Download
hakekat manusia sebagai makhluk individu sosial dan religius n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Rangkuman Materi Perkuliahan ISBD power point PowerPoint Presentation
Download Presentation
Rangkuman Materi Perkuliahan ISBD power point

Rangkuman Materi Perkuliahan ISBD power point

2333 Views Download Presentation
Download Presentation

Rangkuman Materi Perkuliahan ISBD power point

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. HAKEKAT MANUSIA(SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU, SOSIAL, DAN RELIGIUS A. Manusia sebagai Makhluk Individu Dalam Al Qur’an ada beberapa istilah untuk menamai manusia, yaitu: 1. Manusia sebagai al-Basyar nafsu hewani 2. Manusia sebagai Bani Adam tanpa pandang bulu 3. Manusia sebagai Al-insan mampu berpikir, berinovasi, dan kreatip 4. Manusia sebagai An-nas warganegara yang punya andil, ikut berpartisipasi 5. Manusia sebagai al-insu beribadah 6. Manusia sebagai ‘abdu hamba, mengabdi pada Allah 7. Manusia sebagai kholifah pemimpin di bumi

  2. Setiap orang secara biologis & sosiologis berbeda satu dengan yang lainnya Secara biologis (person-centered perspective) genetika, sistem syaraf, dan sistem hormonal, mis. tingkat kecerdasan, kemampuan sensasi, reaksi terhadap sesuatu, dan lain-lain. Secara sosiologis (situation centered perspective)  meliputi: emosi, kepercayaan, kebiasaan, dan kemauan.

  3. MenurutJalaludinRakhmatemositakselamanyanegatip, bahkanemosi memilikifungsisebagaiberikut: 1. sebagaipembangkitenergihidup, yang berartimerasa, mengalami, bereaksi, danbertindak. Misalnya: marahmenggerakkanuntuk menyerang, cintamendoronguntukmendekat, takutmendoronguntuk menjauh. 2. sebagaipembawainformasi, mis. sedih, gembira/ senang 3. sebagaipembawapesan, mis. Orator dapatpengaruhiemosiaudiens 4. sebagaisumberinformasi, mis. Senimansedangmencariinspirasi, anakmuda yang sedangmembayangkankekasihnya, dansebagainya.

  4. B.Manusia sebagai Makhluk Sosial Sejak lahir manusia sudah berhubungan dengan orang lain (minimal keluarga). Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya, dan tak mungkin dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Sesuai dengan kodratnya manusia selalu ingin berteman & mencari teman akrab (baca: BOLO). Sejak kecil bergaul dengan keluarga, teman bermain. Setelah remaja/ pemuda butuh teman pergaulan. Ketika sekolah/ kuliah butuh teman untuk curhat. Setelah bekerja butuh patner, mitra/ kolega, dan seterusnya…..

  5. C.ManusiasebagaiMakhlukReligius ManusiasejakdulusudahmempercayaiadanyaTuhan yang mengaturalamsemesta. OrangYunanikunomempercayaiadanyabanyakTuhan (politeisme), Venus adalahTuhan/ Dewakecantikan, Mars adalahDewapeperangan, Minerva adalahDewakekayaan, danApolo adalahDewaMatahari/ Dewatertinggi. Orang Hindu jugamempercayaibanyakDewa.

  6. DiutusnyaNabi Muhammad SAWuntukmeluruskankeyakinanitudenganmembawaajaranTauhid. “Kamitidakmengutusseorangrosul pun sebelumkamukecualiKamiwahyukankeyakinanbahwatidakadaTuhanselainAku, makasembahlahAku”. ù$  Dan kamitidakmengutusseorangrasulpunsebelumkamumelainkankamiwahyukankepadanya: "BahwasanyatidakadaTuhan (yang hak) melainkanAku, makasembahlaholehmusekalianakanAku"(QS Al-Anbiya’: 25).

