1 / 20

PENILAIAN AFEKTIF

Diklat/Bimtek. T. P. M. K. S. S. A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. PENILAIAN AFEKTIF. *. *. HAKIKAT RANAH AFEKTIF. *. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, atau nilai. *.

Download Presentation

PENILAIAN AFEKTIF

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Diklat/Bimtek T P M K S S A Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PENILAIAN AFEKTIF

  2. * * HAKIKAT RANAH AFEKTIF * Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, atau nilai. * Andersen (1981), karakteristik manusia meliputi cara yang tipikal dari berpikir, berbuat, dan perasaan Popham (1995), ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang. Orang yang tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit untuk mencapai kerhasilan studi secara optimal. Seseorang yang berminat dalam suatu mata pelajaran diharapkan akan mencapai hasil pembelajaran yang optimal. *

  3. * * TINGKATAN RANAH AFEKTIF (Krathwohl, 1961) Tingkat Menerima / Receiving A Tingkat Menanggapi / Responding B Tingkat Menghargai / Valuing C Tingkat Organisasi / Organization D Tingkat Karakteristik / Characterization E

  4. * * KRITERIA RANAH AFEKTIF Intensitas- menyatakan derajat atau kekuatan dari perasaan Arah - berkaitan dengan orientasi positif atau negatif dari perasaan yang menunjukkan Apakah perasaan itu baik atau buruk. Target - mengacu pada objek, aktivitas, atau ide sebagai arah dari perasaan. * * *

  5. Metode untuk mengukur ranah afektif ada dua macam, yaitu metode observasi dan metode laporan diri(Andersen,1980). Penggunaan metode observasi berdasarkan pada asumsi bahwa karateristik afektif dapat dilihat dari perilaku atau perbuatan yang ditampilkan dan/atau reaksi psikologi. Metode laporan diri berasumsi bahwa yang mengetahui keadaan afektif seseorang adalah dirinya sendiri. Namun hal ini menuntut kejujuran dalam mengungkap karakteristik afektif diri sendiri. * * PENGUKURAN RANAH AFEKTIF

  6. LANGKAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN * * Menentukan spesifikasi instrumen 1 Menulis instrumen 2 3 Menentukan skala instrumen Menentukan sistem penskoran 4 5 Menelaah instrumen Merakit instrumen. 6 Melakukan ujicoba. 7 Menganalisis hasil ujicoba 8 Memperbaiki instrumen 9 10 Melaksanakan pengukuran 11 Menafsirkan hasil pengukuran

  7. * * SPESIFIKASI INSTRUMEN Instrumen Sikap 1 Instrumen Minat 2 Instrumen Konsep Diri 3 Instrumen Nilai 4 Instrumen Moral 5

  8. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN INSTRUMEN * Tujuan Pengukuran * Kisi kisi Instrumen * Bentuk dan format Instrumen * Panjang Instrumen *

  9. * KISI-KISI INSTRUMEN AFEKTIF

  10. Contoh Indikator dan Pernyataan *

  11. Contoh Skala Thurstone : Minat terhadap pelajaran Sejarah *

  12. Contoh Modifikasi Skala Likert: Sikap terhadap pelajaran Matematika *

  13. Contoh Skala beda Semantik Mata Pelajaran Ekonomi *

  14. Penelaahan instrumen adalah meneliti, apakah: butir pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan indikator 1 bahasa yang digunakan komunikatif dan menggunakan tata bahasa yang benar 2 butir pertanyaan atau pernyataan tidak bias 3 format instrumen menarik untuk dibaca 4 pedoman menjawab atau mengisi instrumen jelas 5 jumlah butir sudah tepat, tidak menjemukan responden 6 TELAAH INSTRUMEN * *

  15. MERAKIT INSTRUMEN * Setelah instrumen ditelaah dan butir-butir pertanyaan/ pernyataan diperbaiki, selanjutnya instrumen dirakit, yaitu menentukan format tata letak instrumen dan urutan pertanyaan atau pernyataan * * Format instrumenharusdibuatmenarik, sehinggarespondentertarikuntukmembaca danmengisiinstrrumen Format instrumensebaiknyatidakterlalupadat *

  16. Sistem penskoran yang digunakan tergantung pada skala pengukuran. SISTEM PENSKORAN * * a Skala Thurstone tertinggi 7terendah1 b • Skala Beda Semantik, • tertinggi7terendah1 c Skala Likert (1 – 5), dimodifikasi tertinggi 4 terendah 1

  17. ANALISIS HASIL UJI COBA * Analisis hasil ujicoba meliputi variasi jawaban tiap butir pertanyaan atau pernyataan. * Daya beda minimal 0,30. Apabila daya beda butir instrumen lebih dari 0,30, maka butir instrumen tergolong baik. 1 2 Indeks reliabilitas minimal 0,70. Apabila indeks ini lebih kecil dari 0,70, kesalahan pengukuran akan melebihi batas. Oleh karena itu diusahakan agar indeks keandalan instrumen minimum 0,70.

  18. PENAFSIRAN HASIL PENGUKURAN * Kategori hasil pengukuran sikap atau minat. * Sangat baik atau Sangat Tinggi 1 Baik atau Tinggi 2 3 Kurang baik atau Rendah 4 Tidak baik atau Sangat Rendah

  19. Contoh Pengkategorian minat Skala Likert dengan 10 butir pertanyaan

  20. Diklat/Bimtek T P M K S S A Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan TERIMA KASIH

More Related