hidrolisis garam n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Hidrolisis Garam PowerPoint Presentation
Download Presentation
Hidrolisis Garam

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 26

Hidrolisis Garam - PowerPoint PPT Presentation


  • 2322 Views
  • Uploaded on

Hidrolisis Garam. Kelomok : Muhamad Fauzan Jildan Surya P. Visca Octaviani M Hana Nuranisa. SK & KD. INDIKATOR. TUJUAN PEMBELAJARAN. HIDROLISIS GARAM. 1. Sifat larutan garam. 2.Konsep Hidrolisis. 3.Menghitung pH larutan garam. Evaluasi. menu.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Hidrolisis Garam' - blythe


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
hidrolisis garam

HidrolisisGaram

Kelomok : MuhamadFauzan

Jildan Surya P.

ViscaOctaviani M

Hana Nuranisa

slide2

SK & KD

INDIKATOR

TUJUAN

PEMBELAJARAN

HIDROLISIS GARAM

1. Sifat larutan garam

2.Konsep Hidrolisis

3.Menghitung pH larutan garam

Evaluasi

slide3

menu

a. Garam dari asam kuat dan basa kuat

b. Garam dari basa kuat dan asam lemah

2. Konsep Hidrolisis

d. Garam dari asam lemah dan basa lemah

c. Garam dari asam kuat dan basa lemah

slide4

menu

a. Garam dari asam kuat dan basa kuat

b. Garam dari basa kuat dan asam lemah

3. Menghitung pH larutan garam

d. Garam dari asam lemah dan basa lemah

c. Garam dari asam kuat dan basa lemah

slide5

menu

Standar kompetensi

& kompetensi dasar

Standar Kompetensi : 4. Mendeskripsikan metode sifat-sifat larutan , metode pengukurannya serta penerapannya.

Kompetensi Dasar : 4.4 Menentukanjenis

garam yangmengalamihidrolisisdalam air danpH larutangaram tersebut

slide6

menu

indikator

  • - Menentukanciri-ciribeberapajenisgaramyang dapatterhidrolisisdalam air melaluipercobaan
  • - Menentukansifatgaram yang terhidrolisisdaripersamaanreaksiionisasi
slide7

menu

Tujuan pembelajaran

  • 1. menentukanciri-ciribeberapajenisgaram yang dapatterhidrolisisdalam air melaluikerjakelompokdilaboratorium
  • 2. Menyimpulkanciri-cirigaram yang terhidrolisisdalam air
  • 3. Menghitung pH larutangaram yang terhidrolisismelaluidiskusikelas
slide8

menu

Sifat larutan garam

Garam merupakan senyawa ion, yang terdiri dari kation logam dan anion sisa asam. Kation garam dapat dianggap berasal dari suatu basa, sedangkan anionnya berasal dari suatu asam. Jadi setiap garam mempunyai komponen basa (kation) dan komponen asam (anion).

slide9

menu

Lanjutan Materi

1. Sifat larutan garam

Contoh :

Natrium klorida (NaCl) terdiri dari kation Na+ yang dapat di anggap berasal dari NaOH, dan anion CL‑ yang berasal dari HCl. Didalam air NaCl terdapat sebagai ion-ion yang terpisah.

NaCl (aq) Na+ (aq) + Cl- (aq)

Diantara asam dan basa yang biasa kita temukan, tergolong elktrolit kuat adalah :

Asam Kuat : H2SO4 HCl, HNO3 (juga HI, HBr, dan HclO4)

Basa Kuat : NaOH, KOH (semua basa logam alkali) dan Ca(OH)2, Ba (OH)2 (semua basa alkali tanah, kecuali Be (OH)2).

slide10

menu

Lanjutan Materi

1. Sifat larutan garam

  • sifat larutan garam bergantung pada kekuatan relatuf asam-basa penyusunnya.
  • Garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral.
  • Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam.
  • Garam dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa.
  • Garam dari asam lemah dan basa lemah bergantung pada harga tetapan ionisasi asam dan ionisasi basanya (Ka dan Kb).
          • Ka>Kb : bersifat asam
          • Ka<Kb : bersifat basa
          • Ka=Kb : bersifat netral.
slide11

menu

Konsep hidrolisis

  • Sifat larutan garam dapat dijelaskan dengan konsep hidrolisis. Hidrolisis merupakan istilah yang umum dugunakan untuk reaksi zat dengan air (hidrolisis berasal dari kata hydro yaitu air dan lysis yaitu peruraian). Menurut konsep ini, komponen garam (kation atau anion) yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air (terhidrolisis). Hidrolisis kation menghasilkan ion H3O+ (H+), sedangkan hidrolisis anion menghasilkan ion OH-.
  • Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat

Pokok materi

slide12

menu

Lanjutan Materi

2.a. Garam dari Asam kuat dan basa kuat

Contoh :

Natrium klorida NaCl terdiri dari kation Na+ anion Cl- yang berasal dari elektorlit kuat, sehingga tidak mengalami hidrolisis.

NaCl (aq) Na+ (aq) + Cl- (aq)

Na+ (aq) + H2O (l) (tidak ada reaksi)

Cl- (aq) + H2O (l) (tidak ada reaksi)

Jadi, larutan Nacl bersifat Netral.

Pokok materi

slide13

menu

Lanjutan Materi

2.b. Garam dari basa kuat dan asam lemah

Contoh :

Natrium asetat terdiri dari Na+ dan anion CH3COO-. Ion Na+ berasal dari basa kuat (NaOH), sehingga tidak bereaksi dengan air. Ion CH3COO- berasal dari asam lemah (CH3COOH), sehingga bereaksi dengan air. Jadi, NaCH3COO terhidrolisis sebagian (parsial), yaitu hidrolisis anion CH3COO-

NaCH3COO (aq) Na+(aq) + CH3COO- (aq)

CH3COO- (aq)+ H2O(l) (CH3COOH)(aq) + OH – (aq)

Na+ (aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)

Hidrolisis menghasilkan ion H-, maka larutan bersifat basa.

Pokok materi

slide14

menu

Lanjutan Materi

2.c. Garam dari asam kuat dan basa lemah

Garam yang berbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu hidrolisis kation.

Contoh:

Amonium klorida (NH4Cl)

NH4Cl (aq) NH4+ (aq) + Cl- (aq)

NH4+ (aq) + H2O (l) NH3 (aq) + H3O+ (aq)

Cl- (aq) + H2O (l) (tidak ada reaksi)

Hidrolisis menghasilkan H3O+, maka larutan bersifat asam

Pokok materi

slide15

menu

Lanjutan Materi

2.d. Garam dari asam lemah dan basa lemah

  • Garam yang berbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu hidrolisis kation.
  • Contoh: Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah
  • Baik kation maupun anion dari garam yang berbentuk dari asam lemah dan basa lemah terhidrolisis dalam air, sehingga disebut hidrolisis total.
  • Contoh :
  • Amonium asetat(NH4CH3COO) terdiri dari kation NH4+ dan anion CH3COO- sama-sam elektrolit lemah keduanya terhidrolisis.
  • NH4CH3COO (aq) NH4+ (aq) + CH3COO- (aq)
  • NaH+ (aq) + H2O (l) NH3+ (aq) + H3O+ (aq)
  • CH3COO- (aq) + H2O (l) CH3COOH (aq) + OH-

Pokok materi

slide16

menu

Lanjutan Materi

Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa yang bersangkutan. Jika asam lebih lemah daripada basa (Ka < Kb), maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat basa. Jika basa lebih lemah dari asam ( Kb < Ka), kation yang terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat asam. Sedangkan jika asam sam lemahnya dengan basa (Ka = Kb), larutan akan bersifat netral

Pokok materi

slide17

menu

Menghitung pH larutan garam

Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan. Meskipun hanya sebagian kecil dari garam itu yang mengalami hidrolisis, tetapi cukup untuk mengubah pH larutan. Tetapan kesetimbangan dari reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan dinyatakan dengan lambang Kh

Pokok materi

slide18

menu

Lanjutan Materi

3. a. Garam dari asam kuat dan basa kuat

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis, sehingga larutannya bersifat netral (pH = 7).

Pokok materi

slide19

menu

Lanjutan Materi

3. b. Garam dari basa kuat dan asam lemah

Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu hidrolisis anion, misal, rumus kimia garam adalah LA, maka hidrolisis anion adalah sebagai berikut.

