Ilmu nutrisi unggas lanjutan
Download
1 / 34

ILMU NUTRISI UNGGAS (Lanjutan) - PowerPoint PPT Presentation


  • 421 Views
  • Uploaded on

ILMU NUTRISI UNGGAS (Lanjutan). ENERGI METABOLISME PADA UNGGAS Oleh: DR. YOSE RIZAL PROGRAM STUDI ILMU TERNAK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ANDALAS. PENDAHULUAN. 1. Kleiber menyatakan bahwa energi adalah “fire of life” atau api kehidupan.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' ILMU NUTRISI UNGGAS (Lanjutan)' - thiery


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Ilmu nutrisi unggas lanjutan

ILMU NUTRISI UNGGAS (Lanjutan)

ENERGI METABOLISME

PADA UNGGAS

Oleh: DR. YOSE RIZAL

PROGRAM STUDI ILMU TERNAK

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS ANDALAS


Pendahuluan
PENDAHULUAN

1. Kleiber menyatakan bahwa energi adalah “fire

of life” atau api kehidupan.

2. Sebagian besar makanan yang dikonsumsi

digunakan sebagai sumber energi untuk proses

metabolisme dalam tubuh.


Pendahuluan1
PENDAHULUAN

3. Unggas mempunyai kemampuan dalam

mengontrol “intake” energi ketika makan. Hal

ini perlu diketahui untuk dipakai sebagai dasar

dalam memformulasi ransum.

4. Untuk itu penting diketahui kebutuhan energi

dari unggas dan kandungan energi dari bahan

pakan penyusun ransum unggas.


Sistem pengukuran energi
SISTEM PENGUKURAN ENERGI

GROSS ENERGY (GE)

FECAL ENERGY

DIGESTIBLE

ENERGY (DE)

TRUE METABOLIZABLE

ENERGY (TME)

URINARY

ENERGY

APPARENT

METABOLIZABLE

ENERGY

ENERGI YANG HILANG

MELALUI METABOLISME

DAN ENDOGENOUS

HEAT INCREMENT

ENERGI BERSIH

ENERGI BERSIH UTK

HIDUP POKOK

-BASAL METABOLIC RATE

-AKTIVITAS

-PENGATURAN SUHU TUBUH

ENERGI BERSIH

UNTUK PRODUKSI

-TELUR

-DAGING

-BULU


Energi efektif
ENERGI EFEKTIF

  • Merupakan suatu sistem untuk mendefinisikan bahan-bahan pakan dan ransum.

  • Sistem ini mirip dengan sistem energi bersih atau energi produktif yang berusaha untuk menjelaskan heat increment.


Energi efektif1
ENERGI EFEKTIF

  • Energi efektif memperhitungkan perbedaan heat increment yang tergantung pada pemecahan protein vs. lipid dalam tubuh, dan perbedaan efisiensi penggunaan dan deposisi lipid tubuh tergantung pada apakah ia berasal dari lipid makanan atau disintesis dari material yang bukan lipid.


Energi efektif2
ENERGI EFEKTIF

  • Menurut Emmans (1994) heat increment dari makanan berhubungan secara linier dengan:

  • a. nitrogen urin

  • b. bahan organik feses

  • c. retensi nitrogen positif

  • d. retensi lipid positif yang berasal dari lipid

    makanan

  • e. retensi lipid positif yang berasal dari zat

    makanan bukan lipid


Distribusi energi menurut emmans 1994
DISTRIBUSI ENERGI MENURUT EMMANS (1994)

FEED GROSS

ENERGY

FECAL ORGANIC

MATTER

DIGESTIBLE

PROTEIN

DIGESTIBLE

CARBOHYDRATE

DIGESTIBLE

FAT

URINARY

N

PROTEIN

RETENTION

LIPID

RETENTION

FAT

RETENTION

HEAT

(0.91)

HEAT

(6.98)

HEAT

(8.72)

HEAT

(3.92)

HEAT

(1.05)


Rumus estimasi energi efektif untuk monogastrik
RUMUS ESTIMASI ENERGI EFEKTIFUNTUK MONOGASTRIK

Energi Efektif (kkal/kg) = 1.17 AMEn – (10 x % protein kasar) - 580


Rumus estimasi energi efektif untuk percobaan
RUMUS ESTIMASI ENERGI EFEKTIFUNTUK PERCOBAAN

Energi Efektif (kkal/kg) = AMEn – [1000 x

{(3.8 x FOM) – (0.16 (2.92 x DCP)) + (12 x Z x DCL)}/4.184]

FOM = Fecal organic matter

DCP = Digestible crude protein

DCL = Digestible crude lipid

Z = Proporsi lipid tubuh yang berasal dari lipid makanan

4.184 = Konversi dari joule ke kalori


Keseimbangan energi
KESEIMBANGAN ENERGI

  • - Intake energi meningkat, retensi energi juga meningkat

  • - Keseimbangan energi bagi ayam broiler jantan umur 28 hari

    pada suhu 22 oC

    IntakeOutput (kkal/kg.75)

    350 kkal ME/kg.75 A. Basal metabolic rate 140

    • B. Activity 40

      • C. Maintenance (A + B) 180

      • D. Heat Increment 40

      • E. Total Heat Production (C + D) 220

      • F. Protein Deposition 70

      • G. Fat Deposition 60

      • H. Growth (F + G) 130

      • ---------

      • Total 350


Keseimbangan energi1
KESEIMBANGAN ENERGI

  • - Keseimbangan energi dipengaruhi oleh tingkat

    energi dalam ransum

  • - Heat increment menurun jika tingkat energi

    dalam ransum ditambah


Keseimbangan energi2
KESEIMBANGAN ENERGI

A. Ransum dengan energi 3200 kkal/kg dan PK 21%

Intake ME (100%)

Heat increment

11%

Heat increment

7%

Fasting heat

production 26%

Retained energy

56%

As fat

35%

As protein

21%


Keseimbangan energi3
KESEIMBANGAN ENERGI

B. Ransum dengan energi 2890 kkal/kg dan PK 21%

Intake ME (100%)

Heat increment

12%

Heat increment

12%

Fasting heat

production 32%

Retained energy

44%

As fat

25%

As protein

19%


Keseimbangan energi4
KESEIMBANGAN ENERGI

  • - Keseimbangan energi pada ayam petelur yang

    sedang berproduksi dengan berat badan 1.5 kg

    dan produksi telur 54 g/hari

    • Intake 290 kkal

HI

70 kkal

HI

24 kkal

HI

1 kkal

Eggs

70 kkal

Growth

5 kkal

Maintenance

120 kkal


Keseimbangan energi5
KESEIMBANGAN ENERGI

  • - Ukuran telur mempengaruhi keseimbangan

    energi karena kalau telur makin besar

    kandungan energinya makin besar

  • - Secara umum telur dengan ukuran: small,

    medium, large dan extra large mengandung kira-

    kira 1.0, 1.3, 1.6, dan 1.8 kkal gross energy/g


Keseimbangan energi6
KESEIMBANGAN ENERGI

  • - Dalam mengukur keseimbangan energi pada ayam

    petelur kadang-kadang terjadi sampai 30% perbedaan

    dalam konsumsi makanan.

  • - Perbedaan konsumsi makanan yang umum berkisar

    antara 10 – 12 g per hari yang disebut dengan residual

    feed consumption.

  • - Residual feed consumption ini bukan disebabkan oleh

    makanan yang terbuang, ketidakmampuan memetabolis,

    atau perbedaan komposisi tubuh, tetapi disebabkan metabolik

    basal.


Pengaruh lingkungan terhadap metabolisme energi
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP METABOLISME ENERGI

  • - Suhu lingkungan sangat berpengaruh terhadap

    metabolisme energi pada unggas.

  • - Hewan pada umumnya memiliki confort atau thermo

    neutral zone.

  • - Confort zone ini pada unggas berubah sesuai

    umur, yaitu menurun jika umur bertambah

    karena terjadinya penurunan body surface area

    per unit berat badan.


Pengaruh lingkungan terhadap metabolisme energi1
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP METABOLISME ENERGI

  • - Batas atas dari confort zone ini disebut upper

    critical temperature (UCT), dan batas bawah

    disebut lower critical temperature (LCT).

  • - Keseimbangan energi dan performa optimal

    unggas terjadi pada confort zone.


Pengaruh lingkungan terhadap metabolisme energi2
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP METABOLISME ENERGI

  • - Pada suhu di bawah LCT atau di atas UCT kebutuhan

    energi untuk hidup pokok meningkat, yang digunakan

    untuk meningkatkan maupun menurunkan suhu tubuh.

  • - Ayam petelur menyesuaikan kebutuhan energinya

    dengan suhu lingkungan pada suhu antara 10 – 30oC.

    Kebutuhan energi turun 3.5 kkal/oC peningkatan suhu.

    Hal ini setara dengan 1% perubahan intake makanan

    untuk setiap perubahan suhu 1oC.


Prediksi intake energi
PREDIKSI INTAKE ENERGI

  • - Telah banyak dilakukan pada ayam petelur

    menggunakan persamaan regresi.

  • - Satuan yang dipakai kebanyakan joule.

  • - Dasar yang dipakai dalam persamaan yaitu

    metabolic body size (W.75).


