atau dirasakan) untuk obat sebagai masalah kelangsungan hidup, menyebabkan konsekuensi hidup negatif yang berat dan / atau kronis. Kehidupan seseorang yang mengalami ketergantungan sepenuhnya dicakup oleh obsesi untuk menggunakan NARKOBA dan menjalani gaya hidup yang menyertainya. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  16. Level Penggunaan NARKOBA • Pemakaiancoba-coba rasa ingintahu, coba-coba • Pemakaiansosial untukbersenang-senang, saatrekreasi / santai • Pemakaiansituasional saatstres, tegang, sedih, kecewa • Penyalahgunaan penggunaan yang terus-menerus, tidakuntukpengobatan, mengganggubadandanjiwa • Ketergantungan telahterjaditoleransidangejalaputuszat Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  17. KontinumPenggunaan NARKOBA Coba-coba Tergantung Reguler Bersenang-senang Takpernahpakai/ Abstinen Kebiasaan Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  18. KetergantunganFisik • Ketergantungan secara fisik dimaksudkan bahwa setelah jangka waktu pemakaian tertentu dan tubuh sudah menyesuaikan dengan zat tersebut, maka tubuh akan bereaksi jika pemakaian dihentikan. Toleransi pemakaian membuat pengguna harus menambah dosis pemakaiannya untuk mendapatkan “rasa” yang sama, sehingga lama kelamaan tubuh membutuhkannya untuk bereaksi secara normal. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  19. Lanjutan… • Hasiloberservasiterhadappengguna heroin/opiate yang mengalamigejalafisik yang sangatkuatketikatidakmendapatkan heroin (hidungmeler, kedinginan, demam, susahtidur, dsb.) • Ketergantungan NARKOBA tergantungpadakonsepbahwapengguna/penyalahgunaterusmenggunakannyauntukmenghindarkandiridariakibatgejalaputusobatsecarafisik, dan NARKOBA (yang sebelumnyadianggapbendaasing) telahmenjadihalbiasadalamsusunansyarafpusat Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  20. KetergantunganPsikologis • Ketergantungan secara psikologis menunjukkan kebutuhan emosional yang tinggi untuk kembali menggunakan zat tersebut dalam upaya untuk merasakan efeknya atau untuk menghilangkan ketagihan secara psikis ketika efek zat itu berkurang. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  21. Lanjutan… • Seseorang yang secarapsikologistergantungpadaNARKOBA akan ‘merasa’ bahwamerekamemerlukannyaagar dapatberfungsi normal – PerilakumencariNARKOBA ituakanmenjadilebihpentingdaripadakegiatansebelumnya yang lebihpenting. • Ketergantungan NARKOBA didasarkanpadasuatukonsepbahwapengguna/ penyalahgunadidorongolehsugestiuntukmerasakanefekkenikmatannarkoba yang digunakan. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  22. PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA Adalahsegala upaya, program dan kegiatan yang bertujuanmencegahtimbulnyapenyalahgunaan NARKOBA, mencegahmeluasdanberkembangnyamasalahpenyalahgunaannya, sertamencegahtimbulataukambuhnyakembalipenyalahgunaan NARKOBA olehorang yang telahdirehabilitasi. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  23. JENIS-JENIS PENCEGAHAN • Pencegahan Primer (Primary Prevention ) / PencegahanDini • PencegahanSekunder (Secondary Prevention)/ PencegahanKerawaan • PencegahanTersier (Tertier Prevention)/ PencegahanKambuhan (Relapse Prevention) Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  24. Pencegahan Primer/ PencegahanDini • Adalahsegalaupaya, program dankegiatan yang diarahkanuntukmeningkatkandayatangkalanak/ remaja, keluargadanmasyarakatuntukmenghindari/ menolakpenyalahgunaan NARKOBA. • Sasaranutamanyaadalahanak/remaja, keluargadankesatuanmasyarakat yang belumterkenamasalahpenyalahgunaan NARKOBA. