1 / 45

POKOK–POKOK HUKUM TATA NEGARA INDONESIA BAB I (PASCA REFORMASI)

POKOK–POKOK HUKUM TATA NEGARA INDONESIA BAB I (PASCA REFORMASI). Prof.Dr . Jimly Asshidiqie,SH Dr. Andi Moch . Asrun , SH.,MH. KBP (P) Drs. Irwan Soewarto , SH., M.Hum. A. PENGERTIAN HUKUM TATA NEGARA. 1. Peristilahan

Download Presentation

POKOK–POKOK HUKUM TATA NEGARA INDONESIA BAB I (PASCA REFORMASI)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. POKOK–POKOK HUKUM TATA NEGARA INDONESIA BAB I(PASCA REFORMASI) Prof.Dr. JimlyAsshidiqie,SHDr. AndiMoch. Asrun, SH.,MH.KBP (P) Drs. IrwanSoewarto, SH., M.Hum

  2. A. PENGERTIAN HUKUM TATA NEGARA 1. Peristilahan Adaduacarapenulisantatanegara, yaitutatanegara (duakataatautatanegara (satukata). Misalnya, WirjonoProdjodikordalambukunyaAsas-AsasHukumtatanegaradi Indonesia (1977) dan Sri SoemantridalambukunyaPerbandinganHukumTatanegara(1971)2 menggunakanistilah "tatanegara", bukan "tatanegara' Tetapi, SyahranBasyahdalambukunyaHukum Tata Negara Perbandingan(1976),3 M. SollyLubisdalamAsasHukum Tata Negara (1978) menuliskannyadalamduakata. Menurut J.C.I Simorangkir,shalituterjadikarenapengaruhcaraberpikirbahasBelanda(Hollandsdenken] yang menyebutstaatsrechtdalamsatukata.

  3. Tata negaraberartisistempenataannegara, yang berisiketentuanmengenaistrukturkenegaraandanmengenaisubstansinormakenegaraan. Denganperkataan lain, ilmuHukum Tata Negara dapatdikatakanmerupakancabangilmuhukum yang membahasmengenaitatananstrukturkenegaraan, mekanismehubunganantarstruktur-struktur organ ataustrukturkenegaraan, sertamekanismehubunganantarastrukturnegaradenganwarganegara.

  4. B. HTN Indonesia PascaReformasi • Maksudnyaadalahbahwa yang diuraikandisiniadalahHukum Tata Negara normatifsecarapositifdalampokok-pokokgarisbesarnya yang berlakusetelahmasareformasipascaPerubahan UUD 1945 padatahun 1999 sampaidengantahun 2002.

  5. PengertianilmuHukum Tata Negara itusendiritentusajaberbedadaripengertianilmuHukum Tata Negara Indonesia. Yang pertamabersifatumumdankarenanyabiasadisebutHukum Tata Negara Umum, sedangkan yang keduabersifatkhususdankarenanyabiasadisebutHukum Tata Negara Positif. Istilahpositifdisiniterkaitdenganpengertianhukumpositif yang berlakudisuaturuangdanwaktutertentu, yaituHukum Tata Negara yang berlakudi Indonesia setelahmasareformasi. Karenaitu, judulHukum Tata Negara Indonesia PascaReformasimengandunguraian yang berisipokok-pokokbahasanmengenaiHukurn Tata Negara yang berlakudi Indonesia sesudahmasareformasi, yaitusetelahPerubahanPertama, Kedua, Ketiga, danKeempat UUD 1945 padatahun 1999, 2000, 2001, dan 2002.

  6. C. Hukum Tata Negara, Hukum Konstitusi, dan Teori Konstitusi • MenurutWirjonoProdjodikoro, kitamemasukibidangHukum Tata Negara, apabilakitamembahasnorma-normahukum yang mengaturhubunganantarasubjekhukumorangataubukanorangdengansekelompokorangataubadanhukum yang berwujudnegaraataubagiandarinegara.

