1 / 57

STRUKTUR ULTRA NUKLEUS FUNGSI NUKLEUS ASAM NUKLEAT DAN SINTESIS PROTEIN

NUKLEUS. STRUKTUR ULTRA NUKLEUS FUNGSI NUKLEUS ASAM NUKLEAT DAN SINTESIS PROTEIN. STRUKTUR ULTRA NUKLEUS. Berbentuk bulat Ukuran  5 µm Terbungkus oleh dua lapis membran (luar & dalam) Terdapat nuclear pore complex

bluma
Download Presentation

STRUKTUR ULTRA NUKLEUS FUNGSI NUKLEUS ASAM NUKLEAT DAN SINTESIS PROTEIN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. NUKLEUS • STRUKTUR ULTRA NUKLEUS • FUNGSI NUKLEUS • ASAM NUKLEAT DAN SINTESIS PROTEIN BIOSEL 2010

  2. STRUKTUR ULTRA NUKLEUS BIOSEL 2010

  3. Berbentuk bulat • Ukuran  5 µm • Terbungkus oleh dua lapis membran (luar & dalam) • Terdapat nuclear pore complex • Didalamnya terdapat nucleolus dan matriks nucleus • Mengandung sebagian besar gen BIOSEL 2010

  4. NUCLEAR PORE COMPLEXES 15 - 20 pores/m2 BIOSEL 2010

  5. DIAGRAM SKEMATIK NUKLEUS BIOSEL 2010

  6. BIOSEL 2010

  7. STRUKTUR SELUDANG NUKLEUS BIOSEL 2010

  8. BAGIAN2 NUKLEUS • Membran nukleus • Nukleolus • Nukleoplasma • Kromatin BIOSEL 2010

  9. Seludang nukleus tersusun atas membran luar, membran dalam dan komplex pori-pori/lubang • Antara membran luar dan dalam terdapat rongga yang disebut perinuclear compartement (40 nm) • Perinuclear compartement berhubungan langsung dengan cisternae dari RE BIOSEL 2010

  10. Membran luar berhubungan langsung dengan Ribosom dan RE • Kompleks pori terdiri dari lubang/ pori dan annulus • Diameter pori tersebut 80 - 90 nm • Diameter kompleks pori 120 - 140 nm • Annulus terdiri dari 8 membran protein BIOSEL 2010

  11. Perinuclear compartement 20 - 40 nm BIOSEL 2010

  12. NUKLEOLUS • Nukleolus tidak bermembran • Bentuk bulat, Ukuran  0,3 mikron • Fungsi sintesa ribosom • DNA r RNA transkrip BIOSEL 2010

  13. NUKLEOPLASMA • Sifat lebih kental dari sitoplasma • Berisi butir-butir kromatin, nukleolus, nukleoprotein • Asam nukleat : DNA dan RNA • Protein dan garam2 mineral BIOSEL 2010

  14. Nukleoprotein * Protamin, * Histon * Non histon * Enzim nukleus DNA polimerase, RNA polimerase adenosin diaminase, guanase, nukleofosforilase BIOSEL 2010

  15. KROMATIN • Butir2 atau benang2 halus dalam nukleus yg dapat mengikat zat warna basa = basofil • Mitosis : kromatin kromosom • Kromatin terdiri dari DNA dan Protein Histon, sbg teras BIOSEL 2010

  16. ASAM NUKLEAT DAN SINTESIS PROTEIN BIOSEL 2010

  17. STRUKTUR ASAM NUKLEAT • Asam nukleat terdiri atas: Gula 5 karbon (pentosa): Deoksiribosa (DNA) atau ribosa (RNA); Basa nitrogen; dan osfat BIOSEL 2010

  18. 5’ OH OH CH2 O 4’ 1’ H H H H 3’ 2’ OH H STRUKTUR ASAM NUKLEAT Gula pentosa Deoksiribosa BIOSEL 2010

  19. 5’ OH OH CH2 O 4’ 1’ H H H H 3’ 2’ OH OH Ribosa BIOSEL 2010

  20. NH2 O H 6 N 6 N N N 5 7 5 7 1 1 8 8 2 9 2 4 4 9 N N NH2 3 3 N N H H Basa nitrogen Purin Adenin Guanin BIOSEL 2010

  21. NH2 4 N 5 3 2 6 1 O N H O H 4 CH3 N 5 3 2 6 1 O N H Pirimidin Thymin Sitosin BIOSEL 2010

  22. O H 4 H N 5 3 2 6 1 O N H Urasil BIOSEL 2010

  23. Nukleosida adalah struktur yang terbentuk oleh adanya ikatan antara gula pentosa dan basa nitrogen dengan ikatan glikosidik • Basa akan selalu terikat pada posisi 1’ dari pentosa • Titik ikatan pada basa adalah posisi-1 (N-1) pada Pirimidindan posisi-9 (N9) pada Purin BIOSEL 2010

  24. BIOSEL 2006

  25. DNA: adalah sebuah polinukleotida • Terbentuk ketika 5’ fosfat dari satu nukleotida berikatan dengan 3’ -OH dari nukleotida yang lain, dengan cara menghilangkan gugus -OH dari posisi 3’ • Ikatan 3’ - 5’ disebut ikatan posphodiester BIOSEL 2010

