1 / 12

LANDASAN FALSAFAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN

LANDASAN FALSAFAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN. Oleh Prof.Dr.Yusufhadi Miarso,M.Sc. FALSAFAH. PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN TENTANG KEBENARAN DAN TENTANG ARTI KEBERADAAN SESUATU (KUBI 96)

viveka
Download Presentation

LANDASAN FALSAFAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. LANDASAN FALSAFAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN Oleh Prof.Dr.Yusufhadi Miarso,M.Sc.

  2. FALSAFAH • PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN TENTANG KEBENARAN DAN TENTANG ARTI KEBERADAAN SESUATU (KUBI 96) • KEGIATAN PEMIKIRAN YANG MENDALAM DAN MENYELURUH, SERTA UJUD HASIL PEMIKIRAN TERSEBUT MENGENAI KESEMESTAAN SESUATU • RANGKAIAN PERNYATAAN YANG DIDASARKAN PADA KEYAKINAN, KONSEPSI DAN SIKAP SESEORANG, YANG MENUNJUKKAN ARAH DAN TUJUAN ANG DIAMBILNYA

  3. FALSAFAHILMU PENGETAHUAN • ILMU PENGETAHUAN : • KNOWLEDGE = INTEGRATED SCIENCE • SCIENCE = THEORETICAL SCIENCE • DISCIPLINE = APPLIED SCIENCE • LANDASAN ILMU PENGETAHUAN • ONTOLOGI = OBYEK TELAAH RUANG LINGKUP & UJUD • EPISTEMOLOGI = BAGAIMANA OBYEK TELAAH DIPEROLEH & DISUSUN • AKSIOLOGI = APA MANFAAT TELAAH

  4. LANDASAN FALSAFAHTEKNOLOGI PENDIDIKAN MEMPEROLEH PEMBENARAN SEBA- GAI SUATU DISIPLIN (PENGETAHUAN TERAPAN) YANG BERDIRI SENDIRI • Ontologi : apa hakekat gejala yang dikaji • Epistemologi : bagaimana cara meng-kajinya • Aksiologi : apa nilai/manfaat pengkajian

  5. ONTOLOGITEKNOLOGI PENDIDIKAN • OBYEK FORMAL “BELAJAR” • BELAJAR SEPANJANG HAYAT • KESEMPATAN BELAJAR TERBATAS • SUMBER TRADISIONAL TERBATAS • SUMBER YANG ADA & POTENTIAL BELUM DIDAYAGUNAKAN • PERLU PENGKAJIAN UNTUK ATASI MASALAH • PERLU PENGELOLAAN YANG BERKESINAMBUNGAN

  6. BELAJAR ORG T.IBAD-AH MASY T.KERJA KLG PRIBADI PT KB TK SL & M SD OBYEK FORMAL

  7. EPISTEMOLOGI • ISOMERISTIK – penggabungan berbagai disiplin menjadi kebulatan tersendiri • SISTEMATIK – berurutan, terencana & terarah • SINERGISTIK – berdaya lipat/nilai tambah • SISTEMIK – menyeluruh/komprehensif • INOVATIF – pembaharuan apa yang ada • INTEGRATIF – terjalin dalam suatu sistem & tidak terpisahkan

  8. AKSIOLOGI • Peningkatan mutu pendidikan melalui pembelajaran yang efektif, menarik & efisien • Penyempurnaan sistem pendidikan melalui konsep, prinsip & prosedur ilmiah • Meluas & meratanya kesempatan pendidikan • Penyesuaian dengan kondisi pemelajar • Penyelarasan dengan perkembangan lingkungan termasuk teknologi • Peningkatan partisipasi masyarakat

  9. VISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN TERWUJUDNYA BERBAGAI POLA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DENGAN DIKEMBANGKAN DAN DIMANFAATKANNYA ANEKA SUMBER, PROSES, DAN SISTEMBELAJAR SESUAI DENGAN KONDISI, KEBUTUHAN DAN POTENSI SETIAP PEMELAJAR, MENUJU TERBENTUKNYA MASYARAKAT BELAJAR DAN BERPENGETAHUAN

  10. MISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN • Melakukan pendekatan integratif dengan semua kegiatan pembangunan di bidang pendidikan, pelatihan & pembelajaran • Menyediakan tenaga kompeten untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan • Mengembangkan proses & produk untuk mem-peroleh nilai tambah • Menghindari ada & timbulnya gejolak negatif • Mengembangkan pola dan sistem yang memungkinkan keterlibatan jumlah sasaran maksimal, perluasan pelayanan, dan pemberdayaan warga & organisasi belajar • Menghasilkan sistem pembelajaran yang inovatif

  11. KONVENSIONAL Berbasis guuru/instruktur Just in case (JIC) Kontrol kelembagaan Kebutuhan diduga (assessment-based) Tempat ditentukan REFORMATIF Berbasis aneka sumber (BEBAS) Just in time (JIT) Kontrol diri Kebutuhan seketika (as required) Tempat dimana saja PERUBAHAN PARADIGMA BELAJAR

  12. PRASYARAT KEBERHASILAN • KEMAUAN POLITIK (Political-will) • KOMITMEN KEBIJAKAN • TERSEDIA TENAGA PROFESIONAL • KETENTUAN PERUNDANGAN • KETERSEDIAAN ANGGARAN • DUKUNGAN MORAL KOSTUMER

More Related