Atmosfer
Download
1 / 87

ATMOSFER - PowerPoint PPT Presentation


  • 651 Views
  • Uploaded on

ATMOSFER. PENGERTIAN. Udara yang menyelimuti bumi Kumpulan gas-gas yang menyelimuti bumi. Komposisi gas pembentuk atmosfer. Lapisan-lapisan Atmosfer. Troposfer. Lapisan terbawah, ketebalan di katulistiwa 19 km, di kutub 8 km. Rata-rata 11 km.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' ATMOSFER' - snowy


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Pengertian
PENGERTIAN

  • Udara yang menyelimuti bumi

  • Kumpulan gas-gas yang menyelimuti bumi




Troposfer
Troposfer

  • Lapisan terbawah, ketebalan di katulistiwa 19 km, di kutub 8 km. Rata-rata 11 km.

  • Temperatur makin turun seiring dengan bertambahnya ketinggian (0,6°C tiap 100 m dpal)

  • Terjadi gejala cuaca.

  • Sebagian besar massa atmosfer terdapat di sini

  • Puncaknya dibatasi oleh tropopause


Stratosfer
Stratosfer

  • Berada di atas troposfer hingga ketinggian 50 km

  • Terdiri atas dua lapisan:

    a. Lapisan Isotermal ketinggian 11-20 km, temperatur tetap (-60°C)

    b. Lapisan Inversiketinggian 20-50 km, makin ke atas temperatur makin tinggi

  • Tempat konsentrasi gas Ozon, pada 15-35 km  lapisan Ozonosfer

  • Puncak dibatasi lapisan Stratopause


Mesosfer
Mesosfer

  • Ketinggian 50-85 km

  • Makin ke atas temperatur makin rendah. Tiap naik 1000 m, temperatur turun 2,5 - 3°C. Suhu pada posisi tertinggi - 90°C

  • Puncak dibatasi oleh Mesopause


Termosfer
Termosfer

  • Ketinggian 85 – 500 km

  • Dinamakan lapisan panas (Hot Layer)

  • Temperatur tinggi  90 - 500°C, karena molekul oksigen mengabsorbsi (menyerap) energi surya


Lapisan ionosfer
Lapisan Ionosfer

  • Pada ketinggian 60-600 km.

  • Terjadi ionisasi

  • Sangat bermanfaat di bidang komunikasi

  • Terdiri dari 3 lapisan:

    - Lapisan D, 60-120 km, pantulkan gel AM

    - Lapisan E, 120-180 km, pantulkan gel AM

    - Lapisan F, 180-600 km, pantulkan gel pendek


Eksosfer
Eksosfer

  • Ketinggian > 600 km

  • GrafitasiBumisudahberkurang, pengaruhangkasaluarsudahterasa

  • Molekul-molekulbergerakbebas


SKETSA SUSUNAN LAPISANATMOSFER

KETINGGIAN

( KM )

PUNCAK ATMOSFER

1000

E X O S F E R

650

THERMOFAUSE

400

IONOPAUSE

LAPISAN APPLETON

300

LAPISAN F.2

200

LAPISAN F.1

LAPISAN THERMOSFER

LAPISAN IONOSFER

LAPISAN MEAVISIDE

140

LAPISAN E.2

100

LAPISAN E.1

MESOPAUSE

80,4

LAPISAN KENNELY

LAPISAN D

MESOSFER

48,2

LAPISAN OZON

STRATOSFER

11,2

TROPOPAUSE

TROPOSFER

DARATAN

L A U T


Pengertian cuaca dan iklim
Pengertian Cuaca dan Iklim

  • Cuaca : keadaan rata-rata udara pada waktu yang relatif singkat dan pada daerah yang sempit

  • Iklim : Keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang lama

  • Ilmu Cuaca : Meteorologi

  • Ilmu Iklim : Klimatologi


Unsur unsur cuaca dan iklim
Unsur-unsurCuacadanIklim

SUHU/TEMPERATUR

TEKANAN UDARA

KELEMBABAN UDARA

UNSUR CUACA DAN IKLIM

PERAWANAN

HUJAN

ANGIN


1 temperatur suhu
1. Temperatur / Suhu

  • Keadaan panas – dinginnya udara

  • Sumber  matahari

  • Alat ukur : Termometer, termograf

  • Isoterm : garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang memiliki suhu yang sama

