1 / 44

Latar Belakang

Analisis kebutuhan Luasan Hutan Kota yang Berfungsi Sebagai rosot Gas CO 2 antropogenik dari Bahan Bakar Minyak dan Gas di kota bogor dengan pendekatan sistem dinamik. Latar Belakang.

Download Presentation

Latar Belakang

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Analisis kebutuhan LuasanHutan Kota yang BerfungsiSebagai rosot Gas CO2 antropogenikdari Bahan Bakar Minyak dan Gas di kota bogor dengan pendekatansistem dinamik

  2. Latar Belakang • Pembakaranbahanbakarminyak dan gas (BBMG) menghasilkangas CO2 yang jumlahemisinyaterusmeningkat yang ditandaidenganmeningkatnyapolusiudarasejalandenganmening-katnyajumlahpenduduk dan sebutan: "Kota sejutaangkot". • Di lainpihak RTH yang berfungsisebagairosotgas CO2, luasannyaterusmenurun.

  3. 2003 1972 1990 2000 Perubahan Tata Guna Lahan Di Kota Bogor Sumber: Suryadi (2007) dan Indriyani (2005)

  4. Perubahan Luasan RTH / LT Sumber: P4W LPM IPB 2006

  5. Peningkatan Suhu Udara Global Rerata Tahunan 5 tahunan Rerata tahunan 5 tahunan Sumber: Http://data.giss.nasa.gov/gistemp/2005

  6. Pengaruh Negatif CO2 Pemanasan Global 0,03% (300  350 ppmv) Gangguan kesehatan (0,5% = 5000 ppmv) Potensi Ancaman Asfiksian Iritan Peningkatan Suhu Udara 1oC Es di kutub mencair Hb-CO2 H2CO3 Flora dan fauna 250 km mendekati kutub, dll. Flora dan fauna berubah 150 m dpl lebih tinggi Hilangnya pulau dan kota pantai COP 13 di Bali Desember 2007 Emisi Gas CO2 perlu dikendalikan

  7. Http://www.rflux.psu.edu_methods_Backwin1998.pdf

  8. Peristilahan • Ruang Terbuka Hijau Kota : • RTH non Hutan Kota (areal berpepohon-an, sawah, semak dan rumput)  RTH • RTH Hutan Kota (telah dikukuhkan) H K: fungsional dan terarah dlm pengelolaan lingkungan kota • Alasan dengan H K: • Sulit dialih fungsikan • Mempunyai tujuan yang jelas dalam pengelolaan lingkungan.

  9. R o s o t • Sequestration : removing carbon dioxide from the air atau process of increasing carbon content of a carbon pool other than atmosphere. • Sink :any process or mechanism which removes a greenhouse gas from the atmosphere (Wikipedia 2005). • Rosot: serapan gas CO2 oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis yang mengakibatkan berkurangnya gas ini di atmosfer.

  10. Administrasi Wilayah Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat Luas Wilayah : 11.850 Ha Terdiri dari 6 Kecamatan 68 Kelurahan Kota Bogor Sumber: Bapeda 2006

  11. TujuanPenelitian Tujuan umum dari penelitian : Menentukan kebutuhan luasan HK sebagai rosot gas CO2 antropogenik dari BBMG dengan simulasi model sistem dinamik serta menentukan daya dukung kependudukan Kota Bogor berdasarkan analisis emisi dan rosot gas CO2. Tujuan Khusus : (1). Menganalisis emisi gas CO2: • Estimasi kebutuhan BBMG, • Estimasi emisi gas CO2. • Mengukur konsentrasi gas CO2 ambien. (2). Menganalisis rosot gas CO2: • Mengukur daya rosot gas CO2 oleh pohon di KRB dan HPD • Perhitungan rosot RTH

  12. Manfaat Penelitian Kota Bogor dengan daya dukung yang tinggi dengan indikator luasan RTH HK yang efisien, namun efektif sebagai rosot gas CO2 antropogenik dari BBMG • Merupakan bahan masukan dalam menyusun Rencana Tata Ruang Kota Bogor tahun 2009 – 2014. • Peluang bisnis perdagangan karbon yang akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor.

  13. State of the Art Penentuan Luasan Optimal Hutan Kota sebagai Rosot Gas CO2 Antropogenikdengansistemstatikmempunyaikelemahan: • Dayarosottanaman H K diperhitungkan (tiba-tiba) dewasa. • Tidakadapeubahwaktudalam model.

  14. Kebaharuan Penelitian Penentuan kebutuhan luasan HK dengan model sistem dinamik berdasarkan : • Populasi manusia • Emisi gas CO2 dari BBMG • Konsentrasi gas CO2 ambien • Luasan lahan terbangun • Luasan RTH, • Daya rosot gas CO2 sesuai umur pohon HK • Kendala lahan yang terbatas.

  15. Kerangka Pikir Pendekatan Pemecahan Masalah Penduduk Bertambah Lahan terbangun RTH RTH CO2 antropogenik Kebutuhan H K BBMG

  16. Metodologi Penelitian • Penelitian dilakukan dari bulan Maret 2005 – Juni 2007. • Jumlah bensin, solar, minyak tanah dan LPG diperoleh dari PT. Pertamina bahanbakarminyakdan gas per kapita • Perhitungan emisi gas CO2 • Perhitungan jumlah kendaraan per hari • Konsentrasi gas CO2 ambien diambil di 10 lokasi pukul 7.30 – 9.00. • Perhitungan luasan RTH dan laju penu-runannya. • Penentuan Kebutuhan Luasan H K dengan simulasi Program Powersim 2.5.