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  25. Bentuk-bentukPencegahan Primer • antara lain : • Penyuluhan sosial secara langsung tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA dan upaya-upaya pencegahan yang bisa dilakukan • Penyuluhan/kampanye/ sosialisasi bermedia melalui pemasangan spanduk, pamplet pada lokasi-lokasi strategis, penyebaran leaflet dan CD film, on air melalui radio siaran • Pengasuhananakdanpendidikan informal (dalamkeluarga) Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  26. WARNING • Orangtuadapatmencegahataumempengaruhianakmenjadipenggunanarkobaataupotential user. • Keluargaadalahwadahutamadalamprosessosialisasianakmenujukepribadian yang dewasa. • Keluarga yang sehatdansejahteramerupakanbenteng yang kokohuntukmengatasidanmenanggulangiancamandangangguan. • Keluarga yang sejahteradenganpenuhkasihsayangsebetulnyasudahmelaksanakanpencegahan. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  27. ORANGTUA DIPERLUKAN Anak-anakperlubantuandariorangtuasejakusiadini, untukmenghadapipermasalahanmasyarakat modern danmenjadianak yang • sehatdancerdas, • produktif, • kreatif, • bermoraltinggidan • bergunabagimasyarakat Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  28. Hasilpenelitian …….. • Orangtua yang memilikipengetahuandanketerampilantentangcaramengasuhanak yang baiksertapengetahuantentangstrategi-strategipencegahandalamkeluargamempunyaiharapanbesaruntukmenjaminanak-anakbebasnarkoba Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  29. PencegahanSekunder/ PencegahanKerawaan • Adalahsegalaupaya, program dankegiatan yang diarahkanuntukmeningkatkanhargadiri, kesadarandantanggungjawabsosialparaanak/remaja, keluargadankesatuanmasyarakat yang kondisinyarawanpenyalahgunaan NARKOBA. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  30. Bentuk-bentukpencegahansekunderantara lain: • Layanan informasi dan konsultasi, • Konseling • Rujukan, • Fasilitasi dan penguatan kelompok • Pembinaan olah raga dan kesenian • Pendidikan non formal lainnya Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  31. PencegahanTersier / PencegahanKekambuhan • Adalahsegalaupaya, program dankegiatanuntukmencegahkekambuhan (relapse) penyalahgunaan NARKOBA darimantanpenyalahguna yang telahdirehabilitasi/ disembuhkan. • Kegiatandiarahkanpadakegiatanpembinaanlanjut (after care) terhadapekspenyalahguna NARKOBA yang telahselesaidirehabilitasidantelahdisalurkankembalikemasyarakat agar beradaptasisosialsecaramemadai. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  32. PencegahanKekambuhansulitdilakukandanseringmenemuikegagalankarenakurangnyatujuanjangkapanjangsetelahrehabilitasiPencegahanKekambuhansulitdilakukandanseringmenemuikegagalankarenakurangnyatujuanjangkapanjangsetelahrehabilitasi • Pencegahankekambuhandalam aftercare perlumemperhatikanprosespemulihan yang mungkinbisaberlangsungseumurhidup, dengantahap-tahapsbb : Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  33. TahapMenjauhkandiri (Abstinence) Bisaberlangsungselama 2 tahunsejaktanggalpenggunaanterakhir • TahapKonfrontasi Berlangsungmulaiakhirtahap 1 sampaiselama 5 tahuntidakmenggunakansecarakonsisten. • Tahappertumbuhan (growth) Berlangsungselama 5 tahunataulebihsejak abstinence, ditandaisikap yang positifdankonsistendidalammenghadapimasalahpribadidansosialdenganperubahangayahidupsebelumnya. • TahapTransformasi Sudahmelanjutkangayahidup yang baru yang ditemukanpadatahapperrtumbuhan Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  34. Bentuk-bentukpencegahantersierantara lain : • Kegiatan pemulihan melalui konseling adiksi, dukungan kelompok sebaya; • Pelatihan vokasional, • Pemberian pinjaman modalusaha, • Pembinaan UEP dan KUBE Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  35. StrategiPencegahanTersier/ Pencegahankekambuhan • TahapAwal • Perencanaanperilakuamanatautidakterkait NARKOBA (membuatjadwalkegiatan) • Menghindariataumeninggalkansituasimenggunakan (menyebabkan) • Keterampilanmengenalisituasiberesiko • Keterampilanmenghadapimasalah Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  36. Lanjutan… • TahapLanjutan • Edukasitentangadiksi • Edukasitentangfaktorpemicudansuggesti • Edukasimenghadapisuggesti • Pengembangandiri Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

  37. Terima Kasih WASSALAMUALAIKUM WR WB. Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013

More Related