  • Proses pemanasan : Langsung dan tidak langsung


Pemanasan langsung
Pemanasan Langsung

  • Absorpsi : penyerapan unsur-unsur radiasi matahari

  • Refleksi : pemanasan terhadap udara tapi dipantulkan kembali oleh partikel-partikel udara

  • Difusi : penyebaran sinar gelombang pendek biru dan lembayung berhamburan ke segala arah


Pemanasan tidak langsung
Pemanasan tidak langsung

  • Konduksi : matahari memberi panas pada tanah, kemudian diteruskan ke lapisan udara di atasnya

  • Konveksi : pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas

  • Adveksi : pemberian panas oleh gerak udara horizontal

  • Turbulensi : pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur (berputar-putar)


Faktor yang mempengaruhi besar suhu udara di suatu daerah
Faktor yang mempengaruhi besar suhu udara di suatu daerah:

  • Sudut datang sinar matahari

  • Lama penyinaran sinar matahari

  • Relief permukaan bumi (ketinggian tempat)

  • Banyak sedikitnya awan

  • Perbedaan letak lintang


A

GSN

B

SINAR MIRING

SINAR VERTIKAL

c

a

b

GAMBAR SUDUT DATANG SINAR MATAHARI DI KHATULIS DAN LINTANG TINGGI

KETERANGAN

LEBIH BESAR MASUK SUDUT MATAHARI, LEBIH BESAR INTENSIVITAS PEMENASAN

SINAR A DARI PADA B KARENA BIDANG A < DARI BIDANG B + C

by sakib


Sudut datang sinar matahari di suatu tempat
SUDUT DATANG SINAR MATAHARI DI SUATU TEMPAT

SIANG HARI

a

SORE HARI

PAGI HARI

a

a

a

c

b

PERMUKAAN BUMI

Keterangan

Pada pagi hari bidang yang terpanasi adalah a + c

Pada siang hari bidang yanmg dipanasi adalah a

Pada sore hari bidang yang diapanasi adalah a + b

Pada siang hari wilayah a dipanasi matahari lebih intensif


Gradien termis
Gradien Termis

  • = Gradien temperatur vertikal (Lapse-rate)

  • Angka yang menunjukkan turunnya suhu udara tiap kenaikan tinggi tempat

  • Rumus


Contoh soal
Contoh soal

  • Suatu tempat memiliki ketinggian 3000 m dpal. Berapakah suhu udara di tempat tersebut?

  • Suatu tempat memiliki suhu udara 20°C. Berapakah ketinggian tempat tersebut


Anginbertiupdari Daerah A yang memilikisuhu 24°C, menujudaerah B yang lebihtinggidanturundiaderah C sebagaianginpanasdengansuhu 30°C. Ditanyakan :

a. Berapakahketinggiandaerah B (Hв)

b. Berapakahsuhudaerah B (Tв)


Penyelesaian 1
Penyelesaian 1

T = 26,3 – 0.6 • 30

T = 26,3 - 18

T = 8,3°C


Penyelesaian 2
Penyelesaian 2

H = 1050 m dpal


Penyelesaian 3
Penyelesaian 3

TB = TA – 0,6 H/100 (Gradien thermis saat ketinggian bertambah)

TC = TB + 1 H/100 (Gradien thermis saat ketinggian turun)

  • TB = TA - 0,6 H/100 TC = TB + 1 H/100

  • TC = TA – 0,6 H/100 + 1 H/100

  • 30o = 24o + 0,4/100 30o – 24o = 0,4 H/100

  • 6o =0,4 H/100 0,4 H = 600

  • H = 600/0,4 H = 6000/4 H = 1.500 m dpal (a)

  • TB = TA - 0,6 H/100 TB = 24o – 0,6 (1.500/100)

