Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 26

TINDAK LANJUT COP 15 COPENHAGEN: RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GRK SEKTOR PERTANIAN PowerPoint PPT Presentation


  • 202 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

TINDAK LANJUT COP 15 COPENHAGEN: RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GRK SEKTOR PERTANIAN. Sumardjo Gatot Irianto. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2010. ARAH DAN KEBIJAKAN UMUM SEKTOR PERTANIAN MENYIKAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM.

Download Presentation

TINDAK LANJUT COP 15 COPENHAGEN: RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GRK SEKTOR PERTANIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

TINDAK LANJUT COP 15COPENHAGEN:RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GRK SEKTOR PERTANIAN

Sumardjo Gatot Irianto

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

KEMENTERIAN PERTANIAN

2010


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

ARAH DAN KEBIJAKAN UMUM SEKTOR PERTANIAN MENYIKAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

PERSOALAN MENDASAR SEKTOR PERTANIAN

  • Antara lain:

  • Konversi, degradasi/kerusakan SDL & lingkungan

  • Ancaman variabilitas & perubahan iklim

  • Keterbatasan infrastruktur, sarana prasarana, lahan, & air.

  • Status dan luas kepemilikan lahan (9,55 juta KK <0.5 Ha).

  • Masih rawannya ketahanan pangan dan energi

    • Peningkatan provitas & opt. SDL/Air

    • Penambahan areal pertanian (baru) masih diperlukan

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Program prioritas

PROGRAM PRIORITAS

Antara lain:

Audit & sertifikasi lahan pertanian

Pencetakan 100 ribu Ha lahan baru per tahun  pemanfaatan lahan terlantar 2 juta ha

Infrastruktur (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani dan Jaringan Irigasi Desa).

Subsidi pupuk anorganik dan pupuk organik.

Revitalisasi Teknologi dan Industri Hilir Alat-mesin pertanian  pengolah tanah sd pasca panen, pengelolaan air sd pupuk organik/ kompos

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

STRATEGI UMUM MENYIKAPI PERUBAHAN IKLIM

  • Program aksi adaptasi pada sub-sektor tanaman pangan dalam upaya melestarikan dan memantapkan ketahanan pangan nasional, SEBAGAI PRIORITAS UTAMA

  • Program aksi mitigasi pada sub-sektor perkebunan melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan dan penurunan emisi GRK,

  • Sub-sektor lain melakukan adaptasi & mitigasi,namun tetap prioritaspencapaian sasaran pembangunan.

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

OPTIMALISASI SUMBERDAYA LAHAN

  • Optimalisasi lahan eksisting  peningkatkan produktivitas & IP dengan dukungan inovasi teknologi SEBAGAI PRIORITAS UTAMA

  • Penambahan areal pertanian baru diarahkan untuk memanfaatkan lahan terlantar dan/atau terdegradasi,

  • Menprioritaskan penambahan lahan pertanian baru pada tanah mineral,

  • Memanfaatkan lahan gambut secara selektifterutama lahan yang telah mendapat ijin dan/ atau dibuka/terlantar.

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

KEBIJAKAN & STRATEGI UMUM PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT (1)

  • Lahan Eksisting:Mengembangkan & menerapkan teknologi rendah emisi & ramah lingkungan:

    • reklamasi, pengaturan drainasedan tata lahan

    • penggunaan teknologi amelioran dan pemupukan rendah emisi

  • Lahan Baru:

    • Pengembangan LG hanya ditujukan pada lahan gambut potensial sesuai dengan PERMENTAN No.14/2009

    • Sangat selektif & mempertimbangkan: keberlan-jutan sistem pertanian & kelestarian SDL/ lingkungan

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

KEBIJAKAN&STRATEGI UMUM PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT (2)

  • Pengembangan PLTB Pengendalian dan pengawasan & sistem insentif untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan gambut

  • Pengusaha yang memperoleh IUP, tetapi tidak memenuhi syarat (tidak layak)  memanfaatkan fasilitas & mekanisme REDD (REDD plus)

  • Litbang:

    • Delineasi & reevaluasi kesesuaian & dampak lingkungan secara empirik dan komprehensif

    • Pengembangan inovasi teknologi rendah emisi & ramah lingkungan

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

TINDAK LANJUT COP 15 COPENHAGEN

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

TINDAK LANJUT COP 15 COPENHAGEN

  • Koordinasi dan sosialisasi hasil COP 15

  • Penyelesaian dan Lounching : (a) Road Map Strategi Sektor Pertanian Menghadapi Perubahan Iklim & (b) Peta Kerentanan dan Dampak Perubahan Iklim Terhadap Sektor Petrytanian (Program 100 hari)

  • Penyususunan Rencana Aksi Penurunan Emisi GRK Sektor Pertanian & Areal Pertanian di Lahan Gambut

  • Penyusunan/Penetapan Arah & Staregi Kebijakan Perluasan Lahan Pertanian Baru

  • Penyusunan strategi dan proposal program terkait REDD++

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Sesi kelompok diskusi implikasi copenhagen accord dari sudut pandang nasional

SESI KELOMPOK DISKUSIIMPLIKASI COPENHAGEN ACCORD DARI SUDUT PANDANG NASIONAL

Rencana Aksi Nasional Perubahan Iklim untuk Penurunan Emisi GRK bidang REDD/LULUCF

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

PERTANYAAN KUNCI(SEBAGAI BAHAN/ARAH DISKUSI KELOMPOK)

  • Pertimbangan

    • Prioritas & Keberlanjutan Pembangunan Ekonomi Nasional

    • Prioritas Pemantapan Ketahanan Pangan (Kemandirian Pangan)

    • Keuntungan diplomasi & kehati-hatian

    • Legal Binding

    • Monitoring & pelaporan ke UNFCC

    • Peluang pendanaan (kenyataannya??)

    • Kepedulian terhadap PI & lingkungan

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

AKANKAH INDONESIA MENGIKUTI COPENHAGEN ACCORD?

  • Pernyataan Presiden RI di Pittsburgh & Copenhagen “Indonesia akan menurunkan emisi secara sukarela sampai 26% (41%)”  secara moral Indonesia sudah mengasosiasikan diri dengan CA tsb.

  • Informasi mengenai tingkat emisi dalam skenario BAU dan target penurunan emisi perlu didokumentasi sebagai bahan/titik tolak MRV tingkat penurunan emisi.

Haruskah Indonesia mengasosiasikan diri dengan Copenhagen Accord dan memasukkan informasi mengenai target penurunan emisi dan sekaligus Rencana Aksi Mitigasi

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Rencana aksi perlu dilaporkan

RENCANA AKSI PERLU DILAPORKAN

Apa saja opsi NAMAs di bidang REDD/LULUCF?

 Flexible options dengan tetap memperhatikan laju pembangunan ekonomi, antara lain:

  • Restocking lahan terlantar/semak belukar dengan tanaman perkebunan/HTI (tergantung status kawasan)

  • Pengelolaan lahan gambut: ameliorasi, tata air

Perlu dalam rangka mendukung komitmen nasional tersebut.

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Bagaimana menghubungkan program nasional dari masing 2 sektor program rencana untuk implementasi

BAGAIMANA MENGHUBUNGKAN PROGRAM NASIONAL DARI MASING-2SEKTOR/PROGRAM RENCANA UNTUK IMPLEMENTASI?

Baseline Emission

NAMAs

  • Action A

  • Action B

  • Action C, etc

Target ER

Emission Reduction +transaction costs

Measuring

Reporting

Verifying

Institutional supports

Source of funding

Implementa tion


Apakah diperlukan program pengembangan kapasitas

APAKAH DIPERLUKAN PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS?

Ya, terutama dalam bidang:

  • MRV (Metodologi, Mekanisme, Sarana & Peralatan)

  • Negotiasi di tingkat lokal (dengan masyarakat), nasional dan internasional (antara penyedia & pengguna jasa karbon)

  • Pemahaman & implementasi teknologidalam pelaksanaan NAMA’s, REDD/LULUCF dan MRV

  • Penyiapan panduan mekanisme pengusulan dan pelaksanaan NAMA’s, REDD/LULUCF dan MRV

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Jenis dan jumlah dana dalam menyusun rencana aksi

JENIS DAN JUMLAH DANA DALAM MENYUSUN RENCANA AKSI

  • Sumber dana:APBN; Swasta; Swadaya masyarakat; Luar Negeri (transaksi/ kompensasi)

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Ind i kator keberhasilan atau kemajuan apa yang sudah diperoleh selama ini

INDIKATOR KEBERHASILAN ATAU KEMAJUAN APA YANG SUDAH DIPEROLEH SELAMA INI?

Substantif (Taktis)

  • Data base nasional penutupan lahan dari >300 plot di seluruh indonesia (Ditjen Plan)

  • Analisis emisi C dari lahan gambut (Bappenas, IPB, Dephut, Deptan)

  • Base line (inventory GRK) Nasional  2nd National communication

  • Beberapa hasil penelitian oleh lembaga nasional (KP3I) dan internasional

  • Pencapaian target penurunan GRK dalam periode yang telah ditentukan MRV

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

INDIKATOR KEBERHASILAN (2)

Strategis (Politis)

  • Setiap Pelaksanaan Program Aksi tidak menurunkan laju pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi sebaliknya dapat memacu/meningkatkan  PDB, Devisia , dll.

  • Dituangkan dalam Kerangka Kerja Logis (Log-Frame work) RAN-PEGRK masing-masing Program/Kegiatan & Sektor

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN GRK SD 2020

  • 1. Target Penurunan Emisi Sektor Pertanian:

  • a) 8 juta ton CO2 eq kemampuan sendiri

    • b) 11 juta ton CO2 eq dengan bantuan negara donor

  • 2. Sasaran:

  • Sub Sektor : Pangan, Perkebunan, Peternakan, PLA & Pendukung (Litbang)

  • Lahan Pertanian Mineral dan Gambut

    • a) Lahan mineral: 5 kegiatan utama dan 1 pendukung

    • b) Lahan gambut: 2 kegiatan utama dan 1 pendukung

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN GRK SD 2020 TANAH MINERAL


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN GRK SD 2020 AREAL PERTANIAN DI LAHAN GAMBUT

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

SKENARIO PENURUNAN EMISI PADALAHAN GAMBUT

Skenario 1:

  • Pemberlakuan Permentan No.14/2009 secara utuh/efektif  dapat menurunkan emisi CO2 sekitar 7-10% dari tingkat emisi BAU,

    Skenario 2:

  • Skenario 1, diikuti PLTB serta perbaikan pengelolaan air  dapat mengurangi emisi CO2 menjadi sekitar 19-25%.

    Skenario 3:

  • Skenario 2, diikuti dengan penambahan amelioran,  dapat mengurangi emisi CO2: 25-31%.

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

TARGET PENURUNAN EMISI DAN SKENARIO EFEKTIVITAS PROGRAM

Lahan Mineral (Umum)

Lahan Gambut


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

PENUTUP

  • Keseragampahaman

  • Komitmen bersama (semua sub sektor dan stake holders)

  • Cross cutting issues antar sektor

  • Komunikasi dan sosialisasi

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


Tindak lanjut cop 15 copenhagen rencana aksi nasional penurunan emisi grk sektor pertanian

Kondisi glasiers di Amerika Selatan (Andes) pada tahun 1928 (atas) dan 2004 (bawah)

Terima Kasih

1928

Wabillahi taufiq wal hidayah

WASSALAMUALAIKUM, WR,WB

2004

BBSDLP-Balitbang-Kementerian-Pertanian


  • Login