1 / 40

Selamat Datang di kelas PLPG Nilai-Norma

Selamat Datang di kelas PLPG Nilai-Norma. Winarno, SPd, M Si, Dr. FKIP UNS Surakarta http://winarno.staff.fkip.uns.ac.id. Tema untuk PPKn. Mahkluk hidup & lingk = norma Kesehatan= kedisipilinan Globalisasi= Pancasila Peristiwa= Konstitusi Kewirausahaan = demokrasi.

taima
Download Presentation

Selamat Datang di kelas PLPG Nilai-Norma

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Selamat Datang di kelas PLPGNilai-Norma Winarno, SPd, M Si, Dr. FKIP UNS Surakarta http://winarno.staff.fkip.uns.ac.id

  2. Tema untuk PPKn • Mahkluk hidup & lingk = norma • Kesehatan= kedisipilinan • Globalisasi= Pancasila • Peristiwa= Konstitusi • Kewirausahaan = demokrasi

  3. Apa yg dapat anda kemukakan dari gambar ini?

  4. Apaygdapatandakemukakandarigambarini?

  5. Apa yg dapat anda kemukakan dari gambar ini?

  6. Apa yg dapat anda kemukakan dari gambar ini?

  7. Jadi apa itu ? • Itu adalah contoh dari norma • Berikan lagi contoh norma! • Apa itu norma? • Apa isi dari norma? • Apa guna norma? • Apa macam norma yang berlaku? • Apa hubungan norma dengan nilai?

  8. APA INI?

  9. ITU adalah NILAI/VALUE • Kualitas yang melekat pada objek, yang berharga, berguna, menyenangkan, bagi manusia • Nilai bersifat realitas abstrak, normatif dan motivator • Contoh : kejujuran, keindahan dan sebagainya • Karena nilai itu abstrak, dan belum menjadi panduan manusia, maka perlu dikonkretkan • Konkretisasi dari nilai adalah NORMA • NORMA ITULAH YANG MENJADI PANDUAN MANUSIA DALAM BERPERILAKU

  10. KEINDAHAN KESEHATAN KESELAMATAN KERAPIAN KEBERSIHAN KEJUJURAN KEIKHLASAN DLL Janganlah mencoret-coret tembok Makanlah makanan yg bergizi Nyalakan lampu Sisirlah rambut Buanglah sampah pada tempatnya Jangan menyontek ? ? NILAI NORMA

  11. Berharga, penting bagi manusia Banyak contoh Berjenis Bertingkat Memiliki ciri-ciri ttt Belum dapat dijadikan acuan perilaku Sebagai perwujudan dari nilai Konkritisasi dari nilai Menjadi acuan perilaku Banyak contoh norma baik tertulis atau lisan Berjenis : nm agama, kesusilaan, kesopanan, hukum NILAI NORMA

  12. DASAR INSTRUMENTAL NORMATIF PRAKSIS REALITAS ABSTRAK T I N G K A T A N N I L A I S I F A T N I L A i MOTIVATOR Diwujudkan Perwujudan M A C A M N I L A I ETIKA M A C A M N O R M A NR. AGAMA ACUAN PERILAKU NR.ETIKA LOGIKA NR. KESOPANAN ESTETIKA NR.HUKUM

  13. Pancasila ? • Apakah Pancasila itu? • Pancasila adalah dasar negara, ideologi nasional, pandangan hidup, dll • Itu bukan apa Pancasila , tetapi status, kedudukan, fungsi yang diberikan kepadanya • Hakekat Pancasila adalah nilai/value, ada juga yang menyebut prinsip (the five principle) • Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan , kerakyatan dan keadilan • Apa itu nilai?

  14. Nilai dan Norma Pancasila Pengamalan subyektif Norma Etik Contoh : P4, EKB 5 nilai etik Pancasila Contoh : UU, Perda Ketuhanan Norma Hukum Kemanusiaan Persatuan Pengamalan obyektif Kerakyatan Keadilan

  15. Pertanyaan • Apa itu norma etik? • Apa itu norma hukum? • Apa hubungan Pancasila dengan norma keduanya dalam hidup bernegara? • Apa itu pengamalan subyektif? • Apa itu pengamalan obyektif?

  16. WARGA NEGARA INDONESIA P4 (TAP MPR NO II / 1978) LIMA NILAI PANCASILA NORMA ETIK ETIKA KEH BG (TAP MPR NO VI/ 2001) Pengamalan subyektif WARGA NEGARA INDONESIA KODE ETIK PROFESI MASYARAKAT PROFESI PANCASILA SBG SUMBER NORMA ETIK

  17. Norma Etik/Moral Pancasila • Sebagai jabaran dari nilai etik Pancasila • Menjadi kaidah/acuan bertingkah laku etis selaku manusia Indonesia • Contoh norma etik Pancasila adalah butir-butir P4 (Tap MPR No II/MPR/1978) dan Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No VI/MPR/2001) • Etika Kehidupan berbangsa diwujudkan lagi dalam bentuk kode etik profesi • Kode etik profesi menjadi acuan berperilaku bagi suatu kelompok profesi

