SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR - PowerPoint PPT Presentation

sistem pengelolaan limbah cair n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR PowerPoint Presentation
Download Presentation
SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR

play fullscreen
1 / 28
SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR
751 Views
Download Presentation
bowen
Download Presentation

SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR KML 203 Pengelolaan Limbah 2012 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Retno Adriyani

  2. PENDAHULUAN • Pengelolaanlimbahcairmeliputi : • Sistempenyaluranlimbahcair • Pengolahanlimbahcair • Pengolahanlumpur • Berdasarkansumbernyapengelolaanlimbahcairdapatdibagi : • Pengelolaanlimbahcairdomestik • Pengelolaanlimbahcairindustri

  3. limbahcairdomestik Adalahlimbahcair yang berasaldarikegiatanpermukimanatauusaharumahmakan, hotel, perkantoran, perniagaan, apartemendanasrama. Jenisdarilimbahcairiniberupatinja(black water), air seni, limbahkamarmandi, danjugasisakegiatandapurrumahtangga(grey water) Sifatlimbahcairdomestik : organo-mikrobiologisdanmengandungdetergen

  4. LIMBAH CAIR INDUSTRI Adalahlimbahcair yang berasaldarikegiatanindustri, kegiatanrumahsakit, kegiatanpertaniandanpeternakan, kegiatanpertambangan, daninstalasinuklir. Sifatlimbahcairindustrisangatspesifik, tergantungdarijenisindustrinya.

  5. Baganalirpenyaluran / pembuangan air limbah

  6. SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH Berdasarkantempatnya, dibedakanmenjadi 2: 1. Sistempengolahan on-site position  sistemdimanapenghasillimbahmengolah air limbahnyasecaraindividu. 2. Sistem off-site position  air limbahdisalurkanmelalui sewer (saluranpengumpul air limbah) lalukemudianmasukkeinstalasipengolahanterpusat.

  7. Pengolahan On Site • Contoh : Septic Tank, Grease Trap, Pit Latrine. Padasistempengolahan off site diperlukansaluranuntukmenyalurkan air buanganke IPAL

  8. SISTEM PENYALURAN (PEMBUANGAN) AIR Ada 2 (dua) tipe : • SistemTerpisah • SistemPenyaluran Air Limbah • SistemPenyaluran Air Hujan • SistemGabungan

  9. SISTEM PENYALURAN AIR LIMBAH : sistempenyaluranygmengalirkan air limbahdarisumberkeInstalasiPengolah Air Limbah (IPAL) melaluijarak yang sependek-pendeknya agar waktupenyaluranyang dibutuhkansingkat. SISTEM DRAINASE : sistempenyaluran air hujan yang jatuhdiatapgedung, jalan, danpermukaanlainnyakebadan air. SISTEM GABUNGAN : sistemgabunganmembawakeduajenis air tersebutdalamsatusistem, Limbahcairdomestikdanlimpasan air hujandisalurkandalamsatusalurantertutup; cocokdiaplikasikanuntukdaerah yang fluktuasi debit limbahcair danlimpasan air hujanpadasaatmusimkemaraudanmusimhujanrelatifkecil

  10. SistemTerpisah • limbahcair(domestik) disalurkantersendiridalamjaringanriol/sewer tertutup; • sedangkanlimpasanair hujandisalurkantersendiridalamsaluran • drainasekhususuntuk air hujanatau air yang relatiftidaktercemar; biasanyadengansaluranterbuka; • cocokdiaplikasikanuntukdaerah yang fluktuasidebit limbahcairdanlimpasan air hujanpadasaatmusimkemaraudanmusimhujanrelatifbesar

  11. Sumber : http://watertreatmentsss.com/sewage-plant-design/ (diakses 8 Maret 2012)

  12. Sistemdrainaseterpisah • Sumber : http://www.deltrac.org/stormwater/description.shtml (diakses 8 Maret 2012)

  13. SISTEM GABUNGAN • Sumber: http://www.kplu.org/post/keeping-sewage-out-puget-sound (diakses 8 Maret 2012)

  14. SistemRiolUkuran Kecil (Small Bore Sewer) • sistempenyaluranair effluentangkiseptikdan/ataudarilimbahcaircucian (grey water). Keadaanpengaliranbertekanan, tetapi gradient hirolismasihdibawahelevasitangkiseptikdanperalatansaniter, sehinggatidakterjadialiranbalik. Aliranbertekanantersebut, menyebabkandiameterpipayang digunakanrelatipkecil

  15. Sistem Riol Interseptor (intercepting sewer system) Air hujandengan debit tertentudimasukkandalamujunghuluriolretikulasiuntukpenggelontorandanpengenceran • Sistemrioldenganpembebananpiparelatifdangkal. Luas max : 4 unit luasdaerahpelayananretikulasi. Setiap unit retikulasijumlahsambunganrumah max sekitar 800 rumah, denganukuranriolterbesar225 mm, Jaditerdapat 4 lajurpipaindukdengan D = 225 mm dari 4 x 800 sambunganrumahmasukke IPAL. Luas max = 4 x 25 ha = 100 ha; kepadatanpendudukrerata 160 jiwa/ha.

  16. FaktorygPerluDiperhatikandlmPerancanganSistemPenyaluran Air Limbah 1. Penentuandaerah yang akandilayani • Pengamatantopografi • Lokasisungaidan IPAL 2. Penentuankonfigurasijaringan • Terpisah • Gabungan 3. Jumlahpopulasi 4. Pelayanan air limbahdomestikdanindustri 5. Kuantitas air limbah Umumnya air limbahdomestikdiperhitungkandari 80% air minum yang digunakan

  17. LangkahPerancanganPenyaluran Air Limbah • Asumsi 1 (satu) unit rumahdenganpenghuni 5 (lima) orang • Pemakaian air 150 liter/orang/hari • Air limbah : 80% x 5 x 150 l/o/hr = 600 l/rumah/hari • Langkahselanjutnyaadalahmerencanakandimensipipa :  Lateral, minimum diameter 150 mm  Submain  Main (pipautama) diameter bisamencapailebihdari 2000 mm

  18. Jenispengaliran • Dalampenyaluran air buangandikenalduajenisaliranyaitu:a. Pengaliran yang mengalamitekanan , yaitupengaliran yang terjadidalampipaakibatadanyapemompaandidalamsalurantertutup, karenamuka air tidakberhubungansecarabebasdengantekananatmosferb. pengaliranbersifatterbukadalamsalurantertutup, yaitupengaliransecaragravitasi, karenapermukaan air buanganpadasaluranberhubungandenganudarabebas

  19. Syaratpengalirandidalampenyaluran • Pengaliran air buangandalamsaluranharussecaragravitasi • Pengaliranhampirselalu un-steady terkadangdapat non-uniform • Aliranharusdapatmembawa material yang terdapatdalamaliranmeskipundidalamkondisi debit minimum sampaikebangunanpengolahan • Dianjurkandapatmembersihkansaluransendiri (self cleaning) dengankecepatan yang disyaratkanataudengankecepatan yang tidakmenimbulkankerusakan (pengikisan) padapermukaansaluran • Pengalirandapatmensirkulasikanudara/gas-gas sehinggatidakterakumulasididalamsaluran • Pengaliran air buanganharustibasecepatnyasampaikebangunanpengolahan air buanganuntukmenghindariterjadinyapembusukandanpengalirantidaklebihdari 18 jam untukdaerahtropis

  20. Penempatandanpemasangansaluran 1.macam jalan yang akandilalui/tempatsaluranditanam, mengingatgayaberat yang mempengaruhinya2. pengaruhbangunan-bangunan yang ada, mengingatfondasidangaya yang berpengaruh3. Jenistanah yang akanditanamipipa4.Adanya saluran-saluran lain sepertisaluran air minum , saluran gas, saluranlistrik. Jikasaluranituterlintasimakasaluran air kotorsebaiknyaditempatkandibawahnya5. Ketebalantanahurugandankedalamanpipadarimukatanah, harusdisesuaikandengan diameter saluran (minimum 1.20 m danmaksimum 7 m utkpipa lateral induk)

