1 / 45

PRIORITAS LITBANG KESEHATAN DAN OBAT

KOM ISI KESEHATAN DAN OBAT Rakornas Ristek Jakarta, 2 8 Agustus 2013. PRIORITAS LITBANG KESEHATAN DAN OBAT. OUTLINE. LATAR BELAKANG EVALUASI ARN 2010 – 2014 PENDEKATAN AGENDA RISET NASIONAL RUANG LINGKUP RISET KESEHATAN BESARAN MASALAH DAN POTENSI

vui
Download Presentation

PRIORITAS LITBANG KESEHATAN DAN OBAT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KOMISI KESEHATAN DAN OBAT Rakornas Ristek Jakarta, 28Agustus 2013 PRIORITAS LITBANG KESEHATAN DAN OBAT

  2. OUTLINE • LATAR BELAKANG • EVALUASI ARN 2010 – 2014 • PENDEKATAN AGENDA RISET NASIONAL • RUANG LINGKUP RISET KESEHATAN • BESARAN MASALAH DAN POTENSI • PEMETAAN PENELITIAN YANG SUDAH DILAKSANAKAN • PERAN KEMENTERIAN • ALTERNATIF PILIHAN • TANTANGAN

  3. LATAR BELAKANG Padapembangunanjangkamenengahtahap 3 tahun 2015-2019, masihadabeberapaisupenting yang dihadapipadaaspekpembangunankesehatan, yaitu: • MasihtingginyaIncidence Rate danCase Fatality Rate penyakitinfeksidanmenular (DBD, Malaria, HIV/AIDS, TBC) danbeberapapenyakittidakmenularsertadegeneratif (jantung, hipertensi, stroke, kanker)

  4. Lanjutan.... • Belumteratasinyamasalahkecukupangizi di beberapawilayahdankelompokmasyarakatdandouble burden (gizikurangdangizilebih) • Tingkat kemandirianbangsadibidangkesehatan yang masihrendah, diantaranyaketergantunganBahan Baku Obat (BBO) danAlatKesehatanpadaimpor, penggunaanprodukimpor yang cukuptinggiuntuksediaanobatdansediaan kesehatanlainnya

  5. Lanjutan.... • Industrikimiadasardanbahanantarabelumberkembangsehinggapengembanganindustri BBO menjaditerkendala • Pemanfaatandanpengembanganpotensisumberdayahayatiutamanyatanamanobatsebagaibahanbakudankomoditikompetitifbelummaksimal

  6. Lanjutan.... • PenguatandanpengembanganIndustriObat Herbal Indonesia masihharusdilakukanuntukmeningkatkankontribusipadaperekonomiannasional • Pemanfaatanteknologimutakhiruntukpengembanganobatdanprodukkesehatan lain, masihbelum optimal sepertipemanfaatanteknologi bio (bioteknologi), biosimilar, protein rekombinan, rekayasagenetika, selpunca, nanoteknologidannutrigenomik

  7. EVALUASI ARN 2010 - 2014 • Kelemahan : • Tidak memiliki indikator keberhasilan sehingga sulit mengevaluasi capaian target; • Kurang tersosialisasi sehingga tidak semua lembaga riset mengetahui dan oleh karena itu belum menjadi acuan bagi seluruh lembaga riset di Indonesia.

  8. Lanjutan... • Tindak lanjut: • Melakukan identifikasi terhadap Tema dan Sub Tema Riset yang berjalan baik dan dapat diteruskan ke periode selanjutnya; • Melakukan penyesuaian / penggantian terhadap Tema dan Sub Tema Riset yang tidak realistis dan tidak berjalan baik.

  9. PENDEKATAN AGENDA RISET NASIONAL • Falsafah: • Berdasarkan UU maka KemenRistek sebagai koordinator riset di Indonesia harus menampung semua bidang/topik riset yang ada, termasuk riset sosial dan budaya yang terkait dengan kesehatan.

  10. Lanjutan... • Fokus: • KemenRistek dapat menentukan fokus riset kesehatan yang diampu yaitu yang berorientasi “PRODUK” dan dapat diperoleh dalam periode 5 thn ke depan; • Produk harus terkait upaya “promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan paliatif”; • Produk terutama mendukung kemandirian SDM dan SDA di Indonesia dengan mekanisme konsorsium;

  11. Lanjutan... • Produk berdasarkan “burden of diseases” sesuai kondisi Indonesia, yaitu: PM, PTM, neglected diseases, obat tradisional; • Tema riset mendukung program pemerintah yang sudah dan akan berjalan; • Riset di luar prioritas dapat diampu dengan kerja sama antara Kemenristek dan K/L terkait.

  12. Kebijakan Umum Riset bidang Kesehatan dan Obat • Deteksidanpengendalianpenyakitmenular (terutama Malaria, TB, HIV/AIDS, dan DBD), emerging, re-emerging diseasesdan neglected diseasesdanpenyakittidakmenular yang menjadipenyebabutamakematian, • Mendorongterbangunnyaindustri BBO untuksubstitusiimpordanmeningkatkanpemanfaatanobattradisional Indonesia.

  13. Lanjutan.... • Mendorongberkembangnyaprodukobatberbasisbioteknologitermasukvaksindanselpunca • Mendorongberkembangnyaindustrialatkesehatanuntukmengurangiketergantunganimpordanstandarisasinya • Perbaikangizi, peningkatanpromosikesehatandanpemberdayaanmasyarakatuntukmendorongperilakuhidupsehatdanterbangunnyalingkungan yang bersihdansehat.

