1 / 17

RAGAM ANALISIS ISI MEDIA

RAGAM ANALISIS ISI MEDIA. BENTUK-BENTUK ISI MEDIA. Isi Media. Iklan . News . Editorial . Surat Pembaca. Soft news Hard news. Iklan komersial Iklan layanan masyarakat. Isi Media. Teks . Bisa Diobservasi dan Dianalisis.

allan
Download Presentation

RAGAM ANALISIS ISI MEDIA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. RAGAM ANALISIS ISI MEDIA

  2. BENTUK-BENTUK ISI MEDIA Isi Media Iklan News Editorial Surat Pembaca • Soft news • Hard news • Iklan komersial • Iklan layanan masyarakat

  3. Isi Media Teks Bisa Diobservasi dan Dianalisis Lihat, misalnya, Stefan Titscher, Michael Mayer, Ruth Wodak, dan Eva Vetter, Metode Analisis Teks dan Wacana

  4. APAKAH TEKS ITU?

  5. DEFINISI TENTANG TEKS Teks sebagai sebuah “peristiwa komunikasi yang harus memenuhi beberapa syarat, yakni kohesi, koherensi, intensionalitas, akseptabilitas, informativitas, situasionalitas, intertekstualitas (de Beaugrande dan dressler, 1981)

  6. TUJUH KRITERIA TEKS Teks Kohesi Koherensi Intensionalitas Akseptabilitas Informativitas Situasionalitas Intertekstualiitas

  7. KOHESI: berkaitan dengan komponen dan permukaan tekstual, yakni keterhubungan “sintaksis teks”. Pemenuhan kaidah gramatical • KOHERENSI: menyusun makna sebuah teks. Mengacu pada unsur-unsur teks • INTENSIONALITAS: berhubungan dengan sikap dan tujuan produser teks

  8. AKSEPTABILITAS: cermin intensionalitas. Sebuah teks harus diakui oleh resipien dalam sebuah situasi tertentu INFORMATIVITAS: mengacu pada kuantitas informasi yang baru atau yang diharapkan dalam teks SITUASIONALITAS: konstelasi-pembicaraan dan situasi tuturan memainkan peran penting dalam pemroduksian teks INTERTEKSTUALITAS: teks berkait dengan wacana atau teks sebelumnya, dan adanya kriteria tertentu yang menghubungkan teks-teks lain dalam genre-genre atau jenis teks tertentu

  9. RAGAM ANALISIS TEKS MEDIA ANALISIS TEKS MEDIA Analisis Isi Kuantitatif Semiotik Wacana Framing

  10. ANALISIS ISI KUANTITATIF • Analisis isi merupakan suatu teknik penelitian untuk menguraikan isi komunikasi yang jelas secara objektif, sistematis, dan kuantitatif (Berelson, 1952) • Analisis isi merupakan sembarang teknik penelitian yang ditujukan untuk membuat kesimpulan dengan cara mengidentifikasi karakteristik tertentu pada pesan-pesan secara sistematis dan objektif (Holsti, 1968) • Data dalam analisis isi kuantitatif biasanya dianalisis untuk menggambarkan pola-pola khas atau karakteristik atau untuk mengidentifikasi hubungan diantara kualitas konsep yang dijelaskan (Riffe, Lacy, dan Fico, 2005: 3)

  11. SEMIOTIK Ilmu tentang tanda. Komunikasi dipandang sebagai pembangkitan makna dalam pesan-baik oleh penyampai maupun penerima. Tanda terdiri atas penanda dan petanda. Tanda sebagai objek fisik dengan sebuah makna. Penanda citra tanda seperti yang kita persepsi-tulisan di atas kerta. Petanda konsep mental yang diacukan petanda (Fiske, 2007)

  12. ANALISIS WACANA Wacana merupakan bentuk praktik sosial yang mereproduksi dan mengubah pengetahuan, identitas, dan hubungan sosial yang mencakup hubungan kekuasaan dan sekaligus dibentuk oleh struktur dan praktik sosial yang lain (Fairclough, 1995) The main focus of critical discourse analysis in on language, it is not concerned with language alone. It also examine the context of communication: who is coomunicating with whom and why, in what condition of society and situation, through what medium; how different types of communication envolved, and their relationship to each other (Cook, dalam Munawar Syamsuddin, 2008: 5)

  13. ANALISIS FRAMING • Analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimana realitas (aktor, kelompok, peristiwa, dll) dibingkai oleh media (Eriyanto, 2002: 3) • The idea of “news frames” refers to intepretive structures that journalist uses to set particular events within their broader context…The essence of framing is selection to prioritize some facts, images, or developments of others, thereby unconsciously promoting one particular intepretation of events (Pipa Norris, Kem, dan Just, 2003: 10-11)

  14. DUAL ASPEK FRAMING • Didasarkan pada Asumsi/Perspektif • Ada penekanan/ penghilangan • Ada yang dipilih/dibuang Pemilihan Fakta Aspek-Aspek Framing • Bagaimana realitas/berita disajikan • Proses penyajian dilakukan dengan menggunakan kata, kalimat, foto/gabar, dll Penulisan Fakta

  15. Analisis Teks: Contoh Kasus • Berita tentang Golput • Sejumlah masyarakat yang mempunyai hak pilih tidak sependapat dengan perkiraan pada pemilu 9 April mendatang golput akan meningkat. Warga ibu kota yang mempunyai hak pilih di kampung halaman sebenarnya mempunyai keinginan untuk menggunakan hak pilihnya nanti. Namun, karena keterbatasan ekonomi mereka tidak ingin disebut golput. Maharu, salah seorang warga pendatang yang mencari nafkah di ibukota itu, sangat berharap pemerintah menyiapkan sarana transportasi untuk masyarakat yang ingin menggunakan hak pilihnya di kampung halaman.

  16. Analisis teks • Representasi • Anak kalimat ---------keterbatasan ekonomi untuk menggambarkan miskin; mencari nafkah untuk menggantikan kata tukang parkir, gepeng, pedagang asongan, dll • Rangkaian anak kalimat----kalimat bantahan ditempatkan di awal sehingga makna yang muncul adalah golput naik adalah keliru • Relasi • Ada tiga partisipan dalam dalam teks, pemerintah, sebagian masyarakat, dan wartawan. Di sini, persoalan tidak bisa mencontreng lebih ditempatkan dalam relasi antara masyarakat dengan pemerintah

  17. Analisis teks • Identitas • Wartawan mengidentifikasi dirinya ke dalam orang-orang atau kelompok yang tidak sepakat naiknya golput

More Related