  21. Untuksaluranumum (public sewer) dimulaidarisaluran lateral ditempatkanpada: • Di Tepijalanbila : • Sebaiknyadibawahtrotoaratautanggul jalan.hal inimengingatkemungkinandilakukanpenggaliandikemudianhariuntukperbaikan • Penerimaanair kotordarikanandankiritidaksama, dapatdipasangditepijalan, dibagianmana yang paling banyaksambungannya (paling banyakrumah-rumahnya) • Saluranbisadiletakkandikiridankananjalanjikadisebelahsisikiridankananjalanterdapatbanyaksekalirumah/bangunan

  22. 2. Di tengahjalan, bila : • Jalandenganrumah/bangunandisatusisilebihtinggidarirumah/bangunandisisilainnya,makapenanamansalurandiletakkanpadasisijalansebelah, dimanaterdapatelevasi yang lebihrendah. • Bilajalantidaklebardanbilabagiankiridankananjalanterdapatjumlahrumahataubangunan yang hampirsamabanyaknya • Jalanyang mempunyaijumlahrumah/bangunansamabanyakdikeduasisinyadanmempunyaielevasilebihtinggidarijalanan, makapenempatanpipabisadilakukanditengahjalan

  23. SistemDrainase • yaitusuatusistemdrainase yang menanganipermasalahankelebihan air disuatuwilayah yang meliputidrainasepermukaandandrainasebawahpermukaan.

  24. PrinsipDrainase Drainasetradisionalyaitumembuanglimpasan air hujansecepatnyadenganjalursependek-pendeknya, yang akanmempercepatdatangnya debit puncakalirandimanabanjirakanmelandadaerahhiliralirannya.

  25. Prinsipdrainase modern : • Tindakan yang sifatnyabiologis-ekologis, diantaranyaadalahmelestarikanataumenyediakandaerahhijausebagaidaerahretensidanperesapan air yang optimal. • Tindakan yang sifatnyateknologis-higienis, diantaranyadenganprinsip “semuadaerahhulu, aruslimpasan air hujan yang belummembahayakanataubelummengganggulingkungansebisamungkindihambat, diresapkan, atauditampungdalamkolamretensisebagaisumberdayaimbuhan air tanahdan air permukaan”. Dengandemikianmakaakanmengurangiaruslimpasankehilirdandapatmengurangierosisertabanjir.

  26. FaktorPentingPerancanganSistemPengumpul Air Hujan • Kuantitas air yang akandialirkantergantungluasdaerah yang dilayanidanintensitascurahhujan. • Pembagiandaerahpelayananberdasarkanjenispenggunaannya • Prinsipalamdalaminfiltrasi air hujanmasihdiharapkanterjadisehinggaukuransalurantidakterlalubesar • Jenisbahanpenutuppermukaantanahmenentukanbanyaknya air yang mengalirdanmasukkedalamtanah • Kualitas air hujan yang dikumpulkandariataprumahdanjalandianggapsudahmengandungbahanpencemar

  27. Keadaandi Indonesia • Di Indonesia hanyasebagianpendudukdilayaniolehsistempengumpul air limbah. • Untukmelayaniseluruhpendudukharusdibangunsistemdenganbiaya yang sangatmahal. • Kota yang memilikisistempengumpuladalah: Bandung, Medan, Cirebon, Surakarta, Yogya, dan Jakarta • Kota lainnyamenggunakansistemindividu : septic tank yang dapatmencemarilingkungan • Sistempengumpul air hujanbiasanyadibangunbersamaanpembangunanjalan

  28. Referensi • Tjokrokusumo, "PengantarEnjineringLingkungan", SekolahTinggiTeknikLingkungan Yogyakarta "YLH", 1995 • Bahan ajar SISTEM PENYALURAN AIR LIMBAH DAN DRAINASE, Program StudiTeknikLingkungan ITB