A- (aq) + H2O (l) HA (aq) + OH- (aq).............(1)

Tetapan hidrolisis untuk reaksi (1) di atas adalah

Kh = ....................................................(2)

Pokok materi

slide20

menu

Lanjutan Materi

3. b. Garam dari basa kuat dan asam lemah

Konsentrasi ion OH- = HA, sedangkan konsentrasi kesetimbangan ion A- = konsentrasi ion A- yang berasal dari garam (jumlah A- yang terhidrolisis dapat diabaikan). Jika konsentrasi ion A- itu dimisalkan M, maka persamaan 2 dapat dituliskan menjadi.

Kh = [OH-] =

................................(3)

Pokok materi

slide21

menu

Lanjutan Materi

3. b. Garam dari basa kuat dan asam lemah

harga tetapan hidrolisis Kh dapat dikaitkan dengan tetapan ionisasi asam lemah CH3COOH (Ka) dan tetapan kesetimbangan air (Kw).

HA (aq) A- (aq) + H+ (aq) K=Ka

A-(aq) + H2O (l) HA (aq) + OH- (aq) K=Kh

H2O (l) H+ (aq) + OH- (aq) K=Kw

Menurut prinsip kesetimbangan, untuk reaksi-reaksi kesetimbangan di atas berlaku persamaan berikut.

Ka x Kh =Kw Atau .........................................(4)

Penggabungan persamaan 3 dengan persamaan 4 menghasilkan persamaan berikut.

...................................................(5)

Dengan : Kw=tetapan kesetimbangan air

Ka = tetapan ionisasi asam lemah

M =konsentrasi anion yang terhidrolisis

Pokok materi

slide22

menu

Lanjutan Materi

3. c. Garam dari asam kuat dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis kation. Jika kation yang terhidrolisis itu misalkan sebagai BH+, maka reaksi hidrolisis serta persamaan tetapan hidrolisisnya sebagai berikut.

BH+ (aq) + H2O (l) B (aq) + H3O+ (aq)................(6)

Kh = ...................................(7)

Untuk asam kuat dan basa lemah diturunkan rumusnya menjadi.

.....................................................(8)

.....................................................(9)

Dengan :

Kb = tetapan ionisasi basa lemah pembentuk garam

M= molaritas kation (komponen garam yang mengalami hidrolisis)

Kw = tetapan kesetimbangan air

Pokok materi

slide23

menu

Lanjutan Materi

3. d. Garam dari asam lemah dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis total (kation dan anion mengalami hidrolis). pH larutan yang tepat dapat ditentukan melalui pengukuran. pH larutan dapat diperkirakan dengan rumus :

[H+] = ; Kh =

NH4CH3COO(aq) NH4+(aq) + CH3COO- (aq)

NH4+(aq) + H2O (l) NH3+(aq) + H3O+ (aq)

CH3COO- (aq) + H2O (l) CH3COOH (aq) + OH-(aq)

Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa yang bersangkutan. Jika asam lebih lemah daripada basa (Ka < Kb), maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat basa. Jika basa lebih lemah dari asam ( Kb < Ka), kation yang terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat asam. Sedangkan jika asam sam lemahnya dengan basa (Ka = Kb), larutan akan bersifat netral.

Pokok materi

slide24

menu

EVALUASI

  • 1. Ca (CH3 COO)2 merupakan garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah, sehingga anionnya akan mengalami hidrolisis dan sifat larutan adalah basa.
  • Ca (CH3 COO)2(aq) Ca2+ (aq) + 2CH3COO- (aq)
  • 0,1 M 0,1 M 0,2 M
  • Oleh karena Kw,Ka dan kemolaran anion yang terhidrolisis (CH3COO-) diketahui,maka penyelesaiannya tinggal memasukkan data yang ada kedalam rumus.
  • =
  • =
  • =

pOH = - log [OH-]

= - log 1,05 x 10-5

= 5 – log 1,05

pH = 14 – pOH

= 9 + log 1,05

Pokok materi

slide25

menu

  • 2. NH4 Cl (aq) NH4+ “(aq) + Cl- (aq)
  • Ion NH4+ mengalami hidrolisis :
  • NH4+ (aq) + H2O (l) NH3 (aq) + H3O (aq)
  • =
  • = 7,45 x 10-6
  • pH = 5,1