Atmosfer
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 87

ATMOSFER PowerPoint PPT Presentation


  • 434 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

ATMOSFER. PENGERTIAN. Udara yang menyelimuti bumi Kumpulan gas-gas yang menyelimuti bumi. Komposisi gas pembentuk atmosfer. Lapisan-lapisan Atmosfer. Troposfer. Lapisan terbawah, ketebalan di katulistiwa 19 km, di kutub 8 km. Rata-rata 11 km.

Download Presentation

ATMOSFER

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Atmosfer

ATMOSFER


Pengertian

PENGERTIAN

  • Udara yang menyelimuti bumi

  • Kumpulan gas-gas yang menyelimuti bumi


Komposisi gas pembentuk atmosfer

Komposisi gas pembentuk atmosfer


Lapisan lapisan atmosfer

Lapisan-lapisan Atmosfer


Troposfer

Troposfer

  • Lapisan terbawah, ketebalan di katulistiwa 19 km, di kutub 8 km. Rata-rata 11 km.

  • Temperatur makin turun seiring dengan bertambahnya ketinggian (0,6°C tiap 100 m dpal)

  • Terjadi gejala cuaca.

  • Sebagian besar massa atmosfer terdapat di sini

  • Puncaknya dibatasi oleh tropopause


Stratosfer

Stratosfer

  • Berada di atas troposfer hingga ketinggian 50 km

  • Terdiri atas dua lapisan:

    a. Lapisan Isotermal ketinggian 11-20 km, temperatur tetap (-60°C)

    b. Lapisan Inversiketinggian 20-50 km, makin ke atas temperatur makin tinggi

  • Tempat konsentrasi gas Ozon, pada 15-35 km  lapisan Ozonosfer

  • Puncak dibatasi lapisan Stratopause


Mesosfer

Mesosfer

  • Ketinggian 50-85 km

  • Makin ke atas temperatur makin rendah. Tiap naik 1000 m, temperatur turun 2,5 - 3°C. Suhu pada posisi tertinggi - 90°C

  • Puncak dibatasi oleh Mesopause


Termosfer

Termosfer

  • Ketinggian 85 – 500 km

  • Dinamakan lapisan panas (Hot Layer)

  • Temperatur tinggi  90 - 500°C, karena molekul oksigen mengabsorbsi (menyerap) energi surya


Lapisan ionosfer

Lapisan Ionosfer

  • Pada ketinggian 60-600 km.

  • Terjadi ionisasi

  • Sangat bermanfaat di bidang komunikasi

  • Terdiri dari 3 lapisan:

    - Lapisan D, 60-120 km, pantulkan gel AM

    - Lapisan E, 120-180 km, pantulkan gel AM

    - Lapisan F, 180-600 km, pantulkan gel pendek


Eksosfer

Eksosfer

  • Ketinggian > 600 km

  • GrafitasiBumisudahberkurang, pengaruhangkasaluarsudahterasa

  • Molekul-molekulbergerakbebas


Atmosfer

SKETSA SUSUNAN LAPISANATMOSFER

KETINGGIAN

( KM )

PUNCAK ATMOSFER

1000

E X O S F E R

650

THERMOFAUSE

400

IONOPAUSE

LAPISAN APPLETON

300

LAPISAN F.2

200

LAPISAN F.1

LAPISAN THERMOSFER

LAPISAN IONOSFER

LAPISAN MEAVISIDE

140

LAPISAN E.2

100

LAPISAN E.1

MESOPAUSE

80,4

LAPISAN KENNELY

LAPISAN D

MESOSFER

48,2

LAPISAN OZON

STRATOSFER

11,2

TROPOPAUSE

TROPOSFER

DARATAN

L A U T


Pengertian cuaca dan iklim

Pengertian Cuaca dan Iklim

  • Cuaca : keadaan rata-rata udara pada waktu yang relatif singkat dan pada daerah yang sempit