  26. NH2 NH2 6 N N 7 5 1 4 N 8 5 5’ 5’ 2 3 4 9 N 3 O O CH2 CH2 O O N 2 6 4’ 4’ 1 O H H H H H H N H H 3’ 3’ 2’ 2’ OH O H H -O -O P O -O P O

  27. Pada umumnya DNA adalah double helix • Kedua rantai yang terpisah saling memilin, searah jarum jam (right-handed), dan terdapat 10 bp/putaran • Ikatan gula dan fosfat berada diluar dan basa-basa bertumpuk satu dengan lainnya di bagian tengah • Dua pita dalam double helix membentuk major dan minor grooves BIOSEL 2010

  28. Kedua pita DNA dihubungkan secara non-kovalen oleh ikatan hidrogen antara dua basa dari dua pita yang berlawanana • Kedua pita tersusun antiparallel • Kedua pita bersifat komplimen • Ikatan hidrogen bersifat khusus/unik BIOSEL 2010

  29. NH O 6 N N H 7 5 1 4 CH3 N 8 5 3 2 4 9 N 3 N 2 6 1 O N H H BIOSEL 2010

  30. H H N O 4 H N 6 N 5 3 N 7 5 1 2 6 8 H 1 2 9 4 O N N N 3 N H H H

  31. Sekuen basa pada DNA mengkode informasi genetik BIOSEL 2010

  32. SINTESIS PROTEIN Gen adalah segmen DNA yang mengkode sebuah protein tertentu / segmen DNA yang dapat ditranskripsi BIOSEL 2010

  33. 3’ 5’ 5’ 3’ DNA Template/antisense/noncoding strand Nontemplate/sense/coding strand BIOSEL 2010

  34. Sekuen DNA selalu ditulis 5’ - 3’ • Sekuen DNA biasanya adalah dari Nontemplate/coding/sense strand BIOSEL 2010

  35. translasi ekspresi transkripsi mRNA protein Sifat BIOSEL 2010

  36. Kode genetika: 43 = 64 kodons • Hanya 20 asam amino, sehingga 1 asam dikodekan oleh lebih dari satu kodon; dikenal dengan Degenerasi/redundansi • Kodon berbeda yang mengkode Asam amino yang sama disebut sinonim • Variasi kodon tersebut terjadi pada basa ketiga. Gejala ini disebut Wobble position • Valin: GUU, GUC, GUA, GUG BIOSEL 2010

  37. Dari ke 64 kodon tsb, hanya 61 yang mengkode AA. • 1 start kodon = Metionin (AUG) • 3 termination kodon UAG, UGA, UAA BIOSEL 2010

  38. ORF (Open Reading Frame) adalah satu set kodon yang berjalan berturutan, yang dimulai dengan start kodon dan diakhiri dengan stop kodon BIOSEL 2010

  39. coding sequence Termination sequence Promoter Promoter initiates transcription; affects when, where, and how much gene product is produced. Termination sequence marks end of gene BIOSEL 2010

  40. TRANSKRIPSI • Adalah proses sintesis RNA dari sekuen DNA sebuah gen oleh ensim RNA polymerase • RNA diproduksi dengan menggunakan template/anti-sense/non-coding strand • RNA merupakan copy dari non-template/sense/coding strand BIOSEL 2010

  41. mRNA PROCESSING • Hasil proses transkripsi sebuah gen yang mengkode protein adalah sebuah pre-mRNA • Pre-mRNA (pada eukariotik) terdiri dari intron dan exon

  42. mRNA PROCESSING • Langkah pertama: Splicing, yaitu menghilangkan sekuen non-coding (intron), sehingga menghasilkan mRNA tanpa intron • Langkah kedua: 5’Capping, yaitu menambahkan 7-methylguanosin (GTP + CH3), pada ujung 5’ untuk menghindari degradasi exonuklease pada ujung 5’

  43. mRNA PROCESSING • Langkah ketiga: 3’ Polyadenilatin, yaitu menambahkan ± 250 Adenin pada ujung 3’, sehingga membentuk ekor poli-A, untuk menghindari degradasi exonuklease pada ujung 3’ • Setiap mRNA pasti mengandung ekor poli-A. BIOSEL 2010

  44. BIOSEL 2010

  45. tRNA PROCESSING • Sebanyak 74 – 95 nukleotida RNA membentuk struktur berbentuk daun cengkih (cloverleaf structure) BIOSEL 2010

  46. 3’ A C C 5’ tRNA Acceptor arm TC arm dHU arm Optional arm Anticodon arm

  47. Acceptor arm: memiliki ujung CCA3’, yang tidak berpasangan, dan merupakan titik pengikatan tRNA dengan Asam Amino • Anticodon arm: berperan untuk mengenali dan melekatkan diri pada codon dalam mRNA BIOSEL 2010

  48. rRNA PROCESSING • rRNA terbentuk dari asosiasi antara ribosom dengan RNA • Ribosom Prokariotik 70S • Ribosom Eukariotik 80S BIOSEL 2010

  49. TRANSLASI • Adalah proses sintesis protein dalam sel • mRNA akan menentukan sekuen AA dalam sebuah protein • Peran tRNA sangat penting karena akan mengantarkan AA ke dalam ribosom BIOSEL 2010

More Related