1 / 6

Filsafat Hukum Islam

Filsafat Hukum Islam. M. Sularno , Program Studi Hukum Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia.

bela
Download Presentation

Filsafat Hukum Islam

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Filsafat Hukum Islam M. Sularno, Program StudiHukum Islam, FakultasIlmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

  2. VII SUMBER DAN METODE PENETAPAN HUKUM ISLAMA. Sumber dan Dalil Hukum Islam Menurut Fathurrahman Djamil, Sumber hukum Islam merupakan wadah / tempat yang dari padanya digali norma-norma hk Islam. Sedangkan dalil adalah petunjuk yang membawa kepada ditemu kannya hukum tertentu. Sumber hukum Islam yaitu Al-Qur’an dan Al-Sunnah, adapun Dalil hukum Islam yaitu : Ijma’, Qiyas, Istihsan, Istislah, ‘Urf, dll.1. Al-Qur’an merupakan sumber hukum Islam* Al-Qur’an = hukum Tuhan, shg menjadi sumber hukum utama dan pertama (pokok) bagi hukum Islam. * Ia merupakan dalil pokok hukum Islam * Ia menjadi sumber dari sgl sumber hk (Islam). * Ia qat’I al- wurud lafaz dan makna seluruhnya, dan qat’I al- dalalah dan sebagian zanni al-dalalah.

  3. * Penunjukan Al-Qur’an tentang hukum : a. Muhkam : terang arti dan maksudnya, dan tidak ada arti lain. b. Mutasyabih : tidak jelas artinya, shg terbuka penafsiran. * Ibarat Al-Qur’an tentang hukum : a. Suruhan : misal : - Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat… - Janganlah kamu membunuh jiwa yg diharamkan Allah..b. Janji – ancaman, pahala – dosa, pujian – celaan : - Barang siapa yg taat kepada Allah dan rasulNya ia akan masuk syurga.. _ Pencuri laki-laki dan perempuan potonglah dua tangannya,..c. Ibarat : - Para isteri yg ditalak hendaknya menahan (menunggu masa iddah) seolama tiga kali suci. * Sistematika hukum dalam Qur’an (sistematika) : a. Hukum I’tiqadiyah (akidah) b. Hukum KHuluqiyah (akhlaq) c. Hukum Syar’iyah (syari’ah) : 1). Ibadah , 2). Mu’amalah.

  4. 2. Kedudukan dan Fungsi Al-Sunnah terhadap Al-Qur’an : a. Kedudukan : Menempati posisi kedua setelah Al-Qur’an. b. Fungsi : 1). Memperkuat ketetapan Al-Qur’an 2). Memperjelas / memerinci apa yang diatur Al-Qur’an 3). Menetapka hukum yg belum diatur dlm Qur’an 3. Tindakan dan kegiatan Rasul diklasifikasikan : a. Sebagai Rasul b. Sebagai kepala negara c. Sebagai qadi d. Sebagai manusia biasa (sunnah gairu tasyri’iyah) . Menurut Juhaya S. Praja, Sumber hukum Islam berasal dari : 1. Potensi Insani : Aqliyah, 2. Sumber Ilahi : Naqliyah (Perpaduan aqliyah dan naqliyah = kasyfiyah) *Sumber aqliyah : qiyas, ijmak, istihsan, istishab, dll (kebenarannya relatif, umumnya bidang mu’amalah). * Sumber kasyfiyah /intuisi : hanya oleh orang yg tahu hk Islam dan menga malkannya, baik yg ibadah maupun mu’amalah.

  5. B. Metode Hukum Islam :1. Metode Naqliyah – aqliyah 2. Metode Tajribah –Hissiyah (Pengalaman inderawi / empirik) 3. Metode Mutawatirat (Premis-premis yg ditransmisi) 4. Metode Istiqra’ (Penalaran induktif).C. Metode Pemahaman Sumber Hukum Islam1. Naqliyah : Metode Al-Qur’an Sunnah, Ijmak. - Metode pemahaman berdasarkan Qur’an ada 4 pringkat : a. Pemahaman hukum dari Qur’an berdasar Qur’an b. Pemahaman hukum dari Qur’an berdasar Sunnah c. Pemahaman hukum dari Qur’an berdasar penafdsiran sahbt d. Pemahaman hukum dari Qur’an berdasar penafsiran tabiin - Dua aliran penafsiran Qur’an : - Bil Ma’sur, dan Bir – Ra’yi. * Metode Qur’an yg dianut oleh pakar hukum Islam : a. Literalisme >< Spiritualisme. b. Spiritualisme-sufistik. C. Ahl al-Ra’yi >< Ahl al-Hadis. d. Ahl al-Ihtiyat Keter : Dua aliran a melahirkan aliran b. Dua aliran c lahirkan aliran d. 2. Metode Sunnah : metode menentukan hukum berdasarkan sunnah. Aliran pemahaman Hadis : a. Literalisme, b. Spiritualisme, c. kontekstualisme

  6. 3. Metode Qiyas ( illat hukum ) Macam-macam illat : a. Al-Asasiyah : yang dapat disebabkan adanya sesuatu yg ( prinsipal) selainnya dengan sendirinya. b. Al-Adah : yang menyebabkan adanya wujud sesuatu (instrumental) c. Al-Mubasarah : yang menyebabkan sesuatu yg lain berada tanpa perantara d. Gairu al-Mubasarah e. Al-Tammah f. Al-Mu’addah * Cara mengetahui illat : - Al-Manqulah ( dari informasi Qur’an / Sunnah) - Al-Mustanbatah ( dengan melakukan istinbat / pemikiran). (Baca : FHI oleh Juhaya S. Praja).

More Related