  17. Diagram Alir

  18. Perkiraan Jumlah Penduduk sampai tahun 2100 Perlu Penataan Ruang

  19. HasilPenelitian

  20. Konsentrasi Gas CO2 di 5 lokasi Pengukuran Siang dan Malam Hari di Bulan Februari 2006 (ppmv)

  21. Konsentrasi Gas CO2 Ambien di Lokasi yang Padat dan Kurang Padat Kendaraan di Kota Bogor pada Tahun 2006/2007 (ppmv) 389.89

  22. Daya Rosot Tanaman

  23. Daya Rosot Tanaman

  24. Daya Rosot Tanaman

  25. Luasan RTH tahun 2005 dan laju penurunannya

  26. DayaRosot Gas CO2 olehBeberapaBentuk RTH Sumber : IPCC (2006) Http://www.159.226.205.101/climatechange2/IPCC/report/land/ch9910/ report%5Csinksch4 : 110

  27. Masalah: EmisivsRosot

  28. Prediksi Konsentrasi Gas CO2

  29. Azas Kebutuhan Luasan HK • UU No. 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang: - RTH minimal 30% - Lahan terbangun < 70% • Dalam Skenario digunakan nilai : - RTH HK 32 %. Jika hasil simulasi RTH HK > 32%, maka skenario tersebut ditolak. - Lahan terbangun 68%. - Luas awal HK 144,75 ha (1,22%).

  30. Konsentrasi Gas CO2 Akibat Adanya Penambahan Luasan HK

  31. Daya Rosot Sangat Tinggi vs Tinggi Sangat Tinggi T i n g g i

  32. Upaya Pengkayaan dan Gabungan Dengan jenis berdaya rosot Sangat Tinggi Pengkayaan Gabungan

  33. Peran Hujan Kemampuan air hujan dalam membersihkan udara 239 ton/th, sedangkan emisi gas CO2 antropogenik di Kota Bogor pada tahun 2010 sebanyak 600.216 ton dan pada tahun 2100 sebesar 848.175 ton.

  34. Daya Dukung Kependudukan Azas • UU No. 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang: - RTH HK minimal 30% - Lahan terbangun < 70% • Dalam Skenario digunakan nilai : - RTH HK 32 % - Lahan terbangun 68% dengan variasi jumlah lantai untuk berapa orang - Luasan HK yang diperlukan sebagai rosot gas CO2 antropogenik

  35. Lahan Terbangun 2 lantai

  36. Kesimpulan Emisi gas CO2 antropogenik dari BBMG di Kota Bogor tahun 2010 diprediksi600.216 ton, sedangkan tahun 2100 menjadi 848.175 ton. Rerata konsentrasi ambien gas CO2 di lokasi yang padat dan kurang padat kendaraan di Kota Bogor tahun 2006/2007 sebesar 389,8900 ppmv.

  37. Lanjutan • Kebutuhan penambahan luasan HK di Kota Bogor sangat mendesak dan bervariasi menurut jenis daya rosot pohon, penggunaan bahan bakar, pengkayaan pada areal bervegetasi jarang dan waktu. • Tanpa penambahan luasan HK konsentrasi gas CO2 ambien padatahun 2100 akan meningkat menjadi 389,8964 ppmv, sedangkanjikaadapenambahan HK menjadi389,8752ppmv. • Jenistanamanyang memenuhi persyaratan dan efektif dalam menurunkankonsentrasi gas CO2adalahtanamanberdayarosotsangattinggi.

  38. Daya dukung Bangunan2 lantai • Jumlahpenduduk 2,5 jutaorang • Kebutuhan HK denganjenisberdayarosotsangattinggisekitar1.400 ha • Padatahun 2100 dibutuhkanluasan HK seluas 1.278,81 ha

  39. Pengaruh Hujan • Air hujantidakberperannyatadalammembantumembersih-kan gas CO2 dariudara.

  40. Saran-saran • Menelitidayarosotjenistanamanlainnyauntukmendapatkanjenistanamanberdayarosotsangattinggi keragamanjenistanamanmenjadimeningkat.

  41. Saran (lanjutan) • Perlu dilakukan penelitian kemampuan rosot gas CO2 dari beberapa bentuk tutupan lahan: taman kota, peneduh jalan, lapangan rumput dan beberapa bentuk ruang terbuka hijau lainnya yang ada di Kota Bogor.

  42. “Producer” Pay Principle (himbauan) • Produsenautomotifmenanampohon. Misalnya 1 mobil 5 pohondan 1 motor ditanam 1 pohon. Jadidalam 1 tahundapatditanamribuanpohon/puluhan ha, berdasarkanproduksimobil/motor. • Produsenmemberikansumbanganpohonuntukditanamdilahanpemdajugadanapemeliharaannya. Sebagaiimbalandipasang “billboard”: Hutan Kota inimerupakansumbangandari …………….

More Related