1 / 34

HAZARD DI TEMPAT KERJA

HAZARD DI TEMPAT KERJA. DR. Robiana Modjo, SKM, MKes. TUJUAN: Mengetahui konsep, sumber/jenis & pengendalian hazard. SUB TOPIK KONSEP HAZARD & RISIKO JENIS & SUMBER HAZARD DI TEMPAT KERJA EFEK KONSEP PENGENDALIAN UMUM. HAZARD & RISIKO. HAZARD

amy
Download Presentation

HAZARD DI TEMPAT KERJA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. HAZARD DI TEMPAT KERJA DR. Robiana Modjo, SKM, MKes

  2. TUJUAN: Mengetahui konsep, sumber/jenis & pengendalian hazard SUB TOPIK • KONSEP HAZARD & RISIKO • JENIS & SUMBER HAZARD DI TEMPAT KERJA • EFEK • KONSEP PENGENDALIAN UMUM

  3. HAZARD & RISIKO • HAZARD Suatu keadaan/kondisi yang dapat mengakibatkan (berpotensi) menimbulkan kerugian (injury/penyakit) bagi pekerja • RISIKO Kemungkinan/peluang suatu hazard menjadi suatu kenyataan • Pajanan, Frekuensi, Konsekuensi • Dose - Response

  4. Hazard K3 • Hazard Somatik • Hazard Lingkungan Kerja (Fisik, Kimia, Biologi) • Hazard Perilaku (Behaviour) • Hazard Ergonomi • Hazard Pengorganisasian Pekerjaan • Hazard Budaya Kerja

  5. Hazard Somatik • Hazard yang (sudah) ada pada tubuh pekerja • Lazim disebut “Faktor risiko” • Hipertensi • Diabetes Mellitus • Obesitas • Dyslipidemia • Asthma • Pengendalian • Pola hidup sehat (diet seimbang, olah raga, tidak merokok, cek up teratur, dll)

  6. Hazard Lingkungan Fisik • Radiasi non pengion: UV light, infra merah, microwave (gelombang mikro) • Efek kesehatan: gangguan mata (sementara-permanen), gangguan pada kulit • Radiasi pengion: sinar X, sinar α, sinar β, dll • Efek akut: syndrom SSP, gangguan pencernaan, gangguan hemopoetik • Efek kronis: karsinogenesis, kerusakan genetik • Pengendalian: • Tempatkan sumber radiasi secara benar (mis: ruang isolasi) • Lindungi operator dgn APD

  7. Hazard Lingkungan Fisik • Bising: suara yg tidak dikehendaki • Efek terhadap pekerja • Gangguan Fisiologis • Gangguan Psikologis • Gangguan Patologis Organis • Pengendalian • Substitusi • Eliminasi • Administrasi

  8. Hazard Lingkungan Fisik • Suhu/Temperatur • Suhu tinggi: heat stroke & heat cramps • Pengendalian: air minum, asupan garam, istirahat, tidur, pakaian, aklimatisasi • Pencahayaan • Mengakibatkan kelelahan pada mata; • Iritasi, mata berair, mata merah, sakit kepala, viskositas menurun, contrast sensitivity, akomodasi menurun • Pengendalian, harus diperhatikan hal2 sbb: • Sumber pencahayaan: intensitas, sumber cahaya, efisiensi & efektivitasnya • Keadaan lingkungan tempat kerja: luas, jendela, langit2/dinding • Tenaga kerja: kemampuan penglihatannya, kondisi kesehatan

  9. Hazard Lingkungan Fisik • Frosbite, akibat suhu sangat rendah di bawah titik beku • Chilblain, akibat bekerja di tempat cukup dingin untuk waktu yang lama • Trenchfoot, akibat terendam air dingin cukup lama • Hiperbarik • Getaran, akibat terpajan terhadap getaran dapat menimbulkan Raynaud Syndrome

  10. HAZARD LINGKUNGAN KIMIA • Inorganic, mis: lead, arsenic, silica • Organic mis: solvent, vapours & gases • Efek Kesehatan: • Asbes  Asbestosis (preparasi tekstil terbuat dari asbes) • Silica  Silikosis (perusahaan granit,keramik) • Byssinosis (industri tekstil) • Anthracosis (tambang batu bara) • Larutan korosif (menimbulkan kerusakan kulit) • Gas sianida, asam sulfida dan karbon monoksida • Uap logam (menimbulkan ‘demam uap logam’, dermatitis)