  7. DalambahasaPerancis, Hukum Tata Negara disebutDroitConstitutionnelleataudalambahasaIng-g-risdisebutConstitutional Law. DalambahasaBelandadanJerman, Hukum Tata Negara disebutStaatsrechttetapidalambahasaJermanseringjugadipakaiistilahverfassungsrecht(Hukum Tata Negara) sebagailawanperkataanvenvaltungsrecht(HukumAdministrasi Negara).

  8. Dalamistilahstaatsrechtituterkandungduapenger-tian, yaitustaatsrecht in ruimerezin(dalamartiluas), danstaatsrecht in engere in (dalamartisempit). Staatsrecht in engerezinatauHukum Negara dalamartisempititulah yang biasadisebutHukum Tata Negara atauVerfassungsrechtyang dapatdibedakanantarapengertian yang luasdan yang sempit. Hukum Tata Negara dalamartiluas(in ruimerezin) mencakupHukum Tata Negara (Verfassungsrechf) dalamartisempitdanHukumAdministrasi Negara (Venvaltungsrechtf

  9. Prof. Djokosutonolebihmenyukaipenggunaanverfassungskhredaripadaverfassungsrecht.Akantetapi, istilah yang tepatuntukHukum Tata Negara sebagaiilmu(constitutional law) adalahVerfassungskhre" atauteorikonstitusi. Verfassungskhreinilah yang nantinyaakanmenjadidasaruntukmempelajariverfassungsrechtapalagiHukum Tata Negara dalamartipositif, yaituHukum Tata Negara Indonesia.

  10. IstilahHukum Tata Negara sendiridapatdianggapidentikdenganpengertianHukumKonstitusi yang merupakanterjemahanlangsungdariConstitutional Law (Inggris), DroitConstitutionnelle(Perancis), DirittoConstitutionale(Italia), atauVerfassungsrecht(Jerman). Tentuada pula istilahthe laws of the Constitution yang dibedakanoleh A.V. Dicey darithe Conventions of the Constitution, Istilahthe Law of the Constitution yang dipakaioleh Dicey itudapatjugaditerjemahkankedalambahasa Indonesia denganistilahHukumKonstitusidalampengertian yang berbedadariistilahHukumKonstitusisebagaiterjemahandariConstitutional Law tersebutdiatas.

  11. ilmuHukum Tata Negara dapatdikatakanmerupakancabangilmuhukum yang membahasmengenaitatananstrukturkenegaraan, mekanismehubunganantarstruktur-struktur organ ataustrukturkenegaraan, sertamekanismehubunganantarastrukturnegaradenganwarganegara

  12. Konstitusiatauverfassungitusendiri, menurut Thomas Paine dibuatolehrakyatuntukmembentukpemerintahan, bukansebaliknyaditetapkanolehpemerintahuntukrakyat,Konstitusimendahuluisuatupemerintahan, karenapemerintahanitujustrudibentukberdasarkankonstitusi. Karenaitu, undang-undangdasarharusdipandangadalebihduludariadanyapemerintahannegara.

  13. Dalamkenyataanpraktik, undang-undangdasarituselaludisusun, dibentuk, dandiberlakukanolehkekuasaan, sehinggakekuasaanselaluadalebihduludaripadaundang-undangdasar.Namun, jikadihu-bungkandenganteorizelfbindungtheorie (self binding theory), dimanapembentukhukumdianggapterikatolehhukum yang dibuatnyasendiri, makafaktahistorisitutidakmeniadakankesimpulanbahwa yang pertamadantertinggibukanlahkekuasaanitusendiri.

  14. pengertianbahwakonstiuisimendahuluipemerintahantetapdapatdianggapberlaku, meskipundalampraktikbanyakjuganegara yang lebihduludiproklamasikanbaruundang-undangdasarnyadisahkan. Misalnya, "the Federal Constitution of the United States of America'' barudisahkanpadatanggal 17 September 1787, yaitu 11 tahunsetelahdeklarasikemerdekaanAmerikaSerikatdariInggrispadatanggal 4 Juli 1776.

