1 / 23

La Dernière Classe par Alphonse Daudet

La Dernière Classe par Alphonse Daudet. Eksa Septiana Nayli Suroya Ratu Nurwenda Sari Putri. USIC/ S ekuen. USIC (Urutan Satuan Isi Cerita) atau sekuen  peristiwa-peristiwa penting yang membentuk alur cerita/logika cerita Masing-masing sekuen harus berhubungan sebab akibat

tayten
Download Presentation

La Dernière Classe par Alphonse Daudet

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. La DernièreClassepar Alphonse Daudet EksaSeptiana NayliSuroya RatuNurwenda Sari Putri

  2. USIC/Sekuen • USIC (Urutan Satuan Isi Cerita) atau sekuen  peristiwa-peristiwa penting yang membentuk alur cerita/logika cerita • Masing-masing sekuen harus berhubungan sebab akibat • Sekuen terdiri dari fungsi utama dan katalisator

  3. USIC • Keterlambatan Franz pergi ke sekolah. • Ketakutan Franz terhadap gurunya, M.Hamel. • Ketidaksiapan Franz untuk mengikuti kelas tata bahasa Prancis M.Hamel. • Suasana kota Alsace di pagi hari : udara yang hangat dan cerah, suara burung bersiul, dan tentara Prusia yang sedang berlatih di padang rumput Rippert. • Kebingungan Franz untuk pergi ke sekolah. • Keputusan Franz untuk tetap pergi ke sekolah. • Perjalanan Franz menuju sekolah dengan berlari.

  4. USIC • Munculnya berita baru di depan kantor walikota. • Penjelasan suasana di depan kantor walikota : terdapat banyak orang yang melihat berita. • Kedatangan Franz di lapangan sekolahnya. • Keadaan kelas pada hari biasa : selalu ada suara bising yang bisa kita dengar sampai ke jalan dan suara M.Hamel yang bertubuh besar. • Keadaan kelas pada hari keterlambatan Franz : suasana kelas tenang seperti pagi hari di hari Minggu, teman-temannya duduk dengan rapi di tempatnya. • Kebingungan Franz melihat perubahan suasana kelas. • Ketakutan Franz untuk masuk ke kelas. • Diamnya Franz di luar kelas.

  5. USIC • Keluarnya M.Hamel dari kelas dan meminta Franz untuk masuk. • Masuknya Franz ke dalam kelas. • Perubahansuasanakelasdanpenampilan M. Hamel. • Suasana kelas yang ramai : terdapat banyak penduduk kota Alsace, seperti mantan walikota, Hauser, mantan tukang pos, dan lain-lain. • Hari terakhir M.Hamel mengajar • Pengumuman M. Hamel mengenai kelas terakhir dan pelarangan penggunaan Bahasa Prancis di Alsace oleh pemerintah Prusia. • Kelas terakhir di sekolah Franx • Kesedihan Franz karena tidak dapat belajar bahasa Prancis. • Penyesalan Franz dan penduduk Alsace dengan berakhirnya kelas bahasa Prancis.

  6. USIC • Alasan kehadiran penduduk Alsace di kelas : para penduduk ingin memberikan penghormatan terakhirnya kepada M.Hamel. • Keinginan Franz dan warga Alsace untuk belajar bahasa Prancis dengan baik. • Ketakutan Franz dalam mengulangi teks bacaan (les participes). • Deskripsi keenggan warga Alsace dalam mempelajari bahasa Prancis : para orang tua lebih suka anakya bekerja di ladang daripada belajar. • Opini M. Hamel terhadap bahasa Prancis : bahasa Prancis adalah bahasa yang paling indah, jelas, dan kuat.

  7. USIC • Penulisan France, Alsace, France, Alsace dalam latihan yang diberikan oleh M.Hamel. • Keseriusan murid dan warga Alsace lainnya padasaat pelajaran bahasa Prancis. • Ketidaksadaran para murid dan warga Alsace akanwaktu. • Keadaan sekolah dari pertama kali M.Hamel mengajar hingga hari terakhirnya : semuanya tampak sama, kecuali meja dan bangku yang sudah tidak mengkilap lagi akibat sering dipakai, pohon noyer dan houblon yang tumbuh sampai ke atap.

  8. USIC • Keadaan sekolah dari pertama kali M.Hamel mengajar hingga hari terakhirnya : semuanya tampak sama, kecuali meja dan bangku yang sudah tidak mengkilap lagi akibat sering dipakai, pohon noyer dan houblon yang tumbuh sampai ke atap. • Kelucuan sikap Hauser saat pelajaran mengeja. • Terdengarnya Bunyi lonceng gereja dan terompettentara Prusia di kelas. • Perubahan ekspresi M.Hamel sesaat setelah mendengar suara lonceng gereja dan terompet tentara Prusia. • Berakhirnya kelas bahasa Prancis di sekolah Franz. • Penulisan “Vive La France” oleh M.Hamel.