  11. Hazard Perilaku (Behavior) • Merokok • Pola makan • Minum2an beralkohol • Workaholic • Efek Kesehatan: PJK, DM, Stroke, Stress • Pengendalian: Pola hidup sehat

  12. HAZARD BIOLOGI • POTENSI BAHAYA YANG DISEBABKAN OLEH MAKHLUK HIDUP (BIOLOGI)  GANGGUAN KESEHATAN PADA PEKERJA YANG TERPAJAN • POTENSI BAHAYA YANG MENYEBABKAN RX ALERGI/IRITASI AKIBAT BAHAN-BAHAN BIOLOGIS (debu kapas, dedaunan, bulu, bunga, dll) • TIDAK MEMPUNYAI NILAI AMBANG BATAS (NAB)

  13. HAZARD BIOLOGI • MIKRO ORGANISME (bakteri, virus, fungi)  toksin, infeksi, alergi • ARTHROPODA (serangga, dll)  sengatan  infeksi • TUMBUHAN TINGKAT TINGGI (toksin & allergen)  dermatitis, asma, pilek • TUMBUHAN TINGKAT RENDAH (yang membentuk spora) • VERTEBRATA (protein allergen)  urine, saliva, faeces, kulit/rambut  allergi • INTERVETEBRATA selain ARTHROPODA (cacing, protozoa)

  14. INFEKSI • MASUKNYA KUMAN PATHOGEN KEDALAM TUBUH DAN MENIMBULKAN GANGGUAN KESEHATAN • EXOGENOUS  PENYEBAB INFEKSI DARI LUAR TUBUH • OPORTUNISTIK  KUMAN YANG SEBENARNYA TIDAK GANAS, TAPI KARENA DOSIS BERLEBIH ATAU DAYA TAHAN TUBUH RENDAH • CARRIER  SESEORANG YANG MEMBAWA BIBIT PENYAKIT TANPA MENDERITA SAKIT

  15. INFEKSI Masuknya M.O. kedalam tubuh tidak selalu mengakibatkan infeksi, dipengaruhi oleh banyak faktor, al: • VIRULENSI • ROUTE OF INFECTION • DAYA TAHAN TUBUH

  16. Agent Penyebab Penyakit VIRUS • HEPATITIS B & HEPATITIS C  menyerang organ hepar/liver/hati, masuk kedalam tubuh melalui: • Tranfusi darah yang tercemar • Tertusuk/teriris jarum/pisau yag terkontaminasi • Hubungan sexual • Luka jalan lahir waktu melahirkan • Placenta • ASI

  17. Agent Penyebab Penyakit VIRUS • HUMAN IMMUNODEFISIENCY VIRUS (HIV)  menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh, ditularkan melalui: • Tranfusi darah yang tercemar • Tertusuk/teriris jarum/pisau yag terkontaminasi • Hubungan sexual • Luka jalan lahir waktu melahirkan • Pekerja berisiko: • Pekerja RS • Pekerja yang sering ganti-ganti pasangan

  18. Agent Penyebab Penyakit BAKTERI • TUBERKULOSIS  Paru • ANTRHRAX  kulit & paru • BRUCELLOSIS  sakit kepala, artralgia endokarditis • LEPTOSPIROSIS  demam, sakit kepala, mual, gg hati

  19. AgentPenyebab Penyakit PARASIT • MALARIA  gigitan nyamuk anopheles • ANXYLOSTOMIOSIS  anemia khronis • JAMUR  gatal-gatal dikulit

  20. Agent Penyebab Penyakit HEWAN • SERANGGA  sengatan • BINATANG BERBISA  gigitan  ular • BINATANG BUAS  CARNIVORA

  21. Agent Penyebab Penyakit TUMBUHAN • DEBU KAYU  Allergi & asma • DEBU KAPAS  allergi saluran nafas • BINATANG BUAS  CARNIVORA