  7. Sesuaidenganfitrahdansifatnyamanusiasebagaimakhlukreligius, jiwamanusiamembutuhkanaqidahtauhid. Prinsipaqidahtauhidiniharusdipelihara, diasahdandiasuh. Jikamanusiatelahmenganutaqidahtauhidinidengansebenar-benarnya, makaakanlahirberbagaiaktivitas yang kesemuanyamerupakanibadahkepadaAllah SWTbaikdalamartisempitmaupunibadahdalamartiluas. ------- oo0oo -------

  8. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERBUDAYA 1. Fungsi akal budi manusia Akal adalah daya atau kesanggupan jiwa yang dimiliki manusia untuk memahami berbagai aspek dalam kehidupan dan menentukan reaksi dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Menurut pandangan Islam akal adalah kekuatan yang diberikan oleh Allah SWT yang diberikan kepada manusia untuk mengetahui hakekat sesuatu, mencegah diri dari perbuatan jahat dan memberdayakan alam semesta dengan potensi yang dimilikinya. Akal hanya bisa menjangkau yang sifatnya lahiriah, dan tak bisa menjawab non materi (mis. alam ghaib) maka manusia butuh agama untuk menjawabnya. Manusia adalah makhluk berakal yang dapat mempergunakan daya pikirnya untuk memahami berbagai aspek dalam kehidupannya dan menentukan reaksinya. Budi adalah: a. Daya kemampuan jiwa untuk berpikir dan berkreasi b. Keadaan watak yang baik c. Kebaikan

  9. Budi pekerti menggambarkan sikap batin yang dalam wawasan keagamaan dikenal dengan akhlaqul karimah, dan budi pekerti merupakan akumulasi dari cipta, rasa, dan karsa yang diaktualisasikan ke dalam sikap, kata-kata & peri laku. Akal dan budi jika dibingkai dengan agama insya Allah dapat mengantarkan kebahagiaan dalam hidup (dunia & akhirat). 2. Pengertian Budaya dan Kebudayaan Budaya  daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa. Kebudayaan  hasil dari cipta, rasa, dan karsa. Dari sini berkembanglah arti culture sebagai “daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.

  10. Menurut Koentjaraningrat kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu: a. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide/ gagasan, nilai/ norma, aturan. b. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dan masyarakat. c. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Adapun unsur-unsur universal kebudayaan adalah sbb: 1) sistem religi dan upacara keagamaan 2) sistem organisasi kemasyarakatan 3) sistem pengetahuan 4) bahasa 5) kesenian, dan 6) sistem mata pencaharian hidup.

  11. 3. Manusia sebagai Pencipta kebudayaan Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk tertinggi, tetapi jika tidak amanah akan dibalik menjadi makhluk yang paling rendah kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Tiin: 4-5  Cari & telaah sendiri!! Manusia dilengkapi dengan akal untuk berpikir dan berbuat. Dengan akal manusia dapat menciptakan kebudayaan. Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia.

  12. Menurut Bainar, Rahman dan Anwar membagi kebudayaan dalam dua hal, yaitu: a. Kebudayaan bersahaja  cara berpikir dalam segala segi kehidupan bergantung pada alam, statis, terisolir, kolot, ortodoks. b. Kebudayaan modern  kebudayaan yang benar-benar baru, bercirikan hubungan yang ramai, bergantung pada ilmu & teknik, bersifat progresip. Tipe sosial-budaya menurut Koentjaraningrat: 1. Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang amat sederhana, keladi & ubi jalar sebagai tanaman pokok, desa terpencil tanpa differensiasi. 2. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang/ sawah dengan padi sebagai tanaman pokok. Sistem kemasyarakatan tani dengan differensiasi & stratifikasi yang sedang, dan masyarakat kota sebagai arah orientasinya.

  13. 3. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang/ sawah dengan padi sebagai tanaman pokoknya, masyarakat kota/ peradaban pegawai mempengaruhi pemikiran masyarakat pedesaan. 4. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang/ sawah dengan padi sebagai tanaman pokoknya. Sistem kemasyarakatan dengan differensiasi & stratifikasi sosial yang agak kompleks. Masyarakat kota menjadi arah orientasinya untuk mewujudkan suatu peradaban kepegawaian yang dibawa oleh pemerintah kolonial. 5. Tipe masyarakat kekotaan yang mempunyai ciri pusat pemerintahan dengan sektor perdagangan dan industri yang lemah. 6. Tipe masyarakat metropolitan, mengembangkan sektor perdagangan dan industri, didominasi oleh aktivitas kehidupan pemerintahan, sektor kepegawaian yang luas, dan kesibukan politik.