  15. DalamilmuHukum Tata Negara jugaberlakudoktrinTeoriFiktieHukum(legalfiction theory) yang menyatakanbahwasuatunegaradianggaptelahmemilikikonstitusinyasendirisejaknegaraituterbentuk. Terbentuknyanegaraituterletakpadatindakan yang secararesmimenyatakannyaterbentuk, yaitumelaluipe-nyerahankedaulatan(transfer of authority] darinegarainduksepertipenjajahkepadanegarajajahannya, melaluipemyataandeklarasidanproklamasi, ataupunmelaluirevolusidanperebutankekuasaanmelaluikudeta.

  16. Istilahconstitution dalambahasaInggrissepadandenganistilahgrondwetdalambahasaBelandadangerundgesetzdalambahasaJerman. GronddalambahasaBelandamemilikimakna yang samadenganGerund dalambahasaJerman yang berarti "dasar". Sedangkan wet, gesetgzdiartikanundang-undang. Karenaitu, dalambahasa Indonesia, grondwetitudisebutdenganistilahundang-undangdasar. Namun, paraahli, padaumumnyasepakatbahwapengertiankatakonstitusiitulebihluasdaripadaundang-undangdasar.

  17. Untukpengertiankonstitusidalamartiundang-undangdasar, sebelumdipakainyaistilahgrondwet, diBelandapernahdipakaijugaistilahstaatssregelingakantetapiatasprakarsaGijsbertKarel van Hogendorp pad tahun 1813, istilahgrondwetdipakaiuntukmenggantikanistilalstaatsregeling.

  18. Karenaitu, dinegeriBelanda, sepertidikatakanoleh Sri Soemantri, istilahGrondwetitubarudigunakanpadatahun 1813. Artinya, yang dapatdiidentikkandenganundang-undangdasarnegarajajahanHindiaBelandaadalahIndischeStaatsregeling. Karenaitu, denganterbentuknyanegaraRepublik Indonesia berdasarkan UUD 1945 padatahun 1945, sudahseharusnyaundang-undangdasarzamanHindiaBelandainidianggaptidaklagimemilikikekuatanhukummengikat.

  19. Semuaprodukhukummasalaluitu, sepanjangmemangmasihdiperlukanharusdilihatsebagaiprodukhukum Indonesia sendiri yang memangdibutuhkanolehnegarahukum Indonesia. Sepertihalnyadizamankemerdekaansekarangini, cukupbanyakprodukperaturanperundang-undangan yang sebagianatauseluruhmaterinyaberasaldaricontoh-contohpraktikhukumdinegara-negara lain yang dinilaipatutdicontoh. Atasdasaralasaninilahmakamasihtetapberlakunyaproduk-produkhukumpeninggalanzamanHindiaBelandadapatdibenarkan.

  20. 2. DefinisiHukum Tata Negara • Di antaraparaahlihukum, dapatdikatakantidakterdapatru-musan yang samatentangdefinisihukumdandemikian pula dengandefinisiHukum Tata Negara sebagaihukumdansebagaicabangilmupengetahuanhukum. Perbedaan-perbedaanitusebagiandisebabkanolehfaktor-faktorperbedaanpandangandiantaraparaahlihukumitusendiri, tetapisebagianlagidapatdisebabkan pula olehperbedaansistem yang dianutolehnegara yang ditelitiolehmasing-masingsarjanahukurnitu

  21. BerbagaipandanganparasarjanamengenaidefinisiHukum Tata Negara a. Paul Scholten Menurut Paul Scholten, Hukum Tata Negara itutidak lain adalah"het rechtdatregelt de staatsorganisatie” atauhukum yang mengaturrnengenaiorganisasinegara(staatsorgannatie). Denganrumusan yang demikian, Paul Scholtenhanyamenekankanperbedaanantaraorganisasinegaradariorganisasi non-negara, sepertigerejadan Iain-lain.

  22. b. Christian van Vollenhoven Menurut van Vollenhoven, Hukum Tata Negara mengatur se-muamasyarakathukumatasandanmasyarakathukumbawahanmenuruttingkatan-tingkatannya, yang menentukanwilayahataulingkunganrakyatnyamasing-ma sing, danmenentukanbadan-badandalamlingkunganmasyarakathukum yang bersangkutanitubesertafungsinyamasing-masing, sertamenentukan pula susunandankewenanganbadan-badan yang dimaksud.

