1 / 36

PENIMBANGAN BERAT BADAN DAN PENGUKURAN TINGGI / PANJANG BADAN

RISKESDAS 2010. BLOK X. PENIMBANGAN BERAT BADAN DAN PENGUKURAN TINGGI / PANJANG BADAN. LATAR BELAKANG. MDGs GOAL 1: Target 1c. Reduce by Half the proportion of people who suffer from HUNGER: 1.8. Prevalence of UNDERWEIGHT children under five years of age

tamra
Download Presentation

PENIMBANGAN BERAT BADAN DAN PENGUKURAN TINGGI / PANJANG BADAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. RISKESDAS 2010 BLOK X PENIMBANGAN BERAT BADAN DAN PENGUKURAN TINGGI/PANJANG BADAN

  2. LATAR BELAKANG • MDGs GOAL 1: Target 1c. Reduce by Half the proportion of people who suffer from HUNGER: • 1.8. Prevalence of UNDERWEIGHT children under five years of age • 1.9. Proportion of population below minimum level of dietary energy consumption

  3. STATUS GIZI • Keadaan yang diakibatkan oleh status keseimbangan antara zat gizi yang dikonsumsi dengan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk berbagai proses biologis (pertumbuhan, perkembangan, Pemeliharaan kesehatan, aktivitas, metabolisme) • Indikator status gizi ( antropometri, klinis, biokimia)

  4. TIGA MACAM INDIKATOR ANTROPOMETRI 1. Berat badan menurut umur (BB/U) 2. Tinggi badan menurut umur (TB/U) 3. Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB)

  5. BeratBadan (BB) TINGGI Badan (TB) BeratMenuruttinggibadan (BB/TB) INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TINGGI BADAN Menurut UMUR (TB/U) IMT Menurut UMUR (IMT/U) BERAT BADAN Menurut UMUR (BB/U) UMUR (U)

  6. TUJUAN • Mengetahui proporsi jumlah balita underweight ( status gizi kurang dan buruk berdasarkan indikator status Gizi Berat Badan menurut Umur) • Mengetahui karakteristik masalah gizi pada balita ( balita pendek, balita gemuk, balita gizi lebih)

  7. KUESIONER INDIVIDU: RKD10.IND (BLOK X)

  8. PENIMBANGAN BERAT BADAN PERSIAPAN : • Pasang baterai pada bagian bawah timbangan • Pasang 4 (empat) kaki timbangan pada bagian bawah timbangan 3. Letakan timbangan pada lantai yang datar 4. Buka alas kaki dan jaket serta keluarkan isi kantong yang berat seperti kunci, dll

  9. PROSEDUR PENIMBANGAN 1. TombolBiru

  10. 2. Hasil penimbangan : 52,70 kg dibulatkan 52,7 kg • Posisi kaki ditengah timbangan, sikap tenang, kepala tidak menunduk • Angka di kaca jendela akan muncul, dan tunggu sampai angka tidak berubah (STATIS) • Catat angka yang terakhir (ditandai dengan munculnya tanda bulatan O diujung kiri atas kaca display) dan isikan kedalam kuesioner. Angka BB dibulatkan satu digit misal 0,51 - 0,54 dibulatkan menjadi 0,5 dan 0,55 - 0,59 dibulatkan menjadi 0,6 • Minta Responden turun dan alat timbang akan OFF secara otomatis.

  11. PROSEDUR PENIMBANGAN ANAK UMUR < 2 TH ATAU ANAK YANG BELUM BISA BERDIRI • Buka topi, jaket, sepatu, kaos kaki atau asesoris yang digunakan anak/ibu • Aktifkan alat timbang. • Timbang ibu anak tsb • Posisi kaki ibu tepat di tengah alat timbang • Catat BB ibu (ditandai dengan munculnya tanda bulatan O diujung kiri atas kaca display)

  12. Minta Responden turun dan tunggu sampai OFF secara otomatis. • Aktifkan kembali alat timbang • Timbang ibu dan anak (digendong) bersama-sama. • Catat angka yang terakhir • Berat badan anak adalah selisih antara (berat badan ibu dan anak) dengan berat badan ibu. PEMBULATAN berat badan anak dilakukan setelah pengurangan (berat badan ibu dan anak) dengan berat badan ibu.

  13. B = 72,65 kg A = 59,55 kg Berat anak = 72,65 kg – 59,55 kg = 13,10 kg

  14. PENGUKURAN TINGGI DAN PANJANG BADAN I. BAGIAN ALAT UKUR MULTIFUNGSI 4 1 5 2 6 3 7

  15. PROSEDUR PENGUKURAN TINGGI BADAN (BERDIRI) • Pasang alat ukur sesuai petunjuk • Letakkan alat ukur pada lantai atau permukaan yang datar. • Lepas Alas kaki , penutup kepala/topi atau topi/peci dari responden yang akan diukur • Responden yang akan diukur diminta naik ke alas alat ukur dengan posisi membelakangi alat ukur

  16. 5.Responden diminta berdiri tegak, pandangan lurus ke depan 6. Perhatikan, dinding belakang alat ukur harus berada ditengah tubuh bagian belakang yang diukur, jangan melenceng kekiri atau kekanan

  17. Lima bagian badan yaitu Kepala, bahu, punggung pantat dan tumit menempel di dinding alat ukur. Bila ini tidak mungkin minimal 3 bagian yang menempel di dinding alat ukur • Posisi pengukur berada di depan yang diukur. Bila yang diukur lebih tinggi dari pengukur gunakan alat bantu seperti kursi

  18. Gerakan alat geser sampai menyentuk kepala, jangan terlalu ditekan. Perhatikan bahwa bagian belakang alat geser harus menempel rapat pada dinding belakang alat ukur.

  19. 10. Bila angka tinggi badan dibaca dari arah depan: lihat angka skala pada jendela baca yang terletak pada bagian depan alat geser tepat di garis berwarna merah. 11. Bila angka tinggi badan dibaca dari skala yang terletak disamping: baca angka yang terletak di bagian bawah alat geser. Catat angka ini pada formulir yang disediakan.

  20. PROSEDUR PENGUKURAN PANJANG BADAN BAYI DAN ANAK YANG BELUM BISA BERDIRI

  21. Gabungkan bagian alat ukur (cukup 2 batang yang digabungkan) • Pasang besi penopang agar alat geser dapat bergerak bebas . Pemasangan besi penopang ini harus searah dengan bagian yang menonjol pada siku tetap (siku yang tidak bergerak di ujung alat ukur)

  22. 3. Pilih lantai atau meja yang rata untuk meletakkan alat ukur. 4. Angka skala panjang badan harus di posisi atas untuk memudahkan pembacaan

  23. 5. Posisi siku tetap harus berada di sebelah kiri pengukur, dan posisi pembantu pengukur berada di belakang siku tetap 6. Anak dibaringkan dengan kepala menempel pada siku tetap. Pembantu pengukur memegang dagu dan pipi anak dari arah belakang siku tetap

  24. 7. Garis imajiner (dari titik lobang telinga ke ujung mata) harus tegak lurus dengan lantai tempat anak dibaringkan Pengukur memegang lutut anak agar kaki anak menempel ke lantai 8. Sambil memegang lutut anak, pengukur menggerakkan alat geser ke arah telapak kaki anak.

  25. 9. Posisi kedua telapak kaki anak harus rapat dan tegak lurus saat menempel pada alat geser. Pengukur harus cepat mnggerakkan alat geser sampai menempel pada telapak kaki anak, dan segera baca skala panjang badan

  26. 10. Baca skalapanjangbadan yang terletakdisebelahkirialatgeserdan catatdiformulir yang disediakan. Menggerakkanalatgeserdan membaca skalaharusdilakukan dengancepatkarenaanakseringreweldanbergerak.

  27. TERIMA KASIH

More Related