1 / 30

KEBIJAKAN penyusunan laporan keuangan kEmDIKNAS Tahun anggaran 2009

KEBIJAKAN penyusunan laporan keuangan kEmDIKNAS Tahun anggaran 2009. Biro Keuangan Sekretariat jenderal Depdiknas. Disampaikan pada p enyusunan LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2009 di lingkungan KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL.

verena
Download Presentation

KEBIJAKAN penyusunan laporan keuangan kEmDIKNAS Tahun anggaran 2009

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KEBIJAKAN penyusunan laporan keuangan kEmDIKNAS Tahun anggaran 2009 Biro Keuangan SekretariatjenderalDepdiknas Disampaikanpada penyusunan LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2009 di lingkungan KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

  2. INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUALPERDIRJEN 62/PB/2009 TENTANG TATA CARA PENYAJIAN INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL PADA LAPORAN KEUANGAN

  3. LATAR BELAKANG

  4. Belanja Yang Masih Harus Dibayar Belanja Yang Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Harus Diterima Pendapatan Yang Diterima Dimuka Penyusutan, Amortisasi, dan Deplesi?? Penyisihan Piutang Tak Tertagih?? POS-POS YANG DIAKRUALKAN

  5. Belanja Yang MasihHarusDibayar (1/2)

  6. Satker A padatanggal 31 Desember 20X1 belummembayartagihanlistrikuntukDesember 20X1 sebesar Rp.500.000. KetikamenyusunLaporanKeuanganberikuttahunan 20X1, Satkerharusmelaporkantagihanlistrikdimaksud yang belumterbayarkanditahun 20X1 sebagaiBelanja yang masihharusdibayarsebesar Rp.500.000 Pengaruh Belanja Yang Masih Harus Dibayar pada Laporan ContohBelanja Yang MasihHarusDibayar(2/2)

  7. BelanjaDibayarDimuka (1/2)

  8. Pada 1 Agustus 20X1, satuan kerja A menyewa gedung kantor selama 1 tahun s.d 31 Juli 20X2. Disepakati bahwa pembayaran dilakukan di muka sebesar Rp24.000.000. Pada tanggal 31 Desember 20X1 satuan kerja yang bersangkutan harus menyajikan adanya belanja dibayar di muka untuk periode 1 Januari s.d. 31 Juli 20X2 sebesar Rp14.000.000 (Rp24.000.000 x 7/12). Pengaruh dari transaksi tersebut pada Laporan disajikan : BelanjaDibayarDimuka (2/2)

  9. Pendapatan YG MasihHarusDiterima (1/2)

  10. Realisasi pendapatan pendidikan suatu PTN pada tahun anggaran 20X1 adalah sebesar Rp300.000.000. Realisasi pendapatan tersebut termasuk realisasi pendapatan yang terutang tahun 20X0 (piutang tahun 20X0) sebesar Rp25.000.000. Sementara itu, pendapatan yang masih harus diterima pada tahun 20X1 (piutang tahun 20X1) adalah sebesar Rp30.000.000. Berdasarkan transaksi tersebut, pendapatan secara akrual satker tersebut adalah sebesar pendapatan kas tahun 20X1 (Rp300.000.000) – dikurangi piutang tahun 20X0 yang diterima tahun 20X1 (Rp25.000.000) + ditambah pendapatan yang masih harus diterima tahun 20X1 (Rp30.000.000) = Rp305.000.000. CONTOH Pendapatan YG MasihHarusDiterima (2/2)  Pengaruh dari transaksi tersebut pada Laporan disajikan :

  11. PendapatanDiterimaDimuka (1/2)

  12. Pada tanggal 1 Juli 20X1 Satker Departemen ESDM menerima uang hasil sewa penempatan menara BTS sebesar Rp60.000.000 untuk masa 1 Juli 20X1 sampai dengan 30 Juni 20X4. Total realisasi pendapatan (akun 423214) Satker Departemen ESDM selama tahun anggaran 20X1 adalah sebesar Rp4.000.000.000. Pada tanggal 31 Desember 20X1, bagian dari sewa yang menjadi Pendapatan Akrual (Pendapatan Diterima Di Muka) tahun 20X1 adalah 30 bulan (1 Januari 20X2- 30 Juni 20X4) sebesar Rp50.000.000 (30/36 x Rp60.000.000). Pengaruhdaritransaksitersebutdisajikan …… PendapatanDiterimaDimuka (2/2)