  • TB = 24o - 0,6 (15) TB = 24o – 9o TB = 15o C


2 tekanan udara
2.Tekanan udara

  • Tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas wilayah tertentu

  • Alat ukur : Barometer

  • Satuan : milibar

  • Semakin tinggi tempat maka tekanan makin berkurang

  • Isobar : garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang memiliki tekanan yang sama


Gradien barometer
Gradien barometer

  • Tekanan udara antara 2 isobar pada jarak lurus 111 km

  • Rumus:


Tekanan udara dan angin
TEKANAN UDARA DAN ANGIN

GRADIEN BAROMETRIK

C

A

900 mb

250 km

100 km

B

D

950 mb

  • BerapaGradien Barometer dari :

  • AB

  • CD


Penyelesaian
Penyelesaian :

*Tekanan Udara (Isobar) A = 900 mb, Isobar B = 950 mb, jadi perbedaan tekanan udara (Isobar A dan B ) = 50 (sebagai di)

*Jarak antara A dan B = 100 km

(a) GB = di x 111 km/h

GB = (50 x 111 km / 100) x 1 mb

GB = 55,5 mb

Atau

GB = (50 : 100 km /111 km) x 1 mb

GB = 55,5 mb

(b) GB = (50x 111 km/250 km)x 1 mb

GB = 22,2 mb

Atau

GB = (50 : 100 km/111 km) x 1 mb

GB = 22,2 mb


3 kelembaban udara
3. Kelembaban Udara

  • Banyaknya uap air yang dikandung dalam udara

  • Alat ukur : Higrometer

  • Udara dikatakan jenuh jika kelembaban 100%


Macam macam kelembaban
Macam-macam kelembaban

  • Kelembaban mutlak (Absolute Humidity) : jumlah uap air yang terdapat dalam 1 m3 udara ( gr/m3 )

  • Kelembaban maksimum (Maximum Humidity) : jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung oleh udara dalam suhu tertentu

  • Kelembaban Relatif ....


Kelembaban relatif
Kelembaban Relatif

  • Perbandingan jumlah uap air yang dikandung udara dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada suhu dan tekanan yang sama

  • Rumus:


Contoh soal1
Contoh soal

  • Suatu tempat yang berukuran 2x2x2 m memiliki kandungan uap air sebanyak 320 gr. Berapakah kelembaban absolutnya!

  • Suatu tempat yang bersuhu 25°C memiliki kandungan udara 20 gr/m3. Jika pada suhu yang sama udara dapat mengandung maksimal 40 gr udara, berapakah kelembaban relatifnya?


Penyelesaian 11
Penyelesaian 1

2 x 2 x 2 = 8 m3

320 : 8 = 40 gr/m3


Penyelesaian1
Penyelesaian

RH = 50 %


4 perawanan cloudness
4. Perawanan (Cloudness)

  • Awan : kumpulan tetesan air (kristal-kristal es) di dalam udara yang terjadi karena pengembunan/pemadatan udara setelah melampaui keadaan jenuh

  • Titik-titik awan sebenarnya bukan air murni melainkan inti kondensasi yang dikelilingi embun  kristal garam


Macam macam awan berdasar tinggi dan bentuk
Macam-macam awan berdasar tinggi dan bentuk:

  • Cirrus (awan tinggi) > 6000 m

    - Cirrus (Ci) : tipis, spt bulu burung

    - Cirro stratus (Cs): putih merata spt kelambu

    - Cirro Comulus (Cc): Spt sisik ikan, gerombolan domba

  • Alto (awan menengah) 2000 – 6000 m

    - Alto Comulus (A-Cu): spt gumpalan kapas

    - Alto Stratus (A-St): berlapis-lapis spt pita

  • Strato (awan rendah) < 2000 m

    - Strato Comulus (St-Cu) : tebal, luas, bergumpal

    - Stratus (St) : merata, rendah, berlapis-lapis

    - Nimbostratus (Ni-St): tebal, bentuk tdk teratur, hujan

    - Nimbocomulus (Ni-Cu): tebal, bergumpal, kelabu hitam


5 hujan
5. Hujan

  • Peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi presipitasi

  • Alat ukur : fluviograf, raingauge, regenmeter, ombrometer

  • Isohyet : garis khayal pada peta yang menghubungkan titik-titik di permukaan bumi yang memiliki curah hujan sama