Prediksi intake energi1
PREDIKSI INTAKE ENERGI

  • - Parameter-parameter yang digunakan dalam

    memprediksi intake makanan yaitu:

    pertumbuhan, produksi telur, dan kadang-

    kadang suhu lingkungan.


Prediksi intake energi2
PREDIKSI INTAKE ENERGI

  • - Persamaan oleh Kirchgesner et al. (1991)

    untuk ayam broiler dengan berat badan 2.0

    kg yaitu:

    AME intake kJ/d = 753 + 48 (protein gain/d) + 46 (fat gain/d)


Prediksi intake energi3
PREDIKSI INTAKE ENERGI

  • - Persamaan Byerly (1941)

    Feed intake (g/d) = 0.523W.673 + 1.126 dW + 1.135 EM

    W = Weight = berat badan (kg)

    dW = delta weight = perubahan berat badan (g)

    EM = Egg mass = berat telur per hari (g)


Prediksi intake energi4
PREDIKSI INTAKE ENERGI

  • - Persamaan Emmans (1974)

    ME (kJ/d) = W(170 – 2.2 T oC) + 2EM + 5 dW

    T = suhu lingkungan (oC)


Prediksi intake energi5
PREDIKSI INTAKE ENERGI

  • - Persamaan Chwalibog (1985)

    ME (kJ/d) = 414W.75 + 0.86 EB + 1.56 EE

    EB = body energy = pertambahan energi tubuh

    EE = egg energy = energi telur per hari


Prediksi intake energi6
PREDIKSI INTAKE ENERGI

  • - Persamaan NRC (1994)

    ME (kJ/d) = W.75(724 – 8.15 T oC) + 23 dW + 8.66 EM


Kebutuhan energi teoritis
KEBUTUHAN ENERGI TEORITIS

  • - Kebutuhan energi hewan dibagi menjadi 3:

    1) Untuk hidup pokok

    2) Untuk produksi

    3) Untuk kerja

  • - Brody mendapatkan nilai basal heat production pada

    hewan dewasa 70.4 kalori/kg.73 berat badan per hari.

  • - Kleiber mendapatkan nilai basal heat production pada

    hewan dewasa 70 kalori/kg.75 berat badan per hari.


Kebutuhan energi teoritis1
KEBUTUHAN ENERGI TEORITIS

  • - Kebutuhan ME pada unggas kira-kira 18% lebih tinggi

    dari pada kebutuhan NE. Hal ini disebabkan panas yang

    dihasilkan (specific dynamic action) dari zat-zat makanan

    (protein, karbohidrat dan lipid)

  • - Nilai specific dynamic action protein 30%, karbohidrat

    15%, dan lipid 10%.

  • - Unggas mempunyai suhu tubuh > mamalia, sehingga

    kebutuhan energi untuk hidup pokoknya lebih besar.


Kebutuhan energi teoritis2
KEBUTUHAN ENERGI TEORITIS

  • - Perhitungan Kebutuhan Energi Unggas

    dengan berat badan 1.3 kg:

    NEm = 83 x BB kg.75 = 83 x 1.22 = 101 kkal/hari

    Kebutuhan ME unggas 18% dari NE

    MEm = 101/0.82 = 123 kkal/hari

    Kebutuhan ME karena aktivitas kira-kira 30% dari MEm.

    Kebutuhan total energi basal = 130% x 123 = 160 kkal/hari

    Kebutuhan ME untuk produksi sebutir telur kira-kira 110 kkal.

    Kebutuhan ME total = 160 + 110 = 270 kkal/hari


Standard basal metabolic rate
STANDARD/BASAL METABOLIC RATE

  • - Kebutuhan energi untuk hidup pokok unggas

    dihitung menggunakan standard metabolic

    rate (SMR) berdasarkan metabolic body size

    (MBS)

  • - Pada fisiologi manusia disebut basal metabolic

    rate (BMR), dan ada pula yang menggunakan

    istilah fasting metabolic rate atau resting

    metabolic rate.


Standard basal metabolic rate1
STANDARD/BASAL METABOLIC RATE

  • - Penghitungan dilakukan pada kondisi unggas

    sedang tidak makan, istirahat dan tidak stres.

  • - MBS = W.75

  • - Hasil perhitungan oleh Kleiber SMR seekor

    hewan 70 kkal/hari atau kira-kira 3 kkal/jam per

    unit MBS


Standard basal metabolic rate2
STANDARD/BASAL METABOLIC RATE

  • - Contoh perhitungan:

    Kalkun dengan berat badan 4.0 kg akan memiliki

    kebutuhan energi sebagai berikut:

    MBS = 4.75 = 2.83 kg.75

    SMR = 70 x MBS = 70 x 2.83 = 198 kkal/hari



ad