  23. c. Van der Pot • Hukum Tata Negara ituadalahperaturan-peraturan yang menentukanbadan-badan vangdibutuhkanbesertakewenangannyamasing-masing, hubungannyasatusama lain, sertahubungannyadenganindividuwarganegaradalamkegiatannya.

  24. d. Van Apeldoorn Van Apeldoorn menyebutHukum Tata Negara (verfasstingsretbt] sebagaistaatsrechtdalamarti yang sempit. Sedangkandalamartiluas, staatsrechtmeliputi pula pengertianHukumAdministrasi Negara (verwaltungsrecht) atauadministratiefsrecht).

  25. e. KusumadiPudjosewojo Hukum Tata Negara ituadalahhukum yang mepgaturbentuknegara, danbentukpemerintahan, yang menunjukkanmasyarakathukum yang atasanmaupun yang bawahan, besertatingkatannya yang selanjutnyamenegaskanwilayahdanlingkunganrakyatdarimasyarakat-masyarakathukumitu, danakhirnyamenunjukkanalat-alatperlengkapan yang memegangkekuasaanpenguasadarimasyarakathukumitu, besertasusunan, wewenang, tingkatanimbangandaridanantaraalatperlengkapanitu.

  26. f. Muh. KusnardidanHarmailyIbrahim "Hukum Tata Negara dapatdirumuskansebagaisekumpulanperaturanhukumyang mengaturorganisasidaripadanegara, hubunganantaralatperlengkapannegaradalamgarisvertikaldan horizontal, sertakedudukanwarganegaradanhakasasinya."

  27. Dari pendapat yang beragamitukitadapatmengetahuibahwasebenarnya: • Hukum Tata Negara ituadalahilmu yang termasuksalahsatucabangilmuhukum, yaituhukumkenegaraan yang beradadiranahhukumpublik; • b) DefinisiHukurn Tata Negara telahdikembangkanolehparaahlisehinggatidakhanyamencakupkajianmengenai organ-organ negara, fungsidanmekanismehubunganantarorgan-organ negaratersebut, tetapijugarnencakuppersoalan-persoalan yang terkaitdenganmekanismehubunganantara organ-organ negaraitudenganwarganegara;

  28. (c) Hukum Tata Negara itusendiritidakhanyamerupakan"Rechf{hukum) apalagihanyasebagai"Wet' fnormahukumtertulis), tetapijugaadalah"lehre" atauteori, sehinggapengertiannyamencakupapa yang disebutsebagaiverfassungsrecht(HukumKonstitusi) dansekaligusverfassungslehre(teorikonstitusi); dan

  29. (d) Hukum Tata Negara itusendiridalamartiluasmencakupbaikhukum yang mempelajarinegaradalamkeadaandiam(staat in rust) maupun yang mempelajarinegaradalamkeadaanbergerak(staat in beweging).

  30. Konstitusi yang dijadikanobjekkajianitudapatmencakuptigapengertian, yaitu: • Constitute in materiilezinyang dikualifikasikankarenaisinya, misalnyaberisijaminanhakasasi, bentuknegara, danfungsi-fungsipemerintahan, dansebagainya; • Constitute in formelezinyang dikualifikasikankarenapembuatnya, misalnyaoleh MPR; atau • KonstitusidalamartinaskahGrondwetsebagai"geschreven document', misalnya, harusditerbitkandalamLembaran Negara, agar dapatmenjadialatbuktidanmenjaminstabilitassatukesatuansistemrujukan.

  31. Hukum Tata Negara ituharuslahdiartikansebagaihukumdankenyataanpraktik yang mengaturtentang : • Nilai-nilailuhurdancita-citakolektifrakyatsuatunegara; • Format kelernbagaanorganisasinegara; • Mekanismehubunganantarlembaganegara; dan • Mekanismehubunganantaralernbaganegaradenganwarganegara.

  32. 3. Hukum Tata Negara FormildanMateriil Yang pertamaadalahHukum Tata Negara, sedangkan yang keduaadalahasas-asasHukum Tata Negara. Perbedaankedua-nyaseolahadalahperbedaanantarabentukdanisi, antara"vorm en inhoud", atauantara"stelsel en beginsel”. Vormadalahbentuk, sedangkaninhoudadalahisinya. Beginseladalahasas-asasnya, sedangkanstelseladalahperlembagaannya.

  33. Hukum Tata Negara materiildanformiljugamemunyaitigaarti, yaitudalamartimateriil, dalamartiformil, dandalamartinaskah yang terdokumentasi. MenurutDjokosoetono, undang-undangdapatdilihat :" • a. dalamartimateriil, "algemeneverbindendevoorschriften"; • b. dalamartiformil, yaitubahwaundang-undangitutelahmendapatpersetujuan(wilsovereen-stemming) bersamaantaraPemerintahdan DPR; dan • dalamartinaskahhukum yang harusterdokumentasi(gedocumenteerd) dalamLembaran Negara supayabersifat"bewijsbaar" ataudapatmenjadialatbuktidanstabilsebagaisatukesatuanrujukan.

  34. Demikian pula konstitusi yang menjadiobjekkajianHukun Tata Negara jugamempunyaitigapengertian, yaitu: '' a.Constitutie in materiilezindikualifikasikankarenaisinya, (gequatificerdnaar de inhoud), misalnyaberisijaminanhakasasi, bentuknegara, danfungsi-fungsipemerintahandansebagainya; b.Constitutie in formelezin, dikualifikasikankarenapembuatnya(gequalificerdnaar de maker), misalnyaoleh MPR; c. NaskahGrondwet, sebagaigeschreven document, misalnyaharusditerbitkandaiamLembaran Negara, "voor de bewijsbaarheld en voor de stabiliteitatausebagaisatukesatuanrujukan", yaitusebagainaskahkenegaraan yang pentingatau"belangrijkestaatkundigestukken".

  35. 4. Hukum Tata Negara UmumdanHukum Tata Negara Positif Hukum Tata Negara Umummembahasasas-asas., prinsip-prinsipyangberlakuumum, sedangkanHukum Tata Negara PositifhanyamembahasHukum Tata Negara yang berlakupadasuatutempatdanwaktutertentu, sesuaidenganpengertianhukumpositif. Misalnya, Hukum Tata Negara Indonesia, Hukum Tata Negara Inggris, ataupunHukum Tata Negara AmerikaSerikat yang dewasainiberlakudimasing-masingnegara yang bersangkutan, adalahHukum Tata Negara positif

  36. TerkadangdalamistilahHukum Tata Negara Indonesia jugatercakupduapengertian, yaitu (i) Hukum Tata Negara positif yang sedangberlakudi Indonesia dewasaini, dan (ii) berbagaikajianmengenaiHukum Tata Negara Indonesia dimasalaludan yang akandatang, rneskipunbelumatausudahtidakberlakulagisebagainormahukumpositif. Olehkarenaitu, kitadapatmembedakan pula antaraHukum Tata Negara sebagaiIlmuHukumdanHukum Tata Negara (the science of constitutional law) sebagaiHukumPositif(the positive constitutional law}.

  37. Hukum Tata Negara dapatdibedakandalamtigaaspek, yaitu: a.Hukum Tata Negara Umum yang berisiasas-asashukum yang bersifat universal, b.Hukum Tata Negara yang berisiasas-asas yang berkembangdalamteoridanpraktikdisuatunegaratertentu,misalnya Indonesia. c. Hukum Tata Negara Positif yang berlakudi Indonesia yang mengkajimengenaihukumpositifdibidangketatanegaraandi Indonesia.

  38. 5. Hukum Tata Negara StatisdanDinamis IlmuHukum Tata Negara itudisebutsebagaiilmu yang statisapabilanegara yang dijadikanobiekkajiannyaberadadalamkeadaanstatisataukeadaandiam(staat in rust). Hukum Tata Negara yang bersifatstatisinilah yang biasadisebutsebagaiHukum Tata Negara dalamartisempit. SedangkanHukum Tata Negara dalamartiluas, jugamencakupHukum Tata Negara dalamartidinamis, yaituketikanegarasebagaiobjekkajiannyaditelaahdalamkeadaanbergerak(staat in beweging). Yang terakhirinilah yang biasadisebutsebagaibidangIlmuHukumAdministrasi Negara (Administrative Law, Vewaltungsrecht).