  • Iklim : Keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang lama

  • Ilmu Cuaca : Meteorologi

  • Ilmu Iklim : Klimatologi


Unsur unsur cuaca dan iklim

Unsur-unsurCuacadanIklim

SUHU/TEMPERATUR

TEKANAN UDARA

KELEMBABAN UDARA

UNSUR CUACA DAN IKLIM

PERAWANAN

HUJAN

ANGIN


1 temperatur suhu

1. Temperatur / Suhu

  • Keadaan panas – dinginnya udara

  • Sumber  matahari

  • Alat ukur : Termometer, termograf

  • Isoterm : garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang memiliki suhu yang sama

  • Proses pemanasan : Langsung dan tidak langsung


Pemanasan langsung

Pemanasan Langsung

  • Absorpsi : penyerapan unsur-unsur radiasi matahari

  • Refleksi : pemanasan terhadap udara tapi dipantulkan kembali oleh partikel-partikel udara

  • Difusi : penyebaran sinar gelombang pendek biru dan lembayung berhamburan ke segala arah


Pemanasan tidak langsung

Pemanasan tidak langsung

  • Konduksi : matahari memberi panas pada tanah, kemudian diteruskan ke lapisan udara di atasnya

  • Konveksi : pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas

  • Adveksi : pemberian panas oleh gerak udara horizontal

  • Turbulensi : pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur (berputar-putar)


Faktor yang mempengaruhi besar suhu udara di suatu daerah

Faktor yang mempengaruhi besar suhu udara di suatu daerah:

  • Sudut datang sinar matahari

  • Lama penyinaran sinar matahari

  • Relief permukaan bumi (ketinggian tempat)

  • Banyak sedikitnya awan

  • Perbedaan letak lintang


Atmosfer

A

GSN

B

SINAR MIRING

SINAR VERTIKAL

c

a

b

GAMBAR SUDUT DATANG SINAR MATAHARI DI KHATULIS DAN LINTANG TINGGI

KETERANGAN

LEBIH BESAR MASUK SUDUT MATAHARI, LEBIH BESAR INTENSIVITAS PEMENASAN

SINAR A DARI PADA B KARENA BIDANG A < DARI BIDANG B + C

by sakib


Sudut datang sinar matahari di suatu tempat

SUDUT DATANG SINAR MATAHARI DI SUATU TEMPAT

SIANG HARI

a

SORE HARI

PAGI HARI

a

a

a

c

b

PERMUKAAN BUMI

Keterangan

Pada pagi hari bidang yang terpanasi adalah a + c

Pada siang hari bidang yanmg dipanasi adalah a

Pada sore hari bidang yang diapanasi adalah a + b

Pada siang hari wilayah a dipanasi matahari lebih intensif


Gradien termis

Gradien Termis

  • = Gradien temperatur vertikal (Lapse-rate)

  • Angka yang menunjukkan turunnya suhu udara tiap kenaikan tinggi tempat

  • Rumus


Contoh soal

Contoh soal

  • Suatu tempat memiliki ketinggian 3000 m dpal. Berapakah suhu udara di tempat tersebut?

  • Suatu tempat memiliki suhu udara 20°C. Berapakah ketinggian tempat tersebut


Atmosfer

Anginbertiupdari Daerah A yang memilikisuhu 24°C, menujudaerah B yang lebihtinggidanturundiaderah C sebagaianginpanasdengansuhu 30°C. Ditanyakan :

a. Berapakahketinggiandaerah B (Hв)

b. Berapakahsuhudaerah B (Tв)


Penyelesaian 1

Penyelesaian 1

T = 26,3 – 0.6 • 30

T = 26,3 - 18

T = 8,3°C


Penyelesaian 2

Penyelesaian 2

H = 1050 m dpal


Penyelesaian 3

Penyelesaian 3

TB = TA – 0,6 H/100 (Gradien thermis saat ketinggian bertambah)

TC = TB + 1 H/100 (Gradien thermis saat ketinggian turun)

  • TB = TA - 0,6 H/100 TC = TB + 1 H/100

  • TC = TA – 0,6 H/100 + 1 H/100

  • 30o = 24o + 0,4/100 30o – 24o = 0,4 H/100

  • 6o =0,4 H/100 0,4 H = 600

  • H = 600/0,4 H = 6000/4 H = 1.500 m dpal (a)

  • TB = TA - 0,6 H/100 TB = 24o – 0,6 (1.500/100)