  • Macam hujan menurut terjadinya:

    - Hujan Zenithal / konveksi

    - Hujan Orografis / Relief

    - Hujan Frontal

    - Hujan Siklonal

    - Hujan Muson

    - Hujan Buatan


Hujan zenithal konveksi
Hujan Zenithal / Konveksi

30o-40o

LU

LS

30o-40o



Hujan frontal
Hujan Frontal

Daerah Frontal

Massa Udara Panas

Massa Udara Dingin

Lintang rendah

Lintang Tinggi


  • Hujan Siklonal : terjadi karena angin siklon membuat udara naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Hujan Muson : hujan yang terjadi karena angin muson membawa uap air ke suatu wilayah

  • Hujan Buatan : Mengumpulkan titik-titik air dengan memberi inti kondensasi di udara, berupa butiran garam, urea dsb


Syarat hujan buatan
Syarat hujan buatan naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Ada awan comulonimbus ± 2 km tebalnya

  • Ketinggian awan 5000 – 7000 kaki

  • Kecepatan Angin < 8 knot

  • RH ≥ 70 %

  • Titik air pada awan 1,8 – 2 mikron


6 angin
6. Angin naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Udara yang bergerak dari tekanan maximum ke tekanan minimum

  • Alat ukur kecepatan angin: Anemometer

  • Macam gerakan angin ; Konveksi, Adveksi dan turbulensi


Manfaat angin
Manfaat Angin naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Menentukan waktu penggarapan tanaman

  • Membantu penyerbukan tanaman

  • Membantu kapal tradisional pergi – pulang melaut

  • Olahraga dan rekreasi


Macam macam angin
Macam-macam Angin naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi


Angin lokal
Angin Lokal naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Angin yang bertiup hanya di tempat- tempat tertentu dan tidak secara kontinyu

  • Angin ini bertiup sebagai akibat dari pengaruh kondisi wilayah sekitarnya


Angin darat
Angin Darat naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

+


Angin laut
Angin Laut naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

+


Angin gunung
Angin Gunung naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

+


Angin lembah
Angin naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasiLembah

+


Angin fohn
Angin Fohn naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi


Nama nama angin fohn di indonesia
Nama-nama Angin Fohn di Indonesia naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Bohorok  Deli (Sumut)

  • Kumbang  Cirebon

  • Gending  Probolinggo

  • Grenggong  Pasuruan

  • Brubu  Makasar

  • Wambrau  P. Biak (Papua)


Angin muson
Angin Muson naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

Gerak Semu Harian Matahari

The tropic of cancer

23 1/2° LU

21 Juni

Equator

21 Mar

22 Sept

The tropic of Capricorn

23 1/2° LS

22 Des


ANGIN MUSON TIMUR naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

JUNI

ASIA

SAM PASIFIK

+

SAM HINDIA

AUSTRALIA


ANGIN MUSON BARAT naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

DESEMBER

ASIA

SAM PASIFIK

+

SAM HINDIA

AUSTRALIA


Angin muson1
Angin Muson naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Angin yang bertiup dengan berganti arah tiap 6 bulan sekali

  • Angin Muson timur mendatangkan musim kemarau di Indonesia

  • Angin muson barat mendatangkan musim penghujan di Indonesia


Angin siklon dan anti siklon
Angin siklon dan anti Siklon naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Angin Siklon  angin yang berputar ke arah masuk

  • Angin Anti Siklon  angin y berputar ke arah luar


SIKLON naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

ANTI SIKLON

Belahan Bumi Utara

+

+

+

+

+

+

Belahan Bumi Selatan

+

+

+

+

+

+


Angin tetap
Angin Tetap naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Angin yang bertiup sepanjang tahun dengan arah yang sama

  • Ada tiga angin tetap di muka bumi : Angin Passat dan anti passat, angin barat, angin timur

  • Namun angin tetap ini sering kalah oleh angin lokal


Sistem pergerakan angin global di muka bumi
Sistem pergerakan angin Global di Muka Bumi naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