  22. JENIS PEKERJAAN YANG BERISIKO • PETUGAS KESEHATAN • PETUGAS PETERNAKAN • PETUGAS PEMBERSIH SELOKAN/SAMPAH • PETUGAS YANG BEKERJA DENGAN KELEMBABAN TINGGI  Jamur kulit (panu, candida, dll)

  23. TEMPAT KERJA YANG BERISIKO • LAB MIKROBIOLOGI, LAB KESMAS, LAB BIOMOLEKULER • RS & FASILITAS KESEHATAN LAINNYA • FASILITAS BIOTEKNOLOGI • FASILITAS DOKTER HEWAN & BINATANG • PERTANIAN • LAIN-LAIN

  24. PENGENDALIAN • CONTAINMENT  mencegah pajanan • Desain tempat kerja • Peralatan safety (biosafety cabinet, peralatan centrifugal) • Cara kerja • Dekontaminasi • Penanganan limbah dan spill management • BIOSAFETY PROGRAM MANAGEMENT  support dari pimpinan puncak • Program support, biosafety spesialist, institutional biosafety committee, biosafety manual, OH program, Info & Educt • COMPLIANCE ASSESSMENT • Audit, annual review, Incident & accident statistics

  25. PENANGGULANGAN BAHAYA BIOLOGI • MENGENAL BAHAYA-BAHAYA BIOLOGI YANG ADA DI TEMPAT KERJA • MENGHINDARI KONTAK LANGSUNG DENGAN SUMBER PENULAR • MELAKUKAN TINDAKAN ASEPSIS YANG BENAR • MENJAGA KEBERSIHAN DIRI • MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI YANG SESUAI

  26. ERGONOMI • Ilmu yang mempelajari kesesuaian antara manusia dengan sistem kerjannya. • Ilmu aplikasi untuk mendesain pekerjaan dan tempat kerja agar sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan tubuh manusia

  27. Faktor Risiko Ergonomi • Individu • Kapasitas Kerja Fisik • Umur • Fitness • Organisasi • Job context (rotasi kerja, upah, karir path, dll) • Job content (tingkat kesulitan pekerjaan, ketelitian, dll) • Pekerjaan • Posture • Durasi • Frekuensi • Beban objek (force)

  28. TUJUAN PENERAPAN ERGONOMI MENYESUAIKAN PEKERJAAN DENGAN KONDISI TUBUH MANUSIA UNTUK MENURUNKAN RISIKO YANG AKAN DIHADAPI Efek Kesehatan Ergonomi Work Musculosceletal Disorders Symptom

  29. MANFAAT PENERAPAN ERGONOMI • Mencegah cedera • Meningkatkan kualitas hidup • Meningkatkan kualitas kerja • Mengurangi kelelahan dan ketidak nyamanan kerja

  30. UPAYA • Menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan • Pengaturan suhu, cahaya, kelembaban, agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia

  31. HAZARD PENGORGANISASIAN PEKERJAAN • WAKTU • Long work hours (shift kerja) • Career Planning (jalur karir, kenaikan pangkat&jabatan) • Central Planning (Otonomi, Partisipasi Karyawan) • BEBAN PEKERJAAN • Jumlah & jenis pekerjaan • Karyawan tidak dibebani pekerjaan yang dia tidak bisa • Fasilitas yang memadai • Reward yang sesuai

  32. HAZARD BUDAYA KERJA • VALUE (Tata Nilai Perusahaan) • Kepemimpinan Otoriter vs Demokrasi • Profit Oriented • Kebersihan • NORMA (Peraturan atau kegiatan yang dikerjakan untuk mendukung Value)

  33. HAZARD BUDAYA KERJA (lanjutan…) • SUASANA KERJA/IKLIM (Iklim yang kondusif untuk bekerja) • Keterbukaan (friendly) • Tertutup • KERJA DALAM TEAM WORK • Karyawan yang individualistis akan sulit bekerja dalam tim • Adanya dukungan atasan dan rekan sekerja tim

  34. EFEK KESEHATAN Efek Kesehatan yang akan timbul dari Hazard Pengorganisasian Pekerjaan & Hazard Budaya Kerja adalah: WORK RELATED STRESS Pengendalian: • Kesepakatan • Saling menghargai, keterbukaan • Olah raga, rekreasi, dll

More Related