  13. ED = Ekuitas Dana

  14. ASET = KEWAJIBAN + EQUITAS DANA A= K +ED • Ada banyak kemungkinan a.l: • A + —> K + • A - —> K - • A + —> ED + • A - —> ED - • K + —> ED - • K - —> ED + RUMUS DASAR PERSAMAAN AKUNTANSI

  15. INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 BA : Eselon I/UAPPA-E1 : UAPPA-W : Satuan Kerja/UAKPA : Format Laporan-Satker

  16. INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 BA : Eselon I/UAPPA-E1 : UAPPA-W : Format Laporan-uappa-w

  17. INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 BA : Eselon I/UAPPA-E1 : Format Laporan-uappa-e1

  18. INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 BA : Format Laporan-uapa

  19. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TA.2009 (1/10)

  20. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN TA.2009 (2/10)

  21. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TA.2009 (3/10)

  22. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TA.2009 (4/10) Masalah • MemberikanBimbingantekniskepadapetugas penyusunan RKA-KL & DIPA mengenai BAS • Pencatatan Mengacu pada PerdirjenPerbendaharaan No. 50/Pb/2008 • BELANJA BARANG YANG SEHARUSNYA DIALOKASIKAN SEBAGAI BELANJA MODAL YANG MENGHASILKAN ASET TETAP, DICATAT DALAM NERACA SEBAGAI ASET TETAP DENGAN MELAKUKAN PEREKAMAN PADA APLIKASI SIMAK-BMN; • BELANJA MODAL YANG SEHARUSNYA DIALOKASIKAN SEBAGAI BELANJA BARANG: • BELANJA MODAL YANG TIDAK MEMENUHI KRITERIA PEMBENTUKAN ASET TETAP ATAU TIDAK MEMENUHI KRITERIA KAPITALISASI TIDAK DIAKUI SEBAGAI ASET TETAP DI DALAM NERACA. NILAI ASET SEBELUM DISESUAIKAN SEBESAR BELANJA MODAL YANG TIDAK MEMENUHI KRITERIA, DILAKUKAN JURNAL PENYESUAIAN; • BELANJA MODAL YANG MENGHASILKAN ASET TETAP YANG PADA INTINYA AKAN DISERAHKAN KEPADA MASYARAKAT ATAU PIHAK LAIN TIDAK DIAKUI SEBAGAI ASET TETAP DI DALAM NERACA. NILAI ASET SEBELUM DISESUAIKAN SEBESAR BELANJA MODAL YANG TIDAK MEMENUHI KRITERIA, DILAKUKAN JURNAL PENYESUAIAN; • BELANJA MODAL YANG MENGHASILKAN ASET TETAP YANG PADA INTINYA AKAN DISERAHKAN KEPADA MASYARAKAT ATAU PIHAK LAIN, APABILA SAMPAI DENGAN AKHIR TAHUN ANGGARAN TIDAK/BELUM DISERAHKAN KEPADA MASYARAKAT ATAU PIHAK LAIN, DIAKUI SEBAGAI PERSEDIAAN DI DALAM NERACA. • HARUS DIJELASKAN DALAM CALK PERENCANAAN ANGGARAN (RKA_KL & DIPA) BELUM SESUAI DENGAN BAS Akibat Pemecahan Masalah Adanya belanja barang yang menghasilkan Aset; Adanya belanja modal yang tidak menghasilkan Aset.

  23. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TA.2009 (5/10)

  24. PNBP KAITANNYA DENGAN SSBPDAN NTPN (6/10) Pengembalian atas belanja tahun anggaran 2008 yang disetor tahun tahun 2009 diperlakukan sebagai penerimaan kembali belanja tahun anggaran yang lalu Akun 423911 =Pengembalian Bel.Pegawai Pusat TAYL; Akun 423913 = Pengembalian belanja lainnya RM TAYL); Akun 423919 = Penerimaan kembali belanja lainnya TAYL. Pastikan elemen data di SSBP atau SSPB diisi dengan benar dan lengkap, apabila bank tidak dapat menerima setoran atau referensi bank belum ada minta bank update referensi MPNnya. Lakukan rekonsiliasi pendapatan dengan KPPN setempat untuk memastikan bahwa setoran PNBP telah sama dibukukan menurut BUN maupun menurut Satker.

  25. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TA.2009 (7/10)

  26. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TA.2009 (8/10)

  27. ; HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TA.2009 (9/10) 27

  28. ; HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TA.2009 (10/10) 28

  29. JADWAL PENYUSUNAN DAN PENGIRIMAN LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN

  30. Sekian TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA MOHON MAAF ATAS SEGALA KEKURANGAN

More Related