  39. B. STUDI HUKUM TATA NEGARA INDONESIA Sebelumkemerdekaan, studiHukum Tata Negara Indonesia sudahberkembangsecaratersendiridikembangkanolehparasarjanaBelandadengannamavangdikaitkandengan"Nederlands Indie" atauHindiaBelanda, Misalnya, JJ. SchrieksmenulisbukuInleiding in bet Staatsrecht van Nederlands Indie'' (PengantarHukum Tata Negara HindiaBelanda), atau J.H CarpentierAltingmenulisbukuGrondslagenderRechtsbedeling in Nederlands Indie. NamunHukum Tata Negara HindiaBelanda; itubukanlahHukum Tata Negara Indonesia, melainkan “Hukum Tata Negara Belandadi Indonesia" yang berakhirriwayatnyasejakRepublik Indonesia terbentuksebagainegaramerdekadanberdaulat.

  40. Para sarjanahukumBelanda yang melakukanpengkajianrnengenaiberbagaipersoalanHukum Tata Negara Indonesia yang pertamaitudapatdlsebutparaperintisbagitumbuhdanberkembangnyastudiHukum Tata Negara dikemudianhari. Para sarjanahukumBelandaini, seperti Christian van Vollenhoven, J.H.A. Logemann", dan lain-lain banyakmembantusehinggalahircukupbanyaksarjanahukumberkebangsaan Indonesia sendiri, seperti Prof. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Djokosutono, Prof. Notonagoro, Prof A.G. Pringgodigdo, dan lain sebagainya yang dapatkitasebutsebagaisarjanahukumgenerasipertama.

  41. C. PRAKTIK HUKUM TATA NEGARA • Kegiatan-kegiatankenegaraandanpemerintahan yang tercakupdalambidangHukum Tata Negara dan Tata Usaha Negara atauAdministrasi Negara itumencakupkegiatan-kegiatan; 1) Legislasidanpembentukanperaturanperundang-undangan; 2) Administrasi yang berkenaandengankegiatanpengelolaaninformasidanpenyebarluasaninformasihukumhukum; 3) Pendidikanhukumdanpembinaanprofesihukum;

  42. 4) Penyelenggaraanhukumataupelaksanaandalamartipenerapanhukumolehpelaksana yang ditentukanolehhukumtersebut(the administrasion of law); 5) Aspekhukumkegiatanpenyelenggaraanadministrasipemerintahannegara; 6) Kegiatanpenegakanhukum yang dimulaidaripenyidikandanpenuntutanhukum; 7) Penyelenggaraanperadilansampaikepengambilanputusan hakim yang bersifattetap; 8) Pelaksanaanputusanpengadilandanpemasyarakatanterpidana; 9) Pendidikandanpembinaankesadaranhukummasyarakat,

  43. Kegiatan yang jugamenyangkuttugas-tugasbanyaklembagahukumdanpemerintahan, tempatHukum Tata Negara dipraktekan, yaitu: a) Lembagaparlemenseperti MPR, DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten, dan DPRD Kota diseluruh Indonesia. DPRD yang terbentukdiseluruh Indonesia setelahPemilu 2004 tercatatberjumlah 461 DPRD yang terdiriatas 352 DPRD Kabupaten, 86 DPRD Kota, dan 33 DPRD Provinsi;

  44. b) Lembagaadministrasipemerintahaneksekutifsecaravertikalmuiaidaritingkatpusatsampaikedaerahprovinsi, dankabupaten/kota, dansecara horizontal mulaidaridepartemenpemerintahan, lembagapemerintahan non departemen, dewan-dewan. komisi-komisidanbadan-badaneksekutif yang bersifatindependen, semuanyamemerlukandukunganparaahlidibidangHukum Tata Negara: c) Lembaga-fembagapenegakhukummulaidariPejabatPenyidikPegawaiNegeriSipil (PPNS), Kepolisian, Kejaksaan. Advokat, danbadan-badanperadilanserta quasi-peradilanbaiksecaravertikalmaupunsecaraherisontaldiseluruh Indonesia.

  45. TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA

More Related