  • TB = 24o - 0,6 (15) TB = 24o – 9o TB = 15o C


2 tekanan udara

2.Tekanan udara

  • Tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas wilayah tertentu

  • Alat ukur : Barometer

  • Satuan : milibar

  • Semakin tinggi tempat maka tekanan makin berkurang

  • Isobar : garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang memiliki tekanan yang sama


Gradien barometer

Gradien barometer

  • Tekanan udara antara 2 isobar pada jarak lurus 111 km

  • Rumus:


Tekanan udara dan angin

TEKANAN UDARA DAN ANGIN

GRADIEN BAROMETRIK

C

A

900 mb

250 km

100 km

B

D

950 mb

  • BerapaGradien Barometer dari :

  • AB

  • CD


Penyelesaian

Penyelesaian :

*Tekanan Udara (Isobar) A = 900 mb, Isobar B = 950 mb, jadi perbedaan tekanan udara (Isobar A dan B ) = 50 (sebagai di)

*Jarak antara A dan B = 100 km

(a) GB = di x 111 km/h

GB = (50 x 111 km / 100) x 1 mb

GB = 55,5 mb

Atau

GB = (50 : 100 km /111 km) x 1 mb

GB = 55,5 mb

(b) GB = (50x 111 km/250 km)x 1 mb

GB = 22,2 mb

Atau

GB = (50 : 100 km/111 km) x 1 mb

GB = 22,2 mb


3 kelembaban udara

3. Kelembaban Udara

  • Banyaknya uap air yang dikandung dalam udara

  • Alat ukur : Higrometer

  • Udara dikatakan jenuh jika kelembaban 100%


Macam macam kelembaban

Macam-macam kelembaban

  • Kelembaban mutlak (Absolute Humidity) : jumlah uap air yang terdapat dalam 1 m3 udara ( gr/m3 )

  • Kelembaban maksimum (Maximum Humidity) : jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung oleh udara dalam suhu tertentu

  • Kelembaban Relatif ....


Kelembaban relatif

Kelembaban Relatif

  • Perbandingan jumlah uap air yang dikandung udara dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada suhu dan tekanan yang sama

  • Rumus:


Contoh soal1

Contoh soal

  • Suatu tempat yang berukuran 2x2x2 m memiliki kandungan uap air sebanyak 320 gr. Berapakah kelembaban absolutnya!

  • Suatu tempat yang bersuhu 25°C memiliki kandungan udara 20 gr/m3. Jika pada suhu yang sama udara dapat mengandung maksimal 40 gr udara, berapakah kelembaban relatifnya?


Penyelesaian 11

Penyelesaian 1

2 x 2 x 2 = 8 m3

320 : 8 = 40 gr/m3


Penyelesaian1

Penyelesaian

RH = 50 %


4 perawanan cloudness

4. Perawanan (Cloudness)

  • Awan : kumpulan tetesan air (kristal-kristal es) di dalam udara yang terjadi karena pengembunan/pemadatan udara setelah melampaui keadaan jenuh

  • Titik-titik awan sebenarnya bukan air murni melainkan inti kondensasi yang dikelilingi embun  kristal garam


Macam macam awan berdasar tinggi dan bentuk

Macam-macam awan berdasar tinggi dan bentuk:

  • Cirrus (awan tinggi) > 6000 m

    - Cirrus (Ci) : tipis, spt bulu burung

    - Cirro stratus (Cs): putih merata spt kelambu

    - Cirro Comulus (Cc): Spt sisik ikan, gerombolan domba

  • Alto (awan menengah) 2000 – 6000 m

    - Alto Comulus (A-Cu): spt gumpalan kapas

    - Alto Stratus (A-St): berlapis-lapis spt pita

  • Strato (awan rendah) < 2000 m

    - Strato Comulus (St-Cu) : tebal, luas, bergumpal

    - Stratus (St) : merata, rendah, berlapis-lapis

    - Nimbostratus (Ni-St): tebal, bentuk tdk teratur, hujan

    - Nimbocomulus (Ni-Cu): tebal, bergumpal, kelabu hitam


5 hujan

5. Hujan

  • Peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi presipitasi

  • Alat ukur : fluviograf, raingauge, regenmeter, ombrometer

  • Isohyet : garis khayal pada peta yang menghubungkan titik-titik di permukaan bumi yang memiliki curah hujan sama