Kutub Utara

+

60° LS

Etesia

+

+

+

+

+

+

+

30 - 40° LU

Khatulistiwa

Etesia

+

+

+

+

+

+

+

30 - 40° LS

60° LS

+

Kutub Selatan


Angin passat trade wind
Angin Passat (Trade wind) naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Angin yang bertiup dari zona tekanan maksimun subtropis menuju zona tekanan minimum equator

  • Angin Passat timur Laut  belahan bumi utara

  • Angin Passat Tenggara  Belahan bumi selatan


Angin anti passat
Angin Anti Passat naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Angin yang bertiup dari zona tekanan minimum equator menuju zona tekanan maksimum subtropis (di bagian atas dari Angin Passat)

Anti Pasat

Pasat


Angin barat westerlies
Angin Barat (Westerlies) naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Angin yang bertiup dari zona tekanan maksimum subtropik menuju zona tekanan minimum sub-arktik

  • Karena pengaruh rotasi maka angin ini berbelok menuju timur sehinga seolah-olah datang dari arah barat


Angin timur easterlies
Angin Timur (Easterlies) naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Angin yang bertiup dari zona tekanan maksimum kutub menuju zona tekanan minimum sub-arktik.

  • Karena pengaruh rotasi maka berbelok seolah-olah dari arah timur menuju ke barat

  • Terjadi di sekitar Lintang 60° baik Utara maupun Selatan


Angin daerah etesia
Angin Daerah Etesia naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Daerah Etesia : daerah antara 30° LU - 40° LU maupun 30° LS - 40° LS

  • Merupakan perbatasan antara daerah angin Passat dengan angin Barat, sehingga mengalami pengaruh gerakan semu harian matahari.

  • Pada musim dingin bertiup angin Barat dan pada musim panas bertiup angin Pasat Timur Laut (BBU) atau angin Passat Tenggara (BBS)


Iklim matahari
Iklim Matahari naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Tropis: 23½°LU - 23½°LS

  • Subtropis : 23½°LU/LS - 40°LU/LS

  • Sedang : 40°LU/LS - 66½°LU/LS

  • Kutub : 66½°LU/LS - 90°LU/LS


Klasifikasi iklim menurut koppen
Klasifikasi Iklim menurut Koppen naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • A (Iklim hujan tropis) : Temperatur bulan terdingin > 18°C, CH tahunan tinggi, CH bulanan > 60 mm

  • B (Iklim Kering/Gurun) : CH < Penguapan (evaporasi)

  • C (Iklim Hujan Sedang, Panas) : Temperatur bulan terdingin -3°C sampai dengan 18°C

  • D (Iklim Hujan Salju, Dingin) : Temperatur bulan terdingin kurang dari -3°C dan temperatur bulan terpanas > 10°C

  • E (Iklim Kutub) : Bulan terpanas temperaturnya < 10°C


Kriteria naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasitambahaniklimKöppen :

f : tdkadamsmkering, bshsepanjangth

m:musim krgpendek,sisanyalebatsepanjanhtahun

w:hujan padamusimpanas

s :kondisikering pd musimpanas

W:kondisi keringpadamsmdingin

a :msmpnsygterik,suhu rata2blnterpanas > 22o C

b :msmpnsygpns,suhu rata2blnterpns < 22o C

c :msmpnsygsejuk & pendek < 4 bln,suhu > 10o C

d :msmdinginygsngtdingin t blnterdngin < -3oC

h :terik,suhutahunan rata2 > 18oC

k :sejuk,suhutahunan rata2 < 18OC


Sub divisi iklim k ppen
Sub divisi Iklim K naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasiöppen

  • Af : Iklim hujan tropis

  • Aw : Iklim savana tropis

  • BS : Iklim Stepa

  • BW : Iklim Gurun

  • Cf : Iklim hujan sedang, panas, tanpa musim kering

  • Cw : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim dingin yang kering

  • Cs : Iklim hujan sedang, panas, dengan musim panas yang kering

  • Df : Iklim hujan salju, tanpa musim kering

  • Dw : Iklim hujan salju, dengan musim dingin yang kering

  • ET : Iklim tundra

  • EF : Iklim salju


Subtipe iklim a
Subtipe Iklim A naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Af : iklim A dengan CH bulanan > 60 mm

