1 / 50

PSDA SUMBER DAYA TANAH

PSDA SUMBER DAYA TANAH. Tanah. Salah satu komponen lahan, berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral dan bahan oganik serta mempunyai kemampuan menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Lahan.

Download Presentation

PSDA SUMBER DAYA TANAH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PSDASUMBER DAYA TANAH

  2. Tanah • Salah satu komponen lahan, berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral dan bahan oganik serta mempunyai kemampuan menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya

  3. Lahan • Suatu wilayah daratan yang ciri-cirinya merangkum semua tanda pengenal biosfer, atmosfer, tanah, geologi, timbulan (relief), hidrologi, populasi tumbuhan, dan hewan serta hasil kegiatan manusia masa lalu dan masa kini, yang bersifat mantap dan mendaur

  4. Lahan pertanian

  5. KEPENTINGAN TANAH/LAHAN 1. Tanah diperlukan oleh manusia untuk: • Tempat/ruang untuk tinggal dan hidup • Bercocok tanam, beternak, memelihara ikan, dll

  6. 2.Tanah mendukung berbagai vegetasi alam, terutama: • Hutan yang hasil-hasilnya dan manfaatnya amat diperlukan manusia • Padang rumput tempat margasatwa dan hewan ternak merumput 3. Tanah mengandung bahan-bahan tambang berupa mineral, logam, batubara, gas bumi, dll.

  7. KLASIFIKASI PENGGUNAAN TANAH/LAHAN (Barlow) • Untuk pemukiman • Lokasi industri • Lahan pertanian • Lahan peternakan/pengembalaan • Lahan hutan • Lahan pertambangan • Lahan untuk rekreasi • Lahan untuk perhubungan • Lahan untuk fasilitas umum

  8. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PENGGUNAAN LAHAN • Jenis tanah dan kesuburan • Keadan lapang, topografi, relief, dan ketinggian • Aksesbilitas/mudah dicapai • Kemampuan/kesesuaian tanah • Tekanan penduduk

  9. KLASIFIKASI KEMAMPUAN TANAH • Adalah penilaian tanah secara sistematik dan pengelompokannya dalam beberapa kategori berdasarkan atas sifat-sifat yang merupakan penghambat bagi penggunaannya.

  10. Menurut Arsyad (1976): 8 kelas (kelas I s/d VIII) • Soil Conservation Service-USDA, 8 kelas, banyak digunakan di beberapa negara berkembang • Soepraptohardjo (1970): 8 kelas, untuk pertanian

  11. FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEMAMPUAN TANAH (Soepraptohardjo, 1970) Faktor-faktor yang menguntungkan : 1. Kandungan unsur hara tanaman (N,P&K) 2. Hubungan air tanah-tanaman (tekstur, struktur&kandungan bahan organik dalam tanah)

  12. 3. Kapasitas penyerapan unsur hara 4. Permeabilitas 5. Dalam efektif 6. Kepekaan terhadap erosi 7. Kadar persediaan mineral

  13. Faktor-faktor yang merugikan : 1. Faktor penghambat a. Batu dan kongkresi b. Padas c. Permukaan air tanah d. Relief mikro e. Relief makro f. Lereng

  14. 2. Faktor-faktor yang membahayakan a. Kekeringan b. Salinitas c. Kadar racun d. Pengerutan e. Banjir f. Erosi

  15. Masalah-masalah Tanah dan lahan: • Laju erosi tanah yang tinggi. Misal, kadar lumpur Ciliwung dalam waktu 60 tahun mengalami akselerasi lebih dari 30 kali

  16. Erosi tanah

  17. Erosi menurunkan kesuburan tanah sehingga produktivitasnya turun, dan terjadi lahan kritis. Misal, luas lahan kritis terbesar di NTT, yaitu 1,9 juta ha atau 39,1 % luas daerah • Kadar partikel tanah yang tinggi menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai, danau, waduk, saluran irigasi, dan pelabuhan

  18. Lahan kritis

  19. Penebangan hutan dan pohon-pohon meningkatkan resiko tanah longsor, terutama di daerah tidak stabil • Kerusakan lahan dari segi produktivitas pertanian karena alih fungsi lahan pertanian subur menjadi lahan non-pertanian. Misal, di sepanjang pantai utara Jawa dari Banten sampai Surabaya

  20. Penebangan hutan

  21. Pertambangan , skala besar dan kecil (Galian C, galian batu dan pasir di sungai dan gunung) • Tanah tercemar. Misal, pestisida dan logam berat (cd, Pb, Hg)

  22. Lahan bekas pertambangan

  23. Proyeksi dan Kecendrungan yang berdampak pada tata guna tanah & ruang: 1. KONVERSI TANAH PERTANIAN KE NON-PERTANIAN • Bila konversi tanah pertanian beririgasi teknis ke non-pertanian mencapai 50.000 ha per tahun, maka akan terjadi pengurangan produksi 600.000 ton gabah kering per tahun • Konsumsi beras Indonesia akan meningkat dari 27,2 juta ton (1992) menjadi 45,1 juta ton (2018), …..

  24. Maka pada tahun 2018 diperlukan sawah seluas 11,2 juta ha, padahal luas baku sawah 8,5 juta ha (1990) dan diperkirakan 9,5 juta ha (2000) • Menurut WB (1992), sampai dengan 2010 di Jawa akan ada sekitar 390.000 ha (13%) dari 3,4 juta ha tanah sawah yang potensial untuk dikonversi menjadi tanah non-pertanian • Perkembangan penduduk

  25. 2. PERKEMBANGAN KEGIATAN SOSIAL-EKONOMI PERKOTAAN • Diperkirakan mencapai 60% dari Gross Domestic Product (GDP) Indonesia di luar Migas yang mengindikasikan semakin pentingnya peranan kegiatan ekonomi di perkotaan • Akan banyak terjadi “konflik” dalam tata ruang dan penggunaan tanah

  26. 3. PERKEMBANGAN PENDUDUK • Menurut WB: thn 2010 & 2020 penduduk Indonesia mencapai 233 juta dan 257 juta jiwa • Laju kenaikan penduduk perkotaan periode 1980-1990 mencapai 5,36 % per tahun, padahal 1,96 % per tahun untuk jumlah penduduk total

  27. STRATEGI PENGELOLAAN SUMBERDAYA TANAH

  28. PERENCANAAN & PENGEMBANGASUMBERDAYA TANAH & TATA RUANG • Mencakup alokasi & relokasi tanah untuk berbagai penggunaan • Proses & prosedur perencanaan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan

  29. Perlu dikembangkan instrument fiskal dalam penerapan seperti PBB, pajak nilai lokasi, pajak pertambahan nilai tanah, pajak pembangunan prasarana

  30. 2. PERATURAN & PERUNDANG- UNDANGAN PERTANAHAN • Peninjauan kembali berbagai peraturan perundangan pertanahan, terutama transformasi dari masyarakat agraris ke industri, tradisional ke modern, perdesaan ke perkotaan.

  31. Registrasi & sertifikasi tanah lebih aktif • Keterkaitan antara penataan ruang & pengelolaan SD Tanah perlu dikembangkan

  32. 3. PENATAAN KELEMBAGAN PERTANAHAN • Koordinasi antara berbagai lembaga harus terus menerus dipelihara & dikembangkan • Pengaturan yang jelas & tegas atas usaha swasta dalam pembangunan, terutama mencakup hak & kewajiban terhadap dampak lingkungan, kepentingan publik.

  33. 4. SISTEM INFORMASI & PENDATAAN • Banyak pertikaian sosial timbul karena kurang cermatnya data tentang hak atas tanah • Perlu terus dikembangkan & disempurnakan

  34. Kerjasama & koordinasi diantara berbagai lembaga pengguna & pengembang informasi • Teknologi: foto udara, pemetaan digital, penginderaan jarak jauh (inderaja), Citra satelit seperti SPOT/LandSat, GIS

  35. KONSERVASI SUMBER DAYA TANAH • Berarti penempatan tiap bidang tanah pada cara yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut • Memperlakukan sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan

  36. TEKNIK KONSERVASI TANAH • Metode Vegetatif, untuk melindungi tanah terhadap daya perusak aliran di atas permukaan tanah (run off), memperbaiki kapasitas infiltrasi air kedalam tanah, dan melindungi tanah dari daya perusak butir-butir hujan

  37. Metode Mekanik, untuk memperlambat aliran permukaan serta untukk menampung dan menyalurkan aliran permukaan dengan kekuatan yang tidak merusak • Metode Kimia, menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki struktur tanah, yaitu meningkatkan kemantapan agregat (struktur tanah)

More Related