  • Macam hujan menurut terjadinya:

    - Hujan Zenithal / konveksi

    - Hujan Orografis / Relief

    - Hujan Frontal

    - Hujan Siklonal

    - Hujan Muson

    - Hujan Buatan


Hujan zenithal konveksi

Hujan Zenithal / Konveksi

30o-40o

LU

LS

30o-40o


Hujan orografis

Hujan Orografis


Hujan frontal

Hujan Frontal

Daerah Frontal

Massa Udara Panas

Massa Udara Dingin

Lintang rendah

Lintang Tinggi


Atmosfer

  • Hujan Siklonal : terjadi karena angin siklon membuat udara naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Hujan Muson : hujan yang terjadi karena angin muson membawa uap air ke suatu wilayah

  • Hujan Buatan : Mengumpulkan titik-titik air dengan memberi inti kondensasi di udara, berupa butiran garam, urea dsb


Syarat hujan buatan

Syarat hujan buatan

  • Ada awan comulonimbus ± 2 km tebalnya

  • Ketinggian awan 5000 – 7000 kaki

  • Kecepatan Angin < 8 knot

  • RH ≥ 70 %

  • Titik air pada awan 1,8 – 2 mikron


6 angin

6. Angin

  • Udara yang bergerak dari tekanan maximum ke tekanan minimum

  • Alat ukur kecepatan angin: Anemometer

  • Macam gerakan angin ; Konveksi, Adveksi dan turbulensi


Manfaat angin

Manfaat Angin

  • Menentukan waktu penggarapan tanaman

  • Membantu penyerbukan tanaman

  • Membantu kapal tradisional pergi – pulang melaut

  • Olahraga dan rekreasi


Macam macam angin

Macam-macam Angin


Angin lokal

Angin Lokal

  • Angin yang bertiup hanya di tempat- tempat tertentu dan tidak secara kontinyu

  • Angin ini bertiup sebagai akibat dari pengaruh kondisi wilayah sekitarnya


Angin darat

Angin Darat

+


Angin laut

Angin Laut

+


Angin gunung

Angin Gunung

+


Angin lembah

Angin Lembah

+


Angin fohn

Angin Fohn


Nama nama angin fohn di indonesia

Nama-nama Angin Fohn di Indonesia

  • Bohorok  Deli (Sumut)

  • Kumbang  Cirebon

  • Gending  Probolinggo

  • Grenggong  Pasuruan

  • Brubu  Makasar

  • Wambrau  P. Biak (Papua)


Angin muson

Angin Muson

Gerak Semu Harian Matahari

The tropic of cancer

23 1/2° LU

21 Juni

Equator

21 Mar

22 Sept

The tropic of Capricorn

23 1/2° LS

22 Des


Atmosfer

ANGIN MUSON TIMUR

JUNI

ASIA

SAM PASIFIK

+

SAM HINDIA

AUSTRALIA


Atmosfer

ANGIN MUSON BARAT

DESEMBER

ASIA

SAM PASIFIK

+

SAM HINDIA

AUSTRALIA


Angin muson1

Angin Muson

  • Angin yang bertiup dengan berganti arah tiap 6 bulan sekali

  • Angin Muson timur mendatangkan musim kemarau di Indonesia

  • Angin muson barat mendatangkan musim penghujan di Indonesia


Angin siklon dan anti siklon

Angin siklon dan anti Siklon

  • Angin Siklon  angin yang berputar ke arah masuk

  • Angin Anti Siklon  angin y berputar ke arah luar


Atmosfer

SIKLON

ANTI SIKLON

Belahan Bumi Utara

+

+

+

+

+

+

Belahan Bumi Selatan

+

+

+

+

+

+


Angin tetap

Angin Tetap

  • Angin yang bertiup sepanjang tahun dengan arah yang sama

  • Ada tiga angin tetap di muka bumi : Angin Passat dan anti passat, angin barat, angin timur