  • Aw : iklim A yang memiliki musim kering yang panjang

  • Am : peralihan antara Af dan Aw

Af

60

Am

40

CH bulan terkering

Aw

20

0

1000

1500

2000

2500

CH Tahunan


Iklim junghuhn
Iklim Junghuhn naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

11,1 – 6,2ºC

Zone dingin

Lumut

2500 m

17,1 – 11,1ºC

Zone sejuk

Kopi, kina, Sayuran, Pinus

1500 m

22 – 17,1ºC

Kopi, Kina, Karet, Teh

Zone sedang

600 m

26,3 - 22ºC

Karet, Coklat, tembakau, Karet, Tebu, Jagung, Padi, Kelapa

Zone panas

0 m


Klasifikasi iklim schmidt fergusson
Klasifikasi Iklim Schmidt-Fergusson naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Berdasar pada jumlah bulan basah dan bulan kering

  • Klasifikasi yang jadi acuan (Mohr):

    - Bulan Kering : CH < 60 mm / bulan

    - Bulan Lembab : CH 60 – 100 mm / bulan

    - Bulan Basah : CH > 100 mm / bulan


Nilai q
Nilai Q naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Q = 0 – 14,3%  A (Sangat Basah)

  • Q = 14,3 – 33,3%  B (Basah)

  • Q = 33,3 – 60%  C (Agak Basah)

  • Q = 60 – 100%  D (Sedang)

  • Q = 100 – 167%  E (Agak Kering)

  • Q = 167 – 300%  F (Kering)

  • Q = 300 – 700%  G (Sangat Kering)

  • Q > 700%  H (Luar Biasa Kering)


700% naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

H

300%

G

167%

F

Rata-rata bulan kering

100%

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

E

D

60%

C

33,3%

B

14,2%

A

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Rata-rata bulan basah


Tentukan iklim kota “K” naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasimenurutklasifikasi Schmidt Ferguson danKlasifikasiKoppen, berdasar data Curah Hujan berikut ini!


Iklim kota k
Iklim kota “K” naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

Q = 24 %

Iklim kota “K”  B (Basah)


Iklim kota k menurut klasifikasi koppen
IKLIM KOTA “K” MENURUT KLASIFIKASI KOPPEN naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

Af

  • CH bln terkering = 31 mm

  • 31CH tahunan = 2175 mm

Af

K

31

Am

40

CH bulan terkering

Aw

20

2175

0

1000

1500

2000

2500

CH Tahunan


Gangguan gangguan iklim

GANGGUAN-GANGGUAN IKLIM naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi


1 efek rumah kaca greenhouse effect
1. Efek Rumah Kaca naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi (Greenhouse Effect)

  • Meningkatnya suhu udara di bumi akibat semakin banyak gas pencemar dalam udara

  • Penyebab : Gas buang dari industri, kendaraan bermotor, rumah tangga. Terutama CO2

  • Energi matahari yang sampai Bumi tertahan di atmosfer sehingga membuat panas muka Bumi.


Penyebab pemanasan global global warming
Penyebab naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasiPemanasan Global (global warming)

AC / Gas Buang

Rumah tangga

Pembakaran

hutan / Industri

CO2

CFC5

Global

Warming

N2O

CH4

Asap Kendaraan

Bermotor

Sampah / bangkai


Akibat global warming

Meningkatnya naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

badai dan kilat

Akibat Global warming

Kerusakan hutan

Pengungsian

Ketidakmampuan

Species untuk

beradaptasi

terhadap iklim

Meningkatnya

muka air laut


2 el nino
2. El Nino naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut pantai barat Peru-Equador yang mengakibatkan gangguan iklim secara global

  • Gejala yang terjadi : Kekeringan di Asia dan Afrika


3 la nina
3. La Nina naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi

  • Kebalikan dari El Nino, konsentrasi panas terjadi di wilayah Indonesia sehingga angin basah sekitar Pasifik dan Samudera Hindia bergerak ke Indonesia

  • Gejalanya : musim hujan yang lama di Indonesia dan sekitarnya


EL NINO.zip naik dan menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi