1 / 31

ALUR PENELITIAN

ALUR PENELITIAN. Salamun FSaintek Universitas Airlangga. DIAGRAM PENELITIAN. teori masalah rumusan masalah hipotesis variabel fakta rancangan intru- penelitian men

wirt
Download Presentation

ALUR PENELITIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ALUR PENELITIAN Salamun FSaintek Universitas Airlangga

  2. DIAGRAM PENELITIAN teori masalahrumusan masalah hipotesisvariabel fakta rancangan intru- penelitian men laporan sampel temuan hasil data komputasi statistik Muhammad Cholil Munif Bagian Ilmu Faal FK Unair AKHIR CONTOH

  3. ALUR PENELITIAN Judul : Pengaruh Oksigen Hiperbarik Terhadap Proses Penyembuhan Cedera Tulang Rawan Sendi Lutut Pada Tikus Putih Jantan

  4. MASALAH • OHB DIGUNAKAN UNTUK PENGOBATAN KLINIS DEKOMPRESI • OHB DIGUNAKAN UNTUK PENGOBATAN KLINIS NON DEKOPRESSI (LUKA BAKAR, FRAKTUR TULANG, TULANG RAWAN) PROSES PENYEMBUHAN TULANG RAWAN SENDI PADA PEMBERIAN OHB MASIH BELUM JELAS

  5. URGENSI • TULANG RAWAN SENDI  JARINGAN UNIK a. MENAHAN BEBAN TUBUH b. KETEBALAN TIPIS c. TIDAK ADA ALIRAN DARAH d. TERGANTUNG PADA DIFUSI • CEDERA TULANG RAWAN  PENURUNAN NUTRISI • PERLU PENGOBATAN CEPAT PaO2  DENGAN OHB

  6. KHRONOLOGI • OHB PaO2 DALAM CAIR SINOVIAL UNTUK SINTESIS MATRIKS TULANG RAWAN, KOLAGEN • PROLIFERASI SEL SINOVIOSIT  TGF PRODUKSI CAIRAN SINOVIAL  KONDROSIT  TEBAL TULANG RAWAN

  7. SOLUSI MODEL TIKUS PUTIH DILAKUKAN TRANSEKSI LIGAMEN KRUSIATUM ANTERIOR DAN MENISEKTOMI KMD LATIHAN PADA ROTAROD LALU DIPAPARKAN PADA OHB 2.4 ATA AKHIRNYA DIPERIKSA JUMLAH KONDROSIT YANG MENGEKSPRESI-KAN TGF, JUMLAH KONDROSIT DAN TEBAL TULANG RAWAN

  8. RUMUSAN MASALAH APAKAH OHB MENINGKATKAN PROSES PENYEMBUHAN TULANG RAWAN SENDI ?

  9. TUJUAN UMUM MENJELASKAN OHB MEMPERCEPAT PROSES PENYEMBUHAN TULANG RWAN SENDI

  10. TUJUAN KHUSUS • MEMBUKTIKAN BAHWA OHB MENINGKATKAN KONDROSIT YANG MENGEKSPRESIKAN TGF • MEMBUKTIKAN BAHWA OHB MENINGKATKAN JUMLAH KONDROSIT • MEMBUKTIKAN BAHWA OHB MENINGKATKAN TEBAL TULANG RAWAN • MENENTUKAN POLA URUTAN VARIABEL YANG DIPENGARUHI

  11. KERANGKA KONSEP OHB PO2 DARAH  PO2 INTRASEL  PROLIFERASI & AKTIFITAS KONDROSIT  ATP  TGF  JUMLH KONDROSIT  PROLIFERASI SEL SINOVIOSIT  TGF  SINTESIS MATRIKS  JUMLAH SINOVIOSIT  SINTESIS METALO PROTEINASE PLASMINOGEN ACTIFATOR  PRODUKSI CAIR SINOVIAL  DEGRADASI MATRIKS  SISTESIS TULANG RAWAN  TEBAL TULANG RAWAN  MEMBRAN SINOVIAL TULANG RAWAN SENDI