  • Namun angin tetap ini sering kalah oleh angin lokal


Sistem pergerakan angin global di muka bumi

Sistem pergerakan angin Global di Muka Bumi

Kutub Utara

+

60° LS

Etesia

+

+

+

+

+

+

+

30 - 40° LU

Khatulistiwa

Etesia

+

+

+

+

+

+

+

30 - 40° LS

60° LS

+

Kutub Selatan


Angin passat trade wind

Angin Passat (Trade wind)

  • Angin yang bertiup dari zona tekanan maksimun subtropis menuju zona tekanan minimum equator

  • Angin Passat timur Laut  belahan bumi utara

  • Angin Passat Tenggara  Belahan bumi selatan


Angin anti passat

Angin Anti Passat

  • Angin yang bertiup dari zona tekanan minimum equator menuju zona tekanan maksimum subtropis (di bagian atas dari Angin Passat)

Anti Pasat

Pasat


Angin barat westerlies

Angin Barat (Westerlies)

  • Angin yang bertiup dari zona tekanan maksimum subtropik menuju zona tekanan minimum sub-arktik

  • Karena pengaruh rotasi maka angin ini berbelok menuju timur sehinga seolah-olah datang dari arah barat


Angin timur easterlies

Angin Timur (Easterlies)

  • Angin yang bertiup dari zona tekanan maksimum kutub menuju zona tekanan minimum sub-arktik.

  • Karena pengaruh rotasi maka berbelok seolah-olah dari arah timur menuju ke barat

  • Terjadi di sekitar Lintang 60° baik Utara maupun Selatan


Angin daerah etesia

Angin Daerah Etesia

  • Daerah Etesia : daerah antara 30° LU - 40° LU maupun 30° LS - 40° LS

  • Merupakan perbatasan antara daerah angin Passat dengan angin Barat, sehingga mengalami pengaruh gerakan semu harian matahari.

  • Pada musim dingin bertiup angin Barat dan pada musim panas bertiup angin Pasat Timur Laut (BBU) atau angin Passat Tenggara (BBS)


Iklim matahari

Iklim Matahari

  • Tropis: 23½°LU - 23½°LS

  • Subtropis : 23½°LU/LS - 40°LU/LS

  • Sedang : 40°LU/LS - 66½°LU/LS

  • Kutub : 66½°LU/LS - 90°LU/LS


Klasifikasi iklim menurut koppen

Klasifikasi Iklim menurut Koppen

  • A (Iklim hujan tropis) : Temperatur bulan terdingin > 18°C, CH tahunan tinggi, CH bulanan > 60 mm

  • B (Iklim Kering/Gurun) : CH < Penguapan (evaporasi)

  • C (Iklim Hujan Sedang, Panas) : Temperatur bulan terdingin -3°C sampai dengan 18°C

  • D (Iklim Hujan Salju, Dingin) : Temperatur bulan terdingin kurang dari -3°C dan temperatur bulan terpanas > 10°C

  • E (Iklim Kutub) : Bulan terpanas temperaturnya < 10°C


Atmosfer

KriteriatambahaniklimKöppen :

f : tdkadamsmkering, bshsepanjangth

m:musim krgpendek,sisanyalebatsepanjanhtahun

w:hujan padamusimpanas

s :kondisikering pd musimpanas

W:kondisi keringpadamsmdingin

a :msmpnsygterik,suhu rata2blnterpanas > 22o C

b :msmpnsygpns,suhu rata2blnterpns < 22o C

c :msmpnsygsejuk & pendek < 4 bln,suhu > 10o C

d :msmdinginygsngtdingin t blnterdngin < -3oC

h :terik,suhutahunan rata2 > 18oC

k :sejuk,suhutahunan rata2 < 18OC


Sub divisi iklim k ppen

Sub divisi Iklim Köppen

  • Af : Iklim hujan tropis

  • Aw : Iklim savana tropis

  • BS : Iklim Stepa

  • BW : Iklim Gurun

  • Cf : Iklim hujan sedang, panas, tanpa musim kering

  • Cw : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim dingin yang kering

  • Cs : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim panas yang kering

  • Df : Iklim hujan salju, tanpa musim kering

  • Dw : Iklim hujan salju, dengan musim dingin yang kering

  • ET : Iklim tundra

  • EF : Iklim salju


Subtipe iklim a

Subtipe Iklim A

  • Af : iklim A dengan CH bulanan > 60 mm

  • Aw : iklim A yang memiliki musim kering yang panjang

  • Am : peralihan antara Af dan Aw

Af

60

Am

40

CH bulan terkering

Aw

20

0

1000

1500

2000

2500

CH Tahunan


Iklim junghuhn

Iklim Junghuhn

11,1 – 6,2ºC

Zone dingin

Lumut

2500 m

17,1 – 11,1ºC

Zone sejuk

Kopi, kina, Sayuran, Pinus

1500 m

22 – 17,1ºC

Kopi, Kina, Karet, Teh

Zone sedang

600 m

26,3 - 22ºC

Karet, Coklat, tembakau, Karet, Tebu, Jagung, Padi, Kelapa

Zone panas

0 m


Klasifikasi iklim schmidt fergusson

Klasifikasi Iklim Schmidt-Fergusson

  • Berdasar pada jumlah bulan basah dan bulan kering

  • Klasifikasi yang jadi acuan (Mohr):

    - Bulan Kering : CH < 60 mm / bulan

    - Bulan Lembab : CH 60 – 100 mm / bulan

    - Bulan Basah : CH > 100 mm / bulan


Nilai q

Nilai Q

  • Q = 0 – 14,3%  A (Sangat Basah)

  • Q = 14,3 – 33,3%  B (Basah)

  • Q = 33,3 – 60%  C (Agak Basah)

  • Q = 60 – 100%  D (Sedang)

  • Q = 100 – 167%  E (Agak Kering)

  • Q = 167 – 300%  F (Kering)

  • Q = 300 – 700%  G (Sangat Kering)

  • Q > 700%  H (Luar Biasa Kering)


Atmosfer

700%

H

300%

G

167%

F

Rata-rata bulan kering

100%

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

E

D

60%

C

33,3%

B

14,2%

A

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Rata-rata bulan basah


Atmosfer

Tentukan iklim kota “K” menurutklasifikasi Schmidt Ferguson danKlasifikasiKoppen, berdasar data Curah Hujan berikut ini!


Iklim kota k

Iklim kota “K”

Q = 24 %

Iklim kota “K”  B (Basah)


Iklim kota k menurut klasifikasi koppen

IKLIM KOTA “K” MENURUT KLASIFIKASI KOPPEN

Af

  • CH bln terkering = 31 mm

  • 31CH tahunan = 2175 mm

Af

K

31

Am

40

CH bulan terkering

Aw

20

2175

0

1000

1500

2000

2500

CH Tahunan


Gangguan gangguan iklim

GANGGUAN-GANGGUAN IKLIM


1 efek rumah kaca greenhouse effect

1. Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect)

  • Meningkatnya suhu udara di bumi akibat semakin banyak gas pencemar dalam udara

  • Penyebab : Gas buang dari industri, kendaraan bermotor, rumah tangga. Terutama CO2

  • Energi matahari yang sampai Bumi tertahan di atmosfer sehingga membuat panas muka Bumi.


Penyebab pemanasan global global warming

Penyebab Pemanasan Global (global warming)

AC / Gas Buang

Rumah tangga

Pembakaran

hutan / Industri

CO2

CFC5

Global

Warming

N2O

CH4

Asap Kendaraan

Bermotor

Sampah / bangkai


Akibat global warming

Meningkatnya

badai dan kilat

Akibat Global warming

Kerusakan hutan

Pengungsian

Ketidakmampuan

Species untuk

beradaptasi

terhadap iklim

Meningkatnya

muka air laut


2 el nino

2. El Nino

  • Peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut pantai barat Peru-Equador yang mengakibatkan gangguan iklim secara global

  • Gejala yang terjadi : Kekeringan di Asia dan Afrika


3 la nina

3. La Nina

  • Kebalikan dari El Nino, konsentrasi panas terjadi di wilayah Indonesia sehingga angin basah sekitar Pasifik dan Samudera Hindia bergerak ke Indonesia

  • Gejalanya : musim hujan yang lama di Indonesia dan sekitarnya


Atmosfer

EL NINO.zip


  • Login