  9. USIC; FungsiUtama • FungsiUtama • Keterlambatan Franz pergi ke sekolah. (sekuen 1) • Kebingungan Franz untuk pergi ke sekolah. (sekuen 5) • Keputusan Franz untuk tetap pergi ke sekolah. (sekuen 6) • Perjalanan Franz menujusekolah. (sekuen 7) • Munculnya berita baru didepankantorwalikota. (sekuen 8) • Perubahansuasanakelasdanpenampilan M. Hamel. (sekuen 18) • Pengumuman M. Hamel mengenai kelas terakhir danpelarangan penggunaan Bahasa Prancis di Alsace oleh pemerintah Prusia. (sekuen20)

  10. USIC; FungsiUtama • FungsiUtama : • Penyesalan Franz dan penduduk Alsace dengan berakhirnya kelas bahasa Prancis. (sekuen 21) • Keinginan Franz dan warga Alsace untuk belajar bahasa Prancis dengan baik. (sekuen 23) • Keseriusan murid dan warga Alsace lainnya pada saat pelajaran bahasa Prancis. (sekuen 28) • Ketidaksadaran para murid dan warga Alsace akan waktu. (sekuen 29) • Terdengarnya Bunyi lonceng gereja dan terompet tentara Prusia di kelas. (Sekuen 32) • Berakhirnya kelas bahasa Prancis di sekolah Franz. (sekuen 34)

  11. BaganFungsiUtama

  12. USIC; Katalisator • Katalisator : • Suasana kota Alsace di pagi hari : udara yang hangat dan cerah, suara burung bersiul, dan tentara Prusia yang sedang berlatih di padang rumput Rippert. (sekuen 4) • Perjalanan Franz menuju sekolah dengen berlari. (sekuen 7) • Penjelasan suasana di depan kantor walikota : terdapat banyak orang yang melihat poster berita. (sekuen 8) • Keadaan kelas pada hari biasa : selalu ada suara bising yang bisa kita dengar sampai ke jalan dan suara M.Hamel yang bertubuh besar. (sekuen 10) • Diamnya Franz di luar kelas. (sekuen 14)

  13. USIC; Katalisator • Katalisator: • Suasana kelas yang ramai : terdapat banyak penduduk kota Alsace, seperti mantan walikota, Hauser, mantan tukang pos, dan lain-lain. (sekuen 18) • Alasan kehadiran penduduk Alsace di kelas : para penduduk ingin memberikan penghormatan terakhirnya kepada M.Hamel. (sekuen 21) • Ketakutan Franz dalam mengulangi teks bacaan (les participes). (sekuen 23) • Deskripsi keenggan warga Alsace dalam mempelajari bahasa Prancis : para orang tua lebih suka ananya bekerja di ladang daripada belajar. (sekuen 24) • Opini M. Hamel terhadap bahasa Prancis : bahasa Prancis adalah bahasa yang paling indah, jelas, dan kuat. (sekuen 25)

  14. USIC; Katalisator • Katalisator : • Penulisan France, Alsace, France, Alsace dalam latihan yang diberikan oleh M.Hamel. (sekuen (26) • Keadaan sekolah dari pertama kali M.Hamel mengajar hingga hari terakhirnya : semuanya tampak sama, kecuali meja dan bangku yang sudah tidak mengkilap lagi akibat sering dipakai, pohon noyer dan houblon yang tumbuh sampai ke atap. (sekuen 29) • Kelucuan sikap Hauser saat pelajaran mengeja. (sekuen 30) • Penulisan “Vive La France” oleh M.Hamel. (sekuen 34)

  15. ALUR • Alur adalah pergerakan cerita dari waktu ke waktu, atau rangkaian peristiwa demi peristiwa dari awal sampai akhir cerita. • Alur : maju •  segitiga Freytag : pemaparan, rangsangan, gawatan, klimaks, leraian, sesudahan

  16. SEGITIGA ALUR FREYTAG klimaks gawatan leraian Rangsangan sesudahan

  17. Tokoh • Tokoh •  utama : Franz •  bawahan : M.Hamel, Pemerintah Prusia, Hauser, mantan walikota, mantan tukang pos, penduduk Alsace. • Sudutpandang : orangpertamapelaku utama (aku-an). • Di dalam cerita ini, tokoh utama (Franz) berperan sebagai narator yang menceritakan isi cerita.

  18. LatarTempat Eksterior • Di ladang : “Pada suatu saat, muncul ide untuk tidak masuk ke kelas dan belajar ketika aku melewati ladang”. • Jalanan depan kantor walikota : “Ketika aku melintas di depan kantor walikota, aku melihat banyak orang yang berhenti di dekat pagar besi yang ditempelkan poster-poster”. • Di luar kelas Franz : “Dengan jendela yang terbuka, aku melihat teman-temanku sudah duduk dengan rapi di tempat mereka, dan M.Hamel, yang bolak-balik”. • Alsace : - “Ini adalah kesalahan terbesar dari orang orang kita, Alsace, yang selalu menunda pekerjaan hingga esok hari”. “France, Alsace, France, Alsace”. Interior • Di dalam kelas : “Aku mengendap-endap ke bangkuku dan duduk.”

  19. LatarWaktu • Pada saat perang Franco-Prussia tahun 1870-1871, republik III • Siang hari : • “Tiba-tiba, lonceng dari gereja berbunyi di tengah hari, lalu Angelus.” • pagi hari : • “Pada pagi itu, aku sangat telat untuk berangkat ke sekolah, dan aku sangat takut dimarahi oleh guruku.....”

  20. Analisis • Perkataan Watcher kepada M. Hamel “Ne te dépêche pas tant, petit ; tu y arriveras toujours assez tôt à ton école!“ • Penulisan “France, Alsace, France, Alsace’’ oleh M. Hamel

  21. Deskripsikeadaankelasselama 40 tahun M. Hamel mengajar “Les noyers de la couravaientgrandi, et le houblonqu’ilavaitplantélui-mêmeenguirlandaitmaintenant les fenêtresjusqu’autoit.’’

  22. ‘’Tout à coup, l’horloge de l’église sonna midi, puis l’Angelus.’’ • Burung pigeons hinggap di atap sekolah

  23. Daftar Pustaka • http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA/196606291991031-DENNY_ISKANDAR/apresiasi_drama_dan_pembelajarannya.pdf • http://kiddingtown.com/The-Last-Lesson-Alphonse-Daudet

More Related