1 / 15

KINERJA EKONOMI MAKRO JAWA TENGAH TAHUN 2011

KINERJA EKONOMI MAKRO JAWA TENGAH TAHUN 2011. Bulan Agustus 2011. PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH. Indikator Kinerja Ekonomi Makro Jawa Tengah. Lanjutan …. Lanjutan …. Lanjutan…. Lanjutan …. Lanjutan…. Lanjutan…. Lanjutan…. Catatan :.

camila
Download Presentation

KINERJA EKONOMI MAKRO JAWA TENGAH TAHUN 2011

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KINERJA EKONOMI MAKRO JAWA TENGAH TAHUN 2011 Bulan Agustus2011 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

  2. Indikator Kinerja Ekonomi Makro Jawa Tengah

  3. Lanjutan…

  4. Lanjutan…

  5. Lanjutan…

  6. Lanjutan…

  7. Lanjutan…

  8. Lanjutan…

  9. Lanjutan…

  10. Catatan : • Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Triwulan I Tahun 2010 • Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah triwulan I tahun 2011 meningkat sebesar 6,4% dibanding triwulan IV tahun 2010 (q to q). Pertumbuhan ini terjadi pada sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor keuangan-real estate-jasa perusahaan. • Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pertanian sebesar 49,9% karena panen raya tanaman pangan terjadi pada triwulan ini. • Konsumsi rumah tangga pada triwulan I tahun 2011 dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2010 (q to q) mengalami pertumbuhan yaitu sebesar 0,7%, konsumsi lembaga non profit tumbuh 0,2%, komponen ekspor 3,7%, dan komponen impor 5,4%, sebaliknya konsumsi pemerintah dan pembentukan modal tetap bruto masing – masing mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar minus 13,5% dan minus 1,2%. Dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2010 (y on y), hampir semua komponen penggunaan mengalami pertumbuhan dengan pertumbuhan tertinggi pada komponen konsumsi pemerintah yang sebesar 11,9%.

  11. Inflasi Jawa Tengah Bulan Juli 2011 0,73% • Bulan Juli 2011 di Jawa Tengah terjadi inflasi 0,73 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) lebih tinggi bila dibanding bulan Juni 2011 yang mengalami inflasi 0,45 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari – Juli 2011) sebesar 0,91 persen, sedangkan laju inflasi ”year on year” (Juli 2011 terhadap Juli 2010) sebesar 3,91 peresn, lebih rendah dibandingkan tahun 2010 yang mengalami inflasi 5,77 persen. • Inflasi terjadi terutama disebabkan karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 2,49 persen, kelompok sandang 0,39 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,39 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,31 persen, kelompok kesehatan 0,16 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,15 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu : kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen. • Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar tarhadap terjadinya inflasi adalah : beras, daging ayam ras, telur ayam ras, jeruk dan gula pasir. • Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah : bawang putih, bawang merah, batu bata/batu, telepon seluler dan minyak goreng.

  12. Nilai Ekspor dan Impor Bulan Mei 2011 Jawa Tengah Nilai ekspor Jawa Tengah bulan Mei 2011 mencapai 380,50 juta US$, turun sebesar 12,38% dari nilai ekspor bulan April 2011 (434,27 juta US$) dan naik 36,68% bila dibandingkan ekspor bulan Mei 2010 (278,39 juta US$). Nilai komoditas migas Jawa Tengah bulan Mei 2011 mencapai 7,46 juta US$ dan Non migas sebesar 373,04 juta US$. Negara tujuan utama ekspor Jawa Tengah bulan Mei 2011 adalah Amerika Serikat. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai 83,21 juta US$ atau naik sebesar 5,11 juta US$ dibanding nilai ekspor bulan April 2011 (78,10 juta US$). Tektil dan barang tektil, produk mineral serta kayu dan barang dari kayu merupakan tiga kelompok komoditas utama yang mempunyai nilai ekspor tertinggi selama bulan Januari - Mei 2011. Nilai ekspor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan Mei masing-masing sebesar 172,83 juta US$, 7,83 juta US$ dan 59,78 juta US$. Nilai impor Jawa Tengah bulan Mei2011 mencapai 1.084,23 juta US$, turunsebesar 21,33% dari nilai impor bulan April 2011 (1.378,21 juta US$) dan naik sebesar 48,07% bila dibandingkan bulan Mei 2010 (732,23 juta US$). Nilai komoditas migas Jawa Tengah bulan Mei 2011 mencapai 653,69 juta US$ dan Non migas sebesar 430,54 juta US$. Negara pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah adalah Saudi Arabia. Untuk bulan Mei 2011, nilai impor dari negara tersebut mencapai 202,49 juta US$, turun 220,92 juta US$ dibandingkan nilai impor bulan April 2011 (423,41 juta US$).

  13. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah Bulan Juli 2011 NTP Jawa Tengah pada bulan Juli2011 berada pada posisi 105,38 mengalami kenaikan sebesar 0,59% dibandingkan dengan bulan Juni 2011. Dari 5 (lima) sub sektor pertanian komponen penyusun NTP, hanya NTP sub sektor tanaman perkebunan rakyat yang mengalami penurunan indeks sebesar 0,08%. Sedangkan NTP sub sektor lainnya mengalami kenaikan indeks, NTP sub sektor tanaman pangan naik 0,90%, NTP sub sektor hortikultura naik 0,37%, NTP sub sektor peternakan naik sebesar 0,10% dan NTP sub sektor perikanan naik 0,14%.

  14. Kondisi Ketenagakerjaan dan Pengangguran Jawa Tengah Bulan Februari 2011 Pada Februari 2011 jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah sebanyak 17.184.932 orang. Jumlah yang terserap bekerja sebanyak 16.142.436 orang (93,93%) dan yang tidak terserap sebanyak 1.042.496 orang ( 6,07%). Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, yakni sebanyak 5.819.439 orang atau 36,05%, kemudian dilanjutkan dengan sektor perdagangan yang menyerap 3.376.291 orang atau 20,92% dan sektor Industri yang menampung 2.941.036 orang atau 18,22% dari orang yang bekerja.

  15. Profil Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011 Jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa tengah pada bulan Maret 2011 sebesar 5,107 juta orang (15,76%), mengalami penurunan sebanyak 262 ribu orang jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2010 yang berjumlah 5,369 juta orang (16,56%). Jumlah penduduk miskin bulan Maret 2011 di daerah perkotaan sebanyak 2,093 juta orang (14,12% dari jumlah penduduk perkotaan) sedangkan untuk daerah pedesaan sebanyak 3,015 orang (17,14%). Garis kemiskinan di Jawa Tengah kondisi Maret 2011 sebesar Rp 209.611,- per kapita per bulan. Pengeluaran makanan sebesar 72,98% dan bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan) sebesar 27,02%.

More Related