1 / 15

PENGGOLONGAN & ASSESSMENT PERILAKU ABNORMAL

PENGGOLONGAN & ASSESSMENT PERILAKU ABNORMAL. PSIKOLOGI ABNORMAL. SEJARAH PENGGOLONGAN. Hippocrates : penggolongan perilaku abnormal atas dasar teori cairan tubuh Emil Kraepelin : penggolongan atas dasar simptom atau karakteristik pembeda.

alina
Download Presentation

PENGGOLONGAN & ASSESSMENT PERILAKU ABNORMAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGGOLONGAN & ASSESSMENT PERILAKU ABNORMAL PSIKOLOGI ABNORMAL

  2. SEJARAH PENGGOLONGAN • Hippocrates : penggolongan perilaku abnormal atas dasar teori cairan tubuh • Emil Kraepelin : penggolongan atas dasar simptom atau karakteristik pembeda. • DSM : Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders I-IV th 2000 TR (American Psychiatric Association) • PPDGJ : Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa I-III (1993)

  3. DSM IV • Sistem klasifikasi gangguan mental yang paling luas diterima • Menggunakan kriteria diagnostik spesifik untuk mengelompokkan pola-pola perilaku abnormal yang mempunyai ciri-ciri klinisyang sama dan suatu sistem evaluasi yang multiaksial • Menguraikan ciri-ciri diagnostik/simptom-simptom perilaku abnormal tetapi tidak berusaha menjelaskan sebabnya.

  4. CIRI-CIRI DSM IV • Menggunakan kriteria diagnostik yang spesifik: ciri-ciri essensial dan ciri-ciri asosiatif • Pola perilaku abnormal yang mempunyai ciri-ciri klinis sama dikelompokkan menjadi satu • Sistem bersifat multiaksial

  5. PPDGJ III • KONSEP GANGGUAN JIWA : • Sindrom atau pola perilaku atau psikologis seseorang, yang secara klinik cukup bermakna dan yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau ketidakmampuan di dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia. • Disfungsi itu adalah disfungsi dalam segi perilaku, psikologis atau biologis dan gangguan tsb tidak semata-mata terletak dalam hubungan individu tersebut dengan masyarakat.

  6. KONSEP GANGGUAN JIWA • Adanya gejala klinis yg bermakna berupa sindrom atau pola perilaku dan sindrom atau pola psikologis • Gejala klinis tsb menimbulkan penderitaan (distress) : tidak nyaman, nyeri, tidak tentram, terganggu, disfungsi organ tubuh. • Gejala klinis tsb menimbulkan disabilitas dalam aktivitas kehiupan sehari-hari yg biasa dan diperlukan untuk perawatan diri dan kelangsungan hidup

  7. PROSES DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA • Anamnesis : alasan berobat, riwayat gangguan sekarang, riwayat gangguan dahulu, riwayat perkembangan diri, latar belakang sosial, keluarga, pendidikan, perkawinan, pekerjaan, dsb. • Pemeriksaan : fisik-diagnostik, status mentalis, laboratorium, radiologi, evaluasi psikologis, dll. • Diagnosis : multiaksial • Terapi : farmakoterapi, psikoterapi, terapi sosial, terapi okupasional, dll • Tindak lanjut : Evaluasi terapi, evaluasi diagnosis

  8. URUTAN HIERARKI BLOK DIAGNOSIS • Gangguan mental organik & simptomatik • Gangguan mental & perilaku akibat zat psikoaktif. • Skizofrenia, gangguan skizotipal & gangguan waham • Gangguan mood/afeksi • Gangguan neurotik, gangguan somatoform dan gangguan stress • Sindrom perilaku yg behubungan dengan gangguan fisiologis & faktor fisik • Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa • Retardasi mental • Gangguan perkembangan psikologis • Gangguan perilaku & emosional dgn onset masa kanak & remaja • Kondisi lain yg menjadi fokus perhatian klinis

  9. DIAGNOSIS MULTI AKSIAL • AKSIS I : Gangguan klinis • Kondisi lain yang menjadi fokus perhatian • klinis • AKSIS II : Gangguan kepribadian • Retardasi mental • AKSIS III : Kondisi medik umum • AKSIS IV : Masalah psikososial & lingkungan • AKSIS V : Penilaian fungsi secara global

  10. TUJUAN DIAGNOSIS MULTIAKSIAL • Mencakup informasi yg komprehensif sehingga dapat membantu dalam perencanaan terapi dan prediksi prognosis • Format yang mudah dan sistematis sehingga dapat membantu dalam menata mengkomunikasikan informasi klinis, menangkap kompleksitas situasi klinis, menggambarkan heterogenitas individual dg diagnosis klinis yg sama. • Memacu penggunaan model bio-psiko-sosial dalam klinis, pendidikan dan penelitian.

  11. SINDROM TERKAIT BUDAYA • Amok : Bagian tenggara Asia, pulau-pulau Pasifik, budaya tradisional Puerto Rico dan Navajo • Ataque de nervios : Amerika Latin dan Mediterania Latin • Sindrom dhat : India • Pingsan : AS bagian selatan dan Karibia • Ghost sickness : Indian Amerika • Koro : Cina, Asia Selatan, Asia Timur • Zar : Afrika utara dan Timur Tengah • Taijin-kyofu-so : Jepang

  12. ASSESSMENT PERILAKU ABNORMAL

  13. HAL PENTING DALAM ASSESSMENT • Faktor etnik dan sosiokultural • Validitas • Reliabilitas • Metode

  14. METODE ASSESSMENT • Wawancara klinis : tidak terstruktur, semiterstruktur, terstruktur • Tes Psikologis : Tes inteligensi, tes kepribadian projektif, Inventori kepribadian • Assessment neuropsikologis : H-RNB, LNTB • Behavioral assessment : wawancara behavioral, self-monitoring, analog, observasi langsung, skala penilaian perilaku • Assessment kognitif : catatan pemikiran, buku harian, ATQ, DAS • Assessment fisiologis : EEG, CT-scan, PET,

  15. Referensi :PSIKOLOGI ABNORMAL (Nevid, dkk)PPDGJ III www.animationfactory.com

More Related