  18. Etika Kehidupan Berbangsa (Tap MPR No VI/MPR/2001) • Ada 6 kelompok etika: sosial-budaya, politik, ekonomi, hukum, keilmuan, dan lingkungan • Masing2 kel etika ini memiliki nilai-nilai dan sikap etik. Apa saja? • Etika ini masih bersifat garis2 besar, perlu dibuat yang lebih rinci dan praktis: kode etik • Kode etik bersifat khusus, berlaku bagi mereka yang terikat: misal kode etik konsultan, kode etik psikolog • Kode etik dibuat oleh organisasi dari profesi yang bersangkutan

  19. Norma Etik/Moral Pancasila • Kode etik termasuk norma etik • Karena Pancasila merupakan salah satu sumber norma etik, maka seharusnya rumusan kode etik tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila • Diamalkan secara subyektif atau pengamalan subyektif (pribadi) • Tidak ada sanksi hukum, tetapi sanksi etik/moral • Tidak mengikat secara hukum tetapi secara moral. Apa saja sanksi etik itu? Sanksi etik dalam kode etik umumnya bertingkat dari mulai yang rendah sampai tinggi • Dengan demikian dalam kehidupan bernegara ada sistem etik (rule of ethic)

  20. SANKSI ETIK • Apa saja sanksi etik itu? Sanksi etik dalam kode etik umumnya bertingkat dari mulai yang rendah sampai tinggi • Teguran-peringatan- skorsing-dimutasi-turun pangkat/potong gaji- dipecat yang berlaku dalam lingkungan kode etik • Jika terjadi di lingkungan masyarakat : dikucilkan, diusir, dicemooh, dihina, merasa menyesal, malu/dipermalukan masyarakat, dan sebagainya

  21. Norma Etik • Namun norma etik, sanksinya tidak cukup kuat untuk mengatur perilaku hidup manusia • Manusia masih banyak melanggar norma etik, menyepelekan, tidak membuat jera • Kehidupan bersama memerlukan norma hukum. Mengapa? • Karena sanksi norma etik belum cukup kuat dan ada perilaku yang tidak diatur oleh norma etik tetapi diperlukan pengaturannya. Misalkan? Perilaku berlalu lintas

  22. PANCASILA SBG SUMBER NORMA HUKUM UU No 12 Th 2011 Pasal Pasal UUD 1945 LIMA NILAI PANCASILA NORMA HUKUM TAP MPR, UU , dst Pengamalan obyektif WARGA NEGARA INDONESIA • KETUHANAN • KEMANUSIAAN • PERSATUAN • KERAKYATAN • KEADILAN

  23. Norma Hukum • Norma hukum merupakan norma yang tertulis dalam hukum negara • Memiliki kekuatan mengikat dan bersifat memaksa • Norma hukum di Indonesia termuat dalam peraturan perundangan • Peraturan perundangan negara berjenjang mulai dari UUD 1945 sampai pada peraturan daerah • Contoh norma Hukum: Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang UULLAJ, psl 58 • Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas • Jika melanggar pasal ini maka dikenai pidana kurungan paling lama 2(dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah). (Psl 279)

  24. Norma Hukum • Jika kita berbicara hukum, maka yang dimaksud adalah norma hukum • Norma hukum merupakan salah satu norma yang berlaku selain norma agama, etik dan kesopanan • Norma hukum memiliki kekhasan dibanding tiga norma lainnya • Isi norma hukum : larangan; suruhan; dan kebolehan • Isi norma hukum tersebut ditemukan pada rumusan pasal2 peraturan hukum negara • Norma hukum bersifat mengikat dan memaksa.

  25. Norma Hukum Pancasila • Nilai Pancasila menjadi sumber bagi norma hukum di Indonesia • Pancasila menjadi sumber hukum material di Indonesia • Pancasila terjabar pada pasal-pasal UUD 1945 selaku hukum dasar dan tertinggi negara • Tata hukum berikutnya adalah Tap MPR, Undang-Undang/Perpu, PP, Perpres, Perda : Perda prop dan kab/kota

  26. Norma Hukum Pancasila • Hukum melahirkan norma hukum , norma hukum seharusnya tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila • Pancasila merupakan sumber norma hukum dan menjadi kaidah penuntun hukum Indonesia • Warga negara mengikatkan diri/taat pada hukum • Dinamakan pengamalan Pancasila scr obyektif • Norma hukum mengikat secara hukum, ada sanksi hukum bagi yang melanggarnya (imperatif yuridis)

  27. Pancasila melahirkan kaidah-kaidah penuntun hukum • Pertama, hukum Indonesia yang dibuat haruslah bertujuan membangun dan menjamin integrasi negara dan bangsa Indonesia (sila III) • Kedua, hukum Indonesia yang dibuat haruslah berdasarkan demokrasi dan nomokrasi (sila IV) • Tiga, hukum Indonesia yang dibuat haruslah ditujukan untuk membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (sila V) • Empat, hukum Indonesia yang dibuat haruslah didasarkan pada toleransi beragama yang berkeadaban (sila I dan II)

  28. Norma hukum • Bagaimana seandainya norma hukum (Undang-Undang) yang dibuat dianggap bertentangan dengan nilai Pancasila • Norma hukum tersebut (Undang-Undang) dimintakan yudicial reviuw (pengujian materi secara hukum) kepada Mahkamah Konstitusi • Mahkamah konstitusi akan memutuskan apakah Undang-Undang bertentangan atau tidak dengan UUD 1945 (Pembukaan dan Pasal-pasalnya) • Pancasila ada di dalam pembukaan. Jadi Pancasila juga menjadi batu ujian bagi pembuatan norma hukum disamping pasal-pasal dalam UUD 1945

  29. Pertanyaan ?

  30. Bagaimana nilai disampaikan? • Apakah nilai dapat diajarkan? • Nilai tidak dapat diajarkan/disampaikan, yang diajarkan pengetahuan (Socrates : knowledge is virtue) • Nilai itu dibiasakan. (Aristotle : Value is habit) • Moralitas dikembangkan melalui penalaran moral (Kohlberg) • Knowing the good, feeling the good, acting the good (Thomas Lickona) • Ngerti, ngrasa lan nglakoni kebecikan (KH Dewantara) • Karakter itu diintervensi dan dihabituasi (Kemdiknas, 2010)

  31. Pendekatan Pendidikan Nilai Pendekatan dalam pendidikan moral dibedakan menjadi tiga (3) yaitu; • Pendekatan Lawrence Kolhberg disebut Cognitive Moral Development • Pendekatan L Metccalf dan Imam al Ghozalli disebut Affektive Moral Development • Pendekatan Albert Bandura dan Skiner disebut Behavior Moral Development

  32. Pendekatan Lain • Ada lima pendekatan dalam pendidikan nilai yakni: (1) Pendekatan penanaman nilai (inculcation approach), (2) Pendekatan perkembangan moral kognitif (cognitive moral development approach), (3) Pendekatan analisis nilai (values analysis approach), (4) Pendekatan klarifikasi nilai (values clarification approach), dan • Pendekatan pembelajaran berbuat (action learning approach) (Superka, et. al. 1976). • Tiap model memiliki kelebihan dan kelemahan? • Pendekatan penanaman nilai dan model Affektive Moral Development telah lama berkembang di Indonesia, yang masyarakatnya memiliki tradisi lisan

  33. Pendekatan penanaman nilai (inculcation approach) • pendekatan yang memberi penekanan pada penanaman nilai-nilai dalam diri siswa. • pendekatan ini sebenarnya merupakan pendekatan tradisional • pendekatan ini dipandang indoktrinatif, tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan demokrasi • Pendekatan ini mungkin tidak sesuai dengan alam pendidikan Barat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan individu • namun, pendekatan ini digunakan secara meluas dalam berbagai masyarakat, terutamanya dalam penanaman nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya

  34. Pendekatan klarifikasi nilai (values clarification approach) • memberi penekanan pada usaha membantu siswa dalam mengkaji perasaan dan perbuatannya sendiri • menanamkan nilai kepada subyek didik dengan melalui kesadarannya sendiri • dapat dikatakan bahwa teknik ini mengikuti aliran konstruktivisme

  35. Pendekatan analisis nilai (values analysis approach) • memberikan penekanan pada perkembangan kemampuan siswa untuk berpikir logis dengan cara menganalisis masalah yang berhubungan dengan nilai-nilai sosial • lebih menekankan pada pembahasan masalah-masalah yang memuat nilai-nilai sosial

  36. Pendekatan pembelajaran berbuat (action learning approach) • memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan perbuatan-perbuatan moral, baik secara perseorangan maupun secara bersama-sama dalam suatu kelompok. • melibatkan siswa sekolah menengah atas dalam melakukan perubahan-perubahan sosial

  37. Contoh kasus untuk analisis nilai dan norma • Di desa Srono di adakan hajatan besar . Pak Jimo punya acara mantu. Acara itu diramaikan dengan musik campur sari. Para pemuda desa antusias menyambutnya dengan berjoget ria. Pardi salah serag pemuda tidak ketinggalan ikut serta. Ia bahkan sambil membawa minuman keras. Katanya biar tambah berani dan semangat. Pardi yang mulai mabok jogetnya tidak karuan. Ia menendang-nendang ke kanan dan ke kiri sambil berteriak-teriak. Tidak lupa iapun melepas baju. Parno dan Tukijan terkena getahnya. Mereka mendapat tendangan Pardi. Merasa tidak terima, Parno melawan. Akhirnya Pardi dan Parno terlihat adu mulut dan pertengkaran. Suasana menjadi kacau. Pak Jimo berusaha melerai. Tapi Pardi yang mabok dan kalap malah mengeluarkan pisau. Ia sempat melukai Tukijan. Akhirnya polisi datang ke tempat tersebut

  38. Pertanyaan untuk siswa?

  39. Kasus moral • Untuk pendekatan penalaran moral (Cognitif Moral Development), guru juga menyajikan kasus = dilema moral • Kasus moral yang mengandung dua/lebih pilihan moral, dimana anak nanti memilih dan memberi alasan atas pilihannya tersebut • Contoh kasus dilema moral?

More Related