1 / 28

Ilmu Kalam Ilmu Pendidikan Psikologi Filsafat Tasawuf

Bab VI AKHLAK, Moral, dan Etika. Ilmu Kalam Ilmu Pendidikan Psikologi Filsafat Tasawuf. Ilmu Hukum Ilmu Sosial Ilmu Sejarah Antropologi. Fisika Biologi Kimia. Hub. yg dekat Why ?. Ada Hubungan Why ?. Hub. Yg Jauh Why ?. Akhlak - Etika - Susila - Moral. Perbuatan. Kebiasaan.

tauret
Download Presentation

Ilmu Kalam Ilmu Pendidikan Psikologi Filsafat Tasawuf

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Bab VI AKHLAK, Moral, dan Etika • Ilmu Kalam • Ilmu Pendidikan • Psikologi • Filsafat • Tasawuf • Ilmu Hukum • Ilmu Sosial • Ilmu Sejarah • Antropologi • Fisika • Biologi • Kimia Hub. yg dekat Why ? Ada Hubungan Why ? Hub. Yg Jauh Why ? Akhlak - Etika - Susila - Moral

  2. Perbuatan Kebiasaan Tanpa Pemikiran & Pertimbangan AKHLAK Perbuatan Perbuatan Kesadaran/Tdk terpaksa ; Ikhlas Membedakan Baik - Buruk GUNANYA ????????? Menentukan Baik - Buruk Cara Efektif Pembersihan Diri (jiwa/pikiran) Terwujud Perbuatan Baik INSAN KAMIL TUJUAN Terbentuk Masy. / Manusia Baik

  3. I. Konsep AKHLAK Linguistik • Berasal dari kata (خلق) – isim masdar (خل قا), berarti kelakuan, tabiat, watak dasar, kebiasaan, kelaziman. lihat : - QS. al-Qalam 4 - QS al-Syuara 137 - Hadits riwayat Tirmidzi dan Ahmad إنما بعثت لأتمم مكارم الاخلاق

  4. Terminologi • Ibn Miskawaih (w.1030), dalam Tahzib al akhlaq wa Tathhir al A’raq , akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. • Al-Ghazali (1059-1111), dalam Ihya ‘Ulum al Din, Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan mudah , tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

  5. Ibrahim Anis, dalam Mu’jam al Wasith, Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan baik dan buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan. • Ahmad Amin, dalam al Akhlak, Akhlak merupakan “Adatul-Iradah” kehendak yang dibiasakan. • Abd. Al-Hamid, dalam Dairatul Ma’arif , akhlak adalah sifat-sifat manusia yang terdidik

  6. II. HUBUNGAN ILMU AKHLAK DGN ILMU LAINNYA Hubungannya dengan Ilmu Kalam Obyek bahasan : bicara tentang Tuhan (sifat, zat, perbuatanNya), kepercayaan akan hal tersebut  landasan perbuatan  (mengapa ?) Ikhlas = akhlak mulia. • Segi fungsinya : bertauhid tidak cukup menghafal rukun iman (6), dengan menghafal dalil-dalil  perlu/penting mencontoh subyek yang terdapat dalam rukun iman tersebut. Kesimpulannya : ilmu kalam/tauhid  ilmu akhlak (Iman)  (amal shaleh)

  7. Hubungannya dengan Psikologi • Ilmu Psikologi/jiwa membahas tentang gejala-gejala kejiwaan yang tampak pada tingkah laku manusia  tahu sifat psikologis seseorang • Manusia  potensi rohani baik-buruk  potensi ini dikaji secara detail dalam psikologi, misalnya gejala psikologis pada seseorang memberi informasi bagaimana mengajarkan akhlak sesuai dengan tingkat perkembangan jiwa.

  8. Hubungannya dengan Ilmu Pendidikan • Tujuan pendidikan meliputi aspek pendidikan (mulai dari kurikulum sarana prasarana, dosen, guru dll) • Tujuan pendidikan Islam, terbentuk hamba Allah yang ‘amar ma’ruf nahi munkar  terlihat berhubungan dengan akhlak.

  9. Hubungannya dengan Filsafat • Filsafat adalah cara berfikir secara mendalam, radikal, universal dan sistematis untuk megemukakan hakikat segala sesuatu. • Falsafah manusia  terdiri dari jiwa  berhubungan dengan akhlak. Misal, -Ibnu Sina: untuk mencapai jiwa yang sempurna harus lepas dari hawa nafsu -Al Ghazali : Manusia dalam tingkat pemikirannya  1. kaum awam 2. kaum pilihan -Ibn Khaldun: teori evolusi, manusia makhluk budaya  akan sempurna jika berinteraksi dengan lingkungan sosialnya  perlu pembinaan manusia  pembinaan akhlak.

  10. Hubungannya dengan Tasawuf • Tasawuf falsafi  pendekatan rasio Tasawuf Akhlaqi  pendekatan akhlak = takhalli, tahalli dan tajalli (keagungan Allah) Tasawuf Amali  pendekatan amaliyah/wirid  tarekat • Tujuan tasawuf mendekatkan diri kepada Allah  perlu pembersihan diri baik jasmani dan rohani  berakhlak mulia. (baca, Islam Rasional, Gagasan dan Pemikiran)

  11. III. GARIS BESAR PERKEMBANGAN PEMIKIRAN AKHLAK • PERIODE YUNANI Dipeloporioleh Socrates (469-399 SM), denganmemakaibahasa “keutamaanadalahilmu”. Dilanjutkanolehmuridnya Plato (427- 347SM) dalambukunya Republic, menurutnyakeutamaanada 4: Hikmahmenguasaidanmengaturdiriseseorang Keberaniandapatmenolakkejahatan Keperwiraandapatmenahankeinginan yang berlebihan Keadilanmelakukanperbuatansesuai dg kepentinganmasy. Aristoteles (394-322 SM), menurutnyatujuanterakhir yang dikehendakimanusiaadl “Bahagia” dg menggunakankekuatanakalygsebaik-baiknya.

  12. PERIODE ABAD PERTENGAHAN Pada abad pertengahan ini dominasi gereja menguat. Filsafat Yunani dan Romawi yang menentang ajaran gereja dibuang jauh. Jadi filsafat moral/etika/akhlak yg berkembang saat itu adl perpaduan ajaran Yunani dan ajaran Gereja/Nasrani. Tokoh yg terkenal adl Abeladr (Perancis) dan Thomas Aquinas (Italia).

  13. PERIODE BANGSA ARAB DAN ISLAM • Periode bangsa Arab merupakan zaman Jahiliyah yg hampir tidak ada • Tokoh /ahli pemikir. Hal ini disebabkan tidak adanya kegiatan ilmiah di kalangan bangsa Arab. Pada masa itu yang ada hanya ahli hikmah dan ahli syair yang hanya memerintahkan berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk/hina lewat syair-syair yang dilantunkan atau diciptakannya.

  14. Ajaran akhlak menemukan bentuk yang sempurna pada periode Islam. Akhlak dalam Islam ada 2 macam 1. Normatif,bersumberpada al-Quran danSunnah. Bersifat universal, mutlakdanabsolut. Padapenjelasaninidapatdilihatdalam : QS. Al Isra’ 17 : 9, 32 Al Nahl 16 : 89,90,97 Al Baqarah 2: 219 Al Maidah 5: 33 Dalam Islam ada 3 jalanygharusditempuhmanusia : 1. Manusiahidupmenujukebahagiaan, ketenangandanmencapaicita-cita. 2. Perbuatanygdilakukanberadadalamkerangkaperaturandanhukumtertentu yang mutlakkebenarannya (al Quran). 3. Jalanhidupterbaikdanterkuatadlberdasarkanfitrahbukanemosiataudoronganhawanafsu.

  15. 2. RasionaldanKultural, • Didasarkanpadahasilpemikiranygsehat, adatistiadatdankebudayaan yang berkembang. CorakakhlakinimunculpadamasaDaulahAbbasiyah (abad 8-13 M), yang digunakanolehmutakalliminaliranMuktazilah. Hal inidapatdilihatpadaajarannya “UshululKhamsah”; tauhid, al-adl, al-wa’adwa al-wa’id, manzilahbain al manzilatain, amarmakrufnahimunkar. • Penelitianpemikiranakhlaksemakinberkembangterutamasetelahmunculnyaparafilosofmuslim, misalnya al-Farabi, IbnSina, Ikhwanus Sofa, IbnMiskawaih, Al-Ghazalidst.

  16. PERIODE MODERN • Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka pemikiran akhlak didasarkan pada pandangan ilmu pengetahuan empirik serta sumber logika dan tidak lagi mengikuti gambaran khayal atau keyakinan yang terdapat dalam ajaran agama. • Tokoh yang muncul diantaranya Descartes (1596-1650), John S. Mill (1806-1873), Immanuel Kant, Bertraund Russel. Pandangan akhlak pada pemikiran barat tersebut tampak terlihat jauh dari pandangan agama (sekuler). Sepenuhnya didasarkan pada pemikiran manusia semata-mata.