  14. 4. Memanusiakan manusia Manusia akan menjadi manusia sejati jika berhubungan dengan manusia, artinya manusia itu hebat seperti apapun kalau tidak hidup dengan sesama manusia tak akan dapat berkembang. Hal tersebut merupakan ciri sebagai makhluk sosial, untuk itu harus tertanam kebersamaan, saling menghargai, saling menghormati, saling membantu, dsb. Dengan kata lain antar manusia satu dengan yang lainnya harus saling membudayakan sifat “memanusiakan manusia”. Ilmu komunikasi merupakan faktor yang sangat penting karena akan mempengaruhi (1) produksi pesan, (2) tingkat umpan balik, dan (3) efek yang mungkin terjadi.

  15. Manusia dalam hidupnya, perilakunya kadang memperturutkan hawa nafsu dan sifat kebinatangannya. Padahal manusia sebagai makhluk yang berbudaya mestinya berperi laku yang bermanfaat, dan senantiasa memperhatikan kaidah-kaidah kemanusiaan. Berkaitan dengan memanusiakan manusia ini Prasetyo dkk (1998: 6) meliputi 8 hal, yaitu: a. manusia & cinta kasih, b. manusia & keindahan, c. manusia & penderitaan, d. manusia & keadilan, e. manusia & pandangan hidup, f. manusia & pengabdian, g. manusia & kegelisahan, dan h. manusia & harapan.

  16. Sedangkan Soelaiman (2005: 69-117) memanusiakan manusia meliputi: a. manusia & cinta kasih, b. manusia & keindahan, c. manusia & penderitaan, d. manusia & keadilan, e. manusia & pandangan hidup, f. manusia & tanggung jawab, g. manusia & kegelisahan, h. manusia & harapan, i. manusia & pengabdian, j. manusia & keyakinan, dan k. manusia & kematian. Penjelasannya Cari sendiriii !!! 5. Proses pembudayaan Kebudayaan sangat terkait dengan pengertian “The Humanities” yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus  maka masalah kebudayaan selalu berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

  17. Proses pembudayaan terjadi melalui sosialisasi, difusi, akulturasi, dan asimilasi. Sosialisasi: proses yang harus dilalui manusia untuk memperoleh nilai-nilai dan pengetahuan mengenai kelompoknya, dan belajar mengenai peran sosialnya yang cocok dengan kedudukannya. Difusi: penyebaran adat atau kebiasaan dari kebudayaan satu ke kebudayaan yang lain. Sering disebut peniruan kebudayaan. Akulturasi: perubahan yang terjadi sebagai akibat dari kontak antar kebudayaan yang berlangsung secara intensip. Asimilasi: proses penyesuaian golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan tertentu ke dalam golongan lain dengan kebudayaan yang berbeda, sehingga sifat khas dan identitas kebudayaan golongan pertama lambat laun hilang.

  18. 6. Perubahan kebudayaan Masyarakat dan kebudayaan di manapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitip yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya. Masyarakat di manapun akan mengalami perubahan. Menurut Soelaiman (2005: 45) terjadinya perubahan disebabkan oleh: a. Sebab yang berasal dari masyarakat dan kebudayan sendiri, mis. perubahan jumlah dan komposisi penduduk. b. Sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur HUMAS dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah secara lebih cepat.

  19. Proses perubahan kebudayaan menurut Bainar dkk (2006: 37-38) 1. Meminjam dari kebudayaan lainnya 2. Menciptakan cara (invention) 3. Penemuan (discovery) 4. Meninggalkan pola kebudayaan lama

  20. Menurut Soelaiman (2005: 46-47) faktor yang mempengaruhi kebudayan: 1. Terbiasanya masyarakat memiliki hubungan dengan kebudayaan dan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut. 2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai agama, dan terjalin erat dengan pranata yang ada. 3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. 4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur- unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya kebudayaan baru tsb. 5. Jika unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

  21. MANUSIA DAN PERADABAN A. Tinjuan Singkat Peradaban Manusia Banyak warga dunia yang punya perhatian bahwa 2 Desember adalah hari yang memiliki nilai historis penting, yaitu sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan. Pada tahun 1949 resolusi Majelis Umum PBB No. 317 (IV) mengadopsi Konvensi PBB untuk memberantas Perdagangan Manusia dan Eksploitasi untuk Melacurkan Orang Lain. Konvensi ini mengutuk perdagangan manusia (trafficking).

  22. Mengapa sampai abad 21 yang kehidupan manusia sudah sedemikian canggih masih ada eksploitasi/ perbudakan? Di satu pihak justru keunggulan teknologi dijadikan alat untuk memperbudak dan menindas manusia lain yang lemah dan tak berdaya baik secara kebudayaan, intelektual maupun politik dan ekonomi. Sejarah imperialisme dan kolonialisme Barat sampai sejarah revolusi industri menyimpan perbudakan nama kemajuan globalisasi dan modernisasi. Ternyata dunia yang memiliki prestasi kemajuan, telah merampas hak-hak kemanusiaan yang dikaruniakan Tuhan kepada seluruh ummat manusia tanpa ada perbedaan.

  23. Jadi semakin maju tingkat IPTEK semakin canggih pula modus operandi untuk menindas dan merperbudak sesamanya khususnya yang lemah. Mereka yang pintar merperbudak yang bodoh, mereka yang kaya merperbudak yang miskin, mereka yang berkuasa merperbudak rakyatnya, dan semuanya berlindung di balik industri. Kecanggihan metodologi perbudakan modern atau bentuk-bentuk perbudakan kontemporer harusnya disadari oleh masyarakat dunia sebagai problem yang serius.

  24. Sejarah imperialisme dan kolonialisme Barat, sejarah kerajaan kuno, sejarah perang dunia, sampai sejarah revolusi industri pun semuanya menyimpan tumbal yang bernama perbudakan. Kata kunci penghapusan perbudakan adalah keadilan, baik keadilan ekonomi, politik, dsb. Juga keadilan antara hak dan kewajiban agar tercipta keseimbangan dan keharmonisan antar warga masyarakat. Dalam konteks filosofis perbudakan itu hilang ketika terjadi harmoni dan humanisasi antara pemerintah dengan rakyat, antara raja dengan kawula, antara majikan dengan buruh, antara ulama dengan ummat, dsb. Kedua unsur tersebut sama-sama memahami posisi masing-masing dan saling memanusiakan. Tak ada yang berposisi sebagai sobyek dan obyek. Keduanya saling berdialog untuk mewujudkan keharmonisan dan keselarasan hidup bersama.

  25. B. PeradabanManusiadanSejarahMonotheisme Peradabanmanusialahirdariadanyakepercayaanterhadap Sang PenciptaduniayaituTuhan YME dengansegalamanifestasinyasesuaidengantingkatperadabanmanusia yang mempercayainya. TimbulnyaperadabanditanahJawaberasaldariBatara Guru inginmembuatmanusiasebagaipenghuniPulauJawa. UntukitubeliaumemerintahkanBatara Brahma & BataraWisnuuntukmenciptakanmanusia. Merekamenciptakanmanusiadaritanah yang dikepal-kepallaludibentukmanusiaberdasarkanrupadewa. Brahma menciptakanmanusialaki-lakidanWisnumenciptakanmanusiaperempuan, kemudiankeduamanusiaciptaanparadewatersebutdipertemukandanmerekahidupsalingmengasihi.

  26. Sedang di belahan bumi lain yaitu di Timur Tengah berkembangnya peradaban manusia berawal dari kepercayaan monotheisme. Sejak diutusnya Nabi Adam sebagai penghuni bumi sampai pada peradaban manusia berdasarkan wahyu dari Tuhan seperti peradaban manusia yang dikembangkan oleh Nabi Adam & Nabi Musa di bumi Allah ini. Para pakar ilmu pengetahuan mengadakan penelitian tentang kapan mulai ada peradaban manusia dengan cara membuktikan kisah-kisah yang ada dalam Al-Kitab maupun Al-Qur’an sehingga penemuannya merupakan pembenaran adanya kehidupan manusia pada jaman itu.

  27. Firman Allah dalam QS Al-Baqoroh: 30 “Wa idz qoola robbuka lil malaikati inni ja’ilun fil ardhi kholifah, qooluu ataj’alu fiiha wa nahnu nusabbihu wa nuqoddisulak, qoola inni a’lamu maa laa ta’lamun”. Maksudnya kurang lebih “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku (Allah) akan membuat manusia di bumi sebagai kholifah, para Malaikat pada menjawab: bukankah jika Engkau membuat manusia pasti mereka akan mengalirkan darah? Allah menjawab: Aku lebih tahu terhadap apa-apa yang tidak kamu ketahui”.

  28. MASALAH SOSIAL A. Pengertian Masalah Sosial dan Penyebabnya Masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang membahayakan kehidupan kelompok sosial, atau menghambat terpenuhinya keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut hingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Masalah sosial pada dasarnya menyangkut nilai sosial & moral. Haltersebut menjadi masalah karena menyangkut tata kelakuan immoral/ berlawanan dengan hukum & bersifat merusak. Secara umum faktor yang menyebabkan terjadinya masalah sosial adalah faktor ekonomi, biologis, psikologis, dan faktor kebudayaan.

  29. Faktor ekonomi berhubungan dengan masalah kemiskinan & pengangguran. Faktor biologis berhubungan dengan penyakit & kesehatan. Faktor psikologis berhubungan dengan bunuh diri & disorganisasi jiwa. Sedang faktor kebudayaan berhubungan dengan masalah perceraian, kejahatan, kenakalan anak, konflik rasial & keagamaan. Mungkin satu masalah disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus. Klasifikasi yang lain, masalah sosial disebabkan oleh warisan phisik, warisan biologis, warisan sosial, dan kebijaksanaan sosial. Kategori pertama misalnya, pengurangan/ pembatasan sumber alam. Kategori kedua mencakup persoalan penduduk misalnya: imigrasi, pembatasan kelahiran, bertambah/ berkurangnya penduduk. Faktor psikologis di antaranya depresi. Faktor sosial di antaranya politik, pelaksanaan hukum, kesehatan masyarakat. Faktor kebijaksanaan sosial, misalnya: perencanaan ekonomi, perencanaan sosial.

  30. B. Beberapa Masalah Sosial 1. Kemiskinan Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok, dan juga tak mampu memanfaatkan tenaga, mental & phisiknya dalam kelompok tersebut. Pada masyarakat tradisional kemiskinan belum dianggap sebagai masalah, tetapi dalam masyarakat modern, kemiskinan menjadi masalah sosial. Mereka merasa harta yang dimilikinya tak mencukupi taraf kehidupan yang ada. Masalah lain misalnya yang urbanisasi ke kota besar, tapi gagal memperoleh pekerjaan, sehingga menimbulkan tuna karya, tuna susila, tuna wisma, dsb.

  31. 2. Kejahatan Tinggi rendahnya angka kejahatan berkaitan erat dengan bentuk-bentuk & organisasi sosial yang ada, mis. gerak sosial, persaingan, ideologi, agama, ekonomi, dsb. Proses untuk menjadi jahat melalui: imitasi, identifikasi, kompensasi, frustrasi, stress, kekecewaan yang agresip, dll. Untuk mengatasi masalah kejahatan dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu: represip dan preventip.

  32. Rehabilitasi  1. menciptakan sistem & program yang bertujuan menghukum orang jahat, mis. hukuman bersyarat, hukuman kurungan, hukuman penjara. 2. lebih menekankan pada usaha agar penjahat dapat berubah menjadi orang biasa/ baik. Oleh karena itu selama menjalani hukuman lebih diarahkan memiliki ketrampilan, konsultasi psikologis, dan konsultasi religius. Kejahatan yang sekarang perlu mendapat perhatian adalah white- collar crime. Kejahatan ini memang sulit untuk dibuktikan karena menyangkut pejabat dan “orang kuat” dan mungkin antar negara serta peraturan negara satu dengan yang lain tak saling mendukung.

  33. 3. Disorganisasi Keluarga Adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit, karena sebagian anggotanya gagal memenuhi kewajiban sesuai dengan peran sosialnya. Mis. suami gagal memenuhi kewajibannya dalam memenuhi kebutuhan primer, perselingkuhan/ ada orang ketiga, dst. Dalam masyarakat modern disorganisasi keluarga dapat disebabkan antara lain: konflik peran sosial atas dasar perbedaan sosial-ekonomi, ras, pendidikan, agama, budaya, warisan sosial. .

  34. Bentuk-bentuk disorganisasi keluarga misalnya: a. unit keluarga yang tak lengkap b. putusnya perkawinan karena perceraian, pisah ranjang c. komunikasi antar keluarga yang tak baik d. krisis keluarga, mis. salah satu anggota keluarga meninggalkan kewajibannya, dan e. faktor intern, mis. terganggunya keseimbangan jiwa salah satu anggota keluarga 4. Masalah Kependudukan Penduduk pada hakekatnya merupakan sumber daya yang sangat penting bagi suatu negara dalam pembangunan. Negara mempunyai tanggung jawab meningkatkan kesejahteraan masyarakat & mencegah terjadinya gangguan kesejahteraan tsb. Pembangunan ekonomi & peningkatan kesejahteraan harus disertai dengan pengaturan pertumbuhan jumlah penduduk.

  35. Masalah lain yang mendesak di Indonesia adalah penyebaran penduduk yang tak merata. Sebagian besar tinggal di P. Jawa dan terkonsentrasi di kota-kota besar. Dengan penyebaran penduduk yang tak merata sehingga potensi yang dimiliki bangsa Indonesia belum bisa dioptimalkan pemanfaatannya. 5.Masalah Lingkungan Hidup Lingkungan hidup yang dimaksudkan di sini adalah lingkungan di mana manusia tinggal, yaitu lingkungan phisik, lingkungan biologis, dan lingkungan sosial. Lingkungan phisik, biologis, dan sosial senantiasa mengalami perubahan.

  36. Lingkungan di mana seseorang tinggal juga berbeda, baik lingkungan perkotaan, pedesaan, pantai, pegunungan, industri dsb. Tentu saja lingkungan tersebut tak semuanya terjadi secara kebetulan, campur tangan manusia sangat menentukan terjadinya lingkungan tersebut, untuk itu harus dijaga keseimbangannya. Seiring dengan berkembangnya industri di Indonesia, masalah lingkungan hidup semakin banyak & kompleks. Pencemaran lingkungan merupakan isu yang penting dalam kaitannya dengan masalah lingkungan hidup. Semula diduga pencemar lingkunggan hanya terdiri dari bahan yang relatip baru, mis. plastik, kaleng dll, tetapi ternyata pencemaran lingkungan terjadi jika peri laku manusia & perbuatan yang tak memperhitungkan akibat dari peri laku & perbuatannya.

  37. 6. Birokrasi Birokrasi dimaksudkan untuk kebaikan, untuk menggerakkan sumber daya dengan teratur & terus-menerus, untuk mencapai tujuan tertentu. Yang menjadi persoalan apakah birokrasi itu dalam prakteknya memperlancar/ menghambat berputarnya roda pemerintahan/ organisasi. Dalam praktek banyak birokrasi yang justru menghambat roda pemerintahan/ organisasi, yang berarti hal tersebut menyimpang dari tujuannya. Di samping adanya aturan yang ketat, perlu adanya disiplin kerja dalam menjalankan pekerjaan sebagaimana yang telah ditentukan. Jika tak didukung kualitas sumber daya manusia & hubungan antar individu yang baik, birokrasi malah akan menjadi masalah sosial. Birokrasi bukannya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada, tetapi dimanfaatkan untuk kepentingan lain, yaitu kepentingan individu/ kelompok.

  38. 7. Pelacuran Pelacuran menjadi masalah besar terutama terhadap moral. Penyebab terjadinya pelacuran dapat dilihat dari faktor individu maupun faktor lingkungan. Faktor individu, mis. nafsu sex yang besar, sifat malas, keinginan hidup enak tanpa kerja keras, dll. Faktor lingkungan, mis. urbanisasi yang tak terencana, masalah ekonomi, perencanaan perumahan yang tak sehat. Pelacuran terjadi tak lepas dari adanya konflik mental, situasi hidup yang tak menguntungkan (ex.masa kanak-kanak kurang bahagia, pola asuh yang salah). Upaya-upaya untuk mencegah pelacuran harus dilakukan berdasarkan pada penyebabnya. 8. Delinkuensi Anak Delinkuensi anak merupakan tingkah laku anak yang tergabung dalam kelompok baik formal/ non formal yang kurang/ tak disukai masyarakat. Jenis delinkuensi anak sangat beragam, dari pemalakan, pencurian, perampasan, pencopetan, pelanggaran LALIN, geng motor, “pacaran”, mabok-mabokan, dan lain-lain.

  39. Masa remaja dikatakan sebagai masa kritis, masa berbahaya, karena pada masa itu anak meninggalkan masa kanak-kanaknya dan menuju ke arah kedewasaan (sebut saja masa transisi). Dikatakan masa krisis karena anak belum memiliki pegangan yang kuat, labil, pencarian jati diri, kepribadiannya sedang mengalami pembentukan sehingga perlu bimbingan ORTU/ gurunya. 9. Alkoholisme Dalam beberapa kasus minum alkohol bagi masyarakat bukan merupakan masalah, bahkan merupakan salah satu bagian dalam acara ritual atau adat istiadat. Dari segi agama apapun alkohol jelas dilarang oleh agama, karena walaupun ada manfaatnya, madhorotnya jauh lebih besar. Dari segi kesehatan tak ada manfaat, dan justru merusak kesehatan. Dari segi sosial orang yang mabuk mengakibatkan terganggunya hubungan sosial dalam keluarga/ masyarakat. Oleh karena itu sudah saatnya Pemerintah melarang beredarnya minuman beralkohol secara bebas.

  40. 10. Homoseksual Homoseksual & lesbian secara umum sampai saat ini dianggap perilaku menyimpang. Mereka menderita konflik batiniah yang menyangkut identitas diri yang bertentangan dengan identitas sosial, sehingga ada kecenderungan untuk mengubah karakteristik sosialnya. Dari kacamata agama (baca: Islam) homoseksual & lesbian dilaknat oleh agama. 11. Peperangan Peperangan/ tawuran mengakibatkan disorganisasi dalam pelbagai aspek kemasyarakatan. Tawuran antar kelompok sering disebabkan oleh masalah-masalah sepele dan tak berarti. Hal ini bisa terjadi karena adanya kesetiakawanan sosial yang sempit/ keliru, identitas yang sempit.

  41. C. Pemecahan Sosial Pelbagai analisis dan metode bisa saja diterapkan, tetapi tentu saja setiap masalah sosial perlu dicarikan analisis & metode yang tepat. Kesulitan yang lain pemecahan masalah sosial tak ada rumus yang baku, dan hasil pemecahan masalah sosial tersebut tak segera diketahui & perlu waktu yang cukup lama. Metode pemecahan sosial pada dasarnya ada dua hal, yaitu preventip dan represip. Metode preventif lebih sulit, karena suatu hal dapat dikatakan sebagai masalah sosial harus berdasarkan penelitian yang mendalam tentang sebab-sebab terjadinya masalah sosial. Metode represif digunakan setelah ada gejala di mana sudah dipastikan sebagai masalah sosial. Metode represip tak semata-mata melihat aspek sosial saja, tetapi lebih mempertimbangkan aspek-aspek lain yang berkembang saat itu, artinya harus bersifat interdisipliner.

  42. D. Perencanaan Sosial Perencanaan sosial harus memperhatikan bagaimana kebudayaan berkembang dari yang tradisional ke tarap yang lebih modern, yang dikenal masyarakat industri, peradaban kota dsb. Di samping itu memahami hubungan antar manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antar golongan dalam masyarakat, dan pengaruh IPTEK serta perkembangan masyarakat & budayanya. Perencanaan sosial bertujuan untuk mengatasi keterbelakangan budaya.

  43. Perencanaan sosial akan efektip jika memenuhi persyaratan sbb: 1. Adanya unsur modern dalam masyarakat yang mencakup sistem ekonomi, urbanisasi yang teratur, IPTEK, dan sistem administrasi yang baik 2. Adanya sistem pengumpulan keterangan & analisis yang baik 3. Terdapatnya sikap politik yang baik 4. Adanya pimpinan ekonomis dan politik yang progresip.

  44. PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN A. Proses Perubahan Sosial Perubahan sosial sangat erat hubungannya dengan perubahan kebudayaan. Masyarakat dan kebudayaan selalu dalam keadaan berubah. Pada masyarakat primitip dan hidup jauh terisolasi dari masyarakat lain akan terjadi perubahan yang lambat, sedangkan untuk masyarakat yang hidupnya tak terisolasi maka cenderung untuk berubah secara lebih cepat.

  45. Sekolah sebagai agen perubahan harus selalu siap untuk berperan melaksanakan fungsinya di dalam situasi kerja, karena perubahan itu sendiri diperlukan sebagai alat dalam rangka pemecahan masalah ke arah yang lebih baik. Perubahan dapat terjadi dalam bentuk perubahan yang direncanakan, yaitu perubahan sebagai hasil usaha atau rekayasa khusus, berasal dari internal organisasi maupun dari pengaruh lingkungan. Peranan sekolah yang diharapkan sebagai agen perubahan adalah terwujudnya perubahan nilai, sikap, pola pikir, peri laku intelektual, ketrampilan dan wawasan para siswa/ mahasiswa sesuai dengan pendidikan itu sendiri. Proses perubahan peserta didik ke arah manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berwawasan luas, berakar pada nilai-nilai budaya bangsa, terjadi secara berjenjang mulai dari Pendidikan Dasar, Menengah sampai ke jenjang PT.

  46. B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial Perubahan yang terjadi pada umumnya dapat dirasakan dengan sadar maupun tidak sadar. Perubahan tersebut dapat bersumber dari masyarakat itu sendiri & dapat berasal dari luar masyarakat. 1. Faktor yang bersumber dari masyarakat itu sendiri a. Bertambah/ berkurangnya penduduk Bertambahnya penduduk yang sangat cepat, menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama yang menyangkut lembaga masyarakat. Lembaga sistem hak milik atas tanah mengalami perubahan, ada hak milik individu atas tanah, sewa tanah, bagi hasil, dan lain-lain. Berkurangnya penduduk disebabkan karena berpindahnya penduduk, mis. Trasmigrasi, Urbanisasi.

  47. b. Penemuan-penemuan Baru Penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan dapat dibedakan dalam pengertian discovery dan inventions. Discovery adalah penemuan kebudayaan baru, baik berupa alat baru, atau berupa ide baru yang diciptakan oleh seseorang. Discovery baru menjadi invention jika masyarakat sudah menerima atau menerapkan penemuan baru tersebut. c. Pertentangan/ konflik dalam Masyarakat Pertentangan mungkin terjadi antar perorangan atau pertentangan antar kelompok. Di masyarakat pedesaan lebih mementingkan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan individu, sedang di masyarakat perkotaan lebih mementingkan kepentingan individu. Keadaan tersebut membawa perubahan besar pada peranan individu di lingkungannya.

  48. Pertentangan kelompok mungkin terjadi antara generasi muda dengan generasi tua. Generasi muda lebih mudah menerima ide-ide baru yang sering dianggap tidak sesuai oleh generasi tua yang masih bersifat konvensional dan terikat oleh aturan & norma yang ketat. Suatu konflik dapat timbul dari berbagai sumber antara lain: 1. Dalam diri sendiri, konflik ini disebut konflik intrapersonal 2. Antara individu satu dengan individu lain, konflik yang timbul disebut konflik interpersonal 3. Antara satu kelompok dengan kelompok lain, konflik ini disebut konflik antar kelompok 4. Antara individu dengan kelompok, disebut konflik individu- kelompok.

  49. 5. Antara satu kelompok dengan organisasi, disebut konflik kelompok-organisasi 6. Antara satu organisasi formal dalam organisasi dengan organisasi formal lain dalam organisasi yang sama, disebut konflik struktural 7. Antara satu organisasi dengan organisasi lain, disebut konflik inter organisasi. d. Terjadinya pemberontakan/ revolusi dalam tubuh masyarakat itu sendiri mis. Ingin pergantian pemimpin  PILKADES, PILKADA, PEMILU.

  50. 2. Faktor yang bersumber dari luar masyarakat a. Sebab yang berasal dari lingkungan fisik. Terjadinya gempa bumi, banjir, tanah longsor, kebakaran, dll menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah tersebut harus pindah, dan jika mereka mendiami daerah baru harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang baru, sehingga hal ini akan mengakibatkan terjadinya perubahan. b. Peperangan Peperangan dapat menyebabkan perubahan karena negara yang menaklukkan akan memaksakan negara yang dikalahkan untuk menerima kebudayaan yang dianggap sebagai kebudayaan yang lebih tinggi tarafnya.