  12. HIPOTESIS OKSIGEN HIPERBARIK (OHB) MENINGKAT-KAN PROSES PENYEMBUHAN CEDERA TULANG RAWAN SENDI

  13. METODE PENELITIAN JENIS : PENELITIAN EKSPERIMENTAL RANCANGAN : POST TEST ONLY CONTROL GROUP DESIGN K1 O1 T A OHB1 R P S K2 O2 OHB2 K3 O3

  14. POPULASI DAN SAMPEL POPULASI TIKUS Ratus novergicus galur wistar SAMPEL DIPILIH RAMBANG DARI POPULASI. BESAR SAMPEL PENELITIAN PENDAHULUAN DIHITUNG DENGAN RUMUS: Z = 1.65 Z = 1.28 D2/2 = 1 n = 9  10 BILA PENELITIAN SELESAI BESAR SAMPEL DIHITUNG KEMBALI PAKAI HIGGINS

  15. VARIABEL TERGANTUNG 1. PROSENTASE KONDROSIT  TGF 2. JUMLAH KONDROSIT 3 TEBAL TULANG RAWAN BEBAS 1. OHB 2.4 ATA 10 KALI (SATU SERI) 2. OHB 2.4 ATA 20 KALI (DUA SERI)

  16. ANALISIS DATA • DESKRIPTIP • NORMALITAS DISTRIBUSI • HOMOGENITAS VAR. BERAT BADAN • MANOVA DIIKUTI UJI LSD • ANALISIS DISKRIMINAN TIPE DESKRIPTIP • UJI KORELASI VAR. TERGANTUNG DAN LAMA PAPARAN OHB

  17. ANALISIS DATA PENELITIAN DESKRIPTIF Report KELOMPOK KONDROSIT (plp)TEBAL TL RAWAN (mm) TGF BETA (plp) KONTROLMean 7.8200 6.0000E-02 .8800 Std. Deviation 1.1053 1.0285E-02 . 3425 N 10 10 10 HBO 1 SERI Mean 13.2800 10960 1.5400 Std. Deviation 2.8801 2.3679E-02 .7891 N 10 10 10 HBO 2 SERI Mean 16.7800 16140 2.0800 Std. Deviation 2.5218 1.4300E-02 .8066 N 10 10 10

  18. NORMALIAS DISTRIBUSI KARENA SEMUA PELUANG KESALAHAN > 0.05  DISTRIBUSI VARIABEL NORMAL

  19. MANOVA

  20. UJI BEDA NYATA TERKECIL (LSD)

  21. DIAGRAM BATANG RERATA JUMLAH KONDROSIT (plp) MENURUT KELOMPOK PERLAKUAN

  22. DIAGRAM BATANG RERATA TEBAL TULANG RAWAN MENURUT KELOMPOK PERLAKUAN

  23. DIAGRAM BATANG RERATA TGF BETA (plp) MENURUT KELOMPOK PERLAKUAN

  24. ANALISIS DISKRIMINAN , KONTROL X 1 SERI KONTRIBUSI TERKUAT TEBAL TL RAWAN, KONDROSIT, TGF BETA

  25. POLA KONTRIBUSI VARIABEL TABEL RERATA KONTRIBUSI VARIABEL MENURUT KELOMPOK

  26. POLA KONTRIBUSI VARIABEL .POLA KONTRIBUSI VARIABEL PADA OHB SATU SERI.

  27. ANALISIS DISKRIMINAN , KONTROL X 2 SERI KONTRIBUSI TERKUAT TEBAL TL RAWAN, , TGF BETA KONDROSIT

  28. POLA KONTRIBUSI VARIABEL TABEL RERATA KONTRIBUSI VARIABEL MENURUT KELOMPOK

  29. POLA KONTRIBUSI VARIABEL .. POLA KONTRIBUSI VARIABEL PADA OHB DUA SERI

  30. KORELASI ANTAR VARIABEL MAKIN LAMA OHB MAKIN TINGGI VARIABEL TERGANTUNG

  31. TERIMA KASIH

More Related