  17. IV. ETIKA, MORAL, SUSILA DANHUBUNGANNYA DENGAN AKHLAK • Etika…? kaitannya • Moral…? Dengan Akhlak ? • Susila…?

  18. Etika • Bahasa = ethos (Yunani) ; watak, susila, adat. • Istilah ; (sebagai ilmu) 1. menjelaskan arti baik/buruk 2. menerangkan apa yg seharusnya dilakukan 3. menunjukkan tujuan dan jalan yang harus dituju • 4.menunjukkan apa yang harus dilakukan • 5. berdasarkan ukuran akal

  19. Obyek bahasannya membahas perbuatan manusia • Sumbernya  akal pikiran / filsafat, jadi tidak mutlak, absolut dan universal • Fungsinya  sebagai penilai, penentu perbuatan baik/buruk, mulia atau terhormat dll. Jadi lebih bersifat sebagai wasit/hakim. • Sifatnya relatif, dapat berubah sesuai dg tuntutan adat, budaya dan waktu atau zaman. • Jadi, etika bersifat humanis, yang berdasarkan pemikiran manusia dan diarahkan pada manusia.

  20. Moral • Bahasa = mores (Latin) ; adat kebiasaan • Istilah = sebagai batasan terhadap aktivitas manusia dengan memberi nilai baik /buruk, benar/salah. • Berdasarkan tradisi yg berlaku di masyarakat. • Contoh, orang itu bermoral, artinya orang tsb bertingkah laku baik

  21. Apa persamaan dan perbedaan antara etika dan moral …?

  22. Persamaannya • Etika dan moral mempunyai obyek yang sama, yaitu membahas perbuatan manusia yang selanjutnya menentukan apakah itu baik/buruk, benar/salah.

  23. Perbedaannya, • Etika bertolak ukur pada akal pikiran atau rasio moral tolak ukurnya adalah norma-norma yang berlaku pada masyarakat • Etika bersifat pemikiran filosofis yang berada pada dataran konsep konsep/teoritis. moral berada pada dataran realitas/ praktis dan muncul dalam tingkah laku yang berkembang dalam masyarakat. • Etika dipakai untuk pengkajian sistim nilai yang ada moral atau dikenal dg istilah moralitas dipakai untuk menilai suatu perbuatan

  24. Hal-Hal ttg Kesadaran moral: • Perasaan wajib /keharusan melakukan perbuatan yang bermoral, yang mana perasaan tersebut terdapat dalam hati nurani /consciense. • Berwujud rasional, obyektif, perbuatan yang secara umum dapat diterima oleh masyarakat umum dan berlaku secara universal. • Muncul dalam bentuk kebebasan, yaitu bebas mentaatinya atau sebaliknya (krn berkaitan dg hati nurani)

  25. Kesimpulan : • Moral mengacu pada suatu nilai/sistem hidup yang diberlakukan oleh Masyarakat memberikan harapan kebahagiaan/ketentraman. Nilai tsb berkaitan dg perasaan wajib, rasional dan berlaku secara umum tanpa dorongan atau paksaan  muncul kesadaran moral.

  26. Susila • Etimologi=su -sila (sanssekerta) ; dasar, prinsip, peraturan hidup, norma. • Terminologi=aturan hidup yang lebik baik. Atau dapat pula berarti sopan, beradab dan juga baik budi bahasanya. Contoh, bersusila berarti orang yang berkelakuan baik sedangkan Asusila berarti orang yang berkelakuan buruk • Kesusilaan mengacu pada upaya membimbing, memandu, mengarahkan, membiasakan dan memasyarakatkan hidup yang sesuai dengan norma/nilai yang berlaku dalam masyarakat.

  27. Hubungan etika, moral dan susila dengan AKHLAK • Fungsidanperannya : etika, moral, susiladanakhlakmenentukannilaiatauhukumsuatuperbuatan • Sumbernya : -Etikaberdasarkanpendapatakalpikiran/rasio -Moral danSusilaberdasarkanpadakebiasaan yang berlaku -Akhlakberdasarkanpada al-Quran danHadits. • Jadi, etika, moral dansusiladibutuhkandalamrangkamenjabarkandanmengoperasikanketentuanakhlak yang terdapatdalam al-Quran danhadits. Sebaliknyajugaakhlakdapatmemberikanbatasan yang umumdan universal terhadappenjabaranetika, moral dansusila, sehinggatetapbersifathumanis.

  28. Sekian Terima kasih Wassalam……..

More Related