  14. RUANG LINGKUP RISET KESEHATAN Fisik: vaksin, obat dan obatbaru, kit diagnostik, biosimilar, formula pangan, alkes

  15. UsulanTemaRisetBidangKesehatandanObat • TemaRisetPengembanganVaksin • TemaRisetPengembanganObat dan Obat Baru; • TemaRisetPengembanganKit Diagnostik; • Tema Riset Pengembangan Biosimilar; • TemaRisetPengembangan Formula Pangan; • Tema Riset Pengembangan Alat Kesehatan.

  16. BESARAN MASALAH • Jumlah Ibu Hamil yang mendapat TT : 5,4 juta • Jumlah Bayi : 4,7 juta • Demam Berdarah • 2010 : 156.086 orang ,kematian 1358 (CFR=0,87%) • 2011 : 65.432 orang, kematian 595 (CFR=0,91%) • Avian Influenza (2005-2012) • 192 kasus dengan 160 kematian (CFR 83,3 %)

  17. Lanjutan..... • Prevalensi TB Paru (Riskesdas 2010): 289/100.000 • HIV/AIDS (1987-Maret 2013) - Jumlah kasus HIV : 103.759 kasus, kasus AIDS: 43.347, Kematian akibat AIDS: 8288 • Prevalensi Pneumonia pada Balita (Riskesdas 2007): 1,76% • Jumlah Kasus yang ditemukan (2012) Malaria: 925.201 kasus • Bahan pengisi laktosa (± 90 % masih impor)

  18. Lanjutan..... • Prevalensi Diabetes Melitus di Perkotaan (Riskesdas 2007): 5,7% • Prevalensi Kolesterol total di Perkotaan (Riskesdas 2007): 39,8 % • Prevalensi kanker (Riskesdas 2007): 4,3/mil • Prevalensi Penyakit Jantung (Riskesdas 2007): 0,9%

  19. Lanjutan.... • Bahan baku obat di Indonesia masih 95% import  belum ada kemandirian; • Vaksin influensa belum diproduksi di Indonesia  perlu vaksin saat pandemi; • Keterbatasan dana penelitian; • Keterbatasan SDM terkait teknologi; • Keterbatasan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana penelitian.

  20. Lanjutan... Potensi: • Jumlah penduduk Indonesia merupakan pasar yang besar; • Hasil Ristoja Balitbangkes  potensi pengembangan bahan baku obat; • Harus dilakukan Vertical added value (penggunaan petani agar mendapat keuntungan dibandingkan adopsi teknologi tinggi).

  21. PEMETAAN KEGIATAN PENELITIAN YANG SUDAH DIKERJAKAN KEMENRISTEK DAN K/L

  22. Lanjutan....

  23. 1. PRODUK VAKSIN

  24. ASPEK EKONOMI VAKSIN (2012) Sumber: Subdit Imunisasi, Ditjen P2Pl, 2012

  25. 2. PRODUK OBAT/OBAT BARU

  26. Lanjutan....

  27. ASPEK EKONOMI OBAT MALARIA, TB DAN FLU BURUNG (2012) Sumber:,Ditjen P2PL DAN Binfar , 2012

  28. 3. PRODUK KIT DIAGNOSTIK

  29. Lanjutan...

  30. Lanjutan...

  31. Lanjutan...

  32. Lanjutan...

  33. 4. BIOSIMILAR

  34. 5. PRODUK FORMULA / PANGAN

  35. 6. PRODUK ALAT KESEHATAN

  36. Lanjutan....

  37. PERAN KEMENTERIAN • Mekanisme pendanaan on top (dari Presiden) melalui: • KEMENRISTEK • KEMENKEU (LPDP) • BAPPENAS (DANA HIBAH  Debt-Switch) • Roadmap penelitian menjadi ketat.

  38. ALTERNATIF PILIHAN • Seluruh tema (vaksin, obat/obat baru, kit diagnostik, biosimilar, formula pangan dan alkes) ATAU memilih 2-3 produk • Seluruh sub tema dari masing-masing tema ATAU prioritas pada sebagian sub tema Contoh: • Vaksin : H5N1/Hepatitis/Dengue/TB/Rotavirus/HPV • Obat/obat baru: Artemisin/Antibiotika

  39. TANTANGAN • Jaminan Kontinuitas pendanaan riset prioritas; • Jaminan pemanfaat produk riset  Regulasi yang mengharuskan pemakaian produk DN; • Pemetaan kapasitas SDM dari mulai PT  melalui pohon peneliti; • Kemudahan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana  regulasi di Kemenkeu/LKPP; • Sistem alih teknologi berkelanjutan; • Pemanfaatan hasil-hasil Riset besar Balitbangkes (Riskesdas; Ristoja; Rifaskes).

  40. TEMA SUB-TEMA Tema Riset Pengembangan Vaksin 1 Pengembangan Obat/Obat Baru 2

  41. TEMA SUB-TEMA Pengembangan Kit Diagnostik 3

  42. TEMA SUB-TEMA Pengembangan Obat Berbasis Biofarmasi(Biosimilar) 4

  43. TEMA SUB-TEMA Pengembangan Formula Pangan 5

  44. TEMA SUB-TEMA Pengembangan Alat Kesehatan 6

  45